Home
Populasi Harimau Sumatera Ditaksir Tinggal 400 Ekor | Pekanbaru Hujan Deras, Polantas Bantu Pengendara Yang Terjebak Banjir | Kuduk Anies Merinding Saat Cium Janggut Rasulullah | Rakyat Harus Pilih Pemimpin Yang Kembalikan UUD 1945 Asli | PPL dan Petani Basmi Hama Tikus di Lahan Sawah Bungaraya | Serentak se-Indonesia, KPU Siak Gelar Seni Budaya "Pemilu Berdaulat Negara Kuat"
Minggu, 22 April 2018
/ Peristiwa / 17:20:05 / Suara Habib Rizieq dari Arab Saudi: Rekonsiliasi atau Revolusi /
Suara Habib Rizieq dari Arab Saudi: Rekonsiliasi atau Revolusi
Sabtu, 17 Juni 2017 - 17:20:05 WIB

RIAUTRUST.com - Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab kembali melakukan komunikasi melalui telepon dari Arab Saudi. Ia berkomunikasi usai acara diskusi yang diselenggarakan oleh GNPF MUI di Hotel Balairung Matraman Jakarta Pusat, Jumat (16/6/2017).

Acara yang bertajuk Silaturahim dan Konsolidasi Nasional "Uji Shahih Alat Bukti Elektronik dalam Kasus Chatting HRS" itu, hadir sejumlah pihak menjadi pembicara. Di antaranya Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra, Pengacara Azis Yanuar, Ahli Telematika ITB Hermansyah, serta Dosen Hukum Pidana UI Akhiar Salmi.

Dalam sambungan teleponnya usai berbuka puasa, Rizieq menyinggung sejumlah hal. Termasuk alasan kenapa dia saat ini berada di Arab Saudi, meskipun kasus hukumnya sedang bergulir.

"Bahwa ketidakhadiran saya saat ini di Indonesia, perginya saya ke luar dari Indonesia ke tanah suci bukan bentuk pelarian dari tanggung jawab hukum. Akan tetapi merupakan bentuk perlawanan terhadap kezaliman, perlawanan terhadap kebatilan, perlawanan terhadap diselewengkannya hukum oleh para penegak hukum," kata Rizieq dalam sambungan teleponnya.

Terkait kasus hukumnya, Habib Rizieq mengaku masih menginginkan diselesaikan melalui jalur rekonsiliasi. Ia mendorong pemerintah untuk mengedepankan dialog dan musyawarah untuk menghentikan kegaduhan yang ada. Namun menurut Habib Rizieq, upaya rekonsiliasi tersebut selalu gagal karena ditolak oleh pihak pemerintah.

"Bagi saya di tanah suci, tentu saya selaku pembina GNPF MUI tetap ingin mengedepankan dialog dan musyawarah dengan lebih mengutamakan rekonsiliasi. Akan tetapi kalau rekonsiliasi gagal, kalau rekonsiliasi tetap ditolak oleh pihak di seberang sana, sementara para ulama terus menerus dikriminalisasi, para aktivis terus menerus diberangus kebebasannya, diberangus hak asasi manusianya, dan rakyat jelata terus menerus dipersulit, dan Islam juga terus menerus dimarjinalkan, maka tidak ada kata lain yang harus kita lakukan kecuali lawan," kata dia.

"Jadi sekarang pilihannya ada di hadapan pemerintah, rekonsiliasi atau revolusi," kata Habib Rizieq.

Berikut pernyataan lengkap Habib Rizieq dalam sambungan teleponnya:

Kenapa acara seperti ini harus diapresiasi? Bagi saya dan kawan-kawan yang peduli kepada persoalan kriminalisasi ulama dan aktivis, maka silaturahim maupun konsolidasi nasional seperti ini merupakan salah satu bentuk perlawanan. Bahkan, ini masuk kategori perlawanan cerdas. Sekali lagi saya sampaikan perlawanan cerdas.

Jadi bentuk perlawanan kita terhadap kezaliman, kebatilan, dan kemunkaran memang harus beragam, dan ini salah satu bentuk yang sangat efektif dan produktif, dengan menyerap pendapat para pakar, para ahli, untuk kemudian disosialisasikan ke masyarakat, agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam rekayasa-rekayasa dan penyesatan opini yang bersumber dari berbagai macam fitnah dan kebohongan.

Karena itu sekali lagi saya ucapkan terima kasih pada segenap panitia penyelenggara, seluruh pimpinan GNPF MUI, dan kepada segenap para pembicara serta para peserta, mudah-mudahan kumpulnya anda pada sore hari ini di tempat ini, akan menjadi penyebab turunnya rahmat dan barakah. Pada kesempatan ini secara khusus saya ingin menyampaikan terima kasih kepada bapak Profesor Yusril Ihza Mahendra yang telah banyak memberi kontribusi-kontribusi, pendapat-pendapat dan pernyataan-pernyataan yang sangat produktif dan sangat-sangat memperhatikan betul aspirasi Umat Islam seantero negeri.

Maka itu saya pernah katakan kepada beliau yang saya hormati, bahwa ketidakhadiran saya saat ini di Indonesia, perginya saya ke luar dari Indonesia ke tanah suci bukan bentuk pelarian dari tanggung jawab hukum, akan tetapi merupakan bentuk perlawanan terhadap kezaliman, perlawanan terhadap kebatilan, perlawanan terhadap diselewengkannya hukum oleh para penegak hukum.

