Home
Hotman: SMS Hary Tanoe Berisi Bahasa Idealisme Bukan Ancaman | Gubri Siap Lepas Ribuan Peserta Pawai Takbir | Rusak Berat, Pemudik Keluhkan Kondisi Jalan Menuju Pelabuhan Tanjung Buton | Ramalan Jack Ma Tentang Pekerjaan Bergaji Tinggi di Masa Depan | Siap-siap Basah! Seluruh Riau Berpeluang Diguyur Hujan Jelang Shalat Ied | Amien Rais akan Berlebaran di Pekanbaru
Rabu, 28 Juni 2017
/ Metropolitan / 13:56:58 / Kakan Kemenag Riau: Full Day School Jangan Sampai Matikan Madrasah /
Kakan Kemenag Riau: Full Day School Jangan Sampai Matikan Madrasah
Senin, 19 Juni 2017 - 13:56:58 WIB

PEKANBARU - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau meminta, kebijakan lima hari sekolah atau "full day school" tidak mematikan sekolah pendidikan agama atau madrasah.

"Kita berharap, kebijakan itu (full day school) tidak mengurangi peran madrasah di Riau," ucap Kepala Kemenag Provinsi Riau, Ahmad Supardi Hasibuan di Pekanbaru, Senin.

Ia menyebut, waktu normal pembelajaran di sekolah dimulai dari pukul 07.00 Wib sampai 14.00 WIB. Belajar di madrasah diniyah dari pukul 15.00 Wib hingga 18.00 Wib, dan di rumah pada malam hari.

Seperti Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) secara umum merupakan milik masyarakat setempat, dan dibiayai sepenuhnya oleh mereka.

Keberadaan MDTA telah terbukti dan teruji dalam membina serta mendidik anak-anak di bidang pendidikan agama, karena di sekolah mereka cuma mendapatkan sedikit yakni tiga jam pelajaran agama dalam sepekan.

"Jika bukan hal ini yang diterapkan, maka full day school ini akan mematikan MDTA dan madrasah diniyah. Jumlahnya madrasah cukup banyak, dan berada di setiap masjid di Riau," katanya.

Menurutnya, kebijakan pemerintah mulai tahun ajaran 2017/2018 akan memberlakukan kegiatan belajar penuh satu hari bagi anak usia sekolah bertujuan baik, terutama di daerah.

Pihak sekolah akan lebih meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengoptimalkan dan secara bersama-sama menerapkan tiga basis pendidikan yakni sekolah, lalu di rumah atau keluarga, dan lingkungan.

Sebab, katanya, pendidikan tidak cuma diberikan sekolah atau madrasah saja, melainkan didapat dari tempat tinggalnya, dan lingkungan sekitar turut mempengaruhi pola pikirnya.

"Kalau ini dimaksudkan, maka full day school sangat bagus. Anak didik bisa tetap belajar di MDTA, pondok pesantren, madrasah diniyah, dan yang sejenis," tegasnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy pekan lalu mengatakan, penerapan kebijakan delapan jam belajar dengan lima hari sekolah di tahun ajaran 2017/2018 menguntungkan madrasah diniyah.

"Justru dengan semakin banyak waktu siswa belajar, maka madrasah diniyah dapat diintegrasikan dengan pembentukan karakter. Madrasah diniyah justru diuntungkan karena akan tumbuh dijadikan sebagai salah satu sumber belajar yang dapat bersinergi dengan sekolah dalam menguatkan nilai karakter religius," ujarnya.

Dia menjelaskan melalui pendidikan belajar delapan jam itu, jangan dibayangkan siswa akan berada di kelas sepanjang hari.

"Nantinya guru akan mendorong siswa untuk belajar dengan berbagai metode seperti bermain peran dan dari bermacam-macam sumber belajar, bisa dari seniman, petani, ustadz, pendeta. Banyak sumber yang bisa terlibat, tetapi guru harus tetap bertanggung jawab pada aktivitas siswanya," tambah dia.

Kebijakan itu merupakan implementasi dari program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang menitik beratkan lima nilai utama, yaitu religius, nasionalis, gotong royong, mandiri, dan integritas.

"Peraturan terkait hal tersebut segera diterbitkan dan segera kita sosialisasikan," cetus dia. [Antara]

   
 
Bareskrim Cekal HT Bepergian ke Luar Negeri
Jumat, 23 Juni 2017 - 23:02

Paspor Habib Rizieq Bakal Dicabut...
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:57

Pemerintah Tetapkan Harga BBM Baru, Cek Daftarnya
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:52

Malam Ini Jemaah Naqsabandiyah Takbiran
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:49

Warga: Ini Banjir Paling Parah di Pekanbaru
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:45

Hary Tanoe Ditetapkan Sebagai Tersangka
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:39

Penting Pilih Bahan Makanan Sehat dan Terjamin
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:32

Pilot Terjebak Banjir Pekanbaru, Dua Pesawat Terlambat Terbang
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:31

Banjir Terus Genangi Daerah Sepanjang Sungai Sail Pekanbaru
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:27

Gubernur: Solusi Banjir Pekanbaru Butuh Koordinasi Semua Pihak
Jumat, 23 Juni 2017 - 22:24

Geger Pria Diduga Kades di Mojokerto Tidur di Atas Tumpukan Uang
Jumat, 23 Juni 2017 - 15:19

Basement Grand Central Hotel Pekanbaru Tergenang Air Setinggi 2 Meter Lebih
Jumat, 23 Juni 2017 - 15:15

Sisir Tempat Keramaian, Polda Riau Tekan Angka Premanisme Jelang Lebaran
Jumat, 23 Juni 2017 - 15:13

Alasan Ahok Harus Dipindah dari Mako Brimob Versi IPW
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:59

Jamaah Naqsabandiyah Jalani Puasa Hari Terakhir
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:52

Jasa Penyewaan Mobil 'Banjir' Rezeki Tahunan
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:44

Arab Buat 13 Tuntutan untuk Qatar, Termasuk Tutup Aljazirah
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:41

Kecelakaan di Jalan Mulus, Empat Warga Riau Meninggal Dunia di Jambi
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:31

Banjir Jadi Kado HUT Pekanbaru ke 233
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:27

Mohamed Salah, Pemain Termahal Sepanjang Sejarah Liverpool
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:25

Berani, Turki Kirim Tentara dan Mobil Lapis Baja ke Qatar
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:22

Petinggi PKS Heran Ahok Masih Ditahan di Mako Brimob
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:20

Gubri Minta Pariwisata Pekanbaru Lebih Menggeliat
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:17

Batalkah Puasa Wajib tanpa Udzur? Ini Hukumnya!
Jumat, 23 Juni 2017 - 09:57

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com