Home
Hotman: SMS Hary Tanoe Berisi Bahasa Idealisme Bukan Ancaman | Gubri Siap Lepas Ribuan Peserta Pawai Takbir | Rusak Berat, Pemudik Keluhkan Kondisi Jalan Menuju Pelabuhan Tanjung Buton | Ramalan Jack Ma Tentang Pekerjaan Bergaji Tinggi di Masa Depan | Siap-siap Basah! Seluruh Riau Berpeluang Diguyur Hujan Jelang Shalat Ied | Amien Rais akan Berlebaran di Pekanbaru
Rabu, 28 Juni 2017
/ Nasional / 16:43:47 / Belajar 8 Jam Sudah Diterapkan Banyak Sekolah Favorit /
Belajar 8 Jam Sudah Diterapkan Banyak Sekolah Favorit
Sabtu, 17 Juni 2017 - 16:43:47 WIB

JAKARTA - Pemerhati pendidikan dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jejen Musfah menyebut kebijakan lima hari sekolah (LHS) bukan hal baru bagi pendidikan Indonesia.

"Sesungguhnya LHS bukan barang baru dalam model pendidikan Indonesia, bahkan ada pesantren yang 24 jam," kata dia dalam diskusi Ribut-ribut Fullday School di Jakarta, Sabtu (17/6).

Ia beranggapan keluarnya kebijakan oleh pemerintah, merupakan jawaban atas persoalan yang ada di masyarakat. Ia menilai, ada persoalan pada karakter, moralitas dan narkoba anak-anak didik. Pemerintah, menurutnya, memandang perlu adanya penguatan lima nilai karakter, yakni, religius, nasionalis, integritas, mandiri, dan gotong royong.

Persoalannya, Jejen mengatakan, pemerintah memilih strategi LHS untuk menjawab permasalahan anak didik. Selama ini, ia menjabarkan, tidak sedikit sekolah yang menerapkan LHS atau delapan jam belajar dalam sehari, salah satunya sekolah Islam Terpadu (IT) dan boarding school.

"Kalau istilahnya siswa belajar penuh di sekolah/madrasah, bukan hal baru. Bahkan madrasah dan sekolah favorit sudah terapkan pulang sore hari," tutur dia.

Menurutnya yang menjadi kegelisahan masyarakat, yakni apakah kebijakan itu mewajibkan seluruh sekolah negeri dan swasta punya pola yang sama dengan sekolah yang selama ini sudah menerapkan. Ia mengatakan, Mendikbud Muhadjir Effendy menyadari kebijakan ini tak mungkin wajib diterapkan secara nasional. Sehingga, kebijakan ini fakultatif atau merupakan pilihan.

"(Kekhawatiran kemungkinan penyeragaman) iya. Dikhawatirkan ini merupakan kewajiban. Sehingga kepentingan atau eksistensi madrasah takmiliyah, salah satu model pendidikan Indonesia bisa terganggu," ujar Jejen.

Sehingga, menurutnya kebijakan ini harus diterapkan serupa dengan Kurikulum 2013 (K-13) yang penerapannya melihat kesiapan sekolah. Selain itu, ia beranggapan, pernyataan tentang penghapusan mata pelajaran agama Islam (PAI) tak mungkin dilakukan. Sebab, salah satu nilai karakter yang ingin disasar yakni religius siswa. [rol]

   
 
Bareskrim Cekal HT Bepergian ke Luar Negeri
Jumat, 23 Juni 2017 - 23:02

Paspor Habib Rizieq Bakal Dicabut...
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:57

Pemerintah Tetapkan Harga BBM Baru, Cek Daftarnya
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:52

Malam Ini Jemaah Naqsabandiyah Takbiran
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:49

Warga: Ini Banjir Paling Parah di Pekanbaru
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:45

Hary Tanoe Ditetapkan Sebagai Tersangka
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:39

Penting Pilih Bahan Makanan Sehat dan Terjamin
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:32

Pilot Terjebak Banjir Pekanbaru, Dua Pesawat Terlambat Terbang
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:31

Banjir Terus Genangi Daerah Sepanjang Sungai Sail Pekanbaru
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:27

Gubernur: Solusi Banjir Pekanbaru Butuh Koordinasi Semua Pihak
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:24

Geger Pria Diduga Kades di Mojokerto Tidur di Atas Tumpukan Uang
Jumat, 23 Juni 2017 - 15:19

Basement Grand Central Hotel Pekanbaru Tergenang Air Setinggi 2 Meter Lebih
Jumat, 23 Juni 2017 - 15:15

Sisir Tempat Keramaian, Polda Riau Tekan Angka Premanisme Jelang Lebaran
Jumat, 23 Juni 2017 - 15:13

Alasan Ahok Harus Dipindah dari Mako Brimob Versi IPW
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:59

Jamaah Naqsabandiyah Jalani Puasa Hari Terakhir
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:52

Jasa Penyewaan Mobil 'Banjir' Rezeki Tahunan
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:44

Arab Buat 13 Tuntutan untuk Qatar, Termasuk Tutup Aljazirah
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:41

Kecelakaan di Jalan Mulus, Empat Warga Riau Meninggal Dunia di Jambi
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:31

Banjir Jadi Kado HUT Pekanbaru ke 233
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:27

Mohamed Salah, Pemain Termahal Sepanjang Sejarah Liverpool
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:25

Berani, Turki Kirim Tentara dan Mobil Lapis Baja ke Qatar
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:22

Petinggi PKS Heran Ahok Masih Ditahan di Mako Brimob
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:20

Gubri Minta Pariwisata Pekanbaru Lebih Menggeliat
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:17

Batalkah Puasa Wajib tanpa Udzur? Ini Hukumnya!
Jumat, 23 Juni 2017 - 09:57

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com