Home
Amien Rais: Zulkifli Hasan Hanya Bersandiwara Politik | Dua Pilihan Munculnya Capres Alternatif di Pilpres | Aktivitas Galian C Tidak Sengaja Temukan Peninggalan Kuno Bagian dari Candi Muara Takus | Disparbud Rohul Inventarisir Lokasi Obyek Wisata | Ertiga Baru Akan Segera Menyusul Xpander ke Luar Negeri | Pj Bupati Inhil Buka Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional Tingkat SMA Sederajat
Jum'at, 27 April 2018
/ Nasional / 09:46:27 / Penghadangan Ustad Abdul Somad Bentuk Arogansi Dan Kegagalan Berpikir /
Penghadangan Ustad Abdul Somad Bentuk Arogansi Dan Kegagalan Berpikir
Senin, 11 Desember 2017 - 09:46:27 WIB

JAKARTA - Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris mengecam aksi penghadangan yang dilakukan segelintir orang kepada Ustad Abdul Somad saat hendak melakukan safari dakwah di Kota Denpasar, Bali, Jumat lalu (8/12).

Aksi penghadangan Ustad Somad yang mengatasnamakan 'cinta Pancasila dan NKRI harga mati' malah dilakukan dengan nilai-nilai yang bertentangan dengan Pancasila dan berpotensi merusak harmoni antarumat beragama.

"Jika polisi tidak tegas melakukan tindakan hukum terhadap otak dan pelaku penghadangan, maka ke depan kejadian serupa akan terulang dan ini sangat berbahaya karena bisa menimbulkan keresahan sosial yang besar," kata Fahira dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Senin (11/12).

Jelas dia, peristiwa seperti ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya penghadangan terhadap ulama dan tokoh sudah pernah tejadi bahkan masuk bandara dan massa membawa senjata tajam.

"Namun, hingga saat ini saya belum mendengar ada tindakan hukum kepada para pelaku. Jadi, ke depan jika polisi tidak tegas, penghadangan terhadap ulama dan tokoh yang menurut versi mereka tidak cinta NKRI dan Pancasila pasti akan terjadi dan ini sangat berbahaya bagi keharmonisan bangsa," tegas Fahira.

Fahira mengungkapkan, saat ini terjadi penurunan pemaknaan cinta Pancasila dan NKRI yang sangat mengkhawatirkan karena ada sekelompok masyarakat yang dengan percaya diri menyatakan diri paling Pancasila dan paling cinta NKRI, sementara kelompok yang lain anti Pancasila dan NKRI hanya karena berbeda pendapat, pandangan dan kritis terhadap pemerintah.

Penghadangan terhadap Ustad Somad, lanjut Fahira, selain bentuk kegagalan berpikir juga adalah bentuk arogansi mengatasnamakan Pancasila dan NKRI.

"Memaksa Ustad Somad ikrarkan kebangsaan apalagi disertai intimidasi, ancaman dan kata-kata kasar oleh gerombolan orang yang sama sekali tidak punya otoritas untuk itu adalah tindakan yang sangat merendahkan. Selama ini, yang mengundang Ustad Somad berceramah itu mulai dari pejabat negara, kepala daerah, bahkan satuan-satuan TNI di daerah, hingga kelompok pengajian biasa dari seluruh Indonesia. Mana mungkin mereka mengundang Ustad Somad kalau beliau anti NKRI," ujar Senator Jakarta ini.

Kecintaan Ustad Somad terhadap NKRI, menurut Fahira, bukan lagi sekedar teriak-teriak 'saya Pancasila saya NKRI', tetapi sudah diamalkan. Ustadz Somad, rutin turun ke desa-desa terpencil mengajarkan cinta tanah air kepada anak-anak bangsa.

