Home
HTI RAPP Berhenti Beroperasi, Pemkab Siak Mulai Kaji Ancaman PHK | Ribut Pribumi karena Ada yang Membuka Jin dari Botol | Dukung Program Pusat,Pemkab Inhil Persiapkan Penerapan Transaksi Non Tunai | Jokowi Menikmati Manuver Gatot, Buktinya Sampai Sekarang Tidak Dipecat | Tolak Perppu Ormas, Gerindra Kompori Parpol Koalisi Pemerintah | Margarito: Densus Tipikor Akan Menguntungkan Jokowi
Sabtu, 21 Oktober 2017
/ Peristiwa / 17:20:05 / Suara Habib Rizieq dari Arab Saudi: Rekonsiliasi atau Revolusi /
Suara Habib Rizieq dari Arab Saudi: Rekonsiliasi atau Revolusi
Sabtu, 17 Juni 2017 - 17:20:05 WIB

RIAUTRUST.com - Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab kembali melakukan komunikasi melalui telepon dari Arab Saudi. Ia berkomunikasi usai acara diskusi yang diselenggarakan oleh GNPF MUI di Hotel Balairung Matraman Jakarta Pusat, Jumat (16/6/2017).

Acara yang bertajuk Silaturahim dan Konsolidasi Nasional "Uji Shahih Alat Bukti Elektronik dalam Kasus Chatting HRS" itu, hadir sejumlah pihak menjadi pembicara. Di antaranya Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra, Pengacara Azis Yanuar, Ahli Telematika ITB Hermansyah, serta Dosen Hukum Pidana UI Akhiar Salmi.

Dalam sambungan teleponnya usai berbuka puasa, Rizieq menyinggung sejumlah hal. Termasuk alasan kenapa dia saat ini berada di Arab Saudi, meskipun kasus hukumnya sedang bergulir.

"Bahwa ketidakhadiran saya saat ini di Indonesia, perginya saya ke luar dari Indonesia ke tanah suci bukan bentuk pelarian dari tanggung jawab hukum. Akan tetapi merupakan bentuk perlawanan terhadap kezaliman, perlawanan terhadap kebatilan, perlawanan terhadap diselewengkannya hukum oleh para penegak hukum," kata Rizieq dalam sambungan teleponnya.

Terkait kasus hukumnya, Habib Rizieq mengaku masih menginginkan diselesaikan melalui jalur rekonsiliasi. Ia mendorong pemerintah untuk mengedepankan dialog dan musyawarah untuk menghentikan kegaduhan yang ada. Namun menurut Habib Rizieq, upaya rekonsiliasi tersebut selalu gagal karena ditolak oleh pihak pemerintah.

"Bagi saya di tanah suci, tentu saya selaku pembina GNPF MUI tetap ingin mengedepankan dialog dan musyawarah dengan lebih mengutamakan rekonsiliasi. Akan tetapi kalau rekonsiliasi gagal, kalau rekonsiliasi tetap ditolak oleh pihak di seberang sana, sementara para ulama terus menerus dikriminalisasi, para aktivis terus menerus diberangus kebebasannya, diberangus hak asasi manusianya, dan rakyat jelata terus menerus dipersulit, dan Islam juga terus menerus dimarjinalkan, maka tidak ada kata lain yang harus kita lakukan kecuali lawan," kata dia.

"Jadi sekarang pilihannya ada di hadapan pemerintah, rekonsiliasi atau revolusi," kata Habib Rizieq.

Berikut pernyataan lengkap Habib Rizieq dalam sambungan teleponnya:

Kenapa acara seperti ini harus diapresiasi? Bagi saya dan kawan-kawan yang peduli kepada persoalan kriminalisasi ulama dan aktivis, maka silaturahim maupun konsolidasi nasional seperti ini merupakan salah satu bentuk perlawanan. Bahkan, ini masuk kategori perlawanan cerdas. Sekali lagi saya sampaikan perlawanan cerdas.

Jadi bentuk perlawanan kita terhadap kezaliman, kebatilan, dan kemunkaran memang harus beragam, dan ini salah satu bentuk yang sangat efektif dan produktif, dengan menyerap pendapat para pakar, para ahli, untuk kemudian disosialisasikan ke masyarakat, agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam rekayasa-rekayasa dan penyesatan opini yang bersumber dari berbagai macam fitnah dan kebohongan.

Karena itu sekali lagi saya ucapkan terima kasih pada segenap panitia penyelenggara, seluruh pimpinan GNPF MUI, dan kepada segenap para pembicara serta para peserta, mudah-mudahan kumpulnya anda pada sore hari ini di tempat ini, akan menjadi penyebab turunnya rahmat dan barakah. Pada kesempatan ini secara khusus saya ingin menyampaikan terima kasih kepada bapak Profesor Yusril Ihza Mahendra yang telah banyak memberi kontribusi-kontribusi, pendapat-pendapat dan pernyataan-pernyataan yang sangat produktif dan sangat-sangat memperhatikan betul aspirasi Umat Islam seantero negeri.

