Home
Para Orang Tua di Inhil Diingatkan Jaga Anak dari Pengaruh Negatif Teknologi | Lakukan Penganiayaan, Karyawan di Inhil Ini Harus Berurusan dengan Polisi | Besok, Ustadz Abdul Somad Beri Tausiah Buka Bersama PWI Riau | DPRD Inhil Sarankan Pemkab Anggarkan Pembelian Alat Uji Kenderaan Bermotor | Dharma Wanita Bank Riau Kepri Jalankan Program Indahnya Berbagi di Bulan Ramadhan | Dandim 0314 Harapkan Bagi-bagi Takjil Lebih Dekatkan TNI dengan Masyarakat
Senin, 28 Mei 2018
/ Mozaik / 16:22:38 / Roh Gentayangan, Opini yang Salah Kaprah /
Roh Gentayangan, Opini yang Salah Kaprah
Sabtu, 17 Juni 2017 - 16:22:38 WIB

RIAUTRUST.com - Di lingkungan masyarakat pada umumnya memercayai adanya roh gentayangan. Mereka percaya bahwa orang yang sudah meninggal bisa hidup kembali dalam bentuk roh, mereka juga beranggapan jika ada seseorang yang matinya tidak wajar seperti kecelekaan, dibunuh atau bunuh diri, maka arwahnya akan penasaran.

Dan biasanya, arwah tersebut akan meminta sesuatu agar arwahnya bisa tenang. Namun, adakah arwah gentayangan dalam pandangan Islam?

Perlu diketahui, bahwasanya arwah gentayangan, hantu dan lain sebagainya itu adalah opini yang salah kaprah. Bukan persoalan ada atau tidaknya orang yang telah diganggu oleh hantu, melainkan lebih kepada siapa yang menakut-nakuti tersebut.

Memang benar, ada riwayat yang menyebutkan adanya ruh manusia yang melihat bagaimana orang-orang yang masih hidup memperlakukan jasadnya.

Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda:"Jika jenazah telah siap, kemudian kaum lelaki memikulnya di atas pundak-pundak mereka, maka jenazah itu orang shalih ia berkata: Segerakanlah aku!, tetapi jika tidak (shalih), ia berkata kepada keluarganya: Celaka, akan kalian bawa kemana aku? Segala sesuatu akan mendengar suaranya selain manusia, dan andaikan manusia mendengarnya niscaya akan jatuh tersungkur," (H.R. Bukhari)

Hal tersebut juga dikuatkan pula oleh dua hal:

Pertama, keterangan yang shahih menyebutkan bahwasanya orang kafir sudah pasti mendapatkan siksa kubur, sedangkan orang yang shalih akan mendapatkan nikmat kubur. Lalu, bagaimana sempat mereka bergentayangan dengan berbagai motif, misalkan balas dendam, menolong temannya yang masih hidup atau bahkan mencari kesenangan lain di dunia ini?

Kedua, andai saja orang yang sudah mati diberi kesempatan untuk beramal lagi, tentu mereka akan fokus beribadah, bukannya malah melakukan balas dendam dan lain sebagainya. Lagi pula, bagaimana dengan hisabnya di akhirat nanti jika dia tiba-tiba membunuh orang setelah mati? Bagaimana pula dengan catatan amalnya? Jelas hal ini bertentangan dengan dalil-dalil qathi yang menyebutkan bahwa manusia akan putus amalnya ketika sudah meninggal. Seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits ini.

"Jika manusia mati, maka putuslah amalnya kecuali tiga perkara, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang selalu mendoakannya," (H.R. Muslim).

Selain itu, Allah SWT juga berfirman dalam Al-quran surat Al-Mukminun ayat 99-100."(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia). [99] Agar aku berbuat amal yang shalih terhadap apa yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan dihadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. [100]

Dan juga dalam surat Ar-ruum ayat 56.

"Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (Kepada orang-orang kafir): "Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah sampai hari berbangkit, maka inilah hari berbangkit itu, akan tetapi kamu selalu tidak meyakini (nya)."[56]

Rasulullah SAW juga mengabarkan, bahwa setelah keluarnya roh dari jasad manusia (mati), roh tersebut akan diantar oleh malaikat menuju penciptanya (Allah) dan setelah itu dikembalikan lagi ke alam kubur. Di alam kubur roh tersebut akan mendapat pemeriksaan oleh malaikat Munkar dan Nakir. Melalui pemeriksaan tersebutlah yang akan menentukan dimana tempat yang layak untuknya.

