Home
Sudah 680 Hektar Hutan Lahan di Riau Terbakar | Hasil Autopsi Penyebab Kematian Kakek di Siak Tewas Tidak Dianiaya Anaknya | Pengendali Narkoba 1,6 Ton Berasal dari Cina | Kaukus Pembela Rizieq Minta Kapolda Hentikan Kasus | Cerita Yusril Dipanggil Jokowi Bahas Kasus Rizieq Shihab | Disela-sela Kampanye, Rosman Penuhi Undangan Ibu Mariati Pasar Kembang
Minggu, 25 Februari 2018
/ Nasional / 16:17:37 / Jokowi Disarankan Segera Ganti Jenderal Gatot /
Jokowi Disarankan Segera Ganti Jenderal Gatot
Senin, 13 November 2017 - 16:17:37 WIB

JAKARTA - Presiden Joko Widodo disarankan segera mengganti Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo lantaran menjelang masa pensiun. Pergantian ini diperlukan untuk penyegaran di tubuh TNI dan juga mendukung agenda strategis Jokowi soal poros maritim.

Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Center of Intelligence and Strategic Studies (CISS), Ngasiman Djoyonegoro. Pria yang akrab disapa Simon itu mengingatkan bahwa Jenderal Gatot akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018.

"Maret 2018 kan Panglima TNI pensiun. Sudah saatnya sekarang dilakukan rotasi. Rotasi dimaksudkan agar terjadi penyegaran di tubuh TNI," kata Simon dalam keterangannya kepada wartawan, Senin, 13 November 2017.

Menurut dia, pergantian Panglima TNI untuk mendukung agenda pemerintahan sesuai target. Untuk poros maritim, TNI dinilai yang bisa berperan dalam menjaga teritorial. "Kita semua kan tahu, agenda strategis Presiden sekarang poros maritim. Rotasi pimpinan TNI juga bagian upaya mewujudkan agenda itu," tutur penulis buku 'TNI & Ancaman Baru Dunia Pertahanan' tersebut.

Kemudian, terkait pergantian Panglima TNI baru, sebaiknya dilanjutkan kepada matra Angkatan Udara dan Angkatan Laut. Hal ini mengacu Undang Undang TNI Nomor 34 Tahun 2004. Dalam aturan tersebut, jabatan Panglima TNI sebaiknya dijabat secara bergantian dari setiap matra. Latar belakang calon Panglima TNI biasanya yang pernah menjabat kepala staf.

"Ini penting juga menjalankan amanah reformasi dan profesionalisme di tubuh TNI," jelas Simon.

Jatah TNI AU

Kendati demikian, Simon melihat Angkatan Udara saat ini memiliki momentum untuk menjadi pimpinan TNI. Alasannya cukup masuk akal. Kata dia, dengan dipegang AU, diharapkan cita-cita Jokowi memperkuat poros maritim bisa terealisasi.

"Untuk menjadi nakhoda TNI sekarang lebih tepat diberikan kepada matra udara. Ini untuk memperkuat poros maritim dunia," ujarnya.

Selain itu, jatah untuk TNI AU juga menyesuaikan sebelumnya yang sudah diperoleh TNI AD sebanyak dua kali. "Apalagi TNI AD sudah dua kali menjabat," tuturnya.

Namun, diingatkan Simon, tak hanya matra TNI AU, dalam menjaga poros maritim diperlukan dukungan TNI AD dan TNI AL. "Tiga matra ini harus bersinergi," ujarnya.

Pentingnya sinergi tiga matra ini karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang punya panjang 3,5 juta mil. "Tak kurang ada 17.000 pulau, maka cita-cita poros maritim perlu didukung sistem pertahanan kepulauan yang kuat," jelasnya. [viva]

   
 
Jokowi-Gatot Dan Prabowo-Anies Bakal Bersaing Ketat Di Pemilu 2019
Jumat, 23 Februari 2018 - 20:42

Elektabilitas Jokowi Konsisten Turun
Jumat, 23 Februari 2018 - 20:34

Rizal Ramli: Petani Luar Negeri Berterima Kasih Kepada Menteri Enggar
Jumat, 23 Februari 2018 - 20:19

Rakornas Apernas di Pekanbaru,
Pengembang Perumahan Keluhkan Sulitnya Izin di Kementrian PUPR
Jumat, 23 Februari 2018 - 17:23

92 Pelajar SMA Pekanbaru dan Dumai Ikuti Program Ngaji Teknologi Kelistrikan
Jumat, 23 Februari 2018 - 17:19

Jimly: Masih Banyak yang Benci Anies-Sandi, Move On...
Jumat, 23 Februari 2018 - 17:15

Dilaporkan ke Polisi Soal Kebijakan, Anies Hanya Tersenyum
Jumat, 23 Februari 2018 - 17:12

Tol Padang-Pekanbaru tak Terimbas Moratorium Proyek
Jumat, 23 Februari 2018 - 17:04

Jajaran Polres Inhil Dilatih Tanggulangi Karhutla
Jumat, 23 Februari 2018 - 16:56

Dikunjungi Pengurus TP-PKK Inhil, Heni Harapkan Kerjasama Demi PKK Inhil Semakin Jaya
Jumat, 23 Februari 2018 - 16:54

Ketika Habib Rizieq dan Ustaz Somad Muncul di Survei Capres
Jumat, 23 Februari 2018 - 09:38

Soal Kasus Habib Rizieq, Ini Solusi dari Jimly
Jumat, 23 Februari 2018 - 09:34

Prabowo-Anies Lebih Menarik Ketimbang JK-Anies
Jumat, 23 Februari 2018 - 09:28

Pj Bupati Inhil Buka Kemah Prestasi Terpadu Gerakan Pramuka
Jumat, 23 Februari 2018 - 09:22

Jadi Tuan Rumah Djarum Sirnas Li-Ning Riau Open 2018, PBSI Riau Gelar Rapat Persiapan
Jumat, 23 Februari 2018 - 09:19

Kapolres Inhil Terima Piagam Penghargaan dari Granat
Jumat, 23 Februari 2018 - 09:17

Tembuskan Badan Jalan Enok - Benteng, Rosman Sumbangkan 5 Tronton Pasir dan Batu
Jumat, 23 Februari 2018 - 09:15

Rasyidah Alfedri Berpesan Agar Program Prioritas PKK Tetap Dijalankan
Jumat, 23 Februari 2018 - 09:12

Plt Bupati Siak Alfedri membuka secara resmi Forum Konsultasi Publik
Jumat, 23 Februari 2018 - 09:09

Kabag Humas Pemda Meranti Terkesan "Pilih Kasih" ke Beberapa Media Saja
Jumat, 23 Februari 2018 - 09:00

Yenni Nandang: Bantuan Dari YKB Daerah Riau
Kamis, 22 Februari 2018 - 20:59

Donasi Dhuafa Rp54 Juta, Palestina Rp10 Juta di Acara Grand Opening 212 Mart Dumai
Kamis, 22 Februari 2018 - 20:55

Kebakaran Lahan Meluas, Dumai Kerahkan Helikopter Water Bombing
Kamis, 22 Februari 2018 - 20:52

Berkunjung Ke Kota Baru Inhil
Mantan Kades se-Kecamatan Kemuning Sepakat Menangkan Syamsuar
Kamis, 22 Februari 2018 - 20:49

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com