Home
Ribut Pribumi karena Ada yang Membuka Jin dari Botol | Dukung Program Pusat,Pemkab Inhil Persiapkan Penerapan Transaksi Non Tunai | Jokowi Menikmati Manuver Gatot, Buktinya Sampai Sekarang Tidak Dipecat | Tolak Perppu Ormas, Gerindra Kompori Parpol Koalisi Pemerintah | Margarito: Densus Tipikor Akan Menguntungkan Jokowi | Objek Wisata Kasang Kulim Menanti Layanan Trans Metro Pekanbaru
Sabtu, 21 Oktober 2017
/ Riau Region / 07:25:34 / Melalui Budaya, Dunia Barat Jajah Kebudayaan Melayu /
Melalui Budaya, Dunia Barat Jajah Kebudayaan Melayu
Jumat, 17 Januari 2014 - 07:25:34 WIB

PEKANBARU - Tak dapat dipungkiri bahwa saat ini untuk merusak atau menghilangkan nilai-nilai suatu budaya, negara-negara Barat tidak lagi menggunakan kekerasan, melalui arus globalisasi budaya, mereka terus menggrogoti kebudayaan Melayu-Islam.

Setidaknya hal itu menjadi pemikiran dari seorang tokoh Melayu dari negeri jiran Malaysia, Prof Madya Datuk Dr Baharuddin.

Ia menyebut, pengaruh globalisasi akan terus mengacam kebudayaan Melayu-Islam. Acaman ini akan tetap selalu eksis serta turun temurun untuk diwariskan.

"Ancaman kebudayaan Melayu akibat globalisasinya ini merupakan bentuk penjajahan baru dunia barat," ujarnya dalam pertemuan peneliti Islam Asia Tenggara di Pekanbaru, baru-baru ini.

Dia mengatakan, globalisasi bukan sekedar slogan, melainkan rancangan strategi barat untuk menjadikan masyarakat terkhusus Islam (Melayu) sebagai sasaran penjajahan bentuk baru.

Kekuatan teknologi dan komunikasi yang dihasilkan serta penguasaan perekonomian di bawah bank dunia (IMF), pertumbuhan perdagangan dunia (WTO) merupakan bagian dari contoh bagaimana Barat mengatur langkah yang sangat agresif agar konsep dunia dapat dikuasai dan segala aspek kebaratan bisa diterapkan disetiap aspek lapangan.

"Inilah tantangan terbesar yang sedang dihadapi umat Islam begitu juga kebudayaan Melayu karena secara jangka panjang akan terus menghadapi persoalan dan ancaman yang luar biasa," kata Baharuddin.

Tantangan utama dan terkhusus dari bentuk globalisasi ini, menurut Baharuddin perlu mendapatkan perhatian lebih karena globalisasi bentuk penjajahan baru dunia Barat yaitu terancamnya keutuhan budaya Melayu itu sendiri.

Ancaman yang dapat dilihat dan menguat terhadap kebudayaan Melayu dari dampak globalisasi ini seperti memberikan dampak negatif yang ditularkan dari faham liberalisme.

"Dengan demikian, globalisasi bentuk penjajahan baru Barat ini akan memberikan kesan terhadap kehidupan dan kebudayaan Melayu. Memang tidak dinafikan ada nilai positif bagi kebudayaan Melayu, namun dampak negatifnya jauh lebih besar lagi," katanya.

Ketua LP2M UIN Suska Riau Husni Thamrin Msi menyebut, menjaga keutuhan kebudayaan Melayu yang identik dengan Islam merupakan sesuatu yang harus dilakukan generasi Islam mulai saat ini.

Agar kebudayaan melayu dapat terus eksis, selain mengedepankan kebudayaan Melayu di tengah kehidupan masyarakat juga menggali sejarah kebudayaan Melayu itu sendiri. Tidak terkecuali peninggalan sejarah.

