Home
Mahasiswa Al-Azhar Kairo Gelar Wisuda dan Talkshow Ekonomi Syariah | Ternyata Ramadan Bukan Bulan Istimewa bagi Syiah | Ajak Mahasiswa Menjadi Sosial Media Preneur | 129 Guru Inhu dan Kuansing Ikuti UTN | Gubri Tempuh Perjalanan Malam ke Tembilahan | Gubri Bahas Percepatan Jalan Pekanbaru-Perawang
Minggu, 30 April 2017
/ Showbiz / 06:49:38 / Soetan di Puncak Ngeri-ngeri Sedap /
Soetan di Puncak Ngeri-ngeri Sedap
Senin, 27 Januari 2014 - 06:49:38 WIB

Tidak bisa dimungkiri, Soetan Bhatoegana adalah salah seorang aktor di pentas politik Indonesia.

Sebenar-benarnya seorang aktor. Lihatlah, ia tak pernah melewatkan momen apa pun tanpa menjadi panggung yang kian mencuatkan namanya. Layaknya aktor, ia penuh kreasi mencipta kata-kata yang membuat publik segera teringat akan dirinya manakala kata-kata tersebut terlontar.

Kepada siapa lagi frasa-frasa 'masuk tuh barang', ngeri-ngeri sedap' itu akan dinisbahkan, kecuali kepada diri Soetan Bathoegana?

Singkatnya, bila ini negeri dagelan, maka Soetan Bathoegana memang benar-benar pas menempatkan dirinya. Ia adalah bintang panggung politik, yang ketidakhadirannya dalam momen-momen kekuasaan negeri ini akan membuat warga negeri merasa kehilangan.

Namun bila saat ini kita agak langka melihat Soetan tertawa khas dengan mulut terbuka, itu wajar-wajar saja. Bukan karena penulis skenario hanya mau menawari Soetan peran-peran antagonis, yang tentu akan ditolaknya. Tetapi guliran persidangan satu kasus menempatkan Soetan laiknya seorang antagonis—peran jahat.

Pada persidangan kasus suap yang melibatkan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, nama Soetan Bhatoegana disebut-sebut jaksa penuntut umum.

Dalam dakwaan Jaksa Riyono di Pengadilan Tipikor Jakarta, tercatat tegas bahwa Bhatoegana menerima uang sebesar US$ 200 ribu pada 26 Juli 2013. "Uang tersebut menurut Terdakwa (Rudi) diberikan kepada Soetan Bathoegana," kata Jaksa Riyono, 7 Januari lalu.

Soetan tentu segera membantah tudingan tersebut. Bukan hanya lewat saluran yang selama ini menjulangkan namanya, media massa. Tetapi juga melalui jalur yang lebih halus dan elegan, tahajud call.

Banyak kolega Soetan tahu, selama ini hampir setiap malam politikus Partai Demokrat itu mengirimkan pesan broadcast Blackberry, yang mengingatkan koleganya untuk menunaikan salat malam. Tahajjud Call, nama kerennya. Pesan itu dikirimkan Soetan kepada kolega yang ia pilih dari daftar kontak blackberry miliknya.

Jumat, 17 Januari lalu, sehari setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruang kerjanya di DPR, tahajud call Soetan berbunyi,"Tahajjud Call: Rasulullah SAW bersabda, barangkali dikehendaki Allah kebaikan baginya maka diuji (dicoba dengan suatu musibah)."


Sehari setelah itu, 18 Januari, Soetan kembali mengirimkan pesan broadcast. Enteh mengapa, kali itu tentang hadits Nabi soal khianat. "Rasulullah SAW bersabda,"Khianat paling besar adalah bila seorang penguasa memperdagangkan rakyatnya." (HR Athabrani). Soetan tidak menyinggung konteks hadits tersebut dalam hidup keseharian yang tengah dihadapinya.

Yang jelas, sebagai seorang tokoh politik, Soetan tergolong banyak memanfaatkan kata-kata bijaksana. Saya masih ingat saat memandu sebuah talk show di satu saluran televisi, dan Soetan menjadi salah satu narasumbernya saat itu. Tentang korupsi yang nyaris membudaya di negeri ini.

Entah karena merasa puas dengan penampilan dirinya, usai acara Soetan menepuk punggung saya dari belakang. "Hei Bung," kata dia. Bunyi tawanya masih terdengar sesekali meski tengah mewanti-wanti. "Camkan dan jangan lupa, Gandhi pernah pernah berkata," Bumi ini mampu menyediakan keperluan seluruh penghuninya. Tetapi Bumi tak akan mampu mencukupi keserakahan satu saja penghuninya."

