Home
Kasus Viktor Laiksodat Dihentikan Polisi, Ini Peringatan MUI | Zainal Bintang: Hasil Rapat Pleno Golkar Mengandung Bom Bunuh Diri | Dewan Pakar ICMI: Polisi Harus Segera Proses Megawati Soekarnoputri! | Victor Lolos, Bareskrim Polri Lakukan Kesalahan Fatal | Polda Metro Siap Amankan Aksi Milad 212 | PAN Sesalkan Sikap Polisi yang Hentikan Kasus Viktor
Rabu, 22 November 2017
/ Lifestyle / 20:51:02 / Batas Usia Nikah Buat Perempuan Dinaikkan Jadi 18 Tahun /
Batas Usia Nikah Buat Perempuan Dinaikkan Jadi 18 Tahun
Sabtu, 04 November 2017 - 20:51:02 WIB

RIAUTRUST.com - Tingkat pernikahan melibatkan perempuan di bawah umur masih tinggi. Karena itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) bersiap mengajukan revisi UU 1/1974 tentang Perkawinan.

Menteri PP-PA Yohana Susana Yembise mengungkapkan, untuk membahas revisi UU tersebut, dirinya sudah bertemu Menag Lukman Hakim Saifuddin. "Saya bersyukur Pak Menteri Lukman memberikan dukungan," katanya.

Yohana menyebutkan, poin utama usulan revisi UU Perkawinan itu adalah soal batas minimal usia nikah untuk perempuan. Di dalam UU tersebut, batas usia minimal bisa menikah untuk perempuan adalah 16 tahun. Jika usulan revisi itu tidak lolos, bakal ada upaya lagi melalui peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu).

Menurut Yohana, usia 16 tahun masih terlalu kecil. Karena itu, dalam revisi UU, usia minimal menikah ditambah menjadi lebih dari 18 tahun. Yohana melanjutkan, banyak sekali potensi persoalan yang muncul akibat nikah di usia anak-anak. Di antaranya adalah masih tingginya angka meninggal ibu melahirkan atau bayinya. Selain itu, anak perempuan yang menikah umumnya ikut bekerja dan membantu keuangan negara.

"Sudah waktunya kita bersama membiarkan anak-anak perempuan bermain, belajar, dan berprestasi," jelasnya.

Yohana menyebutkan, di level ASEAN, tingkat pernikahan usia anak di Indonesia masih tinggi. Potensi nikah usia dini cukup besar karena saat ini jumlah anak-anak di Indonesia mencapai 87 juta jiwa. Upaya menghentikan pernikahan usia anak itu tidak bisa dilakukan Kementerian PP-PA saja, tetapi juga harus melibatkan masyarakat.

"Saya sudah mendapatkan dukungan dari tokoh agama dan adat," jelasnya seraya menambahkan bahwa upaya mencegah pernikahan anak kerap terkait dengan faktor agama dan budaya.

Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian PP-PA Lenny Nurharyanti Rosalin menambahkan, ada lima provinsi yang potensi nikah usia anaknya besar. Yakni, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Berdasar penelitian, satu dari enam anak perempuan menikah di usia dini.

Dia menjelaskan, prevalensi nikah usia anak di Sulawesi Selatan dan Jawa Barat mencapai 30,5 persen. Artinya, 30,5 persen perempuan antara 20 tahun sampai 24 tahun mengaku menikah sebelum usia 18 tahun. Dia berharap angka pernikahan anak yang masih tinggi tersebut bisa ditekan.

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyuarakan dukungannya. Sekretaris KPAI Bidang Pengasuhan Anak Rita Pranawati mengungkapkan, pendewasaan usia perkawinan akan meningkatkan ketahanan keluarga Indonesia.

