Home
Dokumen Tak Lengkap, Partai Idaman dan 12 Parpol Tak Ikut Pemilu | Wapres Jusuf Kalla Bela Anies Baswedan soal "Pribumi" | Tanggul Jebol, Limbah Pabrik PKS PT EMA Kepenuhan Cemari Sungai | Pakar Kritisi Sifat Kegentingan Memaksa Perppu Ormas | Ini Alasan JK tak Setuju Densus Tipikor | Soal Reklamasi, Luhut: Silahkan Anies dan Sandi Temui Saya
Rabu, 18 Oktober 2017
/ SainsTech / 09:50:59 / Waah! Fitur di WhatsApp Bisa Jadi Mata-Mata, Kok Bisa? /
Waah! Fitur di WhatsApp Bisa Jadi Mata-Mata, Kok Bisa?
Kamis, 12 Oktober 2017 - 09:50:59 WIB

WhatsApp merupakan salah satu aplikasi pesan instan yang mengedepankan teknologi enkripsi di dalamnya. Enkripsi digunakan agar percakapan pribadi dan grup tak bocor ke pihak yang tak bertanggung jawab sehingga hanya diketahui oleh pihak yang bersangkutan.

Namun ternyata seseorang masih bisa melakukan mata-mata melalui salah satu fitur di dalam WhatsApp. Dia adalah Robert Heaton yang merupakan seorang teknisi perangkat lunak yang menemukan kerentanan di dalamnya.

Sebagaimana dikutip dari Phone Arena, Kamis (12/10/2017), Heaton memanfaatkan fitur status 'Online' dan 'Last Seen' untuk menganalisa kebiasaan pengguna WhatsApp.

Dengan fitur tersebut Heaton bisa mengetahui keaktifan seseorang di WhatsApp dan mengetahui jadwal tidur orang tersebut. Ia menggunakan sebuah ekstensi di peramban Chrome yang memungkinkannya untuk memonitor kontak yang sedang Online melalui WhatsApp web.

Heaton hanya memerlukan empat baris bahasa pemrograman Javascript untuk melakukannya. Dengan cara tersebut ia bisa memata-matai kontaknya saat mereka sedang berkomunikasi satu sama lain. Tak hanya diterapkan pada WhatsApp, cara tersebut juga berlaku untuk Facebook.

Fitur 'Last Seen' memungkinkan semua orang untuk mengakses informasi kapan si pengguna aktif di WhatsApp. Fitur ini bisa diatur agar hanya terlihat oleh kontak di dalam ponsel pengguna.

Meski demikian, seseorang yang awam mengenai fitur tersebut mungkin tak pernah menyadari karena 'Last Seen' sudah diterapkan WhatsApp secara default di layanannya.

Mengetahui pola tidur pengguna di aplikasi pesan adalah jenis informasi yang dapat dimonetisasi oleh pengiklan online. Sehingga secara teori, kerentan ini dapat membantu melancarkan usaha dalam menghasilkan uang untuk seseorang. []

   
 
Politisi Sebut Taj Mahal Bukan Budaya India
Rabu, 18 Oktober 2017 - 08:22

Karni Ilyas Ungkap Reporternya Diusir di Kawasan Reklamasi
Rabu, 18 Oktober 2017 - 08:18

Panglima: Jangan Sekali-kali Kita Jadi Pengkhianat Bangsa
Rabu, 18 Oktober 2017 - 05:47

Bupati Inhil Paparkan Potensi Daerah Di Hadapan Investor Malaysia
Rabu, 18 Oktober 2017 - 05:40

Setdaprov Riau Sebut Realisasi APBD Baru Mencapai 47,5 Persen
Rabu, 18 Oktober 2017 - 05:37

Berikut Harga Kelapa Sawit Minggu Ini
Rabu, 18 Oktober 2017 - 05:32

Tanjak Dirancang Jadi Ikon Souvenir di Riau
Rabu, 18 Oktober 2017 - 05:30

Polres Siak dan Pemkab Siak MoU Untu Rekrutmen Polri
Rabu, 18 Oktober 2017 - 05:25

Pemko Selesaikan Ganti Rugi Lahan Jalan Soebrantas
Rabu, 18 Oktober 2017 - 05:23

Ini Pesan JK untuk Anies-Sandi Bangun Jakarta
Selasa, 17 Oktober 2017 - 16:44

Demokrat Jakarta: Anies Mau Tunjukkan Diri Berpihak Pada Warga Miskin
Selasa, 17 Oktober 2017 - 16:42

Giliran Organda Sumbar Tolak Angkutan Online Beroperasi
Selasa, 17 Oktober 2017 - 16:40

Sandiaga Uno Penuhi Nazar, Tak Bakal Terima Gaji Sebagai Wagub
Selasa, 17 Oktober 2017 - 16:37

Sekdaprov Riau Ungkap Alasan Anggaran Beasiswa Dicoret
Selasa, 17 Oktober 2017 - 16:30

Dispar Riau Kembangkan Tanjak Melayu Sebagai Souvenir
Selasa, 17 Oktober 2017 - 16:26

Gerombolan IQ Satu Digit
Selasa, 17 Oktober 2017 - 16:20

Anies Tegaskan Masih Tolak Reklamasi
Selasa, 17 Oktober 2017 - 16:09

Dewan Inhil Sebut Banyak Masyarakat Miskin Belum Tercover Kuota BPJS
Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:55

Bupati dan Kapolres Inhil Sepakat Bina Siswa Berprestasi
Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:54

Harris- Yopi Maju Di Pilgubri, Ini Kemungkinan Terbesarnya
Selasa, 17 Oktober 2017 - 13:08

BRK Raih Juara I Lomba Perpustakaan Khusus Tingkat Provinsi Riau 2017
Selasa, 17 Oktober 2017 - 12:57

215 mahasiswa Stikes hang tuah Pekanbaru belajar di Siak
Selasa, 17 Oktober 2017 - 12:49

RTRW, Pemprov Tunggu Keputusan Pusat
Selasa, 17 Oktober 2017 - 12:44

Luhut: Enggak Ada Pribumi dan Non Pribumi
Selasa, 17 Oktober 2017 - 12:38

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com