Home
Kasus Intimidasi Ustaz Somad, Polisi Janji Netral | Baru Bertugas, AKBP Christian Rony Putra Cek Ruang Kerja di Mapolres Inhil | Ketua Fraksi PKS: Intimidasi kepada Ulama Ancaman Bagi NKRI | Seminar "Jejak Pelacur Arab", MUI: Itu Merendahkan Alquran | Tahta Ketum Golkar, Pertarungan Antara Cendana dan Istana | Ustaz Abdul Somad, Harmonisasi Bali dan Kebangkitan Umat Bali
Rabu, 13 Desember 2017
/ Peristiwa / 17:20:05 / Suara Habib Rizieq dari Arab Saudi: Rekonsiliasi atau Revolusi /
Suara Habib Rizieq dari Arab Saudi: Rekonsiliasi atau Revolusi
Sabtu, 17 Juni 2017 - 17:20:05 WIB

RIAUTRUST.com - Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab kembali melakukan komunikasi melalui telepon dari Arab Saudi. Ia berkomunikasi usai acara diskusi yang diselenggarakan oleh GNPF MUI di Hotel Balairung Matraman Jakarta Pusat, Jumat (16/6/2017).

Acara yang bertajuk Silaturahim dan Konsolidasi Nasional "Uji Shahih Alat Bukti Elektronik dalam Kasus Chatting HRS" itu, hadir sejumlah pihak menjadi pembicara. Di antaranya Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra, Pengacara Azis Yanuar, Ahli Telematika ITB Hermansyah, serta Dosen Hukum Pidana UI Akhiar Salmi.

Dalam sambungan teleponnya usai berbuka puasa, Rizieq menyinggung sejumlah hal. Termasuk alasan kenapa dia saat ini berada di Arab Saudi, meskipun kasus hukumnya sedang bergulir.

"Bahwa ketidakhadiran saya saat ini di Indonesia, perginya saya ke luar dari Indonesia ke tanah suci bukan bentuk pelarian dari tanggung jawab hukum. Akan tetapi merupakan bentuk perlawanan terhadap kezaliman, perlawanan terhadap kebatilan, perlawanan terhadap diselewengkannya hukum oleh para penegak hukum," kata Rizieq dalam sambungan teleponnya.

Terkait kasus hukumnya, Habib Rizieq mengaku masih menginginkan diselesaikan melalui jalur rekonsiliasi. Ia mendorong pemerintah untuk mengedepankan dialog dan musyawarah untuk menghentikan kegaduhan yang ada. Namun menurut Habib Rizieq, upaya rekonsiliasi tersebut selalu gagal karena ditolak oleh pihak pemerintah.

"Bagi saya di tanah suci, tentu saya selaku pembina GNPF MUI tetap ingin mengedepankan dialog dan musyawarah dengan lebih mengutamakan rekonsiliasi. Akan tetapi kalau rekonsiliasi gagal, kalau rekonsiliasi tetap ditolak oleh pihak di seberang sana, sementara para ulama terus menerus dikriminalisasi, para aktivis terus menerus diberangus kebebasannya, diberangus hak asasi manusianya, dan rakyat jelata terus menerus dipersulit, dan Islam juga terus menerus dimarjinalkan, maka tidak ada kata lain yang harus kita lakukan kecuali lawan," kata dia.

"Jadi sekarang pilihannya ada di hadapan pemerintah, rekonsiliasi atau revolusi," kata Habib Rizieq.

Berikut pernyataan lengkap Habib Rizieq dalam sambungan teleponnya:

Kenapa acara seperti ini harus diapresiasi? Bagi saya dan kawan-kawan yang peduli kepada persoalan kriminalisasi ulama dan aktivis, maka silaturahim maupun konsolidasi nasional seperti ini merupakan salah satu bentuk perlawanan. Bahkan, ini masuk kategori perlawanan cerdas. Sekali lagi saya sampaikan perlawanan cerdas.

Jadi bentuk perlawanan kita terhadap kezaliman, kebatilan, dan kemunkaran memang harus beragam, dan ini salah satu bentuk yang sangat efektif dan produktif, dengan menyerap pendapat para pakar, para ahli, untuk kemudian disosialisasikan ke masyarakat, agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam rekayasa-rekayasa dan penyesatan opini yang bersumber dari berbagai macam fitnah dan kebohongan.

Karena itu sekali lagi saya ucapkan terima kasih pada segenap panitia penyelenggara, seluruh pimpinan GNPF MUI, dan kepada segenap para pembicara serta para peserta, mudah-mudahan kumpulnya anda pada sore hari ini di tempat ini, akan menjadi penyebab turunnya rahmat dan barakah. Pada kesempatan ini secara khusus saya ingin menyampaikan terima kasih kepada bapak Profesor Yusril Ihza Mahendra yang telah banyak memberi kontribusi-kontribusi, pendapat-pendapat dan pernyataan-pernyataan yang sangat produktif dan sangat-sangat memperhatikan betul aspirasi Umat Islam seantero negeri.

Maka itu saya pernah katakan kepada beliau yang saya hormati, bahwa ketidakhadiran saya saat ini di Indonesia, perginya saya ke luar dari Indonesia ke tanah suci bukan bentuk pelarian dari tanggung jawab hukum, akan tetapi merupakan bentuk perlawanan terhadap kezaliman, perlawanan terhadap kebatilan, perlawanan terhadap diselewengkannya hukum oleh para penegak hukum.

