Home
Menkominfo Tegaskan Instagram Ustaz Abdul Somad Tak Diblokir | Fadli Zon: Gerindra 100 Persen Capreskan Prabowo | Imigrasi Bagansiapiapi Optimalkan Pengawasan Orang Asing | ESDM Setujui PI 10 Persen Wilayah Kerja Siak Dikelola Riau Petroleum | Akun Instagram Ustaz Abdul Somad Kembali Bisa Diakses | Revisi Harga Pertalite Riau, Legislator Ini Nilai Tak Perlu Pakai Pansus
Senin, 26 Februari 2018
/ Politik / 15:16:03 / Incar Kursi Ketum Golkar, Anak Soeharto Merasa Dirinya Paling Pantas /
Incar Kursi Ketum Golkar, Anak Soeharto Merasa Dirinya Paling Pantas
Rabu, 06 Desember 2017 - 15:16:03 WIB

JAKARTA - Sejak wacana Munaslub bergulir, sejumlah politikus Golkar berebut kursi Ketum Golkar yang saat ini masih dijabat Setya Novanto. Wakil Ketua Dewan Pakar Golkar Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto pun ikut mengincar kursi tersebut. Pertanyaannya, memang anak Soeharto masih laku dijual?

Titiek mengaku prihatin dengan kondisi Golkar yang semakin terpuruk akibat diterpa banyak kasus korupsi sehingga membuat elektabilitasnya terus turun.

Ia pun ingin mengembalikan kejayaan Golkar seperti di zaman Bapaknya, Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun. "Jadi saya tergerak untuk mungkin bisa membawa Golkar menjadi lebih baik lagi," kata Titiek, di kompleks DPR, Jakarta, kemarin. Anak keempat Presiden Soeharto ini pun tak takut masyarakat menyebut Golkar kembali menjadi kaki tangan keluarga Cendana dan kelompok sisa-sisa Orba. "Ya terserah yang mau nilai bagaimana, emang nyatanya orang-orang enakan zaman Orde Baru kan," kata Titiek.

Atas dasar itulah, Titiek menyatakan keinginannya untuk menjadi Ketua Umum Golkar menggantikan Setya Novanto. "Insya Allah saya siap (jadi ketua umum Golkar)," kata Titiek.

Selain Titiek, yang telah menyatakan kesiapan maju sebagai ketua umum Golkar adalah Ketua Bidang Perekonomian Golkar sekaligus Menteri Perindustian Airlangga Hartarto. Airlangga mengklaim telah mendapatkan suara dari 31 DPD I Golkar.

Mengenai hal itu, Titiek mengaku tak menganggap Airlangga sebagai lawan yang berat. Sebab, menurutnya, di Golkar tidak ada istilah lawan. "Di Indonesia ini things can happens, sesuatu bisa saja terjadi, pada last minutes," kata Titiek.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, langkah konkret untuk menyelamatkan Golkar saat ini adalah dengan mengadakan munaslub. Golkar membutuhkan sosok pemimpin yang kuat untuk menghadapi Pilkada 2018. Golkar juga butuh perbaikan citra untuk menjaga kepercayaan dari berbagai pihak, terutama Presiden Jokowi. Pasalnya, jika kepercayaan Jokowi kepada Golkar luntur, ia menyebut posisi Golkar di dalam pemerintahan bakal terancam.

"Selain sebagai presiden saat ini, Jokowi kandidat terkuat capres 2019. Bila luntur kepercayaan Jokowi, Golkar bisa ditendang dari kabinet dan terancam berada di luar kekuasaan. Sesuatu cobaan yang amat sulit bagi Golkar," kata Hendri, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Siapa calon pengganti Novanto? Menurut Hendri ada sejumlah nama yang dirasa cocok untuk mengisi posisi ketua umum menggantikan Novanto. Nama yang disebutnya, antara lain Airlangga Hartarto, Ade Komarudin dan Aziz Syamsuddin. Untuk calon alternatif, Hendri menyebutkan tiga nama, yaitu Titiek Soeharto, Indra Bambang Utoyo, dan Priyo Budi Santoso.

Bagaimana peluang Titiek? Dia bilang, soal Titiek punya peluang yang sama. "Hanya saja Titiek harus kerja cepat untuk segera mendapatkan dukungan dari DPD-DPD, sebab kalau terlambat sulit menumbangkan dominasi calon yang telah direstui Jokowi," ujarnya.

Di masa Orba, Golkar memang jaya. Golkar adalah partainya Soeharto, partai pendukung utama pemerintah. Namun, pamor Golkar meredup setelah Soeharto lengser pada 1997. Setelah itu, Golkar terpecah menjadi partai baru seperti Gerindra, PKPI, Nasdem, Hanura dan lain-lain.

