Home
38 Wartawan Lulus UKW Angkatan XI | Mengapa Harga Hunian di Jakarta Makin Mahal? | Andi Arief: Terlalu Dini Menyimpulkan Pelaku Perusakan Atribut Demokrat Disuruh PDIP | BPN Prabowo-Sandi: Perusakan Spanduk SBY Nodai Keindahan Demokrasi | Hinca: Perusak Bendera Demokrat di Riau Dibayar Rp100 Ribu | Aktivis Berharap Presiden Perhatikan Korban Banjir Riau
Senin, 17 Desember 2018
/ Metropolitan / 16:23:09 / Motif Ombak Bono Dalam Batik Raup Omzet Hingga Rp300 Juta /
Motif Ombak Bono Dalam Batik Raup Omzet Hingga Rp300 Juta
Jumat, 20 Oktober 2017 - 16:23:09 WIB

PEKANBARU - Pengelola Rumah Batik Andalan yang beranggotakan kaum ibu rumah tangga beralamat di Pangkalan Kerinci,  Pelalawan,  Riau mengaku kini sudah mampu menghasilkan omzet Rp300 juta perbulan untuk produk unggulan batik tulis motif Gelombang Bono.
  
"Motif Gelombang Bono telah mendapatkan hak paten, " kata Ketua Kelompok Usaha Rumah Batik Andalan Siti Nurbaya (49) tahun saat dijumpai pada acara Riau Expo 2017, di Pekanbaru, Jumat.
  
Siti dan teman-temannya yang merupakan mitra binaan PT. RAPP sudah menggeluti batik tulis sejak November 2013.
 Usaha kerajinan batik tulis yang mengandalkan kaum ibu ini kini berkembang pesat hingga mampu menghasilkan omzet besar dan menambah pendapatan keluarga.
    
"Omzet yang didapat dari usaha ini cukup menjanjikan mencapai Rp300 juta per bulannya," imbuh dia. 
  
Ia menjelaskan motif Gelombang Bono yang diciptakan oleh kelompok yang bermukim di Kerinci itu terinspirasi dari fenomenal alam Gelombang Bono yang ada didaerah Pelalawan.
  
"Sebagai salah satu bentuk kecintaan akan batik akhirnya kami mengabadikan Gelombang Bono sebagai motif batik tulus khas Riau " tuturnya.
 
Ia menjelaskan untuk selembar kain batik tulis motif Gombang Bono bisa dihargai Rp200.000-Rp500.000 tergantung  bahan dasar kain.
  
Diakuinya memang harga batik tulus produksi Rumah Batik Andalan ini lebih mahal ketimbang produk batik lainnnya karena pengerjaannya masih manual dan tradisional.
     
"Rumah Batik Andalan membuat  dengan teknik tulis. Hal ini menyebabkan harga batik Gelombang Bono lebih mahal daripada yang lain dipasaran yang menggunakan teknik printing," tuturnya. 
  
Masih sambung dia kaum ibu yang menjadi anggota kelompok Rumah Batik Andalan kini juga mengembangkan motif lainnya seperti Akasia, Daun Eukaliptus, Timun Suri dan Lakuna.   
    
"Semua motif ini dikreasikan langsung oleh warga binaan PT RAPP dan Pemda dengan terinspirasi dari alam sekitar," ujarnya.
   
Selain kelima motif tersebut,  ada koleksi batik tulis lainnya yang telah didaftarkan untuk dimintai hak patennya yaitu  Daun Sawi,  Daun Pakis,  Pohon Sawit,  Buah Sawit dan Daun Sawit. 
    
Terkait pemasarannya, masih Siti menjelaskan batik Gelombang Bono ini telah menembus pasar internasional  diantaranya China,  Brazil,  Singapura,  Malaysia bahkan Afrika Selatan.
   
Ia menambahkan pada Riau Expo 2017 kali ini untuk tetap bisa bersaing dan eksis kaum ibu berinovasi tidak hanya menjadikan bahan pakaian,  namun aneka batik terutama motif  Glombang Bono dibuat menjadi scraft,  dompet,  tas,  tempat tisu, dan lain sebagainya.
   
"Ini sebagai bentuk kreasi batik Gelombang Bono agar semakin diminati oleh masyarakat. Kami dibantu oleh PT. RAPP untuk pemasaran, kalau ada tamu luar negri mereka membeli untuk dijadikan cinderamata, " Pungkas Siti Nurbaya.[Antara]

   
 
Pengamat: Prestasi Anies Sengaja Ditenggelamkan Media Mainstream
Jumat, 14 Desember 2018 - 16:29

Baru 14,7 Persen UMKM Riau Manfaatkan KUR
Jumat, 14 Desember 2018 - 16:22

Enam Warga Meninggal Dalam Bencana Banjir Riau
Jumat, 14 Desember 2018 - 16:19

Chevron Bantu 15 Bibit Sapi Peternak Riau
Jumat, 14 Desember 2018 - 16:15

Turap Sungai Rokan Amblas, BWS Diminta Tanggung jawab
Jumat, 14 Desember 2018 - 16:13

Jembatan Sementara Pulihkan Lalu Lintas Padang-Bukittinggi
Kamis, 13 Desember 2018 - 14:23

Gerindra Ingatkan Jokowi: Jangan Berlebihan, Kekuasan Akan Berganti
Kamis, 13 Desember 2018 - 14:19

Komunitas Goresan Emas Memulai Rangkaian Goes to School ke SMA di Inhil
Kamis, 13 Desember 2018 - 14:12

Pemprov Riau Gesa Penyelesaian Pembangunan Fasilitas Tambahan Embarkasi Haji Antara
Kamis, 13 Desember 2018 - 14:00

Riau Bersiap Menerapkan Wisata Religi
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:59

Harga TBS Sawit di Riau Menunjukkan Tren Positif
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:57

Sandi Tuding Utang BUMN Meroket karena Politik Jokowi
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:52

Diundang LAM Riau, SBY Tidak akan Datang Acara Penabalan Gelar Jokowi
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:48

Peringatan Dini, Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir pada Malam Hari di Riau
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:41

Selama Kedatangan Jokowi, RTH Kaca Mayang Tertutup untuk Umum
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:39

Perpustakaan Pekanbaru Terima 2.585 Buku Berbahasa Asing
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:36

Basarnas Pekanbaru Temukan Warga Hilang Terseret Banjir
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:34

Penyelesaian Konflik Dua Serikat Kerja Masih Nyangkut di Polres Dumai
Rabu, 12 Desember 2018 - 20:32

23.091 Hektare Kebun Sawit Siak Perlu "Peremajaan"
Rabu, 12 Desember 2018 - 20:18

Anggota DPRD Riau minta Perusahaan segera Bantu Korban Banjir
Rabu, 12 Desember 2018 - 20:16

Basarnas Pekanbaru Evakuasi 450 Santri Korban Banjir
Rabu, 12 Desember 2018 - 20:14

58 Nelayan Siak Belum Terdaftar Kartu Asuransi
Rabu, 12 Desember 2018 - 20:08

Polres Inhil Tangkap Karyawan Swasta Pelaku Pencurian Motor
Rabu, 12 Desember 2018 - 20:05

Zakat dan Shodaqoh Wujud Pengamalan Al Quran di Negeri Istana
Rabu, 12 Desember 2018 - 19:52

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com