Hal terpenting untuk dikembangkan pemikiran menjadikan Melayu ini lebih mendunia lagi, terutama dari segi bahasa. Ini perlu dilakukan agar tidak terkikis arus globalisasi yang merupakan bentuk penjajahan baru dunia barat.

Tokoh Melayu harus mengupayakan agar bahasa Melayu (kebudayaan dalam bentuk bahasa) membuming dijadikan sebagai Bahasa Dunia, menggeser Bahasa Inggris. Bukan tidak mungkin ini dapat dilakukan, mengingat penduduk Melayu baik di Tanah Air maupun mancanegara mencapai 300 juta Jiwa. Sementara Inggris hanya 50 juta lebih saja.

"Dengan angka penduduk lebih kurang 50 juta saja mampu menjadikan bahasanya sebagai Bahasa Internasional. Sedangkan Melayu mencapai 300 juta jiwa, dengan demikian sangat memungkinkan sekali. Itu salah satu langkah agar kebudayaan Melayu dapat tetap eksis, tidak terkikis oleh globalisasi saat ini tengah terjadi," ungkapnya seperti dimuat daririau.(zak)

   
 
PILPRES 2019: AHY Kandidat Terkuat Demokrat
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:49

KPK Diingatkan Tak Gegabah Tetapkan Setya Novanto Sebagai Tersangka
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:43

Ngadu ke Bawaslu, PBB Yakin Penuhi Persyaratan KPU
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:36

Allah Menangguhkan Azab Para Pendosa
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:27

Jalan Rusak, Rute "Tour de Siak" Hingga Malaka Dibatalkan
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:25

Motif Ombak Bono Dalam Batik Raup Omzet Hingga Rp300 Juta
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:23

Pulau-pulau Reklamasi Sebaiknya Dijadikan Pangkalan Militer
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:15

Keliru Anies Dilaporkan Ke Polisi
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:11

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Tikus, BC Selatpanjang Tutup Mata?
Jumat, 20 Oktober 2017 - 15:52

Pemerintah Jokowi Dinilai Menjauh dari Cita-cita Reformasi
Jumat, 20 Oktober 2017 - 08:44

Qualcomm Pamer Smartphone 5G Pertama
Jumat, 20 Oktober 2017 - 08:40

Walhi Kasih Saran Kepada Anies Terkait Reklamasi
Jumat, 20 Oktober 2017 - 08:36

RAPP Terancam Setop Operasi
Jumat, 20 Oktober 2017 - 08:27

Terlanjur Pamer Aurat di Sosial Media
Jumat, 20 Oktober 2017 - 08:22

Orang Indonesia Paling Sering Plesir ke Singapura
Jumat, 20 Oktober 2017 - 08:19

Nokia 7 Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5,1 Juta
Jumat, 20 Oktober 2017 - 08:14

Pemko Dumai Targetkan 4.000 Wanita Menikah Lakukan Pemeriksaan Kanker Serviks
Jumat, 20 Oktober 2017 - 07:59

Sadis, Suami Kapak Istrinya Hingga Tewas di Desa Muara Takus
Jumat, 20 Oktober 2017 - 07:55

Tersandung Korupsi Lampu Jalan Pekanbaru, Dua Anggota LSM Ditahan
Jumat, 20 Oktober 2017 - 07:49

Alumni ITB Bantah Klaim Luhut, Hasil Kajian Tolak Reklamasi
Kamis, 19 Oktober 2017 - 22:01

Valentino Rossi Sebut Yamaha dalam Situasi Sulit
Kamis, 19 Oktober 2017 - 21:58

Hutan Tanaman Industri Berhenti Operasi, RAPP Terancam Tutup
Kamis, 19 Oktober 2017 - 21:52

Anies Kembali Dilaporkan ke Bareskrim Polri
Kamis, 19 Oktober 2017 - 21:50

Anies-Sandi Minta Kejati DKI Kawal Proyek Terancam Molor
Kamis, 19 Oktober 2017 - 16:46

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com