Home
Bangunan Taman Burung Siak Terbengkalai | Jadi Produsen Terbesar, Indonesia Belum Bisa Kendalikan Harga Kopera | Aksi Islamofobia di AS Sasar Muslimah Berhijab | Guardiola Bangga Daya Juang Pemainnya | Zee Zee Shahab Perbolehkan Anaknya Jajan | Mahfud MD Dukung Anies dan Sylviana di Pilkada DKI
Kamis, 29 09 2016
/ Showbiz / 06:49:38 / Soetan di Puncak Ngeri-ngeri Sedap /
Soetan di Puncak Ngeri-ngeri Sedap
Senin, 27 Januari 2014 - 06:49:38 WIB

Tidak bisa dimungkiri, Soetan Bhatoegana adalah salah seorang aktor di pentas politik Indonesia.

Sebenar-benarnya seorang aktor. Lihatlah, ia tak pernah melewatkan momen apa pun tanpa menjadi panggung yang kian mencuatkan namanya. Layaknya aktor, ia penuh kreasi mencipta kata-kata yang membuat publik segera teringat akan dirinya manakala kata-kata tersebut terlontar.

Kepada siapa lagi frasa-frasa 'masuk tuh barang', ngeri-ngeri sedap' itu akan dinisbahkan, kecuali kepada diri Soetan Bathoegana?

Singkatnya, bila ini negeri dagelan, maka Soetan Bathoegana memang benar-benar pas menempatkan dirinya. Ia adalah bintang panggung politik, yang ketidakhadirannya dalam momen-momen kekuasaan negeri ini akan membuat warga negeri merasa kehilangan.

Namun bila saat ini kita agak langka melihat Soetan tertawa khas dengan mulut terbuka, itu wajar-wajar saja. Bukan karena penulis skenario hanya mau menawari Soetan peran-peran antagonis, yang tentu akan ditolaknya. Tetapi guliran persidangan satu kasus menempatkan Soetan laiknya seorang antagonis—peran jahat.

Pada persidangan kasus suap yang melibatkan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, nama Soetan Bhatoegana disebut-sebut jaksa penuntut umum.

Dalam dakwaan Jaksa Riyono di Pengadilan Tipikor Jakarta, tercatat tegas bahwa Bhatoegana menerima uang sebesar US$ 200 ribu pada 26 Juli 2013. "Uang tersebut menurut Terdakwa (Rudi) diberikan kepada Soetan Bathoegana," kata Jaksa Riyono, 7 Januari lalu.

Soetan tentu segera membantah tudingan tersebut. Bukan hanya lewat saluran yang selama ini menjulangkan namanya, media massa. Tetapi juga melalui jalur yang lebih halus dan elegan, tahajud call.

Banyak kolega Soetan tahu, selama ini hampir setiap malam politikus Partai Demokrat itu mengirimkan pesan broadcast Blackberry, yang mengingatkan koleganya untuk menunaikan salat malam. Tahajjud Call, nama kerennya. Pesan itu dikirimkan Soetan kepada kolega yang ia pilih dari daftar kontak blackberry miliknya.

Jumat, 17 Januari lalu, sehari setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruang kerjanya di DPR, tahajud call Soetan berbunyi,"Tahajjud Call: Rasulullah SAW bersabda, barangkali dikehendaki Allah kebaikan baginya maka diuji (dicoba dengan suatu musibah)."


Sehari setelah itu, 18 Januari, Soetan kembali mengirimkan pesan broadcast. Enteh mengapa, kali itu tentang hadits Nabi soal khianat. "Rasulullah SAW bersabda,"Khianat paling besar adalah bila seorang penguasa memperdagangkan rakyatnya." (HR Athabrani). Soetan tidak menyinggung konteks hadits tersebut dalam hidup keseharian yang tengah dihadapinya.

Yang jelas, sebagai seorang tokoh politik, Soetan tergolong banyak memanfaatkan kata-kata bijaksana. Saya masih ingat saat memandu sebuah talk show di satu saluran televisi, dan Soetan menjadi salah satu narasumbernya saat itu. Tentang korupsi yang nyaris membudaya di negeri ini.

Entah karena merasa puas dengan penampilan dirinya, usai acara Soetan menepuk punggung saya dari belakang. "Hei Bung," kata dia. Bunyi tawanya masih terdengar sesekali meski tengah mewanti-wanti. "Camkan dan jangan lupa, Gandhi pernah pernah berkata," Bumi ini mampu menyediakan keperluan seluruh penghuninya. Tetapi Bumi tak akan mampu mencukupi keserakahan satu saja penghuninya."

