Home
Sandiaga: Sumber Waras Tolak Kembalikan Rp 191 Miliar | Polresta Pekanbaru Kawal Unjuk Rasa di Dua Lokasi yang Berbeda Sekaligus | Rohul Targetkan Hifdzil dan Khatil Quran Jadi Lumbung Juara | Dampak Rasionalisasi Anggaran Masih Dibahas | Bupati Inhil Minta Dukungan Kementerian PDT dan Transmigrasi Bangun Desa | PAN akan Jajal Komunikasi dengan Sudrajat
Selasa, 12 Desember 2017
/ Riau Region / 07:25:34 / Melalui Budaya, Dunia Barat Jajah Kebudayaan Melayu /
Melalui Budaya, Dunia Barat Jajah Kebudayaan Melayu
Jumat, 17 Januari 2014 - 07:25:34 WIB

PEKANBARU - Tak dapat dipungkiri bahwa saat ini untuk merusak atau menghilangkan nilai-nilai suatu budaya, negara-negara Barat tidak lagi menggunakan kekerasan, melalui arus globalisasi budaya, mereka terus menggrogoti kebudayaan Melayu-Islam.

Setidaknya hal itu menjadi pemikiran dari seorang tokoh Melayu dari negeri jiran Malaysia, Prof Madya Datuk Dr Baharuddin.

Ia menyebut, pengaruh globalisasi akan terus mengacam kebudayaan Melayu-Islam. Acaman ini akan tetap selalu eksis serta turun temurun untuk diwariskan.

"Ancaman kebudayaan Melayu akibat globalisasinya ini merupakan bentuk penjajahan baru dunia barat," ujarnya dalam pertemuan peneliti Islam Asia Tenggara di Pekanbaru, baru-baru ini.

Dia mengatakan, globalisasi bukan sekedar slogan, melainkan rancangan strategi barat untuk menjadikan masyarakat terkhusus Islam (Melayu) sebagai sasaran penjajahan bentuk baru.

Kekuatan teknologi dan komunikasi yang dihasilkan serta penguasaan perekonomian di bawah bank dunia (IMF), pertumbuhan perdagangan dunia (WTO) merupakan bagian dari contoh bagaimana Barat mengatur langkah yang sangat agresif agar konsep dunia dapat dikuasai dan segala aspek kebaratan bisa diterapkan disetiap aspek lapangan.

"Inilah tantangan terbesar yang sedang dihadapi umat Islam begitu juga kebudayaan Melayu karena secara jangka panjang akan terus menghadapi persoalan dan ancaman yang luar biasa," kata Baharuddin.

Tantangan utama dan terkhusus dari bentuk globalisasi ini, menurut Baharuddin perlu mendapatkan perhatian lebih karena globalisasi bentuk penjajahan baru dunia Barat yaitu terancamnya keutuhan budaya Melayu itu sendiri.

Ancaman yang dapat dilihat dan menguat terhadap kebudayaan Melayu dari dampak globalisasi ini seperti memberikan dampak negatif yang ditularkan dari faham liberalisme.

"Dengan demikian, globalisasi bentuk penjajahan baru Barat ini akan memberikan kesan terhadap kehidupan dan kebudayaan Melayu. Memang tidak dinafikan ada nilai positif bagi kebudayaan Melayu, namun dampak negatifnya jauh lebih besar lagi," katanya.

Ketua LP2M UIN Suska Riau Husni Thamrin Msi menyebut, menjaga keutuhan kebudayaan Melayu yang identik dengan Islam merupakan sesuatu yang harus dilakukan generasi Islam mulai saat ini.

Agar kebudayaan melayu dapat terus eksis, selain mengedepankan kebudayaan Melayu di tengah kehidupan masyarakat juga menggali sejarah kebudayaan Melayu itu sendiri. Tidak terkecuali peninggalan sejarah.

Hal terpenting untuk dikembangkan pemikiran menjadikan Melayu ini lebih mendunia lagi, terutama dari segi bahasa. Ini perlu dilakukan agar tidak terkikis arus globalisasi yang merupakan bentuk penjajahan baru dunia barat.

