Home
HRS Perintahkan Usut Tuntas Kasus Penolakan Ustaz Somad | Laskar Melayu Ancam Sweeping Gelper di Kota Pekanbaru | Kejar Target PAD Rp500 Miliar, Pemko Pekanbaru Sasar Pajak Reklame | Polres Inhil Sita Ratusan Botol Miras | Mahasiswa Swedia Lihat Pengolahan Sabut Kelapa Inhil | Menjambret, Residivis di Tembilahan Diciduk Polisi
Selasa, 12 Desember 2017
/ Nasional / 09:04:46 / Kiai Ma’ruf Amin: Kenapa Polisi Bebaskan Para Gay Begitu Saja /
WAWANCARA
Kiai Ma’ruf Amin: Kenapa Polisi Bebaskan Para Gay Begitu Saja
Kamis, 12 Oktober 2017 - 09:04:46 WIB

JAKARTA - Kiai Ma'ruf Amin kecewa berat melihat Polri membe­baskan 51 pria yang diduga gay, yang dijaring dalam operasi penggerebekan wahana kebugaran T1 spa di Ruko Plaza Harmoni.

Menurut Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini, para gay itu mesti dibina, diarahkan dulu agar kem­bali ke jalan yang benar, jangan dilepaskan begitu saja. MUI siap dilibatkan dalam program pem­binaan para gay tersebut.

Seperti diketahui, Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat mem­bebaskan 51 orang pria yang diduga gay, yang dijaring da­lam operasi penggerebekan wahana kebugaran T1 spa di Ruko Plaza Harmoni. Dari 51 pria yang dibebaskan itu, tu­juh orang di antaranya adalah warga asing. Empat orang dari China, satu dari Singapura, satu dari Thailand, dan satu lagi dari Malaysia. Polisi telah menetapkan enam orang sebagai tersangka.

Mereka adalah GG (pemi­lik spa), GCMP (pengawas operasional), NS (kasir), Ts (administrasi keuangan), dan KN (karyawan yang menyedia­kan kondom). Sedangkan satu orang lagi, pemilik sekaligus pemegang saham perusahaan yang menaungi tempat spa, menjadi buron. Berikut ini penu­turan Kiai Ma’ruf Amin kepada Rakyat Merdeka:

Kepolisian membebaskan 51 orang pengunjung spa yang diduga gay. Bagaimana Anda menyikapinya?

Acara gay itu kan memang harus dilarang, karena kita ber­sama-sama sudah tahu dan sudah menjadi pengetahuan umum juga bahwa gay menimbulkan banyak masalah. Dan mem­biarkan gay bebas melakukan aktivitasnya bisa menimbulkan dua masalah.

Masalah apa saja itu?

Begini, yang pertama itu ak­tivitas gay yang dibiarkan tentu akan merusak moral, lalu yang kedua akan menimbulkan reaksi keras dari masyarakat. Makanya menurut saya harus berhati-hati dalam menyikapi fenomena gay ini.

Apa mau dikata, polisi su­dah kadung melepaskan mer­eka. Gimana dong?
Pertama, polisi harus memberikan penjelasan kepada masyarakat kenapa para gay yang sudah tertangkap itu kok dibebaskan begitu saja? Penjelasannya harus masuk akal,jangan sampai masyarakat nanti justru akan mempersoalkan ala­san dari kepolisian itu. Kalau pemilik (spa) wajar kalau di­tahan. Tapi gay ini kan memang sudah dilarang.

Mereka melakukan kegiatan-kegiatan penyimpangan sek­sual. Kan kita juga sudah tahu kalau perilaku gay ini adalah penyimpangan seksual, bukan hanya berzina tapi penyimpan­gan juga. Jadi kalau misalnya masalah gay ini tidak dilakukan penertiban, masyarakat akan marah nanti.

Dia tidak boleh memperoleh kesempatan untuk mengem­bangkan diri atau menambah kelompok, karena nanti bisa meresahkan masyarakat.

Apakah aturan mengenai gay sudah cukup?
Saya kira sama saja dengan kasus lainnya, jika dianggap sebuah penyimpangan sek­sual. Sebab (gay) itu merusak masyarakat, merusak masa de­pan bangsa kita dan bisa jadi masalah. Dan kalau dibiarkan tentu akan menimbulkan reaksi. Jika masalah gay tidak ditert­ibkan, mungkin akan ada lagi gay yang lainnya dan pastinya masyarakat akan semakin marah karena dibiarkan begitu saja.

Seharusnya para gay yang sudah ditangkap ini diapa­kan?
Diproses secara hukum juga. Ya selain itu mereka juga ya harus dibina.

MUI selama ini dilibatkan dalam pembinaan para gay?

