Home
Fadli Zon: Gerindra 100 Persen Capreskan Prabowo | Imigrasi Bagansiapiapi Optimalkan Pengawasan Orang Asing | ESDM Setujui PI 10 Persen Wilayah Kerja Siak Dikelola Riau Petroleum | Akun Instagram Ustaz Abdul Somad Kembali Bisa Diakses | Revisi Harga Pertalite Riau, Legislator Ini Nilai Tak Perlu Pakai Pansus | Abdul Wahid Ragukan 2 Fly Over Tuntas Dibangun Setahun, Ini Argumentasinya
Minggu, 25 Februari 2018
/ Riau Region / 07:25:34 / Melalui Budaya, Dunia Barat Jajah Kebudayaan Melayu /
Melalui Budaya, Dunia Barat Jajah Kebudayaan Melayu
Jumat, 17 Januari 2014 - 07:25:34 WIB

PEKANBARU - Tak dapat dipungkiri bahwa saat ini untuk merusak atau menghilangkan nilai-nilai suatu budaya, negara-negara Barat tidak lagi menggunakan kekerasan, melalui arus globalisasi budaya, mereka terus menggrogoti kebudayaan Melayu-Islam.

Setidaknya hal itu menjadi pemikiran dari seorang tokoh Melayu dari negeri jiran Malaysia, Prof Madya Datuk Dr Baharuddin.

Ia menyebut, pengaruh globalisasi akan terus mengacam kebudayaan Melayu-Islam. Acaman ini akan tetap selalu eksis serta turun temurun untuk diwariskan.

"Ancaman kebudayaan Melayu akibat globalisasinya ini merupakan bentuk penjajahan baru dunia barat," ujarnya dalam pertemuan peneliti Islam Asia Tenggara di Pekanbaru, baru-baru ini.

Dia mengatakan, globalisasi bukan sekedar slogan, melainkan rancangan strategi barat untuk menjadikan masyarakat terkhusus Islam (Melayu) sebagai sasaran penjajahan bentuk baru.

Kekuatan teknologi dan komunikasi yang dihasilkan serta penguasaan perekonomian di bawah bank dunia (IMF), pertumbuhan perdagangan dunia (WTO) merupakan bagian dari contoh bagaimana Barat mengatur langkah yang sangat agresif agar konsep dunia dapat dikuasai dan segala aspek kebaratan bisa diterapkan disetiap aspek lapangan.

"Inilah tantangan terbesar yang sedang dihadapi umat Islam begitu juga kebudayaan Melayu karena secara jangka panjang akan terus menghadapi persoalan dan ancaman yang luar biasa," kata Baharuddin.

Tantangan utama dan terkhusus dari bentuk globalisasi ini, menurut Baharuddin perlu mendapatkan perhatian lebih karena globalisasi bentuk penjajahan baru dunia Barat yaitu terancamnya keutuhan budaya Melayu itu sendiri.

Ancaman yang dapat dilihat dan menguat terhadap kebudayaan Melayu dari dampak globalisasi ini seperti memberikan dampak negatif yang ditularkan dari faham liberalisme.

"Dengan demikian, globalisasi bentuk penjajahan baru Barat ini akan memberikan kesan terhadap kehidupan dan kebudayaan Melayu. Memang tidak dinafikan ada nilai positif bagi kebudayaan Melayu, namun dampak negatifnya jauh lebih besar lagi," katanya.

Ketua LP2M UIN Suska Riau Husni Thamrin Msi menyebut, menjaga keutuhan kebudayaan Melayu yang identik dengan Islam merupakan sesuatu yang harus dilakukan generasi Islam mulai saat ini.

Agar kebudayaan melayu dapat terus eksis, selain mengedepankan kebudayaan Melayu di tengah kehidupan masyarakat juga menggali sejarah kebudayaan Melayu itu sendiri. Tidak terkecuali peninggalan sejarah.

Hal terpenting untuk dikembangkan pemikiran menjadikan Melayu ini lebih mendunia lagi, terutama dari segi bahasa. Ini perlu dilakukan agar tidak terkikis arus globalisasi yang merupakan bentuk penjajahan baru dunia barat.

