Home
Rohul dan Dumai Sudah Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla | Kasus Naik ke Tahap Penyidikan, Status Habib Rizieq Masih Saksi | Wantim MUI Bertekad Sampaikan Aspirasi Langsung ke Jokowi, Ada Apa? | Disnaker Sebut Ada 916 TKA Bekerja di Riau | Miliki Sabu-sabu, 2 Warga Kateman Ditahan Polisi | Jalan Dalam Kota Dumai Masih Banyak Rusak
Kamis, 19 Januari 2017
/ Showbiz / 06:49:38 / Soetan di Puncak Ngeri-ngeri Sedap /
Soetan di Puncak Ngeri-ngeri Sedap
Senin, 27 Januari 2014 - 06:49:38 WIB

Tidak bisa dimungkiri, Soetan Bhatoegana adalah salah seorang aktor di pentas politik Indonesia.

Sebenar-benarnya seorang aktor. Lihatlah, ia tak pernah melewatkan momen apa pun tanpa menjadi panggung yang kian mencuatkan namanya. Layaknya aktor, ia penuh kreasi mencipta kata-kata yang membuat publik segera teringat akan dirinya manakala kata-kata tersebut terlontar.

Kepada siapa lagi frasa-frasa 'masuk tuh barang', ngeri-ngeri sedap' itu akan dinisbahkan, kecuali kepada diri Soetan Bathoegana?

Singkatnya, bila ini negeri dagelan, maka Soetan Bathoegana memang benar-benar pas menempatkan dirinya. Ia adalah bintang panggung politik, yang ketidakhadirannya dalam momen-momen kekuasaan negeri ini akan membuat warga negeri merasa kehilangan.

Namun bila saat ini kita agak langka melihat Soetan tertawa khas dengan mulut terbuka, itu wajar-wajar saja. Bukan karena penulis skenario hanya mau menawari Soetan peran-peran antagonis, yang tentu akan ditolaknya. Tetapi guliran persidangan satu kasus menempatkan Soetan laiknya seorang antagonis—peran jahat.

Pada persidangan kasus suap yang melibatkan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, nama Soetan Bhatoegana disebut-sebut jaksa penuntut umum.

Dalam dakwaan Jaksa Riyono di Pengadilan Tipikor Jakarta, tercatat tegas bahwa Bhatoegana menerima uang sebesar US$ 200 ribu pada 26 Juli 2013. "Uang tersebut menurut Terdakwa (Rudi) diberikan kepada Soetan Bathoegana," kata Jaksa Riyono, 7 Januari lalu.

Soetan tentu segera membantah tudingan tersebut. Bukan hanya lewat saluran yang selama ini menjulangkan namanya, media massa. Tetapi juga melalui jalur yang lebih halus dan elegan, tahajud call.

Banyak kolega Soetan tahu, selama ini hampir setiap malam politikus Partai Demokrat itu mengirimkan pesan broadcast Blackberry, yang mengingatkan koleganya untuk menunaikan salat malam. Tahajjud Call, nama kerennya. Pesan itu dikirimkan Soetan kepada kolega yang ia pilih dari daftar kontak blackberry miliknya.

Jumat, 17 Januari lalu, sehari setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruang kerjanya di DPR, tahajud call Soetan berbunyi,"Tahajjud Call: Rasulullah SAW bersabda, barangkali dikehendaki Allah kebaikan baginya maka diuji (dicoba dengan suatu musibah)."


Sehari setelah itu, 18 Januari, Soetan kembali mengirimkan pesan broadcast. Enteh mengapa, kali itu tentang hadits Nabi soal khianat. "Rasulullah SAW bersabda,"Khianat paling besar adalah bila seorang penguasa memperdagangkan rakyatnya." (HR Athabrani). Soetan tidak menyinggung konteks hadits tersebut dalam hidup keseharian yang tengah dihadapinya.

Yang jelas, sebagai seorang tokoh politik, Soetan tergolong banyak memanfaatkan kata-kata bijaksana. Saya masih ingat saat memandu sebuah talk show di satu saluran televisi, dan Soetan menjadi salah satu narasumbernya saat itu. Tentang korupsi yang nyaris membudaya di negeri ini.

Entah karena merasa puas dengan penampilan dirinya, usai acara Soetan menepuk punggung saya dari belakang. "Hei Bung," kata dia. Bunyi tawanya masih terdengar sesekali meski tengah mewanti-wanti. "Camkan dan jangan lupa, Gandhi pernah pernah berkata," Bumi ini mampu menyediakan keperluan seluruh penghuninya. Tetapi Bumi tak akan mampu mencukupi keserakahan satu saja penghuninya."

Kuotasi itu tidak tepat, meski secara kandungan makna tentu saja tidak salah. Namun yang ingin saya garis bawahi bukan soal itu. Saya masih mampu merasakan tepukan di punggung itu. Masih ingat pula tatapan serius Soetan saat mengutip Gandhi sesuai ingatannya sendiri itu.

Saya mengingat kembali momen itu justru manakala membaca sebuah situs berita tentang penggeledahan di rumahnya. Sebuah rumah mewah, yang kabarnya baru setahun berselang dimiliki Soetan. Artinya, setelah dia menepuk punggung saya dan mewanti-wanti untuk mencamkan pernyataan pemimpin India berjiwa besar itu.

Gandhi berkata, "Bumi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan tiap orang, namun tak akan cukup untuk menutup ketamakan setiap orang." Saya masih ingat tepukan di punggung itu. Kian terasa hambar, manakala tahu harga rumah Soetan itu di atas Rp 15 miliar. (ini)

   
 
Ikhlas Kunci Kemudahan dan Ketenangan Hidup
Kamis, 19 Januari 2017 - 06:01

Setijab Karutan Siak, Supriadi: Pimpinan Yang Baru Punya Banyak PR
Kamis, 19 Januari 2017 - 05:57

Bupati Turut Rayakan Milad Pusdatin Puanri Cabang Inhil Ke-3 Tahun 2017
Kamis, 19 Januari 2017 - 05:53

Pusdatin Puanri Inhil Rayakan Milad ke-3 tahun 2017
Kamis, 19 Januari 2017 - 05:48

Dipimpin Bupati Wardan, Diskominfo dan Humas Inhil Bertemu Dengan Media Bahas Batasan Tugas
Kamis, 19 Januari 2017 - 05:44

Tim Pora Dumai Pantau Perusahaan Yang Mempekerjakan Banyak Orang Asing
Kamis, 19 Januari 2017 - 05:40

Gubri Resmikan Jembatan Gantung Desa Ruang Kota Rohul
Kamis, 19 Januari 2017 - 05:36

Imigrasi Akan Periksa Pihak PLN Terkait TKA Cina
Kamis, 19 Januari 2017 - 05:34

Ketua Lembaga Adat Kampar Dikukuhkan
Kamis, 19 Januari 2017 - 05:32

Seluruh Fraksi Beri Pandangan Soal RPJMD Kuansing 2016-2021
Kamis, 19 Januari 2017 - 05:29

Manager PLTU Tenayan Sebut TKA Cina Gunakan Visa Bisnis
Rabu, 18 Januari 2017 - 21:31

Baim Wong: Pemain Sinetron ke Film Sangat Sulit!
Rabu, 18 Januari 2017 - 21:25

Dosa Anda Ingin Hapus? Baca 3 Kalimat Zikir Ini
Rabu, 18 Januari 2017 - 21:16

Lulus Seleksi Manajerial
Enam Calon Sekdako Dumai Ikuti Seleksi Kompetensi Bidang
Rabu, 18 Januari 2017 - 21:10

Panasonic Luncurkan Tablet Tangguh untuk Kondisi Ekstrem
Rabu, 18 Januari 2017 - 20:58

Jamaah Haji di Atas 75 Tahun Diberi Prioritas
Rabu, 18 Januari 2017 - 20:53

Kemarau, Irigasi di Kuansing Tak mampu Salurkan Air
Rabu, 18 Januari 2017 - 20:49

Imigrasi Bagansiapiapi Bentuk Tim Pengawasan Terhadap Orang Asing
Rabu, 18 Januari 2017 - 20:38

Bentrok GMBI-FPI, Facebook Divisi Humas Polri Di-bully Netizen
Rabu, 18 Januari 2017 - 20:31

Pengacara Anggap Penetapan Tersangka Heru Wahyudi Tidak Prasedural
Rabu, 18 Januari 2017 - 20:29

PLN Perpanjang Pemadaman Hingga 30 Januari
Rabu, 18 Januari 2017 - 16:50

LSI: 60 Persen warga DKI tak rela dipimpin Ahok
Rabu, 18 Januari 2017 - 16:47

DPR Bakal Bahas Soal Rizieq vs Kapolda Jabar dan Metro ke Kapolri
Rabu, 18 Januari 2017 - 16:45

Update Android Nougat di Asus Zenfone 3 Masih Tertahan
Rabu, 18 Januari 2017 - 16:38

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com