Home
Maju ke Senayan, Ini yang akan Diperjuangkan Andi Rachman | Klarifikasi UAS Soal Gelar Doktor Honoris Causa | Rocky Gerung: Rezim Sudah Goyah | Sama Dengan RR, Buwas Akan Dicopot Karena Terlalu Jujur | Kader HMI Diperlakukan Tidak Manusiawi, KAHMI Layangkan Protes Ke Kapolri | Sekjen PKB Laporkan Ustaz Yahya Waloni Ke Bareskrim
Sabtu, 22 09 2018
/ Politik / 15:16:03 / Incar Kursi Ketum Golkar, Anak Soeharto Merasa Dirinya Paling Pantas /
Incar Kursi Ketum Golkar, Anak Soeharto Merasa Dirinya Paling Pantas
Rabu, 06 Desember 2017 - 15:16:03 WIB

JAKARTA - Sejak wacana Munaslub bergulir, sejumlah politikus Golkar berebut kursi Ketum Golkar yang saat ini masih dijabat Setya Novanto. Wakil Ketua Dewan Pakar Golkar Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto pun ikut mengincar kursi tersebut. Pertanyaannya, memang anak Soeharto masih laku dijual?

Titiek mengaku prihatin dengan kondisi Golkar yang semakin terpuruk akibat diterpa banyak kasus korupsi sehingga membuat elektabilitasnya terus turun.

Ia pun ingin mengembalikan kejayaan Golkar seperti di zaman Bapaknya, Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun. "Jadi saya tergerak untuk mungkin bisa membawa Golkar menjadi lebih baik lagi," kata Titiek, di kompleks DPR, Jakarta, kemarin. Anak keempat Presiden Soeharto ini pun tak takut masyarakat menyebut Golkar kembali menjadi kaki tangan keluarga Cendana dan kelompok sisa-sisa Orba. "Ya terserah yang mau nilai bagaimana, emang nyatanya orang-orang enakan zaman Orde Baru kan," kata Titiek.

Atas dasar itulah, Titiek menyatakan keinginannya untuk menjadi Ketua Umum Golkar menggantikan Setya Novanto. "Insya Allah saya siap (jadi ketua umum Golkar)," kata Titiek.

Selain Titiek, yang telah menyatakan kesiapan maju sebagai ketua umum Golkar adalah Ketua Bidang Perekonomian Golkar sekaligus Menteri Perindustian Airlangga Hartarto. Airlangga mengklaim telah mendapatkan suara dari 31 DPD I Golkar.

Mengenai hal itu, Titiek mengaku tak menganggap Airlangga sebagai lawan yang berat. Sebab, menurutnya, di Golkar tidak ada istilah lawan. "Di Indonesia ini things can happens, sesuatu bisa saja terjadi, pada last minutes," kata Titiek.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, langkah konkret untuk menyelamatkan Golkar saat ini adalah dengan mengadakan munaslub. Golkar membutuhkan sosok pemimpin yang kuat untuk menghadapi Pilkada 2018. Golkar juga butuh perbaikan citra untuk menjaga kepercayaan dari berbagai pihak, terutama Presiden Jokowi. Pasalnya, jika kepercayaan Jokowi kepada Golkar luntur, ia menyebut posisi Golkar di dalam pemerintahan bakal terancam.

"Selain sebagai presiden saat ini, Jokowi kandidat terkuat capres 2019. Bila luntur kepercayaan Jokowi, Golkar bisa ditendang dari kabinet dan terancam berada di luar kekuasaan. Sesuatu cobaan yang amat sulit bagi Golkar," kata Hendri, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Siapa calon pengganti Novanto? Menurut Hendri ada sejumlah nama yang dirasa cocok untuk mengisi posisi ketua umum menggantikan Novanto. Nama yang disebutnya, antara lain Airlangga Hartarto, Ade Komarudin dan Aziz Syamsuddin. Untuk calon alternatif, Hendri menyebutkan tiga nama, yaitu Titiek Soeharto, Indra Bambang Utoyo, dan Priyo Budi Santoso.

Bagaimana peluang Titiek? Dia bilang, soal Titiek punya peluang yang sama. "Hanya saja Titiek harus kerja cepat untuk segera mendapatkan dukungan dari DPD-DPD, sebab kalau terlambat sulit menumbangkan dominasi calon yang telah direstui Jokowi," ujarnya.

Di masa Orba, Golkar memang jaya. Golkar adalah partainya Soeharto, partai pendukung utama pemerintah. Namun, pamor Golkar meredup setelah Soeharto lengser pada 1997. Setelah itu, Golkar terpecah menjadi partai baru seperti Gerindra, PKPI, Nasdem, Hanura dan lain-lain.

