Home
38 Wartawan Lulus UKW Angkatan XI | Mengapa Harga Hunian di Jakarta Makin Mahal? | Andi Arief: Terlalu Dini Menyimpulkan Pelaku Perusakan Atribut Demokrat Disuruh PDIP | BPN Prabowo-Sandi: Perusakan Spanduk SBY Nodai Keindahan Demokrasi | Hinca: Perusak Bendera Demokrat di Riau Dibayar Rp100 Ribu | Aktivis Berharap Presiden Perhatikan Korban Banjir Riau
Senin, 17 Desember 2018
/ Nasional / 20:30:14 / Anies Baswedan Dirayu Pengembang Reklamasi Rp 77 Triliun /
Anies Baswedan Dirayu Pengembang Reklamasi Rp 77 Triliun
Senin, 23 Oktober 2017 - 20:30:14 WIB

JAKARTA – Upaya pihak pengembang untuk memuluskan kelanjutan proyek Reklamasi dilakukan dengan berbagai cara, bahkan dengan rayuan langsung kepada Gubernur DKI terpilih Anies Baswedan. Seperti dikutip dari majalah TEMPO edisi 22-29 Oktober 2017, pihak pengembang sampai membujuk Anies dengan iming-iming Rp 77 triliun dalam satu pertemuan.

Pertemuan di rumah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada awal Agustus lalu bukan sekadar makan siang biasa. Prabowo mengundang mereka yang terlibat dalam proyek reklamasi Teluk Jakarta.

Dua tamu Prabowo siang itu adalah bos Grup Artha Graha, Tomy Winata, dan pemilik Grup Agung Sedayu yang punya lima pulau reklamasi, Richard Halim Kusuma. Wakil Ketua DPRD Jakarta dari Gerindra, Muhammad Taufik juga terlihat ada di sana.

Bintang tamu makan siang itu tak lain adalah jagoan Prabowo yang telah terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta dalam pemilihan pada April lalu, Anies Rasyid Baswedan. “Pertemuan itu hanya untuk kulonuwun ke gubernur baru,” kata Taufik pada Kamis pekan lalu.

Anies terlihat kaget begitu melihat Tomy Winata dan Richard Halim. Apalagi, menurut orang-orang dekatnya, mantan pemimpin Kopassus itu tak memberitahu Anies bahwa makan siang tersebut akan mengundang dua pengusaha ini.

Prabowo lalu mempersilakan Tomy Winata menjelaskan tujuan pertemuan itu. Bos Artha Graha itu memulai percakapan dengan memperkenalkan Richard. Ia adalah anak Sugianto Kusuma alias Aguan, bos Grup Agung Sedayu. Perusahaan ini merupakan induk PT Kapuk Naga Indah, pemegang ijin Pulau A, B, C, D, dan E.

Pulau A dan B seluas 259 hektare berada di wilayah Provinsi Banten, sementara Pulau C, D, dan E seluas 872 hektare berada wilayah DKI Jakarta. Pemerintah pusat menghentikan sementara pembangunan Pulau C dan D, yang dianggap melanggar banyak aturan, sampal akhirnya mencabutnya pada awal Oktober ini.

Setelah memperkenalkan Richard, Tomy memperkenalkan laki-laki yang duduk di sebelahnya sebagai Ali Hanafi. Di kalangan pengusaha dan politikus, Ali dikenal sehagat orang kepercayaan Aguan. Tomy lalu meminta Ali menjelaskan lebih jauh soal proyek reklamasi.

Mendapat perintah itu, Ali mengeluarkan segepok dokumen, menjelaskan apa saja yang sudah dilakukan PT Kapuk Naga Indah terkait dengan reklamasi. “Intinya, mereka menjelaskan proyek itu telah berjalan,” kata sumber Tempo yang mengetahui pertemuan ini.

Menurut dia, Richard sesekali menambahkan penjelasan Ali. Anies lebih banyak diam mendengarkan tamu-tamu Prabowo itu berbicara. Sekali ia bertanya di antara jeda penjelasan Richard dan Ali tentang ijin mendirikan pulau buatan. Ali menerangkan, mereka mengerjakan proyek reklamasi dengan mematuhi semua aturan.

