Home
Sudah 680 Hektar Hutan Lahan di Riau Terbakar | Hasil Autopsi Penyebab Kematian Kakek di Siak Tewas Tidak Dianiaya Anaknya | Pengendali Narkoba 1,6 Ton Berasal dari Cina | Kaukus Pembela Rizieq Minta Kapolda Hentikan Kasus | Cerita Yusril Dipanggil Jokowi Bahas Kasus Rizieq Shihab | Disela-sela Kampanye, Rosman Penuhi Undangan Ibu Mariati Pasar Kembang
Minggu, 25 Februari 2018
/ Lifestyle / 20:51:02 / Batas Usia Nikah Buat Perempuan Dinaikkan Jadi 18 Tahun /
Batas Usia Nikah Buat Perempuan Dinaikkan Jadi 18 Tahun
Sabtu, 04 November 2017 - 20:51:02 WIB

RIAUTRUST.com - Tingkat pernikahan melibatkan perempuan di bawah umur masih tinggi. Karena itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) bersiap mengajukan revisi UU 1/1974 tentang Perkawinan.

Menteri PP-PA Yohana Susana Yembise mengungkapkan, untuk membahas revisi UU tersebut, dirinya sudah bertemu Menag Lukman Hakim Saifuddin. "Saya bersyukur Pak Menteri Lukman memberikan dukungan," katanya.

Yohana menyebutkan, poin utama usulan revisi UU Perkawinan itu adalah soal batas minimal usia nikah untuk perempuan. Di dalam UU tersebut, batas usia minimal bisa menikah untuk perempuan adalah 16 tahun. Jika usulan revisi itu tidak lolos, bakal ada upaya lagi melalui peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu).

Menurut Yohana, usia 16 tahun masih terlalu kecil. Karena itu, dalam revisi UU, usia minimal menikah ditambah menjadi lebih dari 18 tahun. Yohana melanjutkan, banyak sekali potensi persoalan yang muncul akibat nikah di usia anak-anak. Di antaranya adalah masih tingginya angka meninggal ibu melahirkan atau bayinya. Selain itu, anak perempuan yang menikah umumnya ikut bekerja dan membantu keuangan negara.

"Sudah waktunya kita bersama membiarkan anak-anak perempuan bermain, belajar, dan berprestasi," jelasnya.

Yohana menyebutkan, di level ASEAN, tingkat pernikahan usia anak di Indonesia masih tinggi. Potensi nikah usia dini cukup besar karena saat ini jumlah anak-anak di Indonesia mencapai 87 juta jiwa. Upaya menghentikan pernikahan usia anak itu tidak bisa dilakukan Kementerian PP-PA saja, tetapi juga harus melibatkan masyarakat.

"Saya sudah mendapatkan dukungan dari tokoh agama dan adat," jelasnya seraya menambahkan bahwa upaya mencegah pernikahan anak kerap terkait dengan faktor agama dan budaya.

Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian PP-PA Lenny Nurharyanti Rosalin menambahkan, ada lima provinsi yang potensi nikah usia anaknya besar. Yakni, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Berdasar penelitian, satu dari enam anak perempuan menikah di usia dini.

Dia menjelaskan, prevalensi nikah usia anak di Sulawesi Selatan dan Jawa Barat mencapai 30,5 persen. Artinya, 30,5 persen perempuan antara 20 tahun sampai 24 tahun mengaku menikah sebelum usia 18 tahun. Dia berharap angka pernikahan anak yang masih tinggi tersebut bisa ditekan.

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyuarakan dukungannya. Sekretaris KPAI Bidang Pengasuhan Anak Rita Pranawati mengungkapkan, pendewasaan usia perkawinan akan meningkatkan ketahanan keluarga Indonesia.

Menurut Rita, di usia 16 tahun, organ reproduksi anak perempuan belum cukup siap. "Risikonya bisa kematian ibu dan anak," katanya. Selain itu, secara psikis, belum ada mental mengasuh dan mendidik anak di usia sekitar 16 tahun. "Mentalnya masih ingin bermain-main, lalu harus mengasuh anak," ungkap Rita.