Menurut Rita, di usia 16 tahun, organ reproduksi anak perempuan belum cukup siap. "Risikonya bisa kematian ibu dan anak," katanya. Selain itu, secara psikis, belum ada mental mengasuh dan mendidik anak di usia sekitar 16 tahun. "Mentalnya masih ingin bermain-main, lalu harus mengasuh anak," ungkap Rita.

Belum lagi, dengan pernikahan, pendidikan seorang perempuan sangat mungkin terhenti. Indeks kualitas manusia dari generasi yang dilahirkan pun akan rendah yang bisa berisiko kesulitan ekonomi. "Sama saja dengan kita menjerumuskan anak pada kemiskinan berulang,” pungkasnya. 

Sumber: pojoksatu.co.id

   
 
Sambut Tahun Baru, Bulog Riau Sediakan 11 Ton Daging Beku
Selasa, 21 November 2017 - 16:41

Penemuan Bunga Bangkai Hebohkan Warga Kecamatan Payung Sekaki
Selasa, 21 November 2017 - 16:39

Titiek Soeharto Juga Siap Jadi Ketua Umum Golkar
Selasa, 21 November 2017 - 16:24

Biaya Pengecatan Mobil Penyok di Bengkel Resmi, Mahal Tidak?
Selasa, 21 November 2017 - 16:10

Airlangga, Bukti Intervensi Pemerintah ke Golkar?
Selasa, 21 November 2017 - 16:05

Ada Hak Imunitas, Polri Hentikan Kasus Viktor Laiskodat
Selasa, 21 November 2017 - 16:00

Bocoran Harga Rush-Terios Terbaru, Enggak Sampai Rp300 Juta
Selasa, 21 November 2017 - 14:18

Merokok di Mobil Bikin AC Cepat Rusak, Mitos atau Fakta? ini Jawabannya..
Selasa, 21 November 2017 - 14:17

Mau Ada Model Baru, Harga Terios Lama Turun Drastis
Selasa, 21 November 2017 - 14:13

Saat Kiamat, Ini yang Terjadi pada Bumi Dijelaskan Alquran dan Sains
Selasa, 21 November 2017 - 14:10

LAM Pekanbaru akan Usulkan agar Tanjak Diperdakan
Selasa, 21 November 2017 - 14:06

Kenduri Seni Melayu Perkuat Wisata di Kota Batam
Selasa, 21 November 2017 - 13:59

Luhut Komandan Segala Macam
Selasa, 21 November 2017 - 13:49

Elektabilitas Prabowo Melejit, Rakyat Tak Puas Kinerja Jokowi
Selasa, 21 November 2017 - 13:43

Fahri Hamzah: Kinerja Setya Novanto Sudah Tidak Maksimal Sejak Sebelum Tersangka
Selasa, 21 November 2017 - 13:38

Jaksa Bentak Ustadz Alfian, Pengunjung Sidang: Jangan Kurang Ajar pada Ulama!
Selasa, 21 November 2017 - 13:32

Disbud Taja Sosialisasi Tunjuk Ajar Melayu Gelombang Dua
Selasa, 21 November 2017 - 13:26

Minggu Depan APBD 2018 Riau Ketok Palu
Selasa, 21 November 2017 - 13:20

Perindagkop Meranti akan Panggil PT Bumi Meranti Sejahtera Terkait Ini
Selasa, 21 November 2017 - 08:31

Terkait Tepung Sagu "Diduduki" Anjing, Ketua Koperasi Harmonis Menjawab Begini...
Selasa, 21 November 2017 - 08:28

Bupati Inhil Terima Penghargaan Tingkat Nasional
Selasa, 21 November 2017 - 07:55

Batik Riau Sudah Ada Sejak Abad ke-18
Selasa, 21 November 2017 - 07:40

Ini Pesan Bupati Suparman, Kalau Nantinya Ia Dipenjara
Selasa, 21 November 2017 - 07:38

Marquez Tinggalin Honda, Rossi Belum Mau Pensiun
Senin, 20 November 2017 - 21:05

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com