Home
Kasus Viktor Laiksodat Dihentikan Polisi, Ini Peringatan MUI | Zainal Bintang: Hasil Rapat Pleno Golkar Mengandung Bom Bunuh Diri | Dewan Pakar ICMI: Polisi Harus Segera Proses Megawati Soekarnoputri! | Victor Lolos, Bareskrim Polri Lakukan Kesalahan Fatal | Polda Metro Siap Amankan Aksi Milad 212 | PAN Sesalkan Sikap Polisi yang Hentikan Kasus Viktor
Rabu, 22 November 2017
/ Nasional / 20:30:14 / Anies Baswedan Dirayu Pengembang Reklamasi Rp 77 Triliun /
Anies Baswedan Dirayu Pengembang Reklamasi Rp 77 Triliun
Senin, 23 Oktober 2017 - 20:30:14 WIB

JAKARTA – Upaya pihak pengembang untuk memuluskan kelanjutan proyek Reklamasi dilakukan dengan berbagai cara, bahkan dengan rayuan langsung kepada Gubernur DKI terpilih Anies Baswedan. Seperti dikutip dari majalah TEMPO edisi 22-29 Oktober 2017, pihak pengembang sampai membujuk Anies dengan iming-iming Rp 77 triliun dalam satu pertemuan.

Pertemuan di rumah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada awal Agustus lalu bukan sekadar makan siang biasa. Prabowo mengundang mereka yang terlibat dalam proyek reklamasi Teluk Jakarta.

Dua tamu Prabowo siang itu adalah bos Grup Artha Graha, Tomy Winata, dan pemilik Grup Agung Sedayu yang punya lima pulau reklamasi, Richard Halim Kusuma. Wakil Ketua DPRD Jakarta dari Gerindra, Muhammad Taufik juga terlihat ada di sana.

Bintang tamu makan siang itu tak lain adalah jagoan Prabowo yang telah terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta dalam pemilihan pada April lalu, Anies Rasyid Baswedan. “Pertemuan itu hanya untuk kulonuwun ke gubernur baru,” kata Taufik pada Kamis pekan lalu.

Anies terlihat kaget begitu melihat Tomy Winata dan Richard Halim. Apalagi, menurut orang-orang dekatnya, mantan pemimpin Kopassus itu tak memberitahu Anies bahwa makan siang tersebut akan mengundang dua pengusaha ini.

Prabowo lalu mempersilakan Tomy Winata menjelaskan tujuan pertemuan itu. Bos Artha Graha itu memulai percakapan dengan memperkenalkan Richard. Ia adalah anak Sugianto Kusuma alias Aguan, bos Grup Agung Sedayu. Perusahaan ini merupakan induk PT Kapuk Naga Indah, pemegang ijin Pulau A, B, C, D, dan E.

Pulau A dan B seluas 259 hektare berada di wilayah Provinsi Banten, sementara Pulau C, D, dan E seluas 872 hektare berada wilayah DKI Jakarta. Pemerintah pusat menghentikan sementara pembangunan Pulau C dan D, yang dianggap melanggar banyak aturan, sampal akhirnya mencabutnya pada awal Oktober ini.

Setelah memperkenalkan Richard, Tomy memperkenalkan laki-laki yang duduk di sebelahnya sebagai Ali Hanafi. Di kalangan pengusaha dan politikus, Ali dikenal sehagat orang kepercayaan Aguan. Tomy lalu meminta Ali menjelaskan lebih jauh soal proyek reklamasi.

Mendapat perintah itu, Ali mengeluarkan segepok dokumen, menjelaskan apa saja yang sudah dilakukan PT Kapuk Naga Indah terkait dengan reklamasi. “Intinya, mereka menjelaskan proyek itu telah berjalan,” kata sumber Tempo yang mengetahui pertemuan ini.

Menurut dia, Richard sesekali menambahkan penjelasan Ali. Anies lebih banyak diam mendengarkan tamu-tamu Prabowo itu berbicara. Sekali ia bertanya di antara jeda penjelasan Richard dan Ali tentang ijin mendirikan pulau buatan. Ali menerangkan, mereka mengerjakan proyek reklamasi dengan mematuhi semua aturan.

Belum sempat Anies melontarkan pertanyaan lanjutan, Ali menambahkan bahwa satu-satunya tindakan di pulau reklamasi yang tak sesuai dengan aturan adalah mendirikan rumah toko (ruko) di Pulau D tanpa dokumen izin mendirikan bangunan.

