Home
Ilmuwan AS Uji Bambu Sebagai Bahan Bangunan | Indahnya Jutaan Kupu-kupu Penuhi Gunung di Meksiko | Menolong Anak Yatim | Empat Rahasia Untuk Kulit Lebih Cantik | Masyarakat Diminta Waspadai Kriminalitas Jelang Lebaran | Berhenti di Rest Area Tak Boleh Lebih dari 2 Jam
Rabu, 29 Juni 2016
/ Showbiz / 06:49:38 / Soetan di Puncak Ngeri-ngeri Sedap /
Soetan di Puncak Ngeri-ngeri Sedap
Senin, 27 Januari 2014 - 06:49:38 WIB

Tidak bisa dimungkiri, Soetan Bhatoegana adalah salah seorang aktor di pentas politik Indonesia.

Sebenar-benarnya seorang aktor. Lihatlah, ia tak pernah melewatkan momen apa pun tanpa menjadi panggung yang kian mencuatkan namanya. Layaknya aktor, ia penuh kreasi mencipta kata-kata yang membuat publik segera teringat akan dirinya manakala kata-kata tersebut terlontar.

Kepada siapa lagi frasa-frasa 'masuk tuh barang', ngeri-ngeri sedap' itu akan dinisbahkan, kecuali kepada diri Soetan Bathoegana?

Singkatnya, bila ini negeri dagelan, maka Soetan Bathoegana memang benar-benar pas menempatkan dirinya. Ia adalah bintang panggung politik, yang ketidakhadirannya dalam momen-momen kekuasaan negeri ini akan membuat warga negeri merasa kehilangan.

Namun bila saat ini kita agak langka melihat Soetan tertawa khas dengan mulut terbuka, itu wajar-wajar saja. Bukan karena penulis skenario hanya mau menawari Soetan peran-peran antagonis, yang tentu akan ditolaknya. Tetapi guliran persidangan satu kasus menempatkan Soetan laiknya seorang antagonis—peran jahat.

Pada persidangan kasus suap yang melibatkan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, nama Soetan Bhatoegana disebut-sebut jaksa penuntut umum.

Dalam dakwaan Jaksa Riyono di Pengadilan Tipikor Jakarta, tercatat tegas bahwa Bhatoegana menerima uang sebesar US$ 200 ribu pada 26 Juli 2013. "Uang tersebut menurut Terdakwa (Rudi) diberikan kepada Soetan Bathoegana," kata Jaksa Riyono, 7 Januari lalu.

Soetan tentu segera membantah tudingan tersebut. Bukan hanya lewat saluran yang selama ini menjulangkan namanya, media massa. Tetapi juga melalui jalur yang lebih halus dan elegan, tahajud call.

Banyak kolega Soetan tahu, selama ini hampir setiap malam politikus Partai Demokrat itu mengirimkan pesan broadcast Blackberry, yang mengingatkan koleganya untuk menunaikan salat malam. Tahajjud Call, nama kerennya. Pesan itu dikirimkan Soetan kepada kolega yang ia pilih dari daftar kontak blackberry miliknya.

Jumat, 17 Januari lalu, sehari setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruang kerjanya di DPR, tahajud call Soetan berbunyi,"Tahajjud Call: Rasulullah SAW bersabda, barangkali dikehendaki Allah kebaikan baginya maka diuji (dicoba dengan suatu musibah)."


Sehari setelah itu, 18 Januari, Soetan kembali mengirimkan pesan broadcast. Enteh mengapa, kali itu tentang hadits Nabi soal khianat. "Rasulullah SAW bersabda,"Khianat paling besar adalah bila seorang penguasa memperdagangkan rakyatnya." (HR Athabrani). Soetan tidak menyinggung konteks hadits tersebut dalam hidup keseharian yang tengah dihadapinya.

Yang jelas, sebagai seorang tokoh politik, Soetan tergolong banyak memanfaatkan kata-kata bijaksana. Saya masih ingat saat memandu sebuah talk show di satu saluran televisi, dan Soetan menjadi salah satu narasumbernya saat itu. Tentang korupsi yang nyaris membudaya di negeri ini.

Entah karena merasa puas dengan penampilan dirinya, usai acara Soetan menepuk punggung saya dari belakang. "Hei Bung," kata dia. Bunyi tawanya masih terdengar sesekali meski tengah mewanti-wanti. "Camkan dan jangan lupa, Gandhi pernah pernah berkata," Bumi ini mampu menyediakan keperluan seluruh penghuninya. Tetapi Bumi tak akan mampu mencukupi keserakahan satu saja penghuninya."