Belum sempat Anies melontarkan pertanyaan lanjutan, Ali menambahkan bahwa satu-satunya tindakan di pulau reklamasi yang tak sesuai dengan aturan adalah mendirikan rumah toko (ruko) di Pulau D tanpa dokumen izin mendirikan bangunan.

Richard dan Tomy segera menutup penjelasan Ali dengan bergantian mengatakan para pengusaha bersedia membayar kontribusi tambahan sebesar 15 persen. Kontribusi dimasukkan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, diluar kewajiban pengembang menyediakan 40 persen lahan untuk publik, plus 5 persen untuk fasilitas umum. Jika angka itu dikonversi ke dalam rupiah, pemerintah DKI Jakarta bakal mendapatkan Rp 77 triliun dari kontribusi tambahan tersebut.

Setelah diskusi selama hampir satu jam, pertemuan itu bubar tanpa kesepakatan. Sebelum berpisah, Richard Halim sempat mengajak Anies berfoto bersama. Menurut seseorang yang dekat dengan Anies, Gubernur Jakarta itu menolaknya secara halus.

Mantan Ketua Tim Sinkronisasi Anies-Sandi, Sudirman Said, membenarkan adanya pertemuan di rumah Prabowo yang dihadiri Richard Halim, Tomy Winata, Ali Hanafi, dan Anies Baswedan. Dia menegaskan, tak ada kesepakan apa pun dari pertemuan itu.

(Sumber: Majalah TEMPO)

   
 
Pengamat: Prestasi Anies Sengaja Ditenggelamkan Media Mainstream
Jumat, 14 Desember 2018 - 16:29

Baru 14,7 Persen UMKM Riau Manfaatkan KUR
Jumat, 14 Desember 2018 - 16:22

Enam Warga Meninggal Dalam Bencana Banjir Riau
Jumat, 14 Desember 2018 - 16:19

Chevron Bantu 15 Bibit Sapi Peternak Riau
Jumat, 14 Desember 2018 - 16:15

Turap Sungai Rokan Amblas, BWS Diminta Tanggung jawab
Jumat, 14 Desember 2018 - 16:13

Jembatan Sementara Pulihkan Lalu Lintas Padang-Bukittinggi
Kamis, 13 Desember 2018 - 14:23

Gerindra Ingatkan Jokowi: Jangan Berlebihan, Kekuasan Akan Berganti
Kamis, 13 Desember 2018 - 14:19

Komunitas Goresan Emas Memulai Rangkaian Goes to School ke SMA di Inhil
Kamis, 13 Desember 2018 - 14:12

Pemprov Riau Gesa Penyelesaian Pembangunan Fasilitas Tambahan Embarkasi Haji Antara
Kamis, 13 Desember 2018 - 14:00

Riau Bersiap Menerapkan Wisata Religi
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:59

Harga TBS Sawit di Riau Menunjukkan Tren Positif
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:57

Sandi Tuding Utang BUMN Meroket karena Politik Jokowi
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:52

Diundang LAM Riau, SBY Tidak akan Datang Acara Penabalan Gelar Jokowi
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:48

Peringatan Dini, Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir pada Malam Hari di Riau
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:41

Selama Kedatangan Jokowi, RTH Kaca Mayang Tertutup untuk Umum
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:39

Perpustakaan Pekanbaru Terima 2.585 Buku Berbahasa Asing
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:36

Basarnas Pekanbaru Temukan Warga Hilang Terseret Banjir
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:34

Penyelesaian Konflik Dua Serikat Kerja Masih Nyangkut di Polres Dumai
Rabu, 12 Desember 2018 - 20:32

23.091 Hektare Kebun Sawit Siak Perlu "Peremajaan"
Rabu, 12 Desember 2018 - 20:18

Anggota DPRD Riau minta Perusahaan segera Bantu Korban Banjir
Rabu, 12 Desember 2018 - 20:16

Basarnas Pekanbaru Evakuasi 450 Santri Korban Banjir
Rabu, 12 Desember 2018 - 20:14

58 Nelayan Siak Belum Terdaftar Kartu Asuransi
Rabu, 12 Desember 2018 - 20:08

Polres Inhil Tangkap Karyawan Swasta Pelaku Pencurian Motor
Rabu, 12 Desember 2018 - 20:05

Zakat dan Shodaqoh Wujud Pengamalan Al Quran di Negeri Istana
Rabu, 12 Desember 2018 - 19:52

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com