Tokoh Melayu harus mengupayakan agar bahasa Melayu (kebudayaan dalam bentuk bahasa) membuming dijadikan sebagai Bahasa Dunia, menggeser Bahasa Inggris. Bukan tidak mungkin ini dapat dilakukan, mengingat penduduk Melayu baik di Tanah Air maupun mancanegara mencapai 300 juta Jiwa. Sementara Inggris hanya 50 juta lebih saja.

"Dengan angka penduduk lebih kurang 50 juta saja mampu menjadikan bahasanya sebagai Bahasa Internasional. Sedangkan Melayu mencapai 300 juta jiwa, dengan demikian sangat memungkinkan sekali. Itu salah satu langkah agar kebudayaan Melayu dapat tetap eksis, tidak terkikis oleh globalisasi saat ini tengah terjadi," ungkapnya seperti dimuat daririau.(zak)

   
 
Hasil Autopsi Penyebab Kematian Kakek di Siak Tewas Tidak Dianiaya Anaknya
Sabtu, 24 Februari 2018 - 21:08

Pengendali Narkoba 1,6 Ton Berasal dari Cina
Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51

Kaukus Pembela Rizieq Minta Kapolda Hentikan Kasus
Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:45

Cerita Yusril Dipanggil Jokowi Bahas Kasus Rizieq Shihab
Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:35

Disela-sela Kampanye, Rosman Penuhi Undangan Ibu Mariati Pasar Kembang
Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:23

Luas Karlahut Bertambah di Siak, 20 Ha Lahan Kembali Membara
Sabtu, 24 Februari 2018 - 15:41

Ribuan Santri Sambut Kehadiran TGB di Medan
Sabtu, 24 Februari 2018 - 15:33

PBB tak Lolos, Yusril akan Pidanakan Komisioner KPU
Sabtu, 24 Februari 2018 - 15:30

Polisi Amankan 8 Paket Sabu-sabu dari Tangan Narapidana Lapas Kelas II A Tembilahan
Sabtu, 24 Februari 2018 - 15:20

Bersama Kepsek, Disdik Kepulauan Meranti Gelar Rapat Persiapan Akreditasi Sekolah
Sabtu, 24 Februari 2018 - 15:15

Batal Maju, Pendukung Harris dan Zukri Siap Menangkan Syamsuar
Sabtu, 24 Februari 2018 - 15:01

Peluang Sri Mulyani Jadi Cawapres Jokowi, Ini Jawaban PDIP
Sabtu, 24 Februari 2018 - 08:27

Publik Setuju Gatot Cawapres Jokowi, Anies Cawapres Prabowo
Sabtu, 24 Februari 2018 - 08:23

Cagub Petahana Andi Rachman Akan Rangkai Jembatan Pulau Padang ke Siak dan Bengkalis
Sabtu, 24 Februari 2018 - 08:18

AHY Siap Sambangi Megawati usai PDIP Tetapkan Jokowi Capres
Sabtu, 24 Februari 2018 - 08:13

Ini Keunggulan Pesawat R80 Gagasan Habibie
Sabtu, 24 Februari 2018 - 08:03

Syamsuar Disambut Ratusan Warga Sorek, Haris: Inilah Pemimpin Dambaan!
Jumat, 23 Februari 2018 - 21:11

Ustaz Abdul Somad Hadiri Konsolidasi Dukungan kepada TGB
Jumat, 23 Februari 2018 - 20:57

Mediasi Buntu, Yusril: Kami Akan Mati-Matian Lawan KPU!
Jumat, 23 Februari 2018 - 20:45

Jokowi-Gatot Dan Prabowo-Anies Bakal Bersaing Ketat Di Pemilu 2019
Jumat, 23 Februari 2018 - 20:42

Elektabilitas Jokowi Konsisten Turun
Jumat, 23 Februari 2018 - 20:34

Rizal Ramli: Petani Luar Negeri Berterima Kasih Kepada Menteri Enggar
Jumat, 23 Februari 2018 - 20:19

Rakornas Apernas di Pekanbaru,
Pengembang Perumahan Keluhkan Sulitnya Izin di Kementrian PUPR
Jumat, 23 Februari 2018 - 17:23

92 Pelajar SMA Pekanbaru dan Dumai Ikuti Program Ngaji Teknologi Kelistrikan
Jumat, 23 Februari 2018 - 17:19

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com