Di bawah kepeimpinan Akbar Tanjung yang "memisahkan" Golkar dengan sosok Soeharto, Beringin kembali tegak. Di Pileg 2004, Golkar sudah kembali memiliki pengaruh yang besar dalam perpolitikan di Indonesia. Hanya saja, Keluarga Cendana, tak lagi mendapatkan tempat istimewa di Beringin seperti di masa Soeharto.

Sejumlah partai pernah mengusung keluarga Cendana untuk menjadi calon presiden salah satunya Partai Karya Peduli Bangsa PKPB yang didirikan pada September 2002.

Namun pada pemilu 2004, partai ini hanya memperoleh suara 2,11 persen. Pada 2012, tiga parpol yang berkaitan dengan Keluarga Cendana, yaitu Partai Nasional Republik (Tommy Soeharto), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut, dan Partai Karya Republik yang dibina oleh cucu Soeharto, Ari Sigit, gagal lolos verifikasi administrasi KPU. [HARIAN RAKYAT MERDEKA]

   
 
Sudah 680 Hektar Hutan Lahan di Riau Terbakar
Sabtu, 24 Februari 2018 - 21:23

Hasil Autopsi Penyebab Kematian Kakek di Siak Tewas Tidak Dianiaya Anaknya
Sabtu, 24 Februari 2018 - 21:08

Pengendali Narkoba 1,6 Ton Berasal dari Cina
Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51

Kaukus Pembela Rizieq Minta Kapolda Hentikan Kasus
Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:45

Cerita Yusril Dipanggil Jokowi Bahas Kasus Rizieq Shihab
Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:35

Disela-sela Kampanye, Rosman Penuhi Undangan Ibu Mariati Pasar Kembang
Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:23

Luas Karlahut Bertambah di Siak, 20 Ha Lahan Kembali Membara
Sabtu, 24 Februari 2018 - 15:41

Ribuan Santri Sambut Kehadiran TGB di Medan
Sabtu, 24 Februari 2018 - 15:33

PBB tak Lolos, Yusril akan Pidanakan Komisioner KPU
Sabtu, 24 Februari 2018 - 15:30

Polisi Amankan 8 Paket Sabu-sabu dari Tangan Narapidana Lapas Kelas II A Tembilahan
Sabtu, 24 Februari 2018 - 15:20

Bersama Kepsek, Disdik Kepulauan Meranti Gelar Rapat Persiapan Akreditasi Sekolah
Sabtu, 24 Februari 2018 - 15:15

Batal Maju, Pendukung Harris dan Zukri Siap Menangkan Syamsuar
Sabtu, 24 Februari 2018 - 15:01

Peluang Sri Mulyani Jadi Cawapres Jokowi, Ini Jawaban PDIP
Sabtu, 24 Februari 2018 - 08:27

Publik Setuju Gatot Cawapres Jokowi, Anies Cawapres Prabowo
Sabtu, 24 Februari 2018 - 08:23

Cagub Petahana Andi Rachman Akan Rangkai Jembatan Pulau Padang ke Siak dan Bengkalis
Sabtu, 24 Februari 2018 - 08:18

AHY Siap Sambangi Megawati usai PDIP Tetapkan Jokowi Capres
Sabtu, 24 Februari 2018 - 08:13

Ini Keunggulan Pesawat R80 Gagasan Habibie
Sabtu, 24 Februari 2018 - 08:03

Syamsuar Disambut Ratusan Warga Sorek, Haris: Inilah Pemimpin Dambaan!
Jumat, 23 Februari 2018 - 21:11

Ustaz Abdul Somad Hadiri Konsolidasi Dukungan kepada TGB
Jumat, 23 Februari 2018 - 20:57

Mediasi Buntu, Yusril: Kami Akan Mati-Matian Lawan KPU!
Jumat, 23 Februari 2018 - 20:45

Jokowi-Gatot Dan Prabowo-Anies Bakal Bersaing Ketat Di Pemilu 2019
Jumat, 23 Februari 2018 - 20:42

Elektabilitas Jokowi Konsisten Turun
Jumat, 23 Februari 2018 - 20:34

Rizal Ramli: Petani Luar Negeri Berterima Kasih Kepada Menteri Enggar
Jumat, 23 Februari 2018 - 20:19

Rakornas Apernas di Pekanbaru,
Pengembang Perumahan Keluhkan Sulitnya Izin di Kementrian PUPR
Jumat, 23 Februari 2018 - 17:23

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com