Tidak, justru memang sehar­usnya MUI dilibatkan. Memang MUI sudah memberikan fatwa bahwa LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) haram, perbuatan LGBT haram. Karena jika membiarkan pe­rilaku LGBTterjadi, ya sama saja membiarkan perilaku haram terjadi yang menurut kaum mus­limin itu salah.

Bagaimana dengan pembi­naan para LGBT?
Ya masih kuranglah. Mereka ini masih harus dibina lagi, jangan dibiarkan begitu saja. Mereka harus diberikan tun­tunan, jangan dilepas. Jangan sampai mereka melakukan lagi berulang-ulang kegiatan LGBT-nya itu.

Kaum gay semakin hari, semakin berani menunjukkan jati dirinya, kenapa sih?
Ya itulah tadi, karena mer­eka dibiarkan begitu saja, tanpa diproses dan dibina lebih lanjut. Padahal yang paling kita takut­kan adalah sikap dan respons balik yang sangat keras dari masyarakat. Jadi, menurut saya, sikap anarkis itu yang harus dicegah, jangan sampai ter­jadi itu. Tapi membiarkan yang haram itu terjadi, ya sangat mu­dah terjadinya reaksi keras.

MUI sudah melakukan pendekatan kepada Kepolisian dalam menindak kaum LGBT ini?
Sudah ada fatwa dan imbauanuntuk menindak itu semua.Mungkin memang perlu ditingkatkan lagi itu penertibannya. Dakwah bisa menjadi cara, karena dakwah prinsipnya untuk mengubah dan memperbaiki. ***[rmol]

   
 
Panglima TNI Ingin Ngopi Bareng Orang yang Fitnah Istrinya
Senin, 11 Desember 2017 - 22:04

Dihadiri 12 Anggota DPRD Riau, Paripurna Empat Perda Batal Terlaksana
Senin, 11 Desember 2017 - 21:56

Tolak Ustaz Abdul Somad, Arya Wedakarna Dilaporkan ke BK DPD
Senin, 11 Desember 2017 - 21:51

Nelayan Rohil Tewas Usai Santap 6 Ekor Udang Galah
Senin, 11 Desember 2017 - 21:50

Bupati Wardan Saksikan Langsung Pelepasan Pawai Taaruf MTQ Riau ke-36
Senin, 11 Desember 2017 - 21:48

Dilengserkan PKS, Ini Pengganti Fahri Hamzah Sebagai Wakil Ketua DPR RI
Senin, 11 Desember 2017 - 21:41

Usung Sudrajat, Gerindra Buru PKS dan PAN
Senin, 11 Desember 2017 - 21:36

Jika Dibiarkan Persekusi Ustad Abdul Somad Dikhawatirkan Melebar
Senin, 11 Desember 2017 - 21:33

Barisan Umat Islam Riau Laporkan Penghadang Ustadz Abdul Somad Ke Polda
Senin, 11 Desember 2017 - 21:25

Hatrick dan Berturut, Penghargaan HAM Diperoleh Siak
Senin, 11 Desember 2017 - 21:15

Masyarakat Desa Sonde Berharap Pemda Meranti Bangun Kantor Desa yang Baru
Senin, 11 Desember 2017 - 21:04

100% Kafilah Bengkalis Anak Asli Daerah
Senin, 11 Desember 2017 - 20:30

Kemenag Dorong Islah Pihak Ustaz Somad dan Penolaknya
Senin, 11 Desember 2017 - 15:37

Wow... Harga Elpiji 3 Kg Di Bengkalis Capai Rp35 Ribu
Senin, 11 Desember 2017 - 15:32

PLN Padamkan Listrik Tujuh Hari Untuk Pemeliharaan
Senin, 11 Desember 2017 - 15:29

Jangan Bermimpi Jokowi Dan PDIP Akan Biarkan Titiek Soeharto Kuasai Golkar
Senin, 11 Desember 2017 - 15:19

Pimpinan DPRD Kuansing Siap Tempati Rumah Dinas
Senin, 11 Desember 2017 - 15:10

Diskominfo Inhil Sosialisasikan Literasi Media
Senin, 11 Desember 2017 - 15:08

Arsyadjuliandi Rachman Usulkan Riau Jadi Penyelenggara MTQ Nasional
Senin, 11 Desember 2017 - 15:05

Disperindag Inhil Diminta Telusuri Persoalan Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg
Senin, 11 Desember 2017 - 14:57

Wabup Inhil Sampaikan Pentingnya e-KTP
Senin, 11 Desember 2017 - 14:55

Pelaku Penghinaan Ustaz Somad Dilaporkan Esok
Senin, 11 Desember 2017 - 14:44

Penolakan Ustaz Somad dan Kerukunan Umat Beragama
Senin, 11 Desember 2017 - 10:08

Penghadangan Ustad Abdul Somad Bentuk Arogansi Dan Kegagalan Berpikir
Senin, 11 Desember 2017 - 09:46

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com