Home
Riau Mulai Masuki Musam Kemarau, Pekanbaru Masih Berpeluang Hujan | Banyak Minum Air Putih Bantu Menurunkan Berat Badan, Benarkah? | Ssst, Ini Tanda Wanita Tertarik pada Anda | Guardiola: City Berjuang Lolos ke Semifinal Liga Champions | Bertekad Majukan UKM Indonesia, HIPMI Gandeng Lembaga Asal Belanda | Temui Gubri, Komisi IV DPR RI Bahas Nasib RTRW Riau
Selasa, 21 Februari 2017
/ Showbiz / 06:49:38 / Soetan di Puncak Ngeri-ngeri Sedap /
Soetan di Puncak Ngeri-ngeri Sedap
Senin, 27 Januari 2014 - 06:49:38 WIB

Tidak bisa dimungkiri, Soetan Bhatoegana adalah salah seorang aktor di pentas politik Indonesia.

Sebenar-benarnya seorang aktor. Lihatlah, ia tak pernah melewatkan momen apa pun tanpa menjadi panggung yang kian mencuatkan namanya. Layaknya aktor, ia penuh kreasi mencipta kata-kata yang membuat publik segera teringat akan dirinya manakala kata-kata tersebut terlontar.

Kepada siapa lagi frasa-frasa 'masuk tuh barang', ngeri-ngeri sedap' itu akan dinisbahkan, kecuali kepada diri Soetan Bathoegana?

Singkatnya, bila ini negeri dagelan, maka Soetan Bathoegana memang benar-benar pas menempatkan dirinya. Ia adalah bintang panggung politik, yang ketidakhadirannya dalam momen-momen kekuasaan negeri ini akan membuat warga negeri merasa kehilangan.

Namun bila saat ini kita agak langka melihat Soetan tertawa khas dengan mulut terbuka, itu wajar-wajar saja. Bukan karena penulis skenario hanya mau menawari Soetan peran-peran antagonis, yang tentu akan ditolaknya. Tetapi guliran persidangan satu kasus menempatkan Soetan laiknya seorang antagonis—peran jahat.

Pada persidangan kasus suap yang melibatkan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, nama Soetan Bhatoegana disebut-sebut jaksa penuntut umum.

Dalam dakwaan Jaksa Riyono di Pengadilan Tipikor Jakarta, tercatat tegas bahwa Bhatoegana menerima uang sebesar US$ 200 ribu pada 26 Juli 2013. "Uang tersebut menurut Terdakwa (Rudi) diberikan kepada Soetan Bathoegana," kata Jaksa Riyono, 7 Januari lalu.

Soetan tentu segera membantah tudingan tersebut. Bukan hanya lewat saluran yang selama ini menjulangkan namanya, media massa. Tetapi juga melalui jalur yang lebih halus dan elegan, tahajud call.

Banyak kolega Soetan tahu, selama ini hampir setiap malam politikus Partai Demokrat itu mengirimkan pesan broadcast Blackberry, yang mengingatkan koleganya untuk menunaikan salat malam. Tahajjud Call, nama kerennya. Pesan itu dikirimkan Soetan kepada kolega yang ia pilih dari daftar kontak blackberry miliknya.

Jumat, 17 Januari lalu, sehari setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruang kerjanya di DPR, tahajud call Soetan berbunyi,"Tahajjud Call: Rasulullah SAW bersabda, barangkali dikehendaki Allah kebaikan baginya maka diuji (dicoba dengan suatu musibah)."


Sehari setelah itu, 18 Januari, Soetan kembali mengirimkan pesan broadcast. Enteh mengapa, kali itu tentang hadits Nabi soal khianat. "Rasulullah SAW bersabda,"Khianat paling besar adalah bila seorang penguasa memperdagangkan rakyatnya." (HR Athabrani). Soetan tidak menyinggung konteks hadits tersebut dalam hidup keseharian yang tengah dihadapinya.

Yang jelas, sebagai seorang tokoh politik, Soetan tergolong banyak memanfaatkan kata-kata bijaksana. Saya masih ingat saat memandu sebuah talk show di satu saluran televisi, dan Soetan menjadi salah satu narasumbernya saat itu. Tentang korupsi yang nyaris membudaya di negeri ini.

Entah karena merasa puas dengan penampilan dirinya, usai acara Soetan menepuk punggung saya dari belakang. "Hei Bung," kata dia. Bunyi tawanya masih terdengar sesekali meski tengah mewanti-wanti. "Camkan dan jangan lupa, Gandhi pernah pernah berkata," Bumi ini mampu menyediakan keperluan seluruh penghuninya. Tetapi Bumi tak akan mampu mencukupi keserakahan satu saja penghuninya."