Maka itu saya pernah katakan kepada beliau yang saya hormati, bahwa ketidakhadiran saya saat ini di Indonesia, perginya saya ke luar dari Indonesia ke tanah suci bukan bentuk pelarian dari tanggung jawab hukum, akan tetapi merupakan bentuk perlawanan terhadap kezaliman, perlawanan terhadap kebatilan, perlawanan terhadap diselewengkannya hukum oleh para penegak hukum.

Karena itu sekali lagi. Saya juga menyampaikan apresiasi kepada kepada beliau di mana beliau juga telah memberikan usulan-usulan dan saran-saran yang luar biasa, di antaranya adalah usulan tentang rekonsiliasi ulama dan umarah. Ini satu usulan yang brilian karena pada dasarnya GNPF MUI jauh dari sebelum digelarnya aksi bela Islam 1, 2, 3, dan seterusnya, itu telah mengajukan permohonan kepada pemerintah untuk kita duduk dialog, untuk kita duduk musyawarah, terhadap berbagai macam persoalan bangsa.

Tapi semua permohonan tersebut selalu ditolak, selalu diabaikan, entah apa sebabnya. Tapi yang jelas, para habaib dan para ulama di GNPF MUI tidak pernah bosan, terus menerus menyerukan dialog dan musyawarah untuk mewujudkan rekonsiliasi. Karena itu kepada bapak Yusril Ihza Mahendra maupun kawan-kawan yang lainnya perlu membuat satu format yang tepat bagaimana rekonsiliasi yang bisa mengantarkan kepada kedamaian dan menyetop segala kegaduhan.

Bagi saya di tanah suci, tentu saya selaku pembina GNPF MUI tetap ingin mengedepankan dialog dan musyawarah dengan lebih mengutamakan rekonsiliasi. Akan tetapi kalau rekonsiliasi gagal, kalau rekonsiliasi tetap ditolak oleh pihak di seberang sana, sementara para ulama terus menerus dikriminalisasi, para aktivis terus menerus diberangus kebebasannya, diberangus hak asasi manusianya, dan rakyat jelata terus menerus dipersulit, dan Islam juga terus menerus dimarjinalkan, maka tidak ada kata lain yang harus kita lakukan kecuali lawan.

Jadi sekarang pilihannya ada di hadapan pemerintah, rekonsiliasi atau revolusi.

Itu saja yang bisa sampaikan dari tanah suci, semoga anda semua senantiasa dilindungi diberkahi Allah SWT, sampai jumpa di tanah air, selamat berbuka puasa. [kumparan]

   
 
Ketum Golkar Dikabarkan Retujui Duet Andi-Suyatno
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:54

PILPRES 2019: AHY Kandidat Terkuat Demokrat
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:49

KPK Diingatkan Tak Gegabah Tetapkan Setya Novanto Sebagai Tersangka
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:43

Ngadu ke Bawaslu, PBB Yakin Penuhi Persyaratan KPU
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:36

Allah Menangguhkan Azab Para Pendosa
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:27

Jalan Rusak, Rute "Tour de Siak" Hingga Malaka Dibatalkan
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:25

Motif Ombak Bono Dalam Batik Raup Omzet Hingga Rp300 Juta
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:23

Pulau-pulau Reklamasi Sebaiknya Dijadikan Pangkalan Militer
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:15

Keliru Anies Dilaporkan Ke Polisi
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:11

Aktifitas Bongkar Muat di Pelabuhan Tikus, BC Selatpanjang Tutup Mata?
Jumat, 20 Oktober 2017 - 15:52

Pemerintah Jokowi Dinilai Menjauh dari Cita-cita Reformasi
Jumat, 20 Oktober 2017 - 08:44

Qualcomm Pamer Smartphone 5G Pertama
Jumat, 20 Oktober 2017 - 08:40

Walhi Kasih Saran Kepada Anies Terkait Reklamasi
Jumat, 20 Oktober 2017 - 08:36

RAPP Terancam Setop Operasi
Jumat, 20 Oktober 2017 - 08:27

Terlanjur Pamer Aurat di Sosial Media
Jumat, 20 Oktober 2017 - 08:22

Orang Indonesia Paling Sering Plesir ke Singapura
Jumat, 20 Oktober 2017 - 08:19

Nokia 7 Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5,1 Juta
Jumat, 20 Oktober 2017 - 08:14

Pemko Dumai Targetkan 4.000 Wanita Menikah Lakukan Pemeriksaan Kanker Serviks
Jumat, 20 Oktober 2017 - 07:59

Sadis, Suami Kapak Istrinya Hingga Tewas di Desa Muara Takus
Jumat, 20 Oktober 2017 - 07:55

Tersandung Korupsi Lampu Jalan Pekanbaru, Dua Anggota LSM Ditahan
Jumat, 20 Oktober 2017 - 07:49

Alumni ITB Bantah Klaim Luhut, Hasil Kajian Tolak Reklamasi
Kamis, 19 Oktober 2017 - 22:01

Valentino Rossi Sebut Yamaha dalam Situasi Sulit
Kamis, 19 Oktober 2017 - 21:58

Hutan Tanaman Industri Berhenti Operasi, RAPP Terancam Tutup
Kamis, 19 Oktober 2017 - 21:52

Anies Kembali Dilaporkan ke Bareskrim Polri
Kamis, 19 Oktober 2017 - 21:50

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com