Richard dan Tomy segera menutup penjelasan Ali dengan bergantian mengatakan para pengusaha bersedia membayar kontribusi tambahan sebesar 15 persen. Kontribusi dimasukkan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, diluar kewajiban pengembang menyediakan 40 persen lahan untuk publik, plus 5 persen untuk fasilitas umum. Jika angka itu dikonversi ke dalam rupiah, pemerintah DKI Jakarta bakal mendapatkan Rp 77 triliun dari kontribusi tambahan tersebut.

Setelah diskusi selama hampir satu jam, pertemuan itu bubar tanpa kesepakatan. Sebelum berpisah, Richard Halim sempat mengajak Anies berfoto bersama. Menurut seseorang yang dekat dengan Anies, Gubernur Jakarta itu menolaknya secara halus.

Mantan Ketua Tim Sinkronisasi Anies-Sandi, Sudirman Said, membenarkan adanya pertemuan di rumah Prabowo yang dihadiri Richard Halim, Tomy Winata, Ali Hanafi, dan Anies Baswedan. Dia menegaskan, tak ada kesepakan apa pun dari pertemuan itu.

(Sumber: Majalah TEMPO)

   
 
Sambut Tahun Baru, Bulog Riau Sediakan 11 Ton Daging Beku
Selasa, 21 November 2017 - 16:41

Penemuan Bunga Bangkai Hebohkan Warga Kecamatan Payung Sekaki
Selasa, 21 November 2017 - 16:39

Titiek Soeharto Juga Siap Jadi Ketua Umum Golkar
Selasa, 21 November 2017 - 16:24

Biaya Pengecatan Mobil Penyok di Bengkel Resmi, Mahal Tidak?
Selasa, 21 November 2017 - 16:10

Airlangga, Bukti Intervensi Pemerintah ke Golkar?
Selasa, 21 November 2017 - 16:05

Ada Hak Imunitas, Polri Hentikan Kasus Viktor Laiskodat
Selasa, 21 November 2017 - 16:00

Bocoran Harga Rush-Terios Terbaru, Enggak Sampai Rp300 Juta
Selasa, 21 November 2017 - 14:18

Merokok di Mobil Bikin AC Cepat Rusak, Mitos atau Fakta? ini Jawabannya..
Selasa, 21 November 2017 - 14:17

Mau Ada Model Baru, Harga Terios Lama Turun Drastis
Selasa, 21 November 2017 - 14:13

Saat Kiamat, Ini yang Terjadi pada Bumi Dijelaskan Alquran dan Sains
Selasa, 21 November 2017 - 14:10

LAM Pekanbaru akan Usulkan agar Tanjak Diperdakan
Selasa, 21 November 2017 - 14:06

Kenduri Seni Melayu Perkuat Wisata di Kota Batam
Selasa, 21 November 2017 - 13:59

Luhut Komandan Segala Macam
Selasa, 21 November 2017 - 13:49

Elektabilitas Prabowo Melejit, Rakyat Tak Puas Kinerja Jokowi
Selasa, 21 November 2017 - 13:43

Fahri Hamzah: Kinerja Setya Novanto Sudah Tidak Maksimal Sejak Sebelum Tersangka
Selasa, 21 November 2017 - 13:38

Jaksa Bentak Ustadz Alfian, Pengunjung Sidang: Jangan Kurang Ajar pada Ulama!
Selasa, 21 November 2017 - 13:32

Disbud Taja Sosialisasi Tunjuk Ajar Melayu Gelombang Dua
Selasa, 21 November 2017 - 13:26

Minggu Depan APBD 2018 Riau Ketok Palu
Selasa, 21 November 2017 - 13:20

Perindagkop Meranti akan Panggil PT Bumi Meranti Sejahtera Terkait Ini
Selasa, 21 November 2017 - 08:31

Terkait Tepung Sagu "Diduduki" Anjing, Ketua Koperasi Harmonis Menjawab Begini...
Selasa, 21 November 2017 - 08:28

Bupati Inhil Terima Penghargaan Tingkat Nasional
Selasa, 21 November 2017 - 07:55

Batik Riau Sudah Ada Sejak Abad ke-18
Selasa, 21 November 2017 - 07:40

Ini Pesan Bupati Suparman, Kalau Nantinya Ia Dipenjara
Selasa, 21 November 2017 - 07:38

Marquez Tinggalin Honda, Rossi Belum Mau Pensiun
Senin, 20 November 2017 - 21:05

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com