Home
KPU Inhil Umumkan Hasil Kesehatan 3 Peslon Bupati | Zulaikha Wardan Lantik PAC Dan Ranting Muslimat NU Tempuling | Bupati Inhil Ingatkan ASN Agar Pahami Peraturan Perundang-undangan | Anies Ragu Menjawab Tantangan Sofyan Djalil? | Pimpinan DPR: Utang Negara Semakin Mengkhawatirkan | Sekdako Pekanbaru M.Noer Dipanggil Bawaslu, Ayat Cahyadi: Biarkan Saja
Kamis, 18 Januari 2018
/ Mozaik / 16:22:38 / Roh Gentayangan, Opini yang Salah Kaprah /
Roh Gentayangan, Opini yang Salah Kaprah
Sabtu, 17 Juni 2017 - 16:22:38 WIB

RIAUTRUST.com - Di lingkungan masyarakat pada umumnya memercayai adanya roh gentayangan. Mereka percaya bahwa orang yang sudah meninggal bisa hidup kembali dalam bentuk roh, mereka juga beranggapan jika ada seseorang yang matinya tidak wajar seperti kecelekaan, dibunuh atau bunuh diri, maka arwahnya akan penasaran.

Dan biasanya, arwah tersebut akan meminta sesuatu agar arwahnya bisa tenang. Namun, adakah arwah gentayangan dalam pandangan Islam?

Perlu diketahui, bahwasanya arwah gentayangan, hantu dan lain sebagainya itu adalah opini yang salah kaprah. Bukan persoalan ada atau tidaknya orang yang telah diganggu oleh hantu, melainkan lebih kepada siapa yang menakut-nakuti tersebut.

Memang benar, ada riwayat yang menyebutkan adanya ruh manusia yang melihat bagaimana orang-orang yang masih hidup memperlakukan jasadnya.

Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda:"Jika jenazah telah siap, kemudian kaum lelaki memikulnya di atas pundak-pundak mereka, maka jenazah itu orang shalih ia berkata: Segerakanlah aku!, tetapi jika tidak (shalih), ia berkata kepada keluarganya: Celaka, akan kalian bawa kemana aku? Segala sesuatu akan mendengar suaranya selain manusia, dan andaikan manusia mendengarnya niscaya akan jatuh tersungkur," (H.R. Bukhari)

Hal tersebut juga dikuatkan pula oleh dua hal:

Pertama, keterangan yang shahih menyebutkan bahwasanya orang kafir sudah pasti mendapatkan siksa kubur, sedangkan orang yang shalih akan mendapatkan nikmat kubur. Lalu, bagaimana sempat mereka bergentayangan dengan berbagai motif, misalkan balas dendam, menolong temannya yang masih hidup atau bahkan mencari kesenangan lain di dunia ini?

Kedua, andai saja orang yang sudah mati diberi kesempatan untuk beramal lagi, tentu mereka akan fokus beribadah, bukannya malah melakukan balas dendam dan lain sebagainya. Lagi pula, bagaimana dengan hisabnya di akhirat nanti jika dia tiba-tiba membunuh orang setelah mati? Bagaimana pula dengan catatan amalnya? Jelas hal ini bertentangan dengan dalil-dalil qathi yang menyebutkan bahwa manusia akan putus amalnya ketika sudah meninggal. Seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits ini.

"Jika manusia mati, maka putuslah amalnya kecuali tiga perkara, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang selalu mendoakannya," (H.R. Muslim).

Selain itu, Allah SWT juga berfirman dalam Al-quran surat Al-Mukminun ayat 99-100."(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia). [99] Agar aku berbuat amal yang shalih terhadap apa yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan dihadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. [100]

Dan juga dalam surat Ar-ruum ayat 56.

"Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (Kepada orang-orang kafir): "Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah sampai hari berbangkit, maka inilah hari berbangkit itu, akan tetapi kamu selalu tidak meyakini (nya)."[56]

Rasulullah SAW juga mengabarkan, bahwa setelah keluarnya roh dari jasad manusia (mati), roh tersebut akan diantar oleh malaikat menuju penciptanya (Allah) dan setelah itu dikembalikan lagi ke alam kubur. Di alam kubur roh tersebut akan mendapat pemeriksaan oleh malaikat Munkar dan Nakir. Melalui pemeriksaan tersebutlah yang akan menentukan dimana tempat yang layak untuknya.