Kuotasi itu tidak tepat, meski secara kandungan makna tentu saja tidak salah. Namun yang ingin saya garis bawahi bukan soal itu. Saya masih mampu merasakan tepukan di punggung itu. Masih ingat pula tatapan serius Soetan saat mengutip Gandhi sesuai ingatannya sendiri itu.

Saya mengingat kembali momen itu justru manakala membaca sebuah situs berita tentang penggeledahan di rumahnya. Sebuah rumah mewah, yang kabarnya baru setahun berselang dimiliki Soetan. Artinya, setelah dia menepuk punggung saya dan mewanti-wanti untuk mencamkan pernyataan pemimpin India berjiwa besar itu.

Gandhi berkata, "Bumi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan tiap orang, namun tak akan cukup untuk menutup ketamakan setiap orang." Saya masih ingat tepukan di punggung itu. Kian terasa hambar, manakala tahu harga rumah Soetan itu di atas Rp 15 miliar. (ini)

   
 
Tim Pemantau Daging Gelondongan Disebar
Selasa, 28 Juni 2016 - 10:57

Sambut Lebaran, SPK Gelar Bakti Kesehatan Masyarakat
Selasa, 28 Juni 2016 - 10:54

Kuota BBM 6 Kecamatan di Bengkalis Ditambah 20 Persen
Selasa, 28 Juni 2016 - 10:50

Brexit Menang, Investor Terus Berburu Emas
Selasa, 28 Juni 2016 - 09:57

Kapan Menikah?
Selasa, 28 Juni 2016 - 09:53

Terkait Brexit, Ratu Inggris: Aku Masih Hidup!
Selasa, 28 Juni 2016 - 09:51

Terkait Brexit, Ratu Inggris: Aku Masih Hidup!
Selasa, 28 Juni 2016 - 09:51

PT SRL Serahkan Bangunan Pasar Santan Kelapa Kepada Pemkab Inhil
Selasa, 28 Juni 2016 - 09:45

PT. Bank Riau Kepri Beri Santunan 700 Anak Yatim Piatu
Selasa, 28 Juni 2016 - 09:40

BBPOM Ekspos Vaksin Palsu yang Beredar di Pekanbaru
Selasa, 28 Juni 2016 - 09:32

Pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai Bisa Diatur Menyesuaikan Pipa Minyak Chevron
Selasa, 28 Juni 2016 - 09:30

Bentuk Kepribadian Warga Binaan, Lapas kelas II A Tembilahan Gelar Pesantren Kilat
Selasa, 28 Juni 2016 - 09:27

Wabup Sidak Pasar, Pedagang di Meranti Mengeluh Pembeli Sepi
Selasa, 28 Juni 2016 - 07:42

PNS Meranti Dilarang Nyambung Cuti Lebaran
Selasa, 28 Juni 2016 - 07:37

ASN Dumai Libur Lebaran 9 Hari
Selasa, 28 Juni 2016 - 07:35

Sukiman Berharap Suparman Kembali Pimpin Rohul
Selasa, 28 Juni 2016 - 07:31

Bikin Macet, PKL Pasar Datuk Rubiah Rohil Ditertibkan
Selasa, 28 Juni 2016 - 07:29

Mendagri Ikut Donasi eks Buruh Kebersihan Pekanbaru
Selasa, 28 Juni 2016 - 07:23

MA Tolak PK KPK Terkait Hadi Poernomo
Selasa, 28 Juni 2016 - 07:18

Wuih, Restoran Tanpa Busana Buka di Tokyo
Selasa, 28 Juni 2016 - 07:11

Apa Yang Terjadi Jika Anak Terpapar Lagu Dewasa?
Selasa, 28 Juni 2016 - 07:11

MA Beri Sanksi Ketua PN Tembilahan yang Minta THR
Selasa, 28 Juni 2016 - 06:54

Panglima TNI: Indonesia Punya 6 Ancaman Nyata
Selasa, 28 Juni 2016 - 06:50

5 Smartphone Primadona yang Wajib Dibeli Tahun Ini
Selasa, 28 Juni 2016 - 06:44

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos

Copyright © 2011-2015 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com