Home
Tubuh Khashoggi Dipotong-potong Cuma 15 Menit | Wow, Avanza Bisa Dicicil Rp100 Ribuan | Cara Mudah Menurunkan Gula Darah Tinggi dengan Kayu Manis | Jadi Tersangka, Polisi Segera Panggil Ahmad Dhani | Sandi Tak Mau Ikut Campur Masalah Internal PAN Yang Mau Dukung Jokowi | Kubu Prabowo-Sandi Usul Debat Capres-Cawapres di Kampus
Senin, 22 Oktober 2018
/ Nasional / 09:40:40 / Dipaksa Preman Nasi Bungkus Cium Bendera, Ustadz Somad: Jangan Karena Nila Setitik Rusak Susu /
Dipaksa Preman Nasi Bungkus Cium Bendera, Ustadz Somad: Jangan Karena Nila Setitik Rusak Susu
Senin, 11 Desember 2017 - 09:40:40 WIB

JAKARTA - Umat Muslim sudah menetap di Bali selama delapan abad lamanya dari masa kerajaan hingga era Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selama masa itu, hubungan umat Muslim dan Hindu Bali sangat harmonis. 

Adapun upaya pengusiran dan ancaman yang menimpa Ustadz Abdul Somad di Bali pada hari Jumat lalu (8/12) diharapkan tidak merusak hubungan harmonis antar umat beragama di Bali.

Ketika berbicara dalam upacara penyambutan dirinya di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Minggu (9/12), Ustadz Abdul Somad mengatakan, situasi yang sedang dihadapi saat ini seperti mncabut rambut dari dalam tepung. "Jangan karena nila setitik rusak susu sebalanga," ujarnya.

Dia mencontohkan hubungan baik itu antara lain terlihat dari sumbangan besar umat Hindu Bali pada sebuah Taman Pendidikan Alquran (TPA) di Ubud. Dalam kunjungan ke Bali, Ustadz Abdul Somad sempat bertemu dengan pemilik TPA itu.

"Saya tidak ingin, tadi mendapat kabar bahwa kuil dan vihara di dekat airport tutup karena takut kita sweeping. Itu bukan ciri orang Melayu. Menghacurkan itu sama dengan menghancurkan budaya kita," masih kata Ustadz Abdul Somad.

Bangunan rumah ibadah agama lain dibangun di Riau sebagai wujud orang Melayu cinta pada NKRI dan kebhinnekaan.

Dalam kesempatan itu, Ustadz Abdul Somad juga menjelaskan mengapa dia pada awalnya tidak mau mencium bendera merah-putih seperti yang diminta oleh kelompok yang berusaha mengusir dirinya.

"Bukan berarti saya tidak cinta NKRI. Saya tidak perlu berikrar di depan orang yang tidak punya legalitas. Apa legalitas mereka? Otoritas mereka untuk memaksa saya harus berikrar di depan dia apa?" ujarnya lagi.

Begitu juga dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dia menambahkan, sampai kini rekaman dirinya menyanyikan lagu Indonesia bisa ditemukan di internet.

"Bicara mengenai menyanyikan lagu Indonesia Raya, masih ada, viral rekamannya. Masih bisa dicari hingga kini. Di Kampung Talang Mamak sana, tujuh jam naik sampan dari Indragiri Hulu," sambungnya.

Seperti halnya Raja Salman dari Saudi Arabia, Ustadz Abdul Somad juga tak punya masalah mencium bendera. Dia hanya tidak mau dipaksa dan didikte oleh orang-orang yang disebutnya sebagai preman nasi bungkus. [rmol]

   
 
Syekh Sudais: Lemahkan Saudi Berarti Sakiti Miliaran Muslim
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:50

Jakarta Melayu Festival Jadi Ajang Kembangkan Budaya Melayu
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:47

Arab Saudi Pastikan Khashoggi Meninggal Setelah Perkelahian
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:43

Riau Terus Perangi Penambangan Emas Ilegal
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:37

FH UIR Jalin Kerjasama dengan FH UII Yogyakarta
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:34

Partai Golkar Dumai Berbagi Rezeki di Panti Asuhan
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:30

Cegah Bahaya LGBT, Wabup Siak Instruksikan Disdikbud Gelar Sosialisasi
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:25

45 Tim dan 3 Negara Berlaga di Dragond Boad Internasional Tanjung Pinang
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:23

Bupati Meranti Pimpin Rapat Pembahasan APBD Tahun 2019
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:19

Peserta Tes CPNS Siak Dibaijiri Peminat Menjjadi Cik Gu
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:17

Berburu Rush Baru di Pasar Mobil Bekas, Ini Kisaran Harganya
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:31

Mendagri Bantah Selundupkan 31 Juta Data Pemilih Baru ke KPU
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:28

Desain Avanza Terbaru Viral, Komunitas Angkat Suara
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:23

Stroke Bisa Dicegah dengan Pola Hidup Sehat
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:14

Demokrat: Pemerintah Bohong Soal Divestasi 51 Persen Saham Freeport
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:10

Terduga Pembunuh Khashoggi Dilaporkan Tewas di Saudi
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:56

Gempa Berkekuatan 5.0 Magnitude Guncang Sumut Pagi Ini
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:52

Belum Miliki Amdal, Perusahaan Sawit Di Riau Terancam Denda Rp1 Miliar
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:47

Diduga Lakukan Tidak Pidana Korupsi, Polda Riau Kembali Periksa Wakil Bupati Bengkalis
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:45

Dewan Pendidikan dan LAM Riau Bahas Silabus dan RPP Mulok Budaya Melayu
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:42

Xpander Bekas Sudah Tersedia, Ini Harganya
Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:53

Pertemuan Parlemen Dunia Tolak Pembahasan Legalisasi LGBT
Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:45

Kelompok Nelayan Inhil Terima Bantuan Pompong dan Alat Tangkap Ikan
Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:33

Polres Inhil Amankan 2 Lelaki Pengedar Sabu
Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:28

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com