Home
Aparat Tutup Mata, Bahan Baku Galangan Kapal Milik Ationg dari Hasil Ilegal Logging | Progres Tol Pekanbaru - Dumai Digesa | Anies Baswedan Dirayu Pengembang Reklamasi Rp 77 Triliun | 10 Capres Elektabilitas Tertinggi, Wow Anies Baswedan Melesat | Anies Evaluasi Proyek-Proyek di Jakarta | MK Dinilai Rusak Demokrasi Jika tak Batalkan PT 20 Persen
Selasa, 24 Oktober 2017
/ Nasional / 16:43:47 / Belajar 8 Jam Sudah Diterapkan Banyak Sekolah Favorit /
Belajar 8 Jam Sudah Diterapkan Banyak Sekolah Favorit
Sabtu, 17 Juni 2017 - 16:43:47 WIB

JAKARTA - Pemerhati pendidikan dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jejen Musfah menyebut kebijakan lima hari sekolah (LHS) bukan hal baru bagi pendidikan Indonesia.

"Sesungguhnya LHS bukan barang baru dalam model pendidikan Indonesia, bahkan ada pesantren yang 24 jam," kata dia dalam diskusi Ribut-ribut Fullday School di Jakarta, Sabtu (17/6).

Ia beranggapan keluarnya kebijakan oleh pemerintah, merupakan jawaban atas persoalan yang ada di masyarakat. Ia menilai, ada persoalan pada karakter, moralitas dan narkoba anak-anak didik. Pemerintah, menurutnya, memandang perlu adanya penguatan lima nilai karakter, yakni, religius, nasionalis, integritas, mandiri, dan gotong royong.

Persoalannya, Jejen mengatakan, pemerintah memilih strategi LHS untuk menjawab permasalahan anak didik. Selama ini, ia menjabarkan, tidak sedikit sekolah yang menerapkan LHS atau delapan jam belajar dalam sehari, salah satunya sekolah Islam Terpadu (IT) dan boarding school.

"Kalau istilahnya siswa belajar penuh di sekolah/madrasah, bukan hal baru. Bahkan madrasah dan sekolah favorit sudah terapkan pulang sore hari," tutur dia.

Menurutnya yang menjadi kegelisahan masyarakat, yakni apakah kebijakan itu mewajibkan seluruh sekolah negeri dan swasta punya pola yang sama dengan sekolah yang selama ini sudah menerapkan. Ia mengatakan, Mendikbud Muhadjir Effendy menyadari kebijakan ini tak mungkin wajib diterapkan secara nasional. Sehingga, kebijakan ini fakultatif atau merupakan pilihan.

"(Kekhawatiran kemungkinan penyeragaman) iya. Dikhawatirkan ini merupakan kewajiban. Sehingga kepentingan atau eksistensi madrasah takmiliyah, salah satu model pendidikan Indonesia bisa terganggu," ujar Jejen.

Sehingga, menurutnya kebijakan ini harus diterapkan serupa dengan Kurikulum 2013 (K-13) yang penerapannya melihat kesiapan sekolah. Selain itu, ia beranggapan, pernyataan tentang penghapusan mata pelajaran agama Islam (PAI) tak mungkin dilakukan. Sebab, salah satu nilai karakter yang ingin disasar yakni religius siswa. [rol]

   
 
Nih! 5 Fakta Menarik Black Hole yang Perlu Anda Ketahui
Senin, 23 Oktober 2017 - 10:12

Kuok Adventure Motor Trail Akan Jadi Destinasi Wisata Kampar
Senin, 23 Oktober 2017 - 09:49

Kemas Gelar Menaja Kata Jilid III dalam Rangka Sumpah Pemuda
Senin, 23 Oktober 2017 - 09:42

Bupati Inhil dan Istri Jenguk Annisah, Bocah 11 Tahun Penderita Tumor Ganas
Senin, 23 Oktober 2017 - 09:39

Duet Andi-Suyatno Dikabarkan Direstui Ketum Golkar
Senin, 23 Oktober 2017 - 09:35

Gerindra Ngotot Tolak Perppu Ormas, Ini Alasannya
Senin, 23 Oktober 2017 - 09:29

Waduh! Elektabilitas Pak Jokowi Masih di Bawah 30 Persen
Senin, 23 Oktober 2017 - 09:24

Terpercik Api Las, Sepeda Motor Pria di Selatpanjang Ini Hangus
Senin, 23 Oktober 2017 - 09:15

Kenapa Cowok Sejati Harus Tetap Nyetir Mobil
Senin, 23 Oktober 2017 - 09:08

Pengakuan Deddy Corbuzier, Ayahnya Sopir Mikrolet
Senin, 23 Oktober 2017 - 08:55

Jangan Cuma Densus Tipikor, Densus Anti-Hama Juga Diperlukan Petani
Senin, 23 Oktober 2017 - 08:44

Polisi Amankan Ribuan Bungkus Rokok Ilegal di Siak
Senin, 23 Oktober 2017 - 08:38

Persatuan Jaksa: Densus Tipikor tak Bisa Lakukan Penuntutan
Senin, 23 Oktober 2017 - 08:28

Populasi Muslim di Kanada Berkembang Pesat
Senin, 23 Oktober 2017 - 08:25

Barcelona akan Tawarkan Kontrak Seumur Hidup untuk Messi
Senin, 23 Oktober 2017 - 08:23

Menteri LHK: RAPP tidak Mau Ikuti Aturan Pemerintah
Senin, 23 Oktober 2017 - 08:21

Penolakan AS Atas Panglima TNI Dipertanyakan Banyak Pihak
Senin, 23 Oktober 2017 - 08:16

Egy Maulana Vikri Diinginkan 3 Klub Eropa
Minggu, 22 Oktober 2017 - 21:09

Pelindo Upayakan Serap Potensi Ekspor 13 Juta Ton CPO Riau
Minggu, 22 Oktober 2017 - 20:54

Kapolda Riau Klarifikasi Berita Negara Tak Butuh Tentara, Konteksnya Berbeda
Minggu, 22 Oktober 2017 - 20:48

Fadli Zon: Infrastruktur dari Utang Persulit Pemerintah
Minggu, 22 Oktober 2017 - 20:41

Anies Siapkan Program untuk Pondok Pesantren
Minggu, 22 Oktober 2017 - 20:38

Elektabilitas Prabowo Tempel Jokowi, Ini Kata Gerindra
Minggu, 22 Oktober 2017 - 18:38

Reklamasi Dilanjutkan, HMI Minta Jokowi Copot Menteri Luhut
Minggu, 22 Oktober 2017 - 18:26

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com