Kemudian, dibukakanlah untuknya pintu menuju surga dengan segala kenikmatannya. Lalu kepadanya dikatakan: "Inilah tempat tinggalmu dan itu pula yang akan diberikan oleh Allah untukmu, yaitu segala kenikmatan yang ada di dalamnya. Mayat tersebut akan merasakan kenikmatan yang sangat besar dan umat yang berbahagia. Begitu pula dengan sebaliknya, orang-orang yang kafir akan ditunjukkan pintu menuju neraka dengan segala siksanya. (H.R. Ahmad)

Jadi, berdasarkan keterangan dari Al-Quran dan Hadits sudah sangat jelas bahwa tidak ada yang namanya roh gentayangan, yang ada adalah roh orang mukmin yang tidak bisa terangkat ke atas gara-gara masih menanggung hutang di dunia.

Rasulullah juga menegaskan bahwa tidak ada hantu, dalam artian roh orang yang sudah mati kemudian muncul ke dunia untuk mengganggu manusia (H.R. Muslim).

Jadi, apa yang diyakini oleh masyarakat selama ini hanyalah tipu daya setan dari bangsa jin, merekalah yang menyamar sebagai orang yang telah mati, seperti apa yang dilihat oleh orang-orang yang tertipu.

Setanlah yang masuk ke dalam tubuh manusia dan mengaku-ngaku sebagi roh orang tua, atau orang-orang shalih. Karena hanya setan (jin) yang diberi kemampuan oleh Allah untuk masuk ke dalam tubuh manusia, sebagaimana keterangan Rasulullah SAW bersabda:"Sesungguhnya setan (jin) beredar di dalam diri manusia seperti aliran darah," (HR. Bukhari Muslim). [INI]

   
 
Bupati Inhil Tinjau Kondisi Memprihatinkan SDN 011 Desa Sungai Ambat
Selasa, 16 Januari 2018 - 16:57

Ketua DPRD Inhil Minta ASN Tidak Sibuk Soal Pilkada
Selasa, 16 Januari 2018 - 16:54

Sekda Inhil Sampaikan Pidato Pengantar 8 Ranperda pada Rapat Paripurna Ke-2
Selasa, 16 Januari 2018 - 16:51

H Suhaidi: Syarat Calon Bupati Inhil Masih Ada Yang Belum Memenuhi
Selasa, 16 Januari 2018 - 16:48

Koperasi Syariah 212 akan Bentuk Pusat Distribusi
Selasa, 16 Januari 2018 - 16:39

Polda Riau Berikan Sinyal Tersangka Baru Travel Umrah
Selasa, 16 Januari 2018 - 16:36

Whatsapp Kembangkan Fitur untuk Tangkal Ulah Jail Spammer
Selasa, 16 Januari 2018 - 16:34

Kemenag Buka Seleksi Nasional Masuk Madrasah Unggulan
Selasa, 16 Januari 2018 - 16:32

MUI: Selama tidak Merugikan Umat, Bitcoin Sah Saja...
Selasa, 16 Januari 2018 - 16:22

Makna Shalawat
Selasa, 16 Januari 2018 - 16:19

Tarif Masuk Istana Siak Segera Naik, Cek Daftar Harganya Disini
Selasa, 16 Januari 2018 - 15:53

Gerindra: Sosok Tampan Bacawagubri Hardianto Modal Mendulang Suara Pilkada Riau
Selasa, 16 Januari 2018 - 15:51

Syukuran Firdaus jadi Bacagubri, Bawaslu Riau Panggil Sekda Pekanbaru Besok
Selasa, 16 Januari 2018 - 15:49

ASN Riau Terindikasi Banyak Berkampanye di Medsos, Apa Tanggapan Bawaslu?
Selasa, 16 Januari 2018 - 15:45

Antisipasi Banjir Akibat Curah Hujan Tinggi, BPBD Bengkalis Lakukan Mitigasi
Selasa, 16 Januari 2018 - 15:41

Bupati Minta Penyaluran Beras Sejahtera Langsung Saja Dikirim ke Meranti
Selasa, 16 Januari 2018 - 15:37

Fahira Idris: Reklamasi Seperti Ular, Sudah Melilit Jakarta
Selasa, 16 Januari 2018 - 15:33

Cacat Hukum, HPL Pulau Reklamasi Wajib Dibatalkan
Selasa, 16 Januari 2018 - 15:28

Habiburokhman: Partai Gerindra Terlalu Besar Untuk Kalian Permainkan
Senin, 15 Januari 2018 - 21:23

Pengadilan Agama I A Pekanbaru, Putuskan 1.921 Gugatan Cerai
Senin, 15 Januari 2018 - 21:19

Dewan Minta Tol Pekanbaru-Dumai Cepat Terwujud
Senin, 15 Januari 2018 - 21:16

Petani Minta Pertimbangkan Kembali Kebijakan Impor Beras
Senin, 15 Januari 2018 - 21:15

Pendamping Desa Diharapkan Membawa Manfaat
Senin, 15 Januari 2018 - 17:42

Kantin Sungai Piring Kembali Ambruk
Senin, 15 Januari 2018 - 17:40

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com