Home
Hotman: SMS Hary Tanoe Berisi Bahasa Idealisme Bukan Ancaman | Gubri Siap Lepas Ribuan Peserta Pawai Takbir | Rusak Berat, Pemudik Keluhkan Kondisi Jalan Menuju Pelabuhan Tanjung Buton | Ramalan Jack Ma Tentang Pekerjaan Bergaji Tinggi di Masa Depan | Siap-siap Basah! Seluruh Riau Berpeluang Diguyur Hujan Jelang Shalat Ied | Amien Rais akan Berlebaran di Pekanbaru
Rabu, 28 Juni 2017
/ Mozaik / 16:22:38 / Roh Gentayangan, Opini yang Salah Kaprah /
Roh Gentayangan, Opini yang Salah Kaprah
Sabtu, 17 Juni 2017 - 16:22:38 WIB

RIAUTRUST.com - Di lingkungan masyarakat pada umumnya memercayai adanya roh gentayangan. Mereka percaya bahwa orang yang sudah meninggal bisa hidup kembali dalam bentuk roh, mereka juga beranggapan jika ada seseorang yang matinya tidak wajar seperti kecelekaan, dibunuh atau bunuh diri, maka arwahnya akan penasaran.

Dan biasanya, arwah tersebut akan meminta sesuatu agar arwahnya bisa tenang. Namun, adakah arwah gentayangan dalam pandangan Islam?

Perlu diketahui, bahwasanya arwah gentayangan, hantu dan lain sebagainya itu adalah opini yang salah kaprah. Bukan persoalan ada atau tidaknya orang yang telah diganggu oleh hantu, melainkan lebih kepada siapa yang menakut-nakuti tersebut.

Memang benar, ada riwayat yang menyebutkan adanya ruh manusia yang melihat bagaimana orang-orang yang masih hidup memperlakukan jasadnya.

Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda:"Jika jenazah telah siap, kemudian kaum lelaki memikulnya di atas pundak-pundak mereka, maka jenazah itu orang shalih ia berkata: Segerakanlah aku!, tetapi jika tidak (shalih), ia berkata kepada keluarganya: Celaka, akan kalian bawa kemana aku? Segala sesuatu akan mendengar suaranya selain manusia, dan andaikan manusia mendengarnya niscaya akan jatuh tersungkur," (H.R. Bukhari)

Hal tersebut juga dikuatkan pula oleh dua hal:

Pertama, keterangan yang shahih menyebutkan bahwasanya orang kafir sudah pasti mendapatkan siksa kubur, sedangkan orang yang shalih akan mendapatkan nikmat kubur. Lalu, bagaimana sempat mereka bergentayangan dengan berbagai motif, misalkan balas dendam, menolong temannya yang masih hidup atau bahkan mencari kesenangan lain di dunia ini?

Kedua, andai saja orang yang sudah mati diberi kesempatan untuk beramal lagi, tentu mereka akan fokus beribadah, bukannya malah melakukan balas dendam dan lain sebagainya. Lagi pula, bagaimana dengan hisabnya di akhirat nanti jika dia tiba-tiba membunuh orang setelah mati? Bagaimana pula dengan catatan amalnya? Jelas hal ini bertentangan dengan dalil-dalil qathi yang menyebutkan bahwa manusia akan putus amalnya ketika sudah meninggal. Seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits ini.

"Jika manusia mati, maka putuslah amalnya kecuali tiga perkara, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang selalu mendoakannya," (H.R. Muslim).

Selain itu, Allah SWT juga berfirman dalam Al-quran surat Al-Mukminun ayat 99-100."(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia). [99] Agar aku berbuat amal yang shalih terhadap apa yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan dihadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. [100]

Dan juga dalam surat Ar-ruum ayat 56.

"Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (Kepada orang-orang kafir): "Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah sampai hari berbangkit, maka inilah hari berbangkit itu, akan tetapi kamu selalu tidak meyakini (nya)."[56]

Rasulullah SAW juga mengabarkan, bahwa setelah keluarnya roh dari jasad manusia (mati), roh tersebut akan diantar oleh malaikat menuju penciptanya (Allah) dan setelah itu dikembalikan lagi ke alam kubur. Di alam kubur roh tersebut akan mendapat pemeriksaan oleh malaikat Munkar dan Nakir. Melalui pemeriksaan tersebutlah yang akan menentukan dimana tempat yang layak untuknya.

