Home
Aparat Tutup Mata, Bahan Baku Galangan Kapal Milik Ationg dari Hasil Ilegal Logging | Progres Tol Pekanbaru - Dumai Digesa | Anies Baswedan Dirayu Pengembang Reklamasi Rp 77 Triliun | 10 Capres Elektabilitas Tertinggi, Wow Anies Baswedan Melesat | Anies Evaluasi Proyek-Proyek di Jakarta | MK Dinilai Rusak Demokrasi Jika tak Batalkan PT 20 Persen
Selasa, 24 Oktober 2017
/ Nasional / 13:25:01 / Yusril akan Mediasi GNPF MUI dengan Pemerintah /
Yusril akan Mediasi GNPF MUI dengan Pemerintah
Senin, 19 Juni 2017 - 13:25:01 WIB

JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra mengaku akan memenuhi tawaran Habib Rizieq Syihab agar ia membentuk forum rekonsiliasi antara GNPF MUI dengan pemerintah. Permintaan Habib Rizieq itu disampaikan melalui rekaman suara usai acara talkshow kasus Rizieq di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta, Jumat (16/6) lalu.

Yusril mengatakan bersedia menjembatani para ulama dan aktivis dengan pemerintah. Dia siap mengajukan formula rekonsiliasi yang dinilainya dapat diterima kedua pihak demi kesatuan dan persatuan bangsa.

"Anda kan tahu, posisi saya berada di tengah, Insyaallah hubungan pribadi saya dengan para ulama/muballigh dan tokoh-tokoh aktivis, begitu juga hubungan saya dengan tokoh-tokoh kunci baik di pemerintahan maupun di badan legislatif dan yudikatif sangatlah baik," kata Yusril melalui keterangannya, Ahad (18/6).

Yusril berpendapat adanya rekonsiliasi antara GNPF MUI, Habib Rizieq dan sejumlah tokoh ulama yang lain, serta para aktivis yang dituduh makar sangatlah penting bagi memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa. Yusril berkeyakinan para tokoh itu semuanya beriktikad bagi untuk memajukan umat, bangsa dan negara. Mereka sering berbeda pendapat dengan pemerintah dinilainya adalah hal wajar dalam kehidupan demokrasi.

Sebaliknya juga, pemerintah kini sedang menghadapi tantangan besar dalam melanjutkan pembangunan bangsa dan negara. Untuk menyelesaikan tantangan itu, pemerintah memerlukan stabilitas sosial dan politik, keamanan yang kondusif, serta dukungan dari seluruh komponen bangsa.

"Energi pemerintah harus difokuskan untuk menyelesaikan persoalan ekonomi dan pembangunan bangsa seluruhnya,  sehingga beban-beban lain di bidang politik mestinya bisa dikurangi," kata dia.

Yusril mengatakan dia mengenal baik Habib Rizieq dan sejumlah ulama/muballigh serta aktivis yang sekarang ini sedang menghapi berbagai permasalahan hukum. Kasus-kasus yang dihadapi sedang berada di tahap penyelidikan dan penyidikan. Terhadap permasalahan itu, Yusril mengatakan, pemerintah seyogianya bersikap bijak dan mengedepankan dialog serta langkah persuasif, bukannya melakukan langkah penegakan hukum yang potensial menuai kontroversi terhadap mereka.

Untuk itulah, pemerintah dinilai perlu melakukan pendekatan baru yang lebih simpatik dengan merangkul  tokoh-tokoh ulama dan aktivis yang berada di luar pemrintah. Dengan demikian, tidak perlu ada suasana tegang, apalagi timbul anggapan pemerintah melakukan "kriminalisasi" terhadap ulama dan aktivis.

"Saya berkeyakinan, Presiden Jokowi tidak mungkin akan mempunyai pikiran untuk mengkriminalkan ulama dan aktivis. Karena itu mispersepsi dalam penegakan hukum ini, harus dicarikan jalan keluarnya," kata Yusril. [rol]

   
 
Nih! 5 Fakta Menarik Black Hole yang Perlu Anda Ketahui
Senin, 23 Oktober 2017 - 10:12

Kuok Adventure Motor Trail Akan Jadi Destinasi Wisata Kampar
Senin, 23 Oktober 2017 - 09:49

Kemas Gelar Menaja Kata Jilid III dalam Rangka Sumpah Pemuda
Senin, 23 Oktober 2017 - 09:42

Bupati Inhil dan Istri Jenguk Annisah, Bocah 11 Tahun Penderita Tumor Ganas
Senin, 23 Oktober 2017 - 09:39

Duet Andi-Suyatno Dikabarkan Direstui Ketum Golkar
Senin, 23 Oktober 2017 - 09:35

Gerindra Ngotot Tolak Perppu Ormas, Ini Alasannya
Senin, 23 Oktober 2017 - 09:29

Waduh! Elektabilitas Pak Jokowi Masih di Bawah 30 Persen
Senin, 23 Oktober 2017 - 09:24

Terpercik Api Las, Sepeda Motor Pria di Selatpanjang Ini Hangus
Senin, 23 Oktober 2017 - 09:15

Kenapa Cowok Sejati Harus Tetap Nyetir Mobil
Senin, 23 Oktober 2017 - 09:08

Pengakuan Deddy Corbuzier, Ayahnya Sopir Mikrolet
Senin, 23 Oktober 2017 - 08:55

Jangan Cuma Densus Tipikor, Densus Anti-Hama Juga Diperlukan Petani
Senin, 23 Oktober 2017 - 08:44

Polisi Amankan Ribuan Bungkus Rokok Ilegal di Siak
Senin, 23 Oktober 2017 - 08:38

Persatuan Jaksa: Densus Tipikor tak Bisa Lakukan Penuntutan
Senin, 23 Oktober 2017 - 08:28

Populasi Muslim di Kanada Berkembang Pesat
Senin, 23 Oktober 2017 - 08:25

Barcelona akan Tawarkan Kontrak Seumur Hidup untuk Messi
Senin, 23 Oktober 2017 - 08:23

Menteri LHK: RAPP tidak Mau Ikuti Aturan Pemerintah
Senin, 23 Oktober 2017 - 08:21

Penolakan AS Atas Panglima TNI Dipertanyakan Banyak Pihak
Senin, 23 Oktober 2017 - 08:16

Egy Maulana Vikri Diinginkan 3 Klub Eropa
Minggu, 22 Oktober 2017 - 21:09

Pelindo Upayakan Serap Potensi Ekspor 13 Juta Ton CPO Riau
Minggu, 22 Oktober 2017 - 20:54

Kapolda Riau Klarifikasi Berita Negara Tak Butuh Tentara, Konteksnya Berbeda
Minggu, 22 Oktober 2017 - 20:48

Fadli Zon: Infrastruktur dari Utang Persulit Pemerintah
Minggu, 22 Oktober 2017 - 20:41

Anies Siapkan Program untuk Pondok Pesantren
Minggu, 22 Oktober 2017 - 20:38

Elektabilitas Prabowo Tempel Jokowi, Ini Kata Gerindra
Minggu, 22 Oktober 2017 - 18:38

Reklamasi Dilanjutkan, HMI Minta Jokowi Copot Menteri Luhut
Minggu, 22 Oktober 2017 - 18:26

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com