Karena itu sekali lagi. Saya juga menyampaikan apresiasi kepada kepada beliau di mana beliau juga telah memberikan usulan-usulan dan saran-saran yang luar biasa, di antaranya adalah usulan tentang rekonsiliasi ulama dan umarah. Ini satu usulan yang brilian karena pada dasarnya GNPF MUI jauh dari sebelum digelarnya aksi bela Islam 1, 2, 3, dan seterusnya, itu telah mengajukan permohonan kepada pemerintah untuk kita duduk dialog, untuk kita duduk musyawarah, terhadap berbagai macam persoalan bangsa.

Tapi semua permohonan tersebut selalu ditolak, selalu diabaikan, entah apa sebabnya. Tapi yang jelas, para habaib dan para ulama di GNPF MUI tidak pernah bosan, terus menerus menyerukan dialog dan musyawarah untuk mewujudkan rekonsiliasi. Karena itu kepada bapak Yusril Ihza Mahendra maupun kawan-kawan yang lainnya perlu membuat satu format yang tepat bagaimana rekonsiliasi yang bisa mengantarkan kepada kedamaian dan menyetop segala kegaduhan.

Bagi saya di tanah suci, tentu saya selaku pembina GNPF MUI tetap ingin mengedepankan dialog dan musyawarah dengan lebih mengutamakan rekonsiliasi. Akan tetapi kalau rekonsiliasi gagal, kalau rekonsiliasi tetap ditolak oleh pihak di seberang sana, sementara para ulama terus menerus dikriminalisasi, para aktivis terus menerus diberangus kebebasannya, diberangus hak asasi manusianya, dan rakyat jelata terus menerus dipersulit, dan Islam juga terus menerus dimarjinalkan, maka tidak ada kata lain yang harus kita lakukan kecuali lawan.

Jadi sekarang pilihannya ada di hadapan pemerintah, rekonsiliasi atau revolusi.

Itu saja yang bisa sampaikan dari tanah suci, semoga anda semua senantiasa dilindungi diberkahi Allah SWT, sampai jumpa di tanah air, selamat berbuka puasa. [kumparan]

   
 
Polresta Pekanbaru Kawal Unjuk Rasa di Dua Lokasi yang Berbeda Sekaligus
Selasa, 12 Desember 2017 - 08:38

Rohul Targetkan Hifdzil dan Khatil Quran Jadi Lumbung Juara
Selasa, 12 Desember 2017 - 08:35

Dampak Rasionalisasi Anggaran Masih Dibahas
Selasa, 12 Desember 2017 - 08:33

Bupati Inhil Minta Dukungan Kementerian PDT dan Transmigrasi Bangun Desa
Selasa, 12 Desember 2017 - 08:30

PAN akan Jajal Komunikasi dengan Sudrajat
Selasa, 12 Desember 2017 - 08:24

Ustaz Abdul Somad: Antara Pancasila, NKRI, dan Persekusi
Selasa, 12 Desember 2017 - 08:19

Titiek Soeharto: Saya Mau Memperbaiki Golkar
Selasa, 12 Desember 2017 - 08:15

Titiek Soeharto Bantah Minta Restu Jokowi Dan PDIP Untuk Pimpin Golkar
Selasa, 12 Desember 2017 - 08:09

Mabes Polri: Kasus Ustadz Somad Tidak Berdampak Nasional, Cukup Ditangani Polda
Selasa, 12 Desember 2017 - 08:06

Panglima TNI Ingin Ngopi Bareng Orang yang Fitnah Istrinya
Senin, 11 Desember 2017 - 22:04

Dihadiri 12 Anggota DPRD Riau, Paripurna Empat Perda Batal Terlaksana
Senin, 11 Desember 2017 - 21:56

Tolak Ustaz Abdul Somad, Arya Wedakarna Dilaporkan ke BK DPD
Senin, 11 Desember 2017 - 21:51

Nelayan Rohil Tewas Usai Santap 6 Ekor Udang Galah
Senin, 11 Desember 2017 - 21:50

Bupati Wardan Saksikan Langsung Pelepasan Pawai Taaruf MTQ Riau ke-36
Senin, 11 Desember 2017 - 21:48

Dilengserkan PKS, Ini Pengganti Fahri Hamzah Sebagai Wakil Ketua DPR RI
Senin, 11 Desember 2017 - 21:41

Usung Sudrajat, Gerindra Buru PKS dan PAN
Senin, 11 Desember 2017 - 21:36

Jika Dibiarkan Persekusi Ustad Abdul Somad Dikhawatirkan Melebar
Senin, 11 Desember 2017 - 21:33

Barisan Umat Islam Riau Laporkan Penghadang Ustadz Abdul Somad Ke Polda
Senin, 11 Desember 2017 - 21:25

Hatrick dan Berturut, Penghargaan HAM Diperoleh Siak
Senin, 11 Desember 2017 - 21:15

Masyarakat Desa Sonde Berharap Pemda Meranti Bangun Kantor Desa yang Baru
Senin, 11 Desember 2017 - 21:04

100% Kafilah Bengkalis Anak Asli Daerah
Senin, 11 Desember 2017 - 20:30

Kemenag Dorong Islah Pihak Ustaz Somad dan Penolaknya
Senin, 11 Desember 2017 - 15:37

Wow... Harga Elpiji 3 Kg Di Bengkalis Capai Rp35 Ribu
Senin, 11 Desember 2017 - 15:32

PLN Padamkan Listrik Tujuh Hari Untuk Pemeliharaan
Senin, 11 Desember 2017 - 15:29

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com