Di bawah kepeimpinan Akbar Tanjung yang "memisahkan" Golkar dengan sosok Soeharto, Beringin kembali tegak. Di Pileg 2004, Golkar sudah kembali memiliki pengaruh yang besar dalam perpolitikan di Indonesia. Hanya saja, Keluarga Cendana, tak lagi mendapatkan tempat istimewa di Beringin seperti di masa Soeharto.

Sejumlah partai pernah mengusung keluarga Cendana untuk menjadi calon presiden salah satunya Partai Karya Peduli Bangsa PKPB yang didirikan pada September 2002.

Namun pada pemilu 2004, partai ini hanya memperoleh suara 2,11 persen. Pada 2012, tiga parpol yang berkaitan dengan Keluarga Cendana, yaitu Partai Nasional Republik (Tommy Soeharto), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut, dan Partai Karya Republik yang dibina oleh cucu Soeharto, Ari Sigit, gagal lolos verifikasi administrasi KPU. [HARIAN RAKYAT MERDEKA]

   
 
BBKSDA Riau Telusuri Harimau Masuki Perkampungan Masyarakat
Kamis, 20 September 2018 - 16:19

Bukan Dendam, GMMK Riau Akan Perlakukan Yaqut Seperti GP Ansor Lakukan UAS di Jawa
Kamis, 20 September 2018 - 15:59

Tersangkut Kasus Narkoba, Pegawai Pemkab Meranti Bakal Dipecat
Kamis, 20 September 2018 - 15:14

Syamsuar Tak Kunjung Jadi Ketua PAN Riau, Begini Penjelasan DPP
Kamis, 20 September 2018 - 15:12

Andi Rachman Mundur, Wan Thamrin Plt Gubernur Riau
Kamis, 20 September 2018 - 15:11

Honorer Tak Bisa CPNS Dialihkan ke Jalur PPPK
Kamis, 20 September 2018 - 15:09

Dissik Inhil Ungkap Persoalan Lahan SDN 006 Tagaraja Kecamatan Kateman
Kamis, 20 September 2018 - 09:05

Wabup Meranti Lantik 7 Pj. Kades, Ini yang Disampaikan
Kamis, 20 September 2018 - 08:57

Penyegelan SDN 006 Tagaraja Inhil Merupakan Tindakan Melanggar Hukum
Kamis, 20 September 2018 - 08:38

Wabup Lepas Peserta TDS Etape Hari Kedua
Kamis, 20 September 2018 - 08:24

Siap Bertarung di Kejurnas, Wabup Serahkan Bantuan Kepada Atlit Catur Cilik Meranti
Kamis, 20 September 2018 - 08:19

Sah, Badan Perfilman Indonesia Ikat Kerjasama Dengan Negeri istana
Kamis, 20 September 2018 - 08:17

Tabayyun ke LAMR, Ketua GP Ansor Purwaji Diusir Laskar dan FPI Riau
Rabu, 19 September 2018 - 16:10

Buwas Ngaku Curiga, BPK Temukan Persetujuan Impor Pangan Tidak Lalui Rakor
Rabu, 19 September 2018 - 15:56

Mendag Sebut Gudang Urusan Bulog, Buwas: Matamu, Se enak e Dewe
Rabu, 19 September 2018 - 15:46

Gus Ipul Minta Ansor dan Banser Hentikan Tolak Ustaz Abdul Somad
Rabu, 19 September 2018 - 15:16

Jajaran pengurus Pemuda BNN Diharapkan Menjadi Contoh bagi Masyarakat
Rabu, 19 September 2018 - 08:58

Sekda Inhil Resmikan Pembukaan Bazar Sempena MTQ
Rabu, 19 September 2018 - 08:54

Ketua DPC PKB Inhil Fokus Pertahankan Status PKB Sebagai Partai Pemenang Pileg
Rabu, 19 September 2018 - 08:51

Belum Halal Tetapi Darurat, MUI Tegaskan Imunisasi MR Wajib
Rabu, 19 September 2018 - 08:47

Dua Nama Calon Direktur BRK Diduga Bermasalah, OJK: Kita Akan Pilih Orang Baik-baik
Rabu, 19 September 2018 - 08:44

Sempat Di Selamatkan Dari Kondisi Kritis, Anak Gajah Liar Sulit Dilepasliarkan
Rabu, 19 September 2018 - 08:41

5 Kadis Pariwisata Kabupaten Kota se-Riau Teken MoA Pariwisata
Rabu, 19 September 2018 - 08:28

Pemkab Meranti Buka Pendaftaran CPNS 2018, Jumlah Formasi 223 Orang
Rabu, 19 September 2018 - 08:19

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com