Kuotasi itu tidak tepat, meski secara kandungan makna tentu saja tidak salah. Namun yang ingin saya garis bawahi bukan soal itu. Saya masih mampu merasakan tepukan di punggung itu. Masih ingat pula tatapan serius Soetan saat mengutip Gandhi sesuai ingatannya sendiri itu.

Saya mengingat kembali momen itu justru manakala membaca sebuah situs berita tentang penggeledahan di rumahnya. Sebuah rumah mewah, yang kabarnya baru setahun berselang dimiliki Soetan. Artinya, setelah dia menepuk punggung saya dan mewanti-wanti untuk mencamkan pernyataan pemimpin India berjiwa besar itu.

Gandhi berkata, "Bumi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan tiap orang, namun tak akan cukup untuk menutup ketamakan setiap orang." Saya masih ingat tepukan di punggung itu. Kian terasa hambar, manakala tahu harga rumah Soetan itu di atas Rp 15 miliar. (ini)

   
 
Bandara Pekanbaru Gagalkan Penumpang Bercanda Bawa Bom
Selasa, 21 Februari 2017 - 08:54

Tak Dukung Ahok-Djarot, PAN-PKB-PPP Tidak Layak Diancam Sanksi Reshuffle
Selasa, 21 Februari 2017 - 08:42

Wahai Istri, Semarah Apa pun Kamu Jangan Sampai Mengatakan 3 Kalimat Ini Pada Suamimu
Selasa, 21 Februari 2017 - 08:36

Perda Pariwisata Halal Menarik Kunjungan Wisatawan, Ini Penjelasan Bupati Siak
Selasa, 21 Februari 2017 - 08:30

Hat-Hati, Buang Sampah Sembarangan Anda Didenda Rp50 Juta
Selasa, 21 Februari 2017 - 08:27

Pemkab Siak Sampaikan Enam Usulan Prioritas Dalam Sidang Paripurna
Selasa, 21 Februari 2017 - 08:23

Pelajar Pesantren Kampar Dicabuli di Kebun Sawit Hingga 5 Kali
Selasa, 21 Februari 2017 - 08:17

Barang Impor Bebas Bongkar Muatan di "Pelabuhan Tikus" Dumai, Kok Bisa???
Senin, 20 Februari 2017 - 21:17

Persiapan Haji 2017 Dipercepat
Senin, 20 Februari 2017 - 21:09

Tarif Parkir Baru Pekanbaru Segera Diberlakukan
Senin, 20 Februari 2017 - 20:58

Indra Adnan Sebut 3 Politisi Ini yang Menzaliminya Hingga Ia Turun dari Ketua Golkar Riau
Senin, 20 Februari 2017 - 20:47

Gubri Akui Pengawasan Perambahan Hutan di Teso Nelo Lemah
Senin, 20 Februari 2017 - 20:40

Bupati Inhil Resmikan SPBN di Kecamatan Concong
Senin, 20 Februari 2017 - 20:35

Damkar Inhil Berhasil Gagalkan Kebakaran Kontrakan
Senin, 20 Februari 2017 - 20:33

Hormati Tuan Rumah Riau, Peserta Raker PLN se-Sumatera Kompak Bertanjak
Senin, 20 Februari 2017 - 17:07

Toshiba Rilis Hard Disk 8T Multi Fungsi
Senin, 20 Februari 2017 - 17:01

Muslim Amerika tak Pernah Menyesal Memeluk Islam
Senin, 20 Februari 2017 - 16:58

Kebun Kelapa Rusak, Petani Harapkan Bantuan dari Perusahaan
Senin, 20 Februari 2017 - 16:54

Kini Mata Zhiqra yang Diserang Kanker Ganas Mulai Membaik
Senin, 20 Februari 2017 - 16:52

Ditinggal ke Kebun, Rumah Janda di Inhil Ludes Terbakar
Senin, 20 Februari 2017 - 16:46

Dua Tahun Terbengkalai,Proyek Gedung Daerah Bengkalis Sisakan Masalah
Senin, 20 Februari 2017 - 16:42

HMI Beri Sinyal Ikut Aksi 212 di DPR
Senin, 20 Februari 2017 - 16:34

Aksi 212 Jilid II, PBNU: Jangan Catut Nama Kiai dan Organisasi Kami
Senin, 20 Februari 2017 - 16:33

Alquran dan Sains Jelaskan Rotasi Matahari
Senin, 20 Februari 2017 - 16:25

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com