Tokoh Melayu harus mengupayakan agar bahasa Melayu (kebudayaan dalam bentuk bahasa) membuming dijadikan sebagai Bahasa Dunia, menggeser Bahasa Inggris. Bukan tidak mungkin ini dapat dilakukan, mengingat penduduk Melayu baik di Tanah Air maupun mancanegara mencapai 300 juta Jiwa. Sementara Inggris hanya 50 juta lebih saja.

"Dengan angka penduduk lebih kurang 50 juta saja mampu menjadikan bahasanya sebagai Bahasa Internasional. Sedangkan Melayu mencapai 300 juta jiwa, dengan demikian sangat memungkinkan sekali. Itu salah satu langkah agar kebudayaan Melayu dapat tetap eksis, tidak terkikis oleh globalisasi saat ini tengah terjadi," ungkapnya seperti dimuat daririau.(zak)

   
 
Masyarakat Desa Sonde Berharap Pemda Meranti Bangun Kantor Desa yang Baru
Senin, 11 Desember 2017 - 21:04

100% Kafilah Bengkalis Anak Asli Daerah
Senin, 11 Desember 2017 - 20:30

Kemenag Dorong Islah Pihak Ustaz Somad dan Penolaknya
Senin, 11 Desember 2017 - 15:37

Wow... Harga Elpiji 3 Kg Di Bengkalis Capai Rp35 Ribu
Senin, 11 Desember 2017 - 15:32

PLN Padamkan Listrik Tujuh Hari Untuk Pemeliharaan
Senin, 11 Desember 2017 - 15:29

Jangan Bermimpi Jokowi Dan PDIP Akan Biarkan Titiek Soeharto Kuasai Golkar
Senin, 11 Desember 2017 - 15:19

Pimpinan DPRD Kuansing Siap Tempati Rumah Dinas
Senin, 11 Desember 2017 - 15:10

Diskominfo Inhil Sosialisasikan Literasi Media
Senin, 11 Desember 2017 - 15:08

Arsyadjuliandi Rachman Usulkan Riau Jadi Penyelenggara MTQ Nasional
Senin, 11 Desember 2017 - 15:05

Disperindag Inhil Diminta Telusuri Persoalan Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg
Senin, 11 Desember 2017 - 14:57

Wabup Inhil Sampaikan Pentingnya e-KTP
Senin, 11 Desember 2017 - 14:55

Pelaku Penghinaan Ustaz Somad Dilaporkan Esok
Senin, 11 Desember 2017 - 14:44

Penolakan Ustaz Somad dan Kerukunan Umat Beragama
Senin, 11 Desember 2017 - 10:08

Penghadangan Ustad Abdul Somad Bentuk Arogansi Dan Kegagalan Berpikir
Senin, 11 Desember 2017 - 09:46

Titiek Soeharto Akan Gagal Pimpin Golkar
Senin, 11 Desember 2017 - 09:42

Dipaksa Preman Nasi Bungkus Cium Bendera, Ustadz Somad: Jangan Karena Nila Setitik Rusak Susu
Senin, 11 Desember 2017 - 09:40

Bitcoin Bisa Mengancam Stabilitas Keuangan Negara
Minggu, 10 Desember 2017 - 15:49

KRONOLOGI PENGUSIRAN UAS
Ustadz Abdul Somad: Saya Bukan Pemberontak
Minggu, 10 Desember 2017 - 15:35

MTQ ke-36 Riau, Bupati Inhil Ikuti Prosesi Pelepasan Pawai Taaruf
Minggu, 10 Desember 2017 - 15:23

Jadi Cagub Gerindra, Sudrajat akan Kaji Ulang Meikarta
Minggu, 10 Desember 2017 - 15:21

Takut Diboikot, McDonald's Malaysia Bantah Dukung Israel
Minggu, 10 Desember 2017 - 15:19

Waketum MUI Sesalkan Kejadian yang Menimpa Ustaz Abdul Somad
Minggu, 10 Desember 2017 - 15:13

Polisi Masih Berupaya Ungkap Pelaku Pembuang Bayi Di Sungai Siak
Minggu, 10 Desember 2017 - 15:08

Harapan Fahri Hamzah, UIR Harus Menjadi Kawah Candradimuka
Minggu, 10 Desember 2017 - 14:59

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com