Home
Dokumen Tak Lengkap, Partai Idaman dan 12 Parpol Tak Ikut Pemilu | Wapres Jusuf Kalla Bela Anies Baswedan soal "Pribumi" | Tanggul Jebol, Limbah Pabrik PKS PT EMA Kepenuhan Cemari Sungai | Pakar Kritisi Sifat Kegentingan Memaksa Perppu Ormas | Ini Alasan JK tak Setuju Densus Tipikor | Soal Reklamasi, Luhut: Silahkan Anies dan Sandi Temui Saya
Rabu, 18 Oktober 2017
/ Nasional / 18:08:57 / Presiden Tak Perlu Mengatur Program Full Day School /
Presiden Tak Perlu Mengatur Program Full Day School
Sabtu, 12 Agustus 2017 - 18:08:57 WIB

JAKARTA - Presiden Jokowi diminta agar tidak memasukkan program full day school di dalam Peraturan Presiden tentang Penguatan Karakter.

Menurut Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya’roni, full day school atau FDS itu akan menggusur sekolah-sekolah Madrasah Diniyah. Karena itu, rencana Presiden mengeluarkan Pepres tentang Penguatan Karakter untuk menggantikan Permendikbud yang mengatur tentang full day school tidak perlu.
 
"Tidak perlu ada Perpres mengatur full day school. Bukan karena semata-mata akan menggusur Madrasah Diniyah, biarlah ini menjadi hak paten NU. Tetapi ada sejumlah pertimbangan lainnya,” ujar Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya’roni, Sabtu (12/8).
 
Pertimbangannya, lanjut dia, pertama, FDS itu cocok untuk kelas menengah ke atas dimana kedua orang tuanya sibuk kerja.
 
"Akhirnya memasukkan anak ke sekolah FDS. Hitung-hitung sebagai penitipan anak. Bagi orang menengah ke bawah yang orang tuaya punya waktu luang, tentu akan menjadikan keluarga sebagai sarana utama pendidikan anak,” ujar Sya’roni.
 
Kedua, FDS akan menyusahkan orang-orang yang kurang mampu, karena harus menyiapkan ongkos yang banyak dan bekal makan yang cukup, tentu dengan lauk yang tidak malu-maluin.
 
"Kalau di rumah bisa lauk apa saja. Bagi orang kaya ini tidak masalah karena anaknya dikawal sopir dan pembantu yang siap melayani kebutuhan anak. Lah, anaknya orang tidak mampu bagaimana? Apakah ongkos dua ribu rupiah cukup untuk seharian? Sementara anak orang kaya ongkosnya 20 ribu rupiah,” ujarnya.
 
Ketiga, FDS juga akan merenggut hak anak untuk bermain. Padahal, masa anak-anak adalah masa terindah untuk bermain. Pendidikan informal di lingkungan sekitar tentu akan lebih bermanfaat dibandingkan pendidikan formal yang terlalu kepanjangan.
 
"Keceriaan dan kebahagiaan anak di atas segala-galanya. Pemerintah jangan merenggutnya melalui kebijakan FDS. Ingat ya dulu waktu masih anak-anak bisa bermain apa saja, sekarang kasih kesempatan ke anak-anak juga, emang bapak/ibunya doang yang pingin main?” ujarnya. [RMOL]

   
 
Politisi Sebut Taj Mahal Bukan Budaya India
Rabu, 18 Oktober 2017 - 08:22

Karni Ilyas Ungkap Reporternya Diusir di Kawasan Reklamasi
Rabu, 18 Oktober 2017 - 08:18

Panglima: Jangan Sekali-kali Kita Jadi Pengkhianat Bangsa
Rabu, 18 Oktober 2017 - 05:47

Bupati Inhil Paparkan Potensi Daerah Di Hadapan Investor Malaysia
Rabu, 18 Oktober 2017 - 05:40

Setdaprov Riau Sebut Realisasi APBD Baru Mencapai 47,5 Persen
Rabu, 18 Oktober 2017 - 05:37

Berikut Harga Kelapa Sawit Minggu Ini
Rabu, 18 Oktober 2017 - 05:32

Tanjak Dirancang Jadi Ikon Souvenir di Riau
Rabu, 18 Oktober 2017 - 05:30

Polres Siak dan Pemkab Siak MoU Untu Rekrutmen Polri
Rabu, 18 Oktober 2017 - 05:25

Pemko Selesaikan Ganti Rugi Lahan Jalan Soebrantas
Rabu, 18 Oktober 2017 - 05:23

Ini Pesan JK untuk Anies-Sandi Bangun Jakarta
Selasa, 17 Oktober 2017 - 16:44

Demokrat Jakarta: Anies Mau Tunjukkan Diri Berpihak Pada Warga Miskin
Selasa, 17 Oktober 2017 - 16:42

Giliran Organda Sumbar Tolak Angkutan Online Beroperasi
Selasa, 17 Oktober 2017 - 16:40

Sandiaga Uno Penuhi Nazar, Tak Bakal Terima Gaji Sebagai Wagub
Selasa, 17 Oktober 2017 - 16:37

Sekdaprov Riau Ungkap Alasan Anggaran Beasiswa Dicoret
Selasa, 17 Oktober 2017 - 16:30

Dispar Riau Kembangkan Tanjak Melayu Sebagai Souvenir
Selasa, 17 Oktober 2017 - 16:26

Gerombolan IQ Satu Digit
Selasa, 17 Oktober 2017 - 16:20

Anies Tegaskan Masih Tolak Reklamasi
Selasa, 17 Oktober 2017 - 16:09

Dewan Inhil Sebut Banyak Masyarakat Miskin Belum Tercover Kuota BPJS
Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:55

Bupati dan Kapolres Inhil Sepakat Bina Siswa Berprestasi
Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:54

Harris- Yopi Maju Di Pilgubri, Ini Kemungkinan Terbesarnya
Selasa, 17 Oktober 2017 - 13:08

BRK Raih Juara I Lomba Perpustakaan Khusus Tingkat Provinsi Riau 2017
Selasa, 17 Oktober 2017 - 12:57

215 mahasiswa Stikes hang tuah Pekanbaru belajar di Siak
Selasa, 17 Oktober 2017 - 12:49

RTRW, Pemprov Tunggu Keputusan Pusat
Selasa, 17 Oktober 2017 - 12:44

Luhut: Enggak Ada Pribumi dan Non Pribumi
Selasa, 17 Oktober 2017 - 12:38

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com