Home
Mengko Kemaritiman Tinjau Kawasan Techno Park di Pelalawan | Siswa Prestasi dan Hafiz Quran Di Siak Dapat Bantuan Dari Pemda Siak | Bupati Siak Lantik 36 Anggota Bapekam | Ini Syarat Agar Riau Bisa Jadi Embarkasi Haji Penuh | Polisi Tahan Caleg PDIP Pembakar Surat Suara Pemilu 2019 | Sandiaga Respons Aksi Boikot Nasi Padang: Kita Jangan Juniper
Rabu, 24 April 2019
/ Ekbis / 09:48:52 / Heboh Bocornya Surat Sri Mulyani dan Bos Besar Freeport /
Heboh Bocornya Surat Sri Mulyani dan Bos Besar Freeport
Senin, 02 Oktober 2017 - 09:48:52 WIB

JAKARTA - Dua berita surat bocor mewarnai sektor energi dan tambang sepanjang pekan kemarin. Pertama, bocornya surat Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, soal kondisi keuangan PLN. Surat itu ditujukan ke Menteri ESDM, Ignasius Jonan, dan Menteri BUMN, Rini Soemarno.

Kedua, beredarnya surat CEO Freeport-McMoRan Inc, Richard Adkerson, kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Hadiyanto.

Lantas, kenapa bocornya kedua surat itu bikin heboh? Surat Sri Mulyani kepada Jonan dan Rini dirilis 19 September 2017, dengan nomor S-781/MK.08/2017 bersifat penting dan segera.

Dalam surat tersebut, Sri Mulyani menjelaskan kondisi keuangan PLN mengkhawatirkan besarnya kewajiban pembayaran pokok dan bunga pinjaman yang tidak didukung pertumbuhan kas bersih operasi. Ada potensi terjadinya gagal bayar.

Kondisi tersebut bakal memburuk, karena PLN harus investasi untuk program pembangunan 35.000 MW yang merupakan penugasan pemerintah.

Kekhawatiran Sri Mulyani seakan membenarkan ramalan Rizal Ramli soal kondisi keuangan PLN terkait program 35.000 MW. Rizal buka suara mengkritik 35.000 MW saat masih menjabat Menteri Koordinator Kemaritiman 2015 lalu.

Menurut Rizal, dalam 5 tahun hingga 2019, Indonesia hanya butuh pembangkit listrik dengan total kapasitas 16.000 MW. Nah, jika program 35.000 MW dipaksakan akan membuat PLN bangkrut.

"Bila 35.000 MW ini dipaksakan, maka membahayakan keuangan PLN, bahkan bisa berujung pada kebangkrutan," tutur Rizal 7 September 2015 silam.

Di sisi lain, jika mengacu laporan keuangan PLN triwulan II-2017 (unaudited), jumlah utang jangka panjang PLN mencapai Rp 299,364 triliun. Utang jangka panjang ini naik Rp 40,025 triliun dibandingkan triwulan II-2016 (audited) yang sebesar Rp 259,339 triliun.

Namun, bagi Menteri BUMN, Rini Soemarno, wajar saja seorang menteri keuangan mengirim surat seperti itu. Rini memandang surat tersebut sebagai bentuk perhatian Sri Mulyani sebagai menteri keuangan mengingatkan kondisi keuangan PLN.

"Tapi wajar bagi menteri keuangan untuk membandingkan, bahwa dia lebih khawatir dari saya. Dia harus mengingatkan kita," kata Rini di Jakarta, Kamis (28/9/2017).

Sedangkan Dirut PLN, Sofyan Basir, menegaskan kondisi keuangan PLN sehat, dan dia segera menyiapkan surat balasan untuk Sri Mulyani.

"Kita saat ini punya cashflow Rp 63 triliun, belum lagi standby loan di bank (pinjaman siaga) Rp 38 triliun. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kondisi keuangan kami sehat.

Penolakan Freeport

Setelah surat Sri Mulyani, beredar pula surat bos besar Freeport, Richard Adkerson, pada Jumat (29/9/2017). Surat bertanggal 28 September 2017 itu intinya menolak proposal pemerintah soal divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia.

Proposal tersebut dinilai tidak sesuai dengan kerangka kesepakatan antara Freeport yang diwakili Adkerson Menteri ESDM, Ignasius Jonan, dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, beberapa waktu lalu.

Dalam poin tentang divestasi disebutkan, posisi pemerintah Indonesia soal valuasi harga divestasi 51% saham dihitung berdasarkan manfaat dari kegiatan pertambangan yang diperoleh hingga 2021. Saat itu adalah berakhirnya masa kontrak karya Freeport di Indonesia.