Karena itu sekali lagi. Saya juga menyampaikan apresiasi kepada kepada beliau di mana beliau juga telah memberikan usulan-usulan dan saran-saran yang luar biasa, di antaranya adalah usulan tentang rekonsiliasi ulama dan umarah. Ini satu usulan yang brilian karena pada dasarnya GNPF MUI jauh dari sebelum digelarnya aksi bela Islam 1, 2, 3, dan seterusnya, itu telah mengajukan permohonan kepada pemerintah untuk kita duduk dialog, untuk kita duduk musyawarah, terhadap berbagai macam persoalan bangsa.

Tapi semua permohonan tersebut selalu ditolak, selalu diabaikan, entah apa sebabnya. Tapi yang jelas, para habaib dan para ulama di GNPF MUI tidak pernah bosan, terus menerus menyerukan dialog dan musyawarah untuk mewujudkan rekonsiliasi. Karena itu kepada bapak Yusril Ihza Mahendra maupun kawan-kawan yang lainnya perlu membuat satu format yang tepat bagaimana rekonsiliasi yang bisa mengantarkan kepada kedamaian dan menyetop segala kegaduhan.

Bagi saya di tanah suci, tentu saya selaku pembina GNPF MUI tetap ingin mengedepankan dialog dan musyawarah dengan lebih mengutamakan rekonsiliasi. Akan tetapi kalau rekonsiliasi gagal, kalau rekonsiliasi tetap ditolak oleh pihak di seberang sana, sementara para ulama terus menerus dikriminalisasi, para aktivis terus menerus diberangus kebebasannya, diberangus hak asasi manusianya, dan rakyat jelata terus menerus dipersulit, dan Islam juga terus menerus dimarjinalkan, maka tidak ada kata lain yang harus kita lakukan kecuali lawan.

Jadi sekarang pilihannya ada di hadapan pemerintah, rekonsiliasi atau revolusi.

Itu saja yang bisa sampaikan dari tanah suci, semoga anda semua senantiasa dilindungi diberkahi Allah SWT, sampai jumpa di tanah air, selamat berbuka puasa. [kumparan]

   
 
Hari Ini, 1000 Sertifikat Tanah Warga Sik Dibagikan
Jumat, 20 April 2018 - 15:53

Selain Lakukan Pemerasan, Pemilik Swalayan Top 99 Juga Larang Karyawatinya Berjilbab?
Jumat, 20 April 2018 - 15:31

Mahfud MD: Lawan Jokowi Bukan Prabowo, Tapi Gatot Nurmantyo
Jumat, 20 April 2018 - 14:12

Pernyataan Moeldoko Bukti Istana Takut Dengan Kebangkitan Umat Islam
Jumat, 20 April 2018 - 14:08

Bupati Amril Dijadwalkan Hadiri Pelatihan Keterampilan Berusaha Season 8
Jumat, 20 April 2018 - 14:01

Saatnya Perjuangkan Ekonomi Umat
Jumat, 20 April 2018 - 13:52

Warga Panipahan Tanggal 27 Tikam Nomor urut 1
Jumat, 20 April 2018 - 13:48

Tokoh Masyarakat Dua Kecamatan Rapatkan Barisan Menangkan Syamsuar-Edi
Jumat, 20 April 2018 - 13:44

Pelaksanaan TMMD Kodim 0314/Inhil di Keritang Memasuki Hari ke-19
Jumat, 20 April 2018 - 13:39

Bupati Kampar Ajak Seluruh Masyarakat Menabung Di Bank Riau Kepri
Jumat, 20 April 2018 - 13:35

Sekda Inhil Pelajari Sistem Adminduk Kota Tangerang Selatan
Jumat, 20 April 2018 - 13:29

Mudahkan ASN yang Akan Pensiun,
Pemkab Inhil Bersama PT Taspen dan Bank Mandiri Syariah Gelar Sosialisasi Layanan Klaim Otomatis
Jumat, 20 April 2018 - 13:27

Dishub Bengkalis Kurangi Jadwal Keberangkatan Penyeberangan, Ini Alasannya
Kamis, 19 April 2018 - 21:19

Speed Boat Karya Budi Tenggelam di Perairan Indragiri
Kamis, 19 April 2018 - 21:12

Tinggal 4 Perusahaan yang Ekspor Cangkang Sawit Akibat Pajak Tinggi, 2 Dari Riau
Kamis, 19 April 2018 - 20:57

Program ICCTF di Sungai Tohor, Pemkab Meranti dan UR Panen Raya Ikan Keli
Kamis, 19 April 2018 - 20:54

Kapal Banyak Masuk, DPRD Riau Minta Pemprov Lirik Pendapatan di Pesisir
Kamis, 19 April 2018 - 20:50

Cawapres Prabowo Sudah Mengerucut Ke Gatot, Anies Dan TGB
Kamis, 19 April 2018 - 20:40

Survei: Kebanyakan Pemilih Jokowi Berpendidikan SMP Ke Bawah
Kamis, 19 April 2018 - 20:34

Karyawan Ini Ketahuan Mengutil di Swalayan Top 99, Pemilik Swalayan Malah Peras Rp 24 Juta
Kamis, 19 April 2018 - 20:24

Setelah Diperiksa Polisi, Pelapor Rocky Gerung Bingung Langkah Ke Depannya
Kamis, 19 April 2018 - 14:50

Ustaz Somad Minta Umat Gemar Membaca dan Menulis
Kamis, 19 April 2018 - 14:39

Kasus Sukmawati Masih Ditangani Polda Metro Jaya
Kamis, 19 April 2018 - 14:38

Wakapolri: Anggota Polri Diamkan Peredaran Miras Ditindak
Kamis, 19 April 2018 - 14:03

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com