Kuotasi itu tidak tepat, meski secara kandungan makna tentu saja tidak salah. Namun yang ingin saya garis bawahi bukan soal itu. Saya masih mampu merasakan tepukan di punggung itu. Masih ingat pula tatapan serius Soetan saat mengutip Gandhi sesuai ingatannya sendiri itu.

Saya mengingat kembali momen itu justru manakala membaca sebuah situs berita tentang penggeledahan di rumahnya. Sebuah rumah mewah, yang kabarnya baru setahun berselang dimiliki Soetan. Artinya, setelah dia menepuk punggung saya dan mewanti-wanti untuk mencamkan pernyataan pemimpin India berjiwa besar itu.

Gandhi berkata, "Bumi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan tiap orang, namun tak akan cukup untuk menutup ketamakan setiap orang." Saya masih ingat tepukan di punggung itu. Kian terasa hambar, manakala tahu harga rumah Soetan itu di atas Rp 15 miliar. (ini)

   
 
Jokowi Minta Investor Cina tak Bawa Banyak Pekerja ke Indonesia
Sabtu, 29 April 2017 - 16:14

Kadisdik Riau: 107.524 Pelajar SMP Siap Ikuti UN
Sabtu, 29 April 2017 - 16:08

GNPF Yakin Vonis Ahok Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa
Sabtu, 29 April 2017 - 13:22

Emil Mulai Ketar-Ketir Dihantam Isu SARA
Sabtu, 29 April 2017 - 13:20

Ini Tujuan Habib Rizieq ke Luar Negeri
Sabtu, 29 April 2017 - 13:17

Jika Gantikan Mega, Jokowi Jadi Pesona Baru PDIP
Sabtu, 29 April 2017 - 13:14

Bawa Ganja, Iwa K Diamankan Di Soetta
Sabtu, 29 April 2017 - 13:12

Razia Gabungan, 3 Pasangan di Inhil Terjaring di Penginapan
Sabtu, 29 April 2017 - 13:07

Pukul Anak di Bawah Umur Sampai Pingsan, Karyawan Dewi Motor Teluk Kuantan Dipolisikan
Sabtu, 29 April 2017 - 13:02

Legislator Pekanbaru Harapkan Pemko Bantu Pembayaran BPJS Kelas III
Sabtu, 29 April 2017 - 12:53

Wako Dumai Resmikan Pembangunan Masjid Sumbangan Warga dan Pertamina
Sabtu, 29 April 2017 - 12:50

Sultan Kasepuhan Cirebon Dorong Agung Suryamal Benahi Jawa Barat
Sabtu, 29 April 2017 - 12:47

Kalahkan Persipura, Semen Padang di Puncak Liga 1
Sabtu, 29 April 2017 - 08:34

Manfaat Rumput Laut, dari Pangan, Antioksidan, hingga Biofuel
Sabtu, 29 April 2017 - 08:26

Buntut Peretasan, Ini Penjelasan Telkomsel Mengapa Harga Kuota Internet Mahal
Sabtu, 29 April 2017 - 08:12

RSUD Selasih Buka Layanan Operasi Katarak Mata Tanpa Dijahit
Sabtu, 29 April 2017 - 08:06

Kemenag Himbau Tetap Waspada Aliran Sesat
Sabtu, 29 April 2017 - 08:02

APBD Kuansing Diragukan Bisa Tuntas Akhir April
Sabtu, 29 April 2017 - 08:00

5.605 Siswa SMP Sederajat Siap Hadapi Pelaksanaan UN
Sabtu, 29 April 2017 - 07:56

PLN Cabut Subsidi Listrik 11 Ribu Pelanggan di Kuansing
Sabtu, 29 April 2017 - 07:50

Gebyar Dirgantara TNI-AU, 44 Warga Beruntung Bakal Naik Helikopter
Sabtu, 29 April 2017 - 07:48

2 Putera Riau Terpilih Sebagai The Big & Best 10 Human Capital Director Indonesia 2017
Sabtu, 29 April 2017 - 07:39

Regulasi Gambut Berpotensi Turunkan Daya Saing
Jumat, 28 April 2017 - 21:39

Kenapa Kiamat Ditetapkan pada Hari Jumat?
Jumat, 28 April 2017 - 21:37

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com