Kuotasi itu tidak tepat, meski secara kandungan makna tentu saja tidak salah. Namun yang ingin saya garis bawahi bukan soal itu. Saya masih mampu merasakan tepukan di punggung itu. Masih ingat pula tatapan serius Soetan saat mengutip Gandhi sesuai ingatannya sendiri itu.

Saya mengingat kembali momen itu justru manakala membaca sebuah situs berita tentang penggeledahan di rumahnya. Sebuah rumah mewah, yang kabarnya baru setahun berselang dimiliki Soetan. Artinya, setelah dia menepuk punggung saya dan mewanti-wanti untuk mencamkan pernyataan pemimpin India berjiwa besar itu.

Gandhi berkata, "Bumi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan tiap orang, namun tak akan cukup untuk menutup ketamakan setiap orang." Saya masih ingat tepukan di punggung itu. Kian terasa hambar, manakala tahu harga rumah Soetan itu di atas Rp 15 miliar. (ini)

   
 
Shireen Sungkar Ingin Jalankan Rukun Islam ke Lima
Rabu, 28 September 2016 - 20:59

Rencana Bangun TPI, Potensi Perikanan Rohil Sangat Besar
Rabu, 28 September 2016 - 20:45

Lukman Edy: PKB Harus Menjadi Garda Terdepan Menangkan Ramli-Irvan
Rabu, 28 September 2016 - 20:41

80 Ribu Hektare Lahan Gambut di Meranti Diperbaiki
Rabu, 28 September 2016 - 20:35

Masyarakat Tempuling Dilibatkan Meriahkan HUT TNI ke-71
Rabu, 28 September 2016 - 20:29

Kecamatan Bengkalis Juara I Lomba Fahmil Quran
Rabu, 28 September 2016 - 20:23

Investasi Pipa Gas di Riau Tunggu Kepastian RTRW
Rabu, 28 September 2016 - 20:17

Terkait 8 Paket DAK, Pemuda GAS: Kami Akan Kawal Sampai Selesai
Rabu, 28 September 2016 - 20:11

Bupati Amril Temu Ramah dengan Para Atlet di Kota Bandung
Rabu, 28 September 2016 - 20:08

DPRD Rohil Tampung Aspirasi Formasperohi
Rabu, 28 September 2016 - 20:04

Wakil Bupati Kuansing Dinyatakan Bersalah
Rabu, 28 September 2016 - 20:00

PDAM Tirta Siak Butuh Dana Rp. 2.8 Trilliun
Rabu, 28 September 2016 - 19:19

Gubri Dampingi Kunker Pejabat KKP ke Dumai
Rabu, 28 September 2016 - 19:17

Bupati Amril Apresiasi Perjuangan Atlet Bengkalis di PON Jabar
Rabu, 28 September 2016 - 19:11

Mardani jadi Ketua Timses, Relawan Boy Dirangkul
Rabu, 28 September 2016 - 19:06

UPDATE: Cabang Syarhil Quran Mamasuki Babak Final
Rabu, 28 September 2016 - 19:02

Program Nusantara Sehat Bisa Memaksimalkan Pelayanan Kesehatan di Inhil
Rabu, 28 September 2016 - 18:55

Soal Pengerjaan Proyek di Kabupaten Bengkalis
Fachrul Nizam: Jangan Sampai Kegiatan Menumpuk di Akhir Tahun
Rabu, 28 September 2016 - 18:52

PKB Konsilidasi Untuk Pemenangan Ramli-Irvan
Rabu, 28 September 2016 - 20:42

Pemko Dumai Segera Tertibkan Usaha Hiburan Ilegal
Rabu, 28 September 2016 - 20:41

Unit Pengganti Galaxy Note 7 Cepat Panas
Rabu, 28 September 2016 - 20:33

Ketika Istri Tak Kunjung Hamil
Rabu, 28 September 2016 - 20:29

Buka Rakor, Ini Beberapa Isu Harus Jadi Perhatian Aparatur
Rabu, 28 September 2016 - 20:23

Masuki Triwulan Empat, Bupati Minta SKPD Bekerja Ekstra
Rabu, 28 September 2016 - 20:18

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com