Belum lagi, dengan pernikahan, pendidikan seorang perempuan sangat mungkin terhenti. Indeks kualitas manusia dari generasi yang dilahirkan pun akan rendah yang bisa berisiko kesulitan ekonomi. "Sama saja dengan kita menjerumuskan anak pada kemiskinan berulang,” pungkasnya. 

Sumber: pojoksatu.co.id

   
 
Jokowi-Gatot Dan Prabowo-Anies Bakal Bersaing Ketat Di Pemilu 2019
Jumat, 23 Februari 2018 - 20:42

Elektabilitas Jokowi Konsisten Turun
Jumat, 23 Februari 2018 - 20:34

Rizal Ramli: Petani Luar Negeri Berterima Kasih Kepada Menteri Enggar
Jumat, 23 Februari 2018 - 20:19

Rakornas Apernas di Pekanbaru,
Pengembang Perumahan Keluhkan Sulitnya Izin di Kementrian PUPR
Jumat, 23 Februari 2018 - 17:23

92 Pelajar SMA Pekanbaru dan Dumai Ikuti Program Ngaji Teknologi Kelistrikan
Jumat, 23 Februari 2018 - 17:19

Jimly: Masih Banyak yang Benci Anies-Sandi, Move On...
Jumat, 23 Februari 2018 - 17:15

Dilaporkan ke Polisi Soal Kebijakan, Anies Hanya Tersenyum
Jumat, 23 Februari 2018 - 17:12

Tol Padang-Pekanbaru tak Terimbas Moratorium Proyek
Jumat, 23 Februari 2018 - 17:04

Jajaran Polres Inhil Dilatih Tanggulangi Karhutla
Jumat, 23 Februari 2018 - 16:56

Dikunjungi Pengurus TP-PKK Inhil, Heni Harapkan Kerjasama Demi PKK Inhil Semakin Jaya
Jumat, 23 Februari 2018 - 16:54

Ketika Habib Rizieq dan Ustaz Somad Muncul di Survei Capres
Jumat, 23 Februari 2018 - 09:38

Soal Kasus Habib Rizieq, Ini Solusi dari Jimly
Jumat, 23 Februari 2018 - 09:34

Prabowo-Anies Lebih Menarik Ketimbang JK-Anies
Jumat, 23 Februari 2018 - 09:28

Pj Bupati Inhil Buka Kemah Prestasi Terpadu Gerakan Pramuka
Jumat, 23 Februari 2018 - 09:22

Jadi Tuan Rumah Djarum Sirnas Li-Ning Riau Open 2018, PBSI Riau Gelar Rapat Persiapan
Jumat, 23 Februari 2018 - 09:19

Kapolres Inhil Terima Piagam Penghargaan dari Granat
Jumat, 23 Februari 2018 - 09:17

Tembuskan Badan Jalan Enok - Benteng, Rosman Sumbangkan 5 Tronton Pasir dan Batu
Jumat, 23 Februari 2018 - 09:15

Rasyidah Alfedri Berpesan Agar Program Prioritas PKK Tetap Dijalankan
Jumat, 23 Februari 2018 - 09:12

Plt Bupati Siak Alfedri membuka secara resmi Forum Konsultasi Publik
Jumat, 23 Februari 2018 - 09:09

Kabag Humas Pemda Meranti Terkesan "Pilih Kasih" ke Beberapa Media Saja
Jumat, 23 Februari 2018 - 09:00

Yenni Nandang: Bantuan Dari YKB Daerah Riau
Kamis, 22 Februari 2018 - 20:59

Donasi Dhuafa Rp54 Juta, Palestina Rp10 Juta di Acara Grand Opening 212 Mart Dumai
Kamis, 22 Februari 2018 - 20:55

Kebakaran Lahan Meluas, Dumai Kerahkan Helikopter Water Bombing
Kamis, 22 Februari 2018 - 20:52

Berkunjung Ke Kota Baru Inhil
Mantan Kades se-Kecamatan Kemuning Sepakat Menangkan Syamsuar
Kamis, 22 Februari 2018 - 20:49

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com