Home
KPU Inhil Umumkan Hasil Kesehatan 3 Peslon Bupati | Zulaikha Wardan Lantik PAC Dan Ranting Muslimat NU Tempuling | Bupati Inhil Ingatkan ASN Agar Pahami Peraturan Perundang-undangan | Anies Ragu Menjawab Tantangan Sofyan Djalil? | Pimpinan DPR: Utang Negara Semakin Mengkhawatirkan | Sekdako Pekanbaru M.Noer Dipanggil Bawaslu, Ayat Cahyadi: Biarkan Saja
Kamis, 18 Januari 2018
/ Nasional / 16:43:47 / Belajar 8 Jam Sudah Diterapkan Banyak Sekolah Favorit /
Belajar 8 Jam Sudah Diterapkan Banyak Sekolah Favorit
Sabtu, 17 Juni 2017 - 16:43:47 WIB

JAKARTA - Pemerhati pendidikan dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jejen Musfah menyebut kebijakan lima hari sekolah (LHS) bukan hal baru bagi pendidikan Indonesia.

"Sesungguhnya LHS bukan barang baru dalam model pendidikan Indonesia, bahkan ada pesantren yang 24 jam," kata dia dalam diskusi Ribut-ribut Fullday School di Jakarta, Sabtu (17/6).

Ia beranggapan keluarnya kebijakan oleh pemerintah, merupakan jawaban atas persoalan yang ada di masyarakat. Ia menilai, ada persoalan pada karakter, moralitas dan narkoba anak-anak didik. Pemerintah, menurutnya, memandang perlu adanya penguatan lima nilai karakter, yakni, religius, nasionalis, integritas, mandiri, dan gotong royong.

Persoalannya, Jejen mengatakan, pemerintah memilih strategi LHS untuk menjawab permasalahan anak didik. Selama ini, ia menjabarkan, tidak sedikit sekolah yang menerapkan LHS atau delapan jam belajar dalam sehari, salah satunya sekolah Islam Terpadu (IT) dan boarding school.

"Kalau istilahnya siswa belajar penuh di sekolah/madrasah, bukan hal baru. Bahkan madrasah dan sekolah favorit sudah terapkan pulang sore hari," tutur dia.

Menurutnya yang menjadi kegelisahan masyarakat, yakni apakah kebijakan itu mewajibkan seluruh sekolah negeri dan swasta punya pola yang sama dengan sekolah yang selama ini sudah menerapkan. Ia mengatakan, Mendikbud Muhadjir Effendy menyadari kebijakan ini tak mungkin wajib diterapkan secara nasional. Sehingga, kebijakan ini fakultatif atau merupakan pilihan.

"(Kekhawatiran kemungkinan penyeragaman) iya. Dikhawatirkan ini merupakan kewajiban. Sehingga kepentingan atau eksistensi madrasah takmiliyah, salah satu model pendidikan Indonesia bisa terganggu," ujar Jejen.

Sehingga, menurutnya kebijakan ini harus diterapkan serupa dengan Kurikulum 2013 (K-13) yang penerapannya melihat kesiapan sekolah. Selain itu, ia beranggapan, pernyataan tentang penghapusan mata pelajaran agama Islam (PAI) tak mungkin dilakukan. Sebab, salah satu nilai karakter yang ingin disasar yakni religius siswa. [rol]

   
 
Bupati Inhil Tinjau Kondisi Memprihatinkan SDN 011 Desa Sungai Ambat
Selasa, 16 Januari 2018 - 16:57

Ketua DPRD Inhil Minta ASN Tidak Sibuk Soal Pilkada
Selasa, 16 Januari 2018 - 16:54

Sekda Inhil Sampaikan Pidato Pengantar 8 Ranperda pada Rapat Paripurna Ke-2
Selasa, 16 Januari 2018 - 16:51

H Suhaidi: Syarat Calon Bupati Inhil Masih Ada Yang Belum Memenuhi
Selasa, 16 Januari 2018 - 16:48

Koperasi Syariah 212 akan Bentuk Pusat Distribusi
Selasa, 16 Januari 2018 - 16:39

Polda Riau Berikan Sinyal Tersangka Baru Travel Umrah
Selasa, 16 Januari 2018 - 16:36

Whatsapp Kembangkan Fitur untuk Tangkal Ulah Jail Spammer
Selasa, 16 Januari 2018 - 16:34

Kemenag Buka Seleksi Nasional Masuk Madrasah Unggulan
Selasa, 16 Januari 2018 - 16:32

MUI: Selama tidak Merugikan Umat, Bitcoin Sah Saja...
Selasa, 16 Januari 2018 - 16:22

Makna Shalawat
Selasa, 16 Januari 2018 - 16:19

Tarif Masuk Istana Siak Segera Naik, Cek Daftar Harganya Disini
Selasa, 16 Januari 2018 - 15:53

Gerindra: Sosok Tampan Bacawagubri Hardianto Modal Mendulang Suara Pilkada Riau
Selasa, 16 Januari 2018 - 15:51

Syukuran Firdaus jadi Bacagubri, Bawaslu Riau Panggil Sekda Pekanbaru Besok
Selasa, 16 Januari 2018 - 15:49

ASN Riau Terindikasi Banyak Berkampanye di Medsos, Apa Tanggapan Bawaslu?
Selasa, 16 Januari 2018 - 15:45

Antisipasi Banjir Akibat Curah Hujan Tinggi, BPBD Bengkalis Lakukan Mitigasi
Selasa, 16 Januari 2018 - 15:41

Bupati Minta Penyaluran Beras Sejahtera Langsung Saja Dikirim ke Meranti
Selasa, 16 Januari 2018 - 15:37

Fahira Idris: Reklamasi Seperti Ular, Sudah Melilit Jakarta
Selasa, 16 Januari 2018 - 15:33

Cacat Hukum, HPL Pulau Reklamasi Wajib Dibatalkan
Selasa, 16 Januari 2018 - 15:28

Habiburokhman: Partai Gerindra Terlalu Besar Untuk Kalian Permainkan
Senin, 15 Januari 2018 - 21:23

Pengadilan Agama I A Pekanbaru, Putuskan 1.921 Gugatan Cerai
Senin, 15 Januari 2018 - 21:19

Dewan Minta Tol Pekanbaru-Dumai Cepat Terwujud
Senin, 15 Januari 2018 - 21:16

Petani Minta Pertimbangkan Kembali Kebijakan Impor Beras
Senin, 15 Januari 2018 - 21:15

Pendamping Desa Diharapkan Membawa Manfaat
Senin, 15 Januari 2018 - 17:42

Kantin Sungai Piring Kembali Ambruk
Senin, 15 Januari 2018 - 17:40

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com