Kemudian, dibukakanlah untuknya pintu menuju surga dengan segala kenikmatannya. Lalu kepadanya dikatakan: "Inilah tempat tinggalmu dan itu pula yang akan diberikan oleh Allah untukmu, yaitu segala kenikmatan yang ada di dalamnya. Mayat tersebut akan merasakan kenikmatan yang sangat besar dan umat yang berbahagia. Begitu pula dengan sebaliknya, orang-orang yang kafir akan ditunjukkan pintu menuju neraka dengan segala siksanya. (H.R. Ahmad)

Jadi, berdasarkan keterangan dari Al-Quran dan Hadits sudah sangat jelas bahwa tidak ada yang namanya roh gentayangan, yang ada adalah roh orang mukmin yang tidak bisa terangkat ke atas gara-gara masih menanggung hutang di dunia.

Rasulullah juga menegaskan bahwa tidak ada hantu, dalam artian roh orang yang sudah mati kemudian muncul ke dunia untuk mengganggu manusia (H.R. Muslim).

Jadi, apa yang diyakini oleh masyarakat selama ini hanyalah tipu daya setan dari bangsa jin, merekalah yang menyamar sebagai orang yang telah mati, seperti apa yang dilihat oleh orang-orang yang tertipu.

Setanlah yang masuk ke dalam tubuh manusia dan mengaku-ngaku sebagi roh orang tua, atau orang-orang shalih. Karena hanya setan (jin) yang diberi kemampuan oleh Allah untuk masuk ke dalam tubuh manusia, sebagaimana keterangan Rasulullah SAW bersabda:"Sesungguhnya setan (jin) beredar di dalam diri manusia seperti aliran darah," (HR. Bukhari Muslim). [INI]

   
 
Tim Safari Ramadhan UIR Kunjungi Mushalla Nurul Farah
Sabtu, 26 Mei 2018 - 11:52

Bumi Terus Mengalami Penyusutan, Ini Penjelasannya
Sabtu, 26 Mei 2018 - 11:42

Gerindra: Peluang Rizal Ramli Bergabung Koalisi Prabowo Sangat Besar
Sabtu, 26 Mei 2018 - 11:25

Pelunasan Biaya Haji Ditutup, 943 Sisa Kuota Diisi Jemaah Cadangan
Sabtu, 26 Mei 2018 - 11:17

Komisi Dakwah: MUI Sudah Punya Kode Etik untuk Dai
Sabtu, 26 Mei 2018 - 11:12

Tiga Lembaga Survei Sudah Memotret Gerakan #2019GantiPresiden, Ini Hasilnya
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:42

Pj Bupati: Realisasi Dana Desa Terkendala Peraturan Padat Karya
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:36

Jelang Lebaran, Tarif Masuk Istana Siak Sudah Naik
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:33

Disdik Riau Safari Ramadhan di SMA Negeri Pintar Kuansing
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:30

RSUD Arifin Achmad Luncurkan Layanan APM
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:28

Jamaah Masjid Al Falah Pekanbaru Panen Perdana Kurma
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:26

Dinas Tenaga Kerja Buka Posko Pengaduan THR H-7 Lebaran
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:23

Menilik Upaya Diskominfo Inhil Menahan Laju Hoax Di Tahun Politik
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:09

Pemkab Inhil Disarankan Cabut Izin Perusahaan Bermasalah Dan Rugikan Masyarakat
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:07

Personel Polsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan Amankan Dua Pelaku Begal
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:03

Jangan Lupakan 11 Poin Pemeriksaan Ini Sebelum Mudik
Jumat, 25 Mei 2018 - 16:41

Dinas PUPR: Pengerjaan 2 Fly Over Pekanbaru Diberhentikan H-7 hingga H+1 Lebaran
Jumat, 25 Mei 2018 - 15:29

Klaster Cabai Berhasil Tekan Kenaikan Harga di Riau
Jumat, 25 Mei 2018 - 15:21

Pertengahan Ramadan Razia Gepeng di Pekanbaru Mulai Dilakukan
Jumat, 25 Mei 2018 - 15:17

Lonjakan Harga Jelang Lebaran, Masyarakat Bengkalis Tak Perlu Cemas
Jumat, 25 Mei 2018 - 15:13

15 Ton Daging Kerbau Sampai di Pekanbaru
Jumat, 25 Mei 2018 - 15:08

Perkantoran WaliKota Pekanbaru di Tenayan Raya Ditempati, 25 Juni 2018
Jumat, 25 Mei 2018 - 15:05

Pengumuman Kelulusan UN Tingkat SMP
Jumat, 25 Mei 2018 - 15:01

Penurunan Harga Pertalite Masih Harmonisasi di DPRD Riau
Jumat, 25 Mei 2018 - 14:59

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com