Kemudian, dibukakanlah untuknya pintu menuju surga dengan segala kenikmatannya. Lalu kepadanya dikatakan: "Inilah tempat tinggalmu dan itu pula yang akan diberikan oleh Allah untukmu, yaitu segala kenikmatan yang ada di dalamnya. Mayat tersebut akan merasakan kenikmatan yang sangat besar dan umat yang berbahagia. Begitu pula dengan sebaliknya, orang-orang yang kafir akan ditunjukkan pintu menuju neraka dengan segala siksanya. (H.R. Ahmad)

Jadi, berdasarkan keterangan dari Al-Quran dan Hadits sudah sangat jelas bahwa tidak ada yang namanya roh gentayangan, yang ada adalah roh orang mukmin yang tidak bisa terangkat ke atas gara-gara masih menanggung hutang di dunia.

Rasulullah juga menegaskan bahwa tidak ada hantu, dalam artian roh orang yang sudah mati kemudian muncul ke dunia untuk mengganggu manusia (H.R. Muslim).

Jadi, apa yang diyakini oleh masyarakat selama ini hanyalah tipu daya setan dari bangsa jin, merekalah yang menyamar sebagai orang yang telah mati, seperti apa yang dilihat oleh orang-orang yang tertipu.

Setanlah yang masuk ke dalam tubuh manusia dan mengaku-ngaku sebagi roh orang tua, atau orang-orang shalih. Karena hanya setan (jin) yang diberi kemampuan oleh Allah untuk masuk ke dalam tubuh manusia, sebagaimana keterangan Rasulullah SAW bersabda:"Sesungguhnya setan (jin) beredar di dalam diri manusia seperti aliran darah," (HR. Bukhari Muslim). [INI]

   
 
Bareskrim Cekal HT Bepergian ke Luar Negeri
Jumat, 23 Juni 2017 - 23:02

Paspor Habib Rizieq Bakal Dicabut...
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:57

Pemerintah Tetapkan Harga BBM Baru, Cek Daftarnya
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:52

Malam Ini Jemaah Naqsabandiyah Takbiran
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:49

Warga: Ini Banjir Paling Parah di Pekanbaru
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:45

Hary Tanoe Ditetapkan Sebagai Tersangka
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:39

Penting Pilih Bahan Makanan Sehat dan Terjamin
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:32

Pilot Terjebak Banjir Pekanbaru, Dua Pesawat Terlambat Terbang
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:31

Banjir Terus Genangi Daerah Sepanjang Sungai Sail Pekanbaru
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:27

Gubernur: Solusi Banjir Pekanbaru Butuh Koordinasi Semua Pihak
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:24

Geger Pria Diduga Kades di Mojokerto Tidur di Atas Tumpukan Uang
Jumat, 23 Juni 2017 - 15:19

Basement Grand Central Hotel Pekanbaru Tergenang Air Setinggi 2 Meter Lebih
Jumat, 23 Juni 2017 - 15:15

Sisir Tempat Keramaian, Polda Riau Tekan Angka Premanisme Jelang Lebaran
Jumat, 23 Juni 2017 - 15:13

Alasan Ahok Harus Dipindah dari Mako Brimob Versi IPW
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:59

Jamaah Naqsabandiyah Jalani Puasa Hari Terakhir
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:52

Jasa Penyewaan Mobil 'Banjir' Rezeki Tahunan
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:44

Arab Buat 13 Tuntutan untuk Qatar, Termasuk Tutup Aljazirah
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:41

Kecelakaan di Jalan Mulus, Empat Warga Riau Meninggal Dunia di Jambi
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:31

Banjir Jadi Kado HUT Pekanbaru ke 233
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:27

Mohamed Salah, Pemain Termahal Sepanjang Sejarah Liverpool
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:25

Berani, Turki Kirim Tentara dan Mobil Lapis Baja ke Qatar
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:22

Petinggi PKS Heran Ahok Masih Ditahan di Mako Brimob
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:20

Gubri Minta Pariwisata Pekanbaru Lebih Menggeliat
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:17

Batalkah Puasa Wajib tanpa Udzur? Ini Hukumnya!
Jumat, 23 Juni 2017 - 09:57

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com