Home
Bupati Kampar Tinjau Langsung Kondisi Pedesaan | 75 Persen Habitat Harimau dan Gajah ada Dalam Kawasan Konsesi Perusahaan di Riau | Kornas #2019GantiPresiden Minta Jokowi Tidak Nyapres | #2019GantiPresiden, Gerakan Yang Tidak Ingin Kehancuran Berlanjut | Kwik Kian Gie: Presiden Harus Berani Keluarkan Dekrit | Eks Relawan Jokowi: "Bantuan Langsung Lempar" Buat Rakyat Seperti Binatang
Rabu, 25 April 2018
/ Riau Region / 07:25:34 / Melalui Budaya, Dunia Barat Jajah Kebudayaan Melayu /
Melalui Budaya, Dunia Barat Jajah Kebudayaan Melayu
Jumat, 17 Januari 2014 - 07:25:34 WIB

PEKANBARU - Tak dapat dipungkiri bahwa saat ini untuk merusak atau menghilangkan nilai-nilai suatu budaya, negara-negara Barat tidak lagi menggunakan kekerasan, melalui arus globalisasi budaya, mereka terus menggrogoti kebudayaan Melayu-Islam.

Setidaknya hal itu menjadi pemikiran dari seorang tokoh Melayu dari negeri jiran Malaysia, Prof Madya Datuk Dr Baharuddin.

Ia menyebut, pengaruh globalisasi akan terus mengacam kebudayaan Melayu-Islam. Acaman ini akan tetap selalu eksis serta turun temurun untuk diwariskan.

"Ancaman kebudayaan Melayu akibat globalisasinya ini merupakan bentuk penjajahan baru dunia barat," ujarnya dalam pertemuan peneliti Islam Asia Tenggara di Pekanbaru, baru-baru ini.

Dia mengatakan, globalisasi bukan sekedar slogan, melainkan rancangan strategi barat untuk menjadikan masyarakat terkhusus Islam (Melayu) sebagai sasaran penjajahan bentuk baru.

Kekuatan teknologi dan komunikasi yang dihasilkan serta penguasaan perekonomian di bawah bank dunia (IMF), pertumbuhan perdagangan dunia (WTO) merupakan bagian dari contoh bagaimana Barat mengatur langkah yang sangat agresif agar konsep dunia dapat dikuasai dan segala aspek kebaratan bisa diterapkan disetiap aspek lapangan.

"Inilah tantangan terbesar yang sedang dihadapi umat Islam begitu juga kebudayaan Melayu karena secara jangka panjang akan terus menghadapi persoalan dan ancaman yang luar biasa," kata Baharuddin.

Tantangan utama dan terkhusus dari bentuk globalisasi ini, menurut Baharuddin perlu mendapatkan perhatian lebih karena globalisasi bentuk penjajahan baru dunia Barat yaitu terancamnya keutuhan budaya Melayu itu sendiri.

Ancaman yang dapat dilihat dan menguat terhadap kebudayaan Melayu dari dampak globalisasi ini seperti memberikan dampak negatif yang ditularkan dari faham liberalisme.

"Dengan demikian, globalisasi bentuk penjajahan baru Barat ini akan memberikan kesan terhadap kehidupan dan kebudayaan Melayu. Memang tidak dinafikan ada nilai positif bagi kebudayaan Melayu, namun dampak negatifnya jauh lebih besar lagi," katanya.

Ketua LP2M UIN Suska Riau Husni Thamrin Msi menyebut, menjaga keutuhan kebudayaan Melayu yang identik dengan Islam merupakan sesuatu yang harus dilakukan generasi Islam mulai saat ini.

Agar kebudayaan melayu dapat terus eksis, selain mengedepankan kebudayaan Melayu di tengah kehidupan masyarakat juga menggali sejarah kebudayaan Melayu itu sendiri. Tidak terkecuali peninggalan sejarah.

Hal terpenting untuk dikembangkan pemikiran menjadikan Melayu ini lebih mendunia lagi, terutama dari segi bahasa. Ini perlu dilakukan agar tidak terkikis arus globalisasi yang merupakan bentuk penjajahan baru dunia barat.

