Home
Dihadiri Wakapolda Riau, Disnakertrans Riau Sosialisasi Implementasi UU Cipker di PT IKPP Tualang | Dengan Listrik Masuk Desa Bupati Inhil Ungkapkan Sangat Menunjang Ekonomi Masyarakat Inhil | Kejati Riau Usut Dugaan Korupsi Jalan Kampung Pinang-Teluk Jering Kampar | Gubri Harap Program Desa Berlistrik Juga Dirasakan Masyarakat Pulau | Mulai 2 November Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Berbayar | Begini Penjelasan Kasat PJR Polda Riau, Terkait Beredar Video Begal di Tol Pekanbaru-Dumai
Rabu, 28 Oktober 2020
/ Ekbis / 09:48:52 / Heboh Bocornya Surat Sri Mulyani dan Bos Besar Freeport /
Heboh Bocornya Surat Sri Mulyani dan Bos Besar Freeport
Senin, 02 Oktober 2017 - 09:48:52 WIB

JAKARTA - Dua berita surat bocor mewarnai sektor energi dan tambang sepanjang pekan kemarin. Pertama, bocornya surat Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, soal kondisi keuangan PLN. Surat itu ditujukan ke Menteri ESDM, Ignasius Jonan, dan Menteri BUMN, Rini Soemarno.

Kedua, beredarnya surat CEO Freeport-McMoRan Inc, Richard Adkerson, kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Hadiyanto.

Lantas, kenapa bocornya kedua surat itu bikin heboh? Surat Sri Mulyani kepada Jonan dan Rini dirilis 19 September 2017, dengan nomor S-781/MK.08/2017 bersifat penting dan segera.

Dalam surat tersebut, Sri Mulyani menjelaskan kondisi keuangan PLN mengkhawatirkan besarnya kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman yang tidak didukung pertumbuhan kas bersih operasi. Ada potensi terjadinya gagal bayar.

Kondisi tersebut bakal memburuk, karena PLN harus investasi untuk program pembangunan 35.000 MW yang merupakan penugasan pemerintah.

Kekhawatiran Sri Mulyani seakan membenarkan ramalan Rizal Ramli soal kondisi keuangan PLN terkait program 35.000 MW. Rizal buka suara mengkritik 35.000 MW saat masih menjabat Menteri Koordinator Kemaritiman 2015 lalu.

Menurut Rizal, dalam 5 tahun hingga 2019, Indonesia hanya butuh pembangkit listrik dengan total kapasitas 16.000 MW. Nah, jika program 35.000 MW dipaksakan akan membuat PLN bangkrut.

"Bila 35.000 MW ini dipaksakan, maka membahayakan keuangan PLN, bahkan bisa berujung pada kebangkrutan," tutur Rizal 7 September 2015 silam.

Di sisi lain, jika mengacu laporan keuangan PLN triwulan II-2017 (unaudited), jumlah utang jangka panjang PLN mencapai Rp 299,364 triliun. Utang jangka panjang ini naik Rp 40,025 triliun dibandingkan triwulan II-2016 (audited) yang sebesar Rp 259,339 triliun.

Namun, bagi Menteri BUMN, Rini Soemarno, wajar saja seorang menteri keuangan mengirim surat seperti itu. Rini memandang surat tersebut sebagai bentuk perhatian Sri Mulyani sebagai menteri keuangan mengingatkan kondisi keuangan PLN.

"Tapi wajar bagi menteri keuangan untuk membandingkan, bahwa dia lebih khawatir dari saya. Dia harus mengingatkan kita," kata Rini di Jakarta, Kamis (28/9/2017).

Sedangkan Dirut PLN, Sofyan Basir, menegaskan kondisi keuangan PLN sehat, dan dia segera menyiapkan surat balasan untuk Sri Mulyani.

"Kita saat ini punya cashflow Rp 63 triliun, belum lagi standby loan di bank (pinjaman siaga) Rp 38 triliun. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kondisi keuangan kami sehat.

Penolakan Freeport

Setelah surat Sri Mulyani, beredar pula surat bos besar Freeport, Richard Adkerson, pada Jumat (29/9/2017). Surat bertanggal 28 September 2017 itu intinya menolak proposal pemerintah soal divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia.

Proposal tersebut dinilai tidak sesuai dengan kerangka kesepakatan antara Freeport yang diwakili Adkerson Menteri ESDM, Ignasius Jonan, dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, beberapa waktu lalu.

Dalam poin tentang divestasi disebutkan, posisi pemerintah Indonesia soal valuasi harga divestasi 51% saham dihitung berdasarkan manfaat dari kegiatan pertambangan yang diperoleh hingga 2021. Saat itu adalah berakhirnya masa kontrak karya Freeport di Indonesia.

