Home
Masyarakat Perbatasan Enggan Pakai Pelat BM, Ini Kata Sekdaprov Riau | Pembangunan Dua Flyover di Pekanbaru Selesai Desember Tahun Ini | Pasca Kebakaran, Pelajar SMPN 4 Pekanbaru Tetap Belajar, Ini Alasannya | Danau Khayangan Banyak Pungli, Dispar Pekanbaru Cari Investor Pengelola Berpengalaman | Ambruk Sejak 2012, Permohonan Rehab Bendungan Kebun Nopi Kurang Direspon Gubri | Sekda Inhil: Cuti HM Wardan dan Rosman Sudah Diajukan ke Gubernur Riau
Jum'at, 19 Januari 2018
/ Peristiwa / 09:46:04 / Kasus Intimidasi Ustaz Somad, Polisi Janji Netral /
Kasus Intimidasi Ustaz Somad, Polisi Janji Netral
Rabu, 13 Desember 2017 - 09:46:04 WIB

JAKARTA - Polri memastikan akan bersikap netral terkait kasus dugaan intimidasi berupa penggerudukan dan pencegahan ceramah Ustaz Abdul Somad di Denpasar, Bali, pada Jumat (8/12) lalu. Kendati demikian, Polri menegaskan, polisi menentang segala bentuk intimidasi dalam bentuk apa pun.

“Bahwa persekusi (intimidasi--Red) itu tidak boleh ya, nanti kita lihat apakah itu terjadi atau bagaimana nanti kasusnya seperti apa,” ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Markas Besar Polri, Jakarta, Selasa (12/12).

Menurut Setyo, bila memang polisi mendapat laporan terkait peristiwa yang dialami Abdul Somad, polisi akan bersikap netral dalam memproses laporan tersebut. Tentunya, Polri juga akan melihat isi dari laporan.

“Ya, Polri netrallah, pokoknya kalau ada itu (intimidasi), tidak boleh. Kita lihat nanti konteks permasalahannya seperti apa,” ujar Setyo menegaskan.

Hingga Selasa (12/12) siang, Polri menyatakan belum menerima laporan mengenai pencegahan ceramah terhadap Abdul Somad. “Saya belum tahu, belum ada laporan,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di Markas Besar Polri, Jakarta, Selasa (12/12) pagi.

Kuasa hukum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama, Kapitra Ampera, menyatakan, timnya baru akan mengajukan laporan ke Badan Reserse Kriminal Polri Selasa siang. "Insya Allah. Ini tim mau laporkan,” ujar dia melalui pesan singkat elektronik.

Abdul Somad dikabarkan dicegah massa saat akan melakukan ceramah di Denpasar, Bali. Sejumlah massa tersebut mendatangi hotelnya dan meminta agar Somad tidak memaksakan diri melakukan ceramah pada Jumat (8/12) lalu. Massa menuduh Somad anti-NKRI dan memecah belah bangsa.

Di Denpasar, organisasi kemasyarakatan (ormas) Laskar Bali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Melayu, khususnya Muslim di Riau, atas peristiwa yang dialami Abdul Somad di Bali. Sekretaris Jenderal Laskar Bali, I Ketut Ismaya, mengatakan, dia berharap ke depannya persaudaraan sebangsa dan se-Tanah Air semakin erat.

“Kepada saudara kami di Riau yang sangat kami hormati, kami umat Hindu di Bali sangat cinta damai, sangat cinta toleransi. Kami tidak bermaksud mengintimidasi ustaz. Kami salah paham karena kami tidak tahu. Saudara Muslim kami di Riau, jagalah kami, jagalah umat Hindu di Riau juga. Kami pun akan terbuka menjaga masyarakat Riau yang datang ke Bali. Semoga persaudaraan ini dipererat kembali,” kata Ismaya.

Ismaya mengatakan, Laskar Bali bukan bagian dari Komponen Rakyat Bali (KRB) yang menolak rencana safari dakwah Abdul Somad sedari awal. Sebab, dia telah mendapat informasi langsung dari pihak kepolisian yang menyebutkan Abdul Somad adalah seorang yang cinta NKRI, tidak memiliki catatan kriminal, dan juga pegawai negeri sipil (PNS) yang dikenal baik.

Laskar Bali, kata pimpinan ormas yang beristrikan seorang Muslim ini, tidak pernah dilibatkan dalam komunikasi, mediasi, dan fasilitasi sebelum kedatangan Abdul Somad di Bali. Mediasi tersebut sempat disinggung senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Bali, Arya Wedakarna, dalam sebuah wawancara langsung di salah satu televisi swasta.

Hal itulah yang menjadi alasan Laskar Bali tidak ikut berunjuk rasