Home
Eks Sekjen Kemendagri Akui Proyek Pembangunan Gedung IPDN Bermasalah | Rizal Ramli: Tinggalkan IMF Dan Bank Dunia Agar Ekonomi Tumbuh Pesat | Hutama Karya Resmi Garap Tol Pekanbaru-Padang | TGB Soal Hubungannya dengan Ustaz Somad Usai Dukung Jokowi | Kebakaran Lahan di Bukit Bathrem Dumai, Sumber Air Terbatas | 1.733 Pelajar SMA dan SMK Bakal Ikuti UN Perbaikan
Kamis, 19 Juli 2018
/ Politik / 20:31:35 / Isu Pribumi Makin Dongkrak Elektabilitas Anies /
Isu Pribumi Makin Dongkrak Elektabilitas Anies
Jumat, 20 Oktober 2017 - 20:31:35 WIB

JAKARTA - Isu pribumi yang bergulir kencang belakangan ini dinilai tak berefek pada kerontokan citra personal Anies Baswedan sebagai gubernur yang baru dilantik. Pernyataannya soal pribumi yang “digoreng” oleh lawan-lawan politik Anies dengan melaporkannya ke polisi, justru makin  mendongkrak kesukaan dan simpati mayoritas publik kepadanya.

Demikian disampaikan peneliti senior LSI Network Denny JA , Toto Izul Fatah kepada Republika.co.id di Jakarta ( 20/10) menanggapi pro kontra seputar pidato Anies Baswedan saat pelantikannya sebagai gubernur DKI Jakarta di Istana Negara beberapa waktu lalu.

"Saya menduga, jika dilakukan survei hari ini, elektabilitas Anies makin meroket.  Yang mendukung dan simpati kepada Anies akan lebih banyak ketimbang yang  menolak,” ungkap Toto.

Karena itu, menurut dia, jika upaya melaporkan Anies ke polisi itu bermuatan politik untuk merusak citra Anies, cara seperti tiu pasti salah, tidak cerdas, tidak tepat dan tidak strategis. Sebab, dengan menggulirkan isu tersebut, baik melalui proses hukum maupun demo, justru akan membuat image personal Anies makin moncer.

Toto berpendapat,  dari perspektif komunikasi publik,  ia menilai sangat tidak cerdas dan ceroboh apa yang dilakukan lawan politik Anies itu. Walaupun, dikemas dengan ramuan sosial yang public intrest  seperti berpotensi memecah belah bangsa atau ramuan hukum dengan adanya celah pelanggaran pidana dan lain-lain. 

“Salah besar jika ingin merusak citra Anies dengan manuver seperti itu. Sebab, isu pribumi itu sebenarnya bisa lebih seksi dari isu PKI. Kalau ini terus digulirkan, justru Anies yang akan menuai keuntungan politiknya. Atau, jangan-jangan, isu pribumi ini sengaja digulirkan Anies untuk tujuan itu, memancing reaksi lawan, dan ketika lawan bereaksi alias terpancing, Anies menuai dukungan dari isu itu. Ini artinya, Anies lebih cerdas dibanding lawan politiknya,” tegasnya.

Saat ditanya alasan yang membuat isu pribumi ini lebih kuat ketimbang isu PKI, Toto berpendapat,  isu pribumi memiliki masa kadaluarsa yang sangat panjang, mengingat sampai saat ini masih menjadi bagian dari realitas politik dan sosiologis bangsa Indonesia, bahkan dunia. Lihat saja PBB sendiri, sebagai organisasi rujukan dunia, memberi ruang terbuka untuk memperingati Hari Pribumi Internasional pada  setiap 9 Agustus sejak 1994.

Berbeda dengan isu PKI yang masa kadaluarsanya relatif pendek karena  baik secara politik maupun sosiologis sangat segmented. Begitu juga aspek ruang dan waktu serta unsur kepentingan publiknya.

Sedangkan isu pribumi ini sudah menjadi fenomena mendunia, terjadi di hampir setiap negara. Termasuk, Indonesia, sebagai negara yang pernah dijajah Belanda dan Jepang, dimana isu pribumi itu sempat tumbuh subur sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan dan kesewenang-wenangan.

Karena itu, lanjut dia, dalam melihat dan menyikapi pro kontra isu pribumi ini tak perlu dengan kepala panas. Tinggal, dari sisi mana melihatnya. Yang penting, isu itu bergulir dalam koridor sosial yang wajar, tidak merembet pada aksi sosial yang anarkis dan barbar.

“Justru lebih baik kita buka isu itu ketimbang disimpan di laci yang pada  saatnya meledak juga karena menyimpan bara. Anggap saja ini sebagai realitas sosiologis yang harus menjadi panduan berbangsa dan bernegara dengan tidak mengusiknya lewat ketidakadilan, kezdoliman dan kesewenang-wenangan. Sehingga, semua pihak berkaca diri. Yang pengusaha berkaca, yang berkuasa juga berkaca, bahwa kita ini masih menghadapi fakta tingginya kemiskinan dan lain-lain,” jelas Toto.

Dalam pandangan Direktur Citra Komunikasi LSI Denny Ja ini, siapa saja boleh mengganggap dirinya pribumi sepanjang orang tersebut cinta tanah air, pro NKRI dan setia kepada Pancasila. Dengan begitu, ada pribumi yang sunda, jawa, Tionghoa, Arab, Papua dan seterusnya. “So, apa yang salah dengan sebutan pribumi. Toh, selama ini juga kita tak mempersoalkan adanya Bank Boemi Putra yang berarti pribumi. Betgitu juga HIPMI, Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia,” tegasnya. [rol]

   
 
Di Inhu, PSI Tak Ada Daftarkan Bacalegnya
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:34

Yuzril Turun Gunung Jadi Bacaleg Dapil DKI Jakarta III
Rabu, 18 Juli 2018 - 10:55

126 Titik Panas Tersebar di Sumatera, 61nya ada di Riau
Rabu, 18 Juli 2018 - 10:49

Digagas Diskominfops, Bupati Inhil Resmikan Peluncuran Sistem Inpas
Rabu, 18 Juli 2018 - 10:44

Gubernur Riau Terpilih Kunjungi LAMR Riau
Rabu, 18 Juli 2018 - 10:41

Kirab Api Obor Asean Games 2018 Ajang Promosi Pariwisata Siak
Rabu, 18 Juli 2018 - 10:37

Polres Inhu Amankan 18 Paket Shabu Seberat 14.58 gram dan 4 Butir Pil Ekstasi
Rabu, 18 Juli 2018 - 10:34

Fenomena Aneh Sapi Beranak Dengan Dua Kepala di Indragiri Hulu
Selasa, 17 Juli 2018 - 15:46

Tiga Calon Haji Asal Bengkalis Batal Berangkat
Selasa, 17 Juli 2018 - 15:42

Pengamat: Jokowi Ketar-ketir Dengan Manuver Prabowo
Selasa, 17 Juli 2018 - 09:39

Bupati Syamsuar Berharap Agar Pelaksanaan MTQ Dari Putra Putri Asli Siak
Selasa, 17 Juli 2018 - 09:24

Syamsuar Sampaikan Harapan Agar Hubungan Baik Antara sesama Alumni Terus Terjaga
Selasa, 17 Juli 2018 - 09:22

Serahkan Berkas Caleg ke KPU, Perindo Inhu Targetkan 1 Fraksi di DPRD
Selasa, 17 Juli 2018 - 09:09

KSOP Dumai Imbau Kapal Antisipasi Kecelakaan Laut
Selasa, 17 Juli 2018 - 09:00

Tak Terpantau Miliki Titik Api Namun 2,5 Hektare Lahan Terbakar di Bengkalis ini
Selasa, 17 Juli 2018 - 08:52

Indah dan Asri, Air Terjun Tembulun Inhu jadi Pilihan Berwisata
Selasa, 17 Juli 2018 - 08:47

Digagas Diskominfops Inhil, Bupati Resmikan Sistem Informasi Pemerintah dan Masyarakat
Selasa, 17 Juli 2018 - 08:38

Harga Cabai di Pekanbaru Naik
Selasa, 17 Juli 2018 - 08:34

Legislator: Instansi Terkait Cari Solusi Tekan Harga Telur
Selasa, 17 Juli 2018 - 08:32

Rolls Royce Kembangkan Taksi Terbang
Senin, 16 Juli 2018 - 10:50

Modric Pemain Terbaik, Mbappe Pemain Muda Terbaik
Senin, 16 Juli 2018 - 10:20

Bupati Wardan Instruksikan Jajaran Agar Gunakan DAK Sesuai Juklak dan Juknis
Senin, 16 Juli 2018 - 10:02

Proyek Pembangunan Pamsimas Diduga Dikerjakan Asal Selesai
Senin, 16 Juli 2018 - 09:56

Pemkab Siak Kembali Menorehkan Prestasi Tingkat Nasional
Senin, 16 Juli 2018 - 09:52

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com