Home
Ketika Habib Rizieq dan Ustaz Somad Muncul di Survei Capres | Soal Kasus Habib Rizieq, Ini Solusi dari Jimly | Prabowo-Anies Lebih Menarik Ketimbang JK-Anies | Pj Bupati Inhil Buka Kemah Prestasi Terpadu Gerakan Pramuka | Jadi Tuan Rumah Djarum Sirnas Li-Ning Riau Open 2018, PBSI Riau Gelar Rapat Persiapan | Kapolres Inhil Terima Piagam Penghargaan dari Granat
Jum'at, 23 Februari 2018
/ Ekbis / 07:56:19 / Harga Karet Anjlok Paksa Warga Riau jadi TKI /
Harga Karet Anjlok Paksa Warga Riau jadi TKI
Kamis, 12 Oktober 2017 - 07:56:19 WIB

PEKANBARU - Masyarakat Kepulauan Meranti, Riau, yang umumnya bekerja sebagai penderes getah, beberapa tahun belakangan ini terpaksa harus hilir mudik ke Malaysia untuk mencari nafkah, sebab hasil getah di daerah itu tidak lagi menjanjikan bagi kehidupan masyarakat desa.

Seperti pengakuan Ramli, warga Desa Kayu Ara Kecamatan Rangsang Pesisir kepada RIAUBOOK.COM Sabtu pekan lalu. Ia dan temannya terpaksa mencari kerja di Malaysia. Karena beberapa tahun belakangan ini harga 1 Kg getah di Meranti tidak mampu membeli satu kilo beras.

Satu kilo getah selama ini hanya berkisar Rp. 3 ribu hingga 4 ribu perkilo. Sedangkan beras paling murah suah Rp.9 ribu/ kg. Itu artinya hasil getah sekilo tidak dapat membeli beras satu kilo.

"Jadi para pemuda dan pria yang sudah berkeluarga terpaksa merantau ke negara jiran untuk menjamin dapur tetap berasap," katanya.

Ia katakan, selain harga yang sudah terjun tersebut, juga diperparah oleh tingginya curah hujan yang terjadi belakangan ini. Sementara anak dan istri tidak bisa ditunda dalam kebutuhan makan setiap hari.

Apapun yang terjadi, menurut dia perut harus tetap diisi. Apalagi anak sudah ada yang sekolah, mau tidak mau harus ada uang beli buku maupun peralatan sekolah termasuk uang jajan.

"Jadi walau dengan cara haram kata orang seberang masuk ke Malaysia, hal itu terpaksa kami lakukan, jika tidak ingin mati kelaparan di kampung ini," katanya lagi

Ramli menyebutkan, entah sampai kapan harga getah akan membaik, hal itu tidak bisa dipastikan. Sebab semua harga komoditas pertanian dan perkebunan itu terutama di kampungn kita ini ditentukan sepenuhnya oleh para tengkulak-tengkulak.

Untuk itulah masyarakat desa dari dulu berharap kepada pemerintah agar mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan ini.

Apakah membuka lahan perkebunan seperti kebun nanas atau komoditi lainnya. Sehingga selain menjadi daerah produsen, masyarakat Meranti nantinya akan mendapat kesempatan kerja.

“Kami di desa ini menunggu kebijakan pemerintah, untuk menolong masyarakat sebab jika toh pemerintah tidak kunjung membuka lapangan kerja, maka selamanya kami yang tidak memiliki sekolah yang cukup ini, akan selamanya menjadi TKI ilegal di negara tetangga itu," katanya.

Menjadi TKI Ilegal di Malaysia, lanjut dia, memiliki cerita trauma dan tragis. Kadang, katanya, harus lari ke hutan di tengah malam gelap gulita, untuk menghidari kejaran Polisi. "Atau kadang upah kerja tidak dibayar majikan, jika tidak ingin keberadaan kami diketahui polisi setempat.

Banyak dukanya dari pada suka, apalagi setiap pulang dan perginya senantiasa mempertaruhkan nyawa di tengah laut," kata dia mengakhiri. (MCr)

   
 
Budi Gunawan Diisukan Jadi Cawapres, Ini Penjelasan PDIP
Kamis, 22 Februari 2018 - 08:46

Alfedri Minta Semua Pihak Waspada Ancaman Karlahut
Kamis, 22 Februari 2018 - 08:37

Kebakaran 5 Ha Lahan Gambut Kampung Penyengat Berhasil Dipadamkan
Kamis, 22 Februari 2018 - 08:34

Forkompinda Bahas Sejumlah Isu Penting yang Terjadi Dalam Sebulan
Kamis, 22 Februari 2018 - 08:31

Sebulan Berhenti, Bus Damri Jurusan Siak-Kandis Kembali Dioperasikan
Kamis, 22 Februari 2018 - 08:23

Habib Rizieq: Saya Akan Umumkan Sendiri Kepulangan Saya
Kamis, 22 Februari 2018 - 08:18

Anies Dukung Sudirman Said di Pilgub Jateng
Kamis, 22 Februari 2018 - 08:15

Kasus Penyerangan Ulama, Ini Komentar Habib Rizieq
Kamis, 22 Februari 2018 - 08:12

Habib Rizieq Sudah Sempat Pesan Tiket Kepulangan
Kamis, 22 Februari 2018 - 08:08

Polri Minta MUI Dinginkan Gejolak Umat Islam soal Penyerangan Pemuka Agama
Kamis, 22 Februari 2018 - 07:45

Pj Bupati Inhil Ikuti Rakornas Persiapan Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018
Rabu, 21 Februari 2018 - 21:56

Alumni Al-Azhar Sebut TGB Tepat Memimpin Indonesia
Rabu, 21 Februari 2018 - 21:50

99,9 Persen PK Ahok Bakal Ditolak
Rabu, 21 Februari 2018 - 21:42

Perayaan "Perang Air" di Selatpanjang Berlangsung Meriah
Rabu, 21 Februari 2018 - 21:31

Panen Padi Perdana, Koramil Tempuling Hasilkan Rata-Rata 2 Ton per Hektare
Rabu, 21 Februari 2018 - 20:59

1.125 Koperasi di Riau Terancam Dibubarkan, Meninggalkan Masalah
Rabu, 21 Februari 2018 - 20:53

Pertalite Riau Termahal se-Indonesia, DPRD Bentuk Pansus Pajak Bahan Bakar
Rabu, 21 Februari 2018 - 20:45

Menutup Open Tournament, Ini Kata Alfedri
Rabu, 21 Februari 2018 - 20:41

Memasuki Kemarau, Plt Bupati Siak Himbau Masyarakat Bahaya Karhutla
Rabu, 21 Februari 2018 - 20:38

PSMTI Galang Dana se- Indonesia Atas Nama Paguyuban
Rabu, 21 Februari 2018 - 20:35

Polres Inhil Silaturrahmi Kamtibmas dengan Tokoh Agama dan Masyarakat
Rabu, 21 Februari 2018 - 20:30

Serangan ke Ulama, ICMI Minta Polisi Bertindak Profesional
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:48

Umumkan Batal Pulang, Rizieq Shihab Singgung PK Ahok
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:41

Septina : Ustadz Abdul Somad Kebanggaan Riau
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:35

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com