Freeport menolak hitungan divestasi versi pemerintah. Menurut Adkerson, divestasi harus mencerminkan nilai pasar yang wajar dari bisnis yang dijalankan Freeport hingga 2041, berdasarkan pada standar internasional dalam menilai bisnis pertambangan dan konsisten dengan hak-hak yang tercantum dalam kontrak karya.

"Para pemegang saham internasional Freeport tidak akan menerima transaksi apapun yang tak mencerminkan nilai bisnis yang wajar berdasarkan hak-hak kontraktual kami sampai 2041," tutur Adkerson dalam suratnya.

Yang jelas, Sri Mulyani belum memberi pernyataan terhadap surat bos besar Freeport. Hadiyanto pun mengaku belum menerima surat tersebut.

"Saya belum terima. Mungkin belum sampai ke saya. Itu koordinasi Kemenkeu, ESDM, dan BUMN. Itu harus ada tim yang menindaklanjuti penyelesaian divestasi," tutur Hadiyanto di kantor Kemenkeu, Jumat malam (29/9/2017). (DETIKCOM)


   
 
Kasus Covid-19 Melejit,
Politisi PAN Ini Tuding Koordinasi Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru Tak Jalan
Senin, 26 Oktober 2020 - 14:15

Cuti Bersama Oktober, Keluar Masuk Riau Harus Tunjukkan Hasil Rapid test
Senin, 26 Oktober 2020 - 14:10

Pesan Khabib Usai Menang UFC 254: Jika Kalian Masih Punya Orang Tua, Terus Dekat dengan Mereka
Senin, 26 Oktober 2020 - 13:58

Berikan Motivasi, Ketua DPRD Inhil Sarapan Bersama Pahlawan Kebersihan Kota
Senin, 26 Oktober 2020 - 13:45

Pelaku Pemotong Pohon Median Jalan Diringkus Polsek Bukit Raya, Pelaku Disuruh oleh CV RB
Minggu, 25 Oktober 2020 - 19:56

Konsisten, Ketua DPRD Inhil Kembali Motori Pembersihan Anak Sungai
Minggu, 25 Oktober 2020 - 19:38

Meledak Lagi! Hari Ini Riau 380 Positif Corona, 9 Pasien Meninggal Dunia
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 20:16

Lakukan Patroli Ops Yustisi,
Polsek Sungai Mandau Tangkap Pelaku Tindak Pidana Penyalahguanaan Narkotika
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 20:11

Penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah, Pjs.Bupati Siak: Ini Bagian Manajemen Aset
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 20:02

Kasus Pemotongan Pohon Mulai Terungkap, Walikota Minta Tangkap Aktor Intelektual
Jumat, 23 Oktober 2020 - 21:04

Wako Pekanbaru Larang ASN Keluar Daerah Saat Libur Panjang
Jumat, 23 Oktober 2020 - 20:58

Bupati HM.Wardan Rapat Bersama Asosiasi Pedagang Kaki Lima
Jumat, 23 Oktober 2020 - 20:40

Kantongi Pil Ekstasi, Seorang Pemuda Di Tangkap Satres Narkoba Polres Siak
Jumat, 23 Oktober 2020 - 20:19

Gasak Barang Inventaris Sekolah di Beberapa Wilayah Siak, 5 Pria Paruh Baya Diamankan Poliisi
Jumat, 23 Oktober 2020 - 20:16

Sampai Kapan Pelayanan Roro Bengkalis Amburadul?
Kamis, 22 Oktober 2020 - 20:34

Peringatan Hari Pesantren Nasional TH 2020,
Bupati Wardan Saksikan Apel Secara Virtual si Ponpes Darul Rahman V
Kamis, 22 Oktober 2020 - 20:22

Bupati Inhil Hadiri Sidang Senat Terbuka Prodi Kebidanan Akbid Husada Gemilang
Kamis, 22 Oktober 2020 - 20:17

Relawan Covid-19 Kelayang Gencar Sosialisasi Internalisasi Pakai Masker
Kamis, 22 Oktober 2020 - 20:10

Pemkec Kelayang Gelar Sosialisasi Penerapan Disiplin Dan Penegakan Hukum Protkes Covid-19
Kamis, 22 Oktober 2020 - 20:03

China Berminat Tinggi, Harga Sawit Riau Naik
Kamis, 22 Oktober 2020 - 06:24

Bupati Inhil Resmikan Pondok TPQ Ar-rahman Khairiah Mandah Secara Virtual
Kamis, 22 Oktober 2020 - 06:14

Gasak Barang Inventaris Sekolah di Beberapa Wilayah Siak, 5 Pria Paruh Baya Diamankan Polisi
Kamis, 22 Oktober 2020 - 06:06

Dijadikan Tersangka, Cawako Dumai Eko Suharjo Hormati Proses Hukum
Kamis, 22 Oktober 2020 - 05:52

Pelayanan Ro-Ro 24 Jam Bisa Tingkatkan Geliat Ekonomi Bengkalis
Kamis, 22 Oktober 2020 - 05:42

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2020 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com