Freeport menolak hitungan divestasi versi pemerintah. Menurut Adkerson, divestasi harus mencerminkan nilai pasar yang wajar dari bisnis yang dijalankan Freeport hingga 2041, berdasarkan pada standar internasional dalam menilai bisnis pertambangan dan konsisten dengan hak-hak yang tercantum dalam kontrak karya.

"Para pemegang saham internasional Freeport tidak akan menerima transaksi apapun yang tak mencerminkan nilai bisnis yang wajar berdasarkan hak-hak kontraktual kami sampai 2041," tutur Adkerson dalam suratnya.

Yang jelas, Sri Mulyani belum memberi pernyataan terhadap surat bos besar Freeport. Hadiyanto pun mengaku belum menerima surat tersebut.

"Saya belum terima. Mungkin belum sampai ke saya. Itu koordinasi Kemenkeu, ESDM, dan BUMN. Itu harus ada tim yang menindaklanjuti penyelesaian divestasi," tutur Hadiyanto di kantor Kemenkeu, Jumat malam (29/9/2017). (DETIKCOM)

   
 
Ini Penjelasan Lengkap KPU soal Salah Input Data Real Count Pemilu 2019
Rabu, 24 April 2019 - 07:59

213 Honorer K2 Pemkab Bengkalis Lulus PPPK
Rabu, 24 April 2019 - 07:57

Temukan Sejumlah Pelanggaran, Gerindra Minta PSU di Kecamatan Kerumutan
Rabu, 24 April 2019 - 07:53

KPU Diminta Selesaikan Kekeliruan Data, PB HMI Minta Kader Untuk Siaga Satu
Rabu, 24 April 2019 - 07:47

LSM-IPMPL Laporkan KPU Terkait Dugaan Pelanggaran Penyelenggaran Pemilu di Bengkalis
Selasa, 23 April 2019 - 16:44

Pelaksanaan UN SMP dan Sederajat di Pelalawan Lancar
Selasa, 23 April 2019 - 16:13

Isi Kekosongan Dirut dan Komut, OJK Desak Pemegang Saham Serahkan Nama
Selasa, 23 April 2019 - 15:58

Partai Demokrat Tegaskan Tetap Bersama Prabowo-Sandi
Selasa, 23 April 2019 - 15:52

Kwik Kian Gie Jenguk Sandiaga
Selasa, 23 April 2019 - 15:47

Tagar #KPUJanganSalahInputData Puncaki Trending Topik
Selasa, 23 April 2019 - 15:36

Kasus Dugaan Money Politik Calek Dapil I Parpol Tidak Bisa Diproses
Selasa, 23 April 2019 - 15:28

Pemilu 2019 Dipersepsikan Tidak Memenuhi Rasa Keadilan
Selasa, 23 April 2019 - 14:17

Sudah Menang, BPN Prabowo-Sandi Tak Pernah Bahas Opsi Pemilu Ulang
Selasa, 23 April 2019 - 14:11

Terungkap, Prabowo Tolak Proposal LSI Denny JA
Selasa, 23 April 2019 - 14:08

Sekdaprov Minta Desa Ciptakan satu Produk Unggulan
Selasa, 23 April 2019 - 14:02

Mur Baut Jembatan Siak IV yang Dicuri Sudah Dipasang Lagi
Selasa, 23 April 2019 - 14:00

Pemegang Saham Pilih Tengkoe Irawan Jadi Direktur Kredit dan Syariah BRK
Selasa, 23 April 2019 - 13:59

90 Persen Dana Desa Digunakan Untuk Pembangunan Infrastruktur
Selasa, 23 April 2019 - 13:57

Di TPS 4 Petak Kaja Bali, Suara Paslon 01 Digelembungkan Dari 183 Jadi 1833
Selasa, 23 April 2019 - 08:59

Tokoh Ini Ingatkan Pentingnya Kementerian Pesantren
Selasa, 23 April 2019 - 08:55

Bawaslu Dumai Kritisi PSU Hanya di Dua TPS. Begini Alasannya
Selasa, 23 April 2019 - 08:52

Mantan Bupati Bengkalis Herliyan Saleh Terseret Kasus Korupsi Jalan. Ini Uang yang Diduga Diterimany
Selasa, 23 April 2019 - 08:46

Lagi, Perolehan Paslon 02 Di TPS 2 Lawata Sulteng Disunat 100 Suara
Selasa, 23 April 2019 - 08:19

Daging Ulama Diibaratkan Beracun?
Selasa, 23 April 2019 - 08:12

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com