Tokoh Melayu harus mengupayakan agar bahasa Melayu (kebudayaan dalam bentuk bahasa) membuming dijadikan sebagai Bahasa Dunia, menggeser Bahasa Inggris. Bukan tidak mungkin ini dapat dilakukan, mengingat penduduk Melayu baik di Tanah Air maupun mancanegara mencapai 300 juta Jiwa. Sementara Inggris hanya 50 juta lebih saja.

"Dengan angka penduduk lebih kurang 50 juta saja mampu menjadikan bahasanya sebagai Bahasa Internasional. Sedangkan Melayu mencapai 300 juta jiwa, dengan demikian sangat memungkinkan sekali. Itu salah satu langkah agar kebudayaan Melayu dapat tetap eksis, tidak terkikis oleh globalisasi saat ini tengah terjadi," ungkapnya seperti dimuat daririau.(zak)

   
 
PPK Tembilahan Hulu Laksanakan Gerak Jalan Santai
Senin, 23 April 2018 - 23:12

Sekda Inhil: Perjuangan RA Kartini Diharapkan Menjadi Motivasi bagi Kaum Perempuan
Senin, 23 April 2018 - 23:09

Ketua Kosgoro Inhil Ikuti Orientasi Fungsionaris Golkar Riau
Senin, 23 April 2018 - 23:06

Muslimat NU Inhil Ajak Masyarakat Mampu dan Perusahaan Peduli Sesama
Senin, 23 April 2018 - 17:28

Pamsimas Desa Tanjung Darul Takzim Belum Rampung, Ini Jawaban Kades
Senin, 23 April 2018 - 17:22

Fahri Hamzah: Perpres Hanya Legalkan Pekerja Kasar Asing Masuk Indonesia
Senin, 23 April 2018 - 17:04

Bagi-bagi Sembako Jurus Jokowi Agar Kembali Terpilih
Senin, 23 April 2018 - 17:00

Prabowo Oke, Anies Oke Dan Gatot Juga Oke: Tanggapan Untuk Denny JA
Senin, 23 April 2018 - 16:54

Kerja Puluhan Tahun Diselesaikan Tiga Tahun, Bulan Ini RTRW Riau Diprediksi Tuntas
Senin, 23 April 2018 - 16:40

Panwaslu Dalami Dugaan Politik Uang Cagubri di Bengkalis
Senin, 23 April 2018 - 16:34

Akan Tenggelamkan Empat Desa, Mahasiswa Tolak Pembangunan Waduk Rokan
Senin, 23 April 2018 - 16:31

Melemah, Hari Ini Rupiah Nyaris Tembus Rp14.000/USD
Senin, 23 April 2018 - 16:28

Banyak Dukungan, Gatot Nurmantyo Diminta Cepat Cari Parpol
Senin, 23 April 2018 - 16:26

Elemen Masyarakat Siak Ramaikan Acara Haul Sultan Siak
Senin, 23 April 2018 - 16:10

Pascapenangkapan Harimau Bonita, BBKSDA Riau Tetap Pertahankan Tim untuk Patroli
Senin, 23 April 2018 - 16:03

Terbongkar Praktek Aborsi di Inhu, Sudah Praktek sejak 2017
Senin, 23 April 2018 - 11:55

Pengamat: Aher Kader PKS yang Tepat Dampingi Prabowo
Senin, 23 April 2018 - 11:48

Bupati Meranti Buka MTQ Ke-10 Tingkat Kecamatan Tebing Tinggi
Senin, 23 April 2018 - 11:41

Jelang Ramadhan, Plt Gubri Tinjau Pasar Pusat Pekanbaru
Senin, 23 April 2018 - 11:39

Anies Diserbu Anak-Anak Turki
Senin, 23 April 2018 - 11:30

Pengamat: Anies Bisa Tingkatkan Elektabilitas Prabowo
Senin, 23 April 2018 - 11:23

Gerindra Incar Kursi Ketua DPRD Dumai di Pileg 2019
Senin, 23 April 2018 - 11:18

Populasi Harimau Sumatera Ditaksir Tinggal 400 Ekor
Minggu, 22 April 2018 - 06:59

Pekanbaru Hujan Deras, Polantas Bantu Pengendara Yang Terjebak Banjir
Minggu, 22 April 2018 - 06:56

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com