"Sekarang saya mau tanya, apa yang sudah dilakukan orang-orang yang menghadang Ustad Somad terhadap NKRI dan Pancasila? Inilah akibat jika merasa diri paling NKRI, paling pancasilais sehingga orang yang berbeda pendapat dan pandangan dianggap tidak cinta NKRI dan anti Pancasila. Paradigma seperti ini sangat berbahaya bagi keutuhan kita sebagai sebuah bangsa," terang dia.

Oleh karena itu, sambung Fahira, kepolisian harus melakukan tindakan hukum terhadap otak di balik kejadian yang bisa memicu keresahan umat ini. "Saya juga meminta kepada semua umat Islam untuk tenang, tunjukkan kita lebih dewasa menyikapi perbedaan pendapat, pandangan dan keyakinan," tutupnya. [RMOL]

   
 
Segudang Penyebab yang Membuat Rupiah Melemah
Kamis, 26 April 2018 - 13:15

Pertemuan Jokowi Dengan Tokoh Alumni 212 Direstui Habib Rizieq
Rabu, 25 April 2018 - 20:58

Rizal Ramli Didzolimi Jokowi?
Rabu, 25 April 2018 - 20:50

Anton Tabah: Tiongkok Sudah Ambisius Kuasai Indonesia Sejak Era Majapahit
Rabu, 25 April 2018 - 20:42

Peneliti Kedai Kopi: Prabowo Sebaiknya tak Nyapres
Rabu, 25 April 2018 - 20:35

Gatot Komentari Isu Parpol-Parpol Tutup Pintu untuk Dirinya
Rabu, 25 April 2018 - 20:27

Tidak Lama Lagi E-Samsat Siap Diluncurkan Di Riau Melalui Bank Riau Kepri
Rabu, 25 April 2018 - 20:16

Agar Selalu GCG Bank Riau Kepri Berkoordinasi Dengan KPK
Rabu, 25 April 2018 - 20:13

Survei: Capres Alternatif, Elektabilitas Gatot Tertinggi
Rabu, 25 April 2018 - 20:05

Mahasiswa Inhil Geruduk Gedung DPRD Minta Pemda Perhatikan Petani Kelapa
Rabu, 25 April 2018 - 14:13

Sekda Inhil Buka Jambore PAUD dan Jambore Kader Posyandu di Tanah Merah
Rabu, 25 April 2018 - 14:05

Kades Kayu Ara Ogak Komentari Proyek Mangkrak Pembuatan Tiang Listrik PVC
Rabu, 25 April 2018 - 14:00

Yusril Sebut Rezim Jokowi Tunduk pada China soal TKA
Rabu, 25 April 2018 - 13:54

Temukan Jerat Harimau di SM Kerumutan, BBKSDA Riau Awasi Aktivitas Perburuan
Rabu, 25 April 2018 - 13:16

Pasar Lama Padat, Pasar Central Jembatan Padamaran Segera Difungsikan
Rabu, 25 April 2018 - 13:14

Mayat Perempuan Ditemukan Mengambang di Sungai Cenaku
Rabu, 25 April 2018 - 13:02

Disdukcapil Kuansing Batasi Pencetakan KTP Elektronik
Rabu, 25 April 2018 - 13:01

Dua Pejabat Baru Polres Kepulauan Meranti Dilantik
Rabu, 25 April 2018 - 12:59

Jelang Ramadan, Harga Kebutuhan Pokok di Pekanbaru Naik
Rabu, 25 April 2018 - 12:57

Mendagri Ingatkan ASN Jaga Netralitas
Rabu, 25 April 2018 - 12:53

MTQ Kecamatan Rupat Utara Wahana Tampilkan Potensi Desa
Rabu, 25 April 2018 - 12:51

Kabar Gembira, ADD dan DD Triwulan I Sudah Ditransfer
Rabu, 25 April 2018 - 12:48

Tahun Ini Proyek Multiyears Pulau Rupat Dilanjutkan
Rabu, 25 April 2018 - 12:46

Bupati Kampar Tinjau Langsung Kondisi Pedesaan
Selasa, 24 April 2018 - 17:47

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com