Home
Hotman: SMS Hary Tanoe Berisi Bahasa Idealisme Bukan Ancaman | Gubri Siap Lepas Ribuan Peserta Pawai Takbir | Rusak Berat, Pemudik Keluhkan Kondisi Jalan Menuju Pelabuhan Tanjung Buton | Ramalan Jack Ma Tentang Pekerjaan Bergaji Tinggi di Masa Depan | Siap-siap Basah! Seluruh Riau Berpeluang Diguyur Hujan Jelang Shalat Ied | Amien Rais akan Berlebaran di Pekanbaru
Rabu, 28 Juni 2017
/ Riau Region / 07:25:34 / Melalui Budaya, Dunia Barat Jajah Kebudayaan Melayu /
Melalui Budaya, Dunia Barat Jajah Kebudayaan Melayu
Jumat, 17 Januari 2014 - 07:25:34 WIB

PEKANBARU - Tak dapat dipungkiri bahwa saat ini untuk merusak atau menghilangkan nilai-nilai suatu budaya, negara-negara Barat tidak lagi menggunakan kekerasan, melalui arus globalisasi budaya, mereka terus menggrogoti kebudayaan Melayu-Islam.

Setidaknya hal itu menjadi pemikiran dari seorang tokoh Melayu dari negeri jiran Malaysia, Prof Madya Datuk Dr Baharuddin.

Ia menyebut, pengaruh globalisasi akan terus mengacam kebudayaan Melayu-Islam. Acaman ini akan tetap selalu eksis serta turun temurun untuk diwariskan.

"Ancaman kebudayaan Melayu akibat globalisasinya ini merupakan bentuk penjajahan baru dunia barat," ujarnya dalam pertemuan peneliti Islam Asia Tenggara di Pekanbaru, baru-baru ini.

Dia mengatakan, globalisasi bukan sekedar slogan, melainkan rancangan strategi barat untuk menjadikan masyarakat terkhusus Islam (Melayu) sebagai sasaran penjajahan bentuk baru.

Kekuatan teknologi dan komunikasi yang dihasilkan serta penguasaan perekonomian di bawah bank dunia (IMF), pertumbuhan perdagangan dunia (WTO) merupakan bagian dari contoh bagaimana Barat mengatur langkah yang sangat agresif agar konsep dunia dapat dikuasai dan segala aspek kebaratan bisa diterapkan disetiap aspek lapangan.

"Inilah tantangan terbesar yang sedang dihadapi umat Islam begitu juga kebudayaan Melayu karena secara jangka panjang akan terus menghadapi persoalan dan ancaman yang luar biasa," kata Baharuddin.

Tantangan utama dan terkhusus dari bentuk globalisasi ini, menurut Baharuddin perlu mendapatkan perhatian lebih karena globalisasi bentuk penjajahan baru dunia Barat yaitu terancamnya keutuhan budaya Melayu itu sendiri.

Ancaman yang dapat dilihat dan menguat terhadap kebudayaan Melayu dari dampak globalisasi ini seperti memberikan dampak negatif yang ditularkan dari faham liberalisme.

"Dengan demikian, globalisasi bentuk penjajahan baru Barat ini akan memberikan kesan terhadap kehidupan dan kebudayaan Melayu. Memang tidak dinafikan ada nilai positif bagi kebudayaan Melayu, namun dampak negatifnya jauh lebih besar lagi," katanya.

Ketua LP2M UIN Suska Riau Husni Thamrin Msi menyebut, menjaga keutuhan kebudayaan Melayu yang identik dengan Islam merupakan sesuatu yang harus dilakukan generasi Islam mulai saat ini.

Agar kebudayaan melayu dapat terus eksis, selain mengedepankan kebudayaan Melayu di tengah kehidupan masyarakat juga menggali sejarah kebudayaan Melayu itu sendiri. Tidak terkecuali peninggalan sejarah.

Hal terpenting untuk dikembangkan pemikiran menjadikan Melayu ini lebih mendunia lagi, terutama dari segi bahasa. Ini perlu dilakukan agar tidak terkikis arus globalisasi yang merupakan bentuk penjajahan baru dunia barat.

Tokoh Melayu harus mengupayakan agar bahasa Melayu (kebudayaan dalam bentuk bahasa) membuming dijadikan sebagai Bahasa Dunia, menggeser Bahasa Inggris. Bukan tidak mungkin ini dapat dilakukan, mengingat penduduk Melayu baik di Tanah Air maupun mancanegara mencapai 300 juta Jiwa. Sementara Inggris hanya 50 juta lebih saja.

"Dengan angka penduduk lebih kurang 50 juta saja mampu menjadikan bahasanya sebagai Bahasa Internasional. Sedangkan Melayu mencapai 300 juta jiwa, dengan demikian sangat memungkinkan sekali. Itu salah satu langkah agar kebudayaan Melayu dapat tetap eksis, tidak terkikis oleh globalisasi saat ini tengah terjadi," ungkapnya seperti dimuat daririau.(zak)

   
 
Bareskrim Cekal HT Bepergian ke Luar Negeri
Jumat, 23 Juni 2017 - 23:02

Paspor Habib Rizieq Bakal Dicabut...
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:57

Pemerintah Tetapkan Harga BBM Baru, Cek Daftarnya
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:52

Malam Ini Jemaah Naqsabandiyah Takbiran
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:49

Warga: Ini Banjir Paling Parah di Pekanbaru
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:45

Hary Tanoe Ditetapkan Sebagai Tersangka
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:39

Penting Pilih Bahan Makanan Sehat dan Terjamin
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:32

Pilot Terjebak Banjir Pekanbaru, Dua Pesawat Terlambat Terbang
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:31

Banjir Terus Genangi Daerah Sepanjang Sungai Sail Pekanbaru
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:27

Gubernur: Solusi Banjir Pekanbaru Butuh Koordinasi Semua Pihak
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:24

Geger Pria Diduga Kades di Mojokerto Tidur di Atas Tumpukan Uang
Jumat, 23 Juni 2017 - 15:19

Basement Grand Central Hotel Pekanbaru Tergenang Air Setinggi 2 Meter Lebih
Jumat, 23 Juni 2017 - 15:15

Sisir Tempat Keramaian, Polda Riau Tekan Angka Premanisme Jelang Lebaran
Jumat, 23 Juni 2017 - 15:13

Alasan Ahok Harus Dipindah dari Mako Brimob Versi IPW
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:59

Jamaah Naqsabandiyah Jalani Puasa Hari Terakhir
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:52

Jasa Penyewaan Mobil 'Banjir' Rezeki Tahunan
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:44

Arab Buat 13 Tuntutan untuk Qatar, Termasuk Tutup Aljazirah
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:41

Kecelakaan di Jalan Mulus, Empat Warga Riau Meninggal Dunia di Jambi
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:31

Banjir Jadi Kado HUT Pekanbaru ke 233
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:27

Mohamed Salah, Pemain Termahal Sepanjang Sejarah Liverpool
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:25

Berani, Turki Kirim Tentara dan Mobil Lapis Baja ke Qatar
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:22

Petinggi PKS Heran Ahok Masih Ditahan di Mako Brimob
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:20

Gubri Minta Pariwisata Pekanbaru Lebih Menggeliat
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:17

Batalkah Puasa Wajib tanpa Udzur? Ini Hukumnya!
Jumat, 23 Juni 2017 - 09:57

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com