Home
Soal Penunjukkan Iwan Bule, Gerindra: Jokowi Dan Tjahjo Saling Menyelamatkan | Anton Digdoyo: Pilkada Dan Pilpres Harus Taat Fatwa Ulama 16/2009 | Pengamat: Kontroversi Komjen Iriawan Bisa Jadi Faktor Kemenangan Asyik | Elektabilitas Khofifah-Emil Unggul Jauh Dari Gus Ipul-Puti | Plt Gubri Tinjau Tol Pekanbaru - Dumai Tembus ke Minas KM 85 | Hari Pertama Masuk Kerja, Rupiah Anjlok Lagi, Tembus Rp 14 Ribu
Minggu, 24 Juni 2018
/ Ekbis / 07:56:19 / Harga Karet Anjlok Paksa Warga Riau jadi TKI /
Harga Karet Anjlok Paksa Warga Riau jadi TKI
Kamis, 12 Oktober 2017 - 07:56:19 WIB

PEKANBARU - Masyarakat Kepulauan Meranti, Riau, yang umumnya bekerja sebagai penderes getah, beberapa tahun belakangan ini terpaksa harus hilir mudik ke Malaysia untuk mencari nafkah, sebab hasil getah di daerah itu tidak lagi menjanjikan bagi kehidupan masyarakat desa.

Seperti pengakuan Ramli, warga Desa Kayu Ara Kecamatan Rangsang Pesisir kepada RIAUBOOK.COM Sabtu pekan lalu. Ia dan temannya terpaksa mencari kerja di Malaysia. Karena beberapa tahun belakangan ini harga 1 Kg getah di Meranti tidak mampu membeli satu kilo beras.

Satu kilo getah selama ini hanya berkisar Rp. 3 ribu hingga 4 ribu perkilo. Sedangkan beras paling murah suah Rp.9 ribu/ kg. Itu artinya hasil getah sekilo tidak dapat membeli beras satu kilo.

"Jadi para pemuda dan pria yang sudah berkeluarga terpaksa merantau ke negara jiran untuk menjamin dapur tetap berasap," katanya.

Ia katakan, selain harga yang sudah terjun tersebut, juga diperparah oleh tingginya curah hujan yang terjadi belakangan ini. Sementara anak dan istri tidak bisa ditunda dalam kebutuhan makan setiap hari.

Apapun yang terjadi, menurut dia perut harus tetap diisi. Apalagi anak sudah ada yang sekolah, mau tidak mau harus ada uang beli buku maupun peralatan sekolah termasuk uang jajan.

"Jadi walau dengan cara haram kata orang seberang masuk ke Malaysia, hal itu terpaksa kami lakukan, jika tidak ingin mati kelaparan di kampung ini," katanya lagi

Ramli menyebutkan, entah sampai kapan harga getah akan membaik, hal itu tidak bisa dipastikan. Sebab semua harga komoditas pertanian dan perkebunan itu terutama di kampungn kita ini ditentukan sepenuhnya oleh para tengkulak-tengkulak.

Untuk itulah masyarakat desa dari dulu berharap kepada pemerintah agar mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan ini.

Apakah membuka lahan perkebunan seperti kebun nanas atau komoditi lainnya. Sehingga selain menjadi daerah produsen, masyarakat Meranti nantinya akan mendapat kesempatan kerja.

“Kami di desa ini menunggu kebijakan pemerintah, untuk menolong masyarakat sebab jika toh pemerintah tidak kunjung membuka lapangan kerja, maka selamanya kami yang tidak memiliki sekolah yang cukup ini, akan selamanya menjadi TKI ilegal di negara tetangga itu," katanya.

Menjadi TKI Ilegal di Malaysia, lanjut dia, memiliki cerita trauma dan tragis. Kadang, katanya, harus lari ke hutan di tengah malam gelap gulita, untuk menghidari kejaran Polisi. "Atau kadang upah kerja tidak dibayar majikan, jika tidak ingin keberadaan kami diketahui polisi setempat.

Banyak dukanya dari pada suka, apalagi setiap pulang dan perginya senantiasa mempertaruhkan nyawa di tengah laut," kata dia mengakhiri. (MCr)

   
 
Pjs Bupati Inhil Pimpin Apel Hari Pertama Masuk Kerja Pasca Lebaran
Kamis, 21 Juni 2018 - 14:31

25 Juni, KPU Mulai Distribusikan Logistik Pilkada Riau ke Kelurahan
Kamis, 21 Juni 2018 - 06:47

Komjen Iriawan Tak Harus Mengundurkan Diri Untuk jadi Pj Gubernur Jabar, Ini Aturannya
Kamis, 21 Juni 2018 - 06:38

Trik Bikin AC Mobil Tetap Dingin dan Awet, Mudah Kok
Kamis, 21 Juni 2018 - 06:28

CR7 Senang Cetak Gol Keempatnya di Piala Dunia
Kamis, 21 Juni 2018 - 06:23

Pengamat: Rizal Ramli Bisa Bawa Indonesia Pemain Kunci Di Kawasan
Kamis, 21 Juni 2018 - 06:18

H+5 Lebaran, 60 Persen Pemudik Belum Balik Ke Kota
Kamis, 21 Juni 2018 - 06:15

Menteri Tjahjo Gagal Bina Anak Buah, Pj Gubernur Diambil Dari Polri
Rabu, 20 Juni 2018 - 14:18

PELANTIKAN IRIAWAN
Demokrat: Pengangkatan Iriawan Langgar PP 11/2017, Jokowi Berbuat Tercela?
Rabu, 20 Juni 2018 - 14:13

Tersinggung Tweet SBY, PDIP: Siapa Yang Punya Sejarah Gelap Gunakan Kekuasaan?
Rabu, 20 Juni 2018 - 14:09

Lima Rumah Petak Terbakar di Dumai
Rabu, 20 Juni 2018 - 13:56

Sampai Lebaran Ketiga Pengunjung Istana Siak Capai 25 Ribu Orang
Rabu, 20 Juni 2018 - 13:51

Tim Kesehatan Inhil Diingatkan Terus Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
Rabu, 20 Juni 2018 - 13:48

Sempena Deklarasi Milad GAS, Sekda Inhil Hadiri Halal Bihala di Teluk Pinang
Rabu, 20 Juni 2018 - 13:38

Arus Balik Lebaran, Kendaraan Pemudik Mulai Padati Kota Pekanbaru
Rabu, 20 Juni 2018 - 13:33

PILKADA JABAR 2018, Pelantikan Iwan Bule Bisa Berdampak Kekalahan Hasanah
Selasa, 19 Juni 2018 - 20:04

Jokowi Dan Tjahjo Dukung Kepentingan Salah Satu Paslon Di Pilkada Jabar
Selasa, 19 Juni 2018 - 20:02

Demokrat: Sebaiknya Jokowi Segera Tarik Penunjukan Iwan Bule
Selasa, 19 Juni 2018 - 20:00

Pemkab Siak Gelar Open House
Selasa, 19 Juni 2018 - 16:00

Pawai Takbir Idul Fitri, Pjs Bupati Inhil Sebut Tinggi Partisipasi Masyarakat
Selasa, 19 Juni 2018 - 15:58

Madrasah Abbasiyah Juara Umum 1 Pawai Takbir Hari Raya 1439 H
Selasa, 19 Juni 2018 - 15:55

Meriah Pawai Takbir di Siak, Ini Pesan Plt Bupati Alfedri
Selasa, 19 Juni 2018 - 15:24

Austria Buka Kembali Masjid-Masjid yang Ditutup
Kamis, 14 Juni 2018 - 13:52

Jelang Sidang Isbat, Kemenag Pantau Hilal Di 97 Titik
Kamis, 14 Juni 2018 - 13:41

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com