Home
Sandiaga: Sumber Waras Tolak Kembalikan Rp 191 Miliar | Polresta Pekanbaru Kawal Unjuk Rasa di Dua Lokasi yang Berbeda Sekaligus | Rohul Targetkan Hifdzil dan Khatil Quran Jadi Lumbung Juara | Dampak Rasionalisasi Anggaran Masih Dibahas | Bupati Inhil Minta Dukungan Kementerian PDT dan Transmigrasi Bangun Desa | PAN akan Jajal Komunikasi dengan Sudrajat
Selasa, 12 Desember 2017
/ Ekbis / 07:56:19 / Harga Karet Anjlok Paksa Warga Riau jadi TKI /
Harga Karet Anjlok Paksa Warga Riau jadi TKI
Kamis, 12 Oktober 2017 - 07:56:19 WIB

PEKANBARU - Masyarakat Kepulauan Meranti, Riau, yang umumnya bekerja sebagai penderes getah, beberapa tahun belakangan ini terpaksa harus hilir mudik ke Malaysia untuk mencari nafkah, sebab hasil getah di daerah itu tidak lagi menjanjikan bagi kehidupan masyarakat desa.

Seperti pengakuan Ramli, warga Desa Kayu Ara Kecamatan Rangsang Pesisir kepada RIAUBOOK.COM Sabtu pekan lalu. Ia dan temannya terpaksa mencari kerja di Malaysia. Karena beberapa tahun belakangan ini harga 1 Kg getah di Meranti tidak mampu membeli satu kilo beras.

Satu kilo getah selama ini hanya berkisar Rp. 3 ribu hingga 4 ribu perkilo. Sedangkan beras paling murah suah Rp.9 ribu/ kg. Itu artinya hasil getah sekilo tidak dapat membeli beras satu kilo.

"Jadi para pemuda dan pria yang sudah berkeluarga terpaksa merantau ke negara jiran untuk menjamin dapur tetap berasap," katanya.

Ia katakan, selain harga yang sudah terjun tersebut, juga diperparah oleh tingginya curah hujan yang terjadi belakangan ini. Sementara anak dan istri tidak bisa ditunda dalam kebutuhan makan setiap hari.

Apapun yang terjadi, menurut dia perut harus tetap diisi. Apalagi anak sudah ada yang sekolah, mau tidak mau harus ada uang beli buku maupun peralatan sekolah termasuk uang jajan.

"Jadi walau dengan cara haram kata orang seberang masuk ke Malaysia, hal itu terpaksa kami lakukan, jika tidak ingin mati kelaparan di kampung ini," katanya lagi

Ramli menyebutkan, entah sampai kapan harga getah akan membaik, hal itu tidak bisa dipastikan. Sebab semua harga komoditas pertanian dan perkebunan itu terutama di kampungn kita ini ditentukan sepenuhnya oleh para tengkulak-tengkulak.

Untuk itulah masyarakat desa dari dulu berharap kepada pemerintah agar mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan ini.

Apakah membuka lahan perkebunan seperti kebun nanas atau komoditi lainnya. Sehingga selain menjadi daerah produsen, masyarakat Meranti nantinya akan mendapat kesempatan kerja.

“Kami di desa ini menunggu kebijakan pemerintah, untuk menolong masyarakat sebab jika toh pemerintah tidak kunjung membuka lapangan kerja, maka selamanya kami yang tidak memiliki sekolah yang cukup ini, akan selamanya menjadi TKI ilegal di negara tetangga itu," katanya.

Menjadi TKI Ilegal di Malaysia, lanjut dia, memiliki cerita trauma dan tragis. Kadang, katanya, harus lari ke hutan di tengah malam gelap gulita, untuk menghidari kejaran Polisi. "Atau kadang upah kerja tidak dibayar majikan, jika tidak ingin keberadaan kami diketahui polisi setempat.

Banyak dukanya dari pada suka, apalagi setiap pulang dan perginya senantiasa mempertaruhkan nyawa di tengah laut," kata dia mengakhiri. (MCr)

   
 
Masyarakat Desa Sonde Berharap Pemda Meranti Bangun Kantor Desa yang Baru
Senin, 11 Desember 2017 - 21:04

100% Kafilah Bengkalis Anak Asli Daerah
Senin, 11 Desember 2017 - 20:30

Kemenag Dorong Islah Pihak Ustaz Somad dan Penolaknya
Senin, 11 Desember 2017 - 15:37

Wow... Harga Elpiji 3 Kg Di Bengkalis Capai Rp35 Ribu
Senin, 11 Desember 2017 - 15:32

PLN Padamkan Listrik Tujuh Hari Untuk Pemeliharaan
Senin, 11 Desember 2017 - 15:29

Jangan Bermimpi Jokowi Dan PDIP Akan Biarkan Titiek Soeharto Kuasai Golkar
Senin, 11 Desember 2017 - 15:19

Pimpinan DPRD Kuansing Siap Tempati Rumah Dinas
Senin, 11 Desember 2017 - 15:10

Diskominfo Inhil Sosialisasikan Literasi Media
Senin, 11 Desember 2017 - 15:08

Arsyadjuliandi Rachman Usulkan Riau Jadi Penyelenggara MTQ Nasional
Senin, 11 Desember 2017 - 15:05

Disperindag Inhil Diminta Telusuri Persoalan Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg
Senin, 11 Desember 2017 - 14:57

Wabup Inhil Sampaikan Pentingnya e-KTP
Senin, 11 Desember 2017 - 14:55

Pelaku Penghinaan Ustaz Somad Dilaporkan Esok
Senin, 11 Desember 2017 - 14:44

Penolakan Ustaz Somad dan Kerukunan Umat Beragama
Senin, 11 Desember 2017 - 10:08

Penghadangan Ustad Abdul Somad Bentuk Arogansi Dan Kegagalan Berpikir
Senin, 11 Desember 2017 - 09:46

Titiek Soeharto Akan Gagal Pimpin Golkar
Senin, 11 Desember 2017 - 09:42

Dipaksa Preman Nasi Bungkus Cium Bendera, Ustadz Somad: Jangan Karena Nila Setitik Rusak Susu
Senin, 11 Desember 2017 - 09:40

Bitcoin Bisa Mengancam Stabilitas Keuangan Negara
Minggu, 10 Desember 2017 - 15:49

KRONOLOGI PENGUSIRAN UAS
Ustadz Abdul Somad: Saya Bukan Pemberontak
Minggu, 10 Desember 2017 - 15:35

MTQ ke-36 Riau, Bupati Inhil Ikuti Prosesi Pelepasan Pawai Taaruf
Minggu, 10 Desember 2017 - 15:23

Jadi Cagub Gerindra, Sudrajat akan Kaji Ulang Meikarta
Minggu, 10 Desember 2017 - 15:21

Takut Diboikot, McDonald's Malaysia Bantah Dukung Israel
Minggu, 10 Desember 2017 - 15:19

Waketum MUI Sesalkan Kejadian yang Menimpa Ustaz Abdul Somad
Minggu, 10 Desember 2017 - 15:13

Polisi Masih Berupaya Ungkap Pelaku Pembuang Bayi Di Sungai Siak
Minggu, 10 Desember 2017 - 15:08

Harapan Fahri Hamzah, UIR Harus Menjadi Kawah Candradimuka
Minggu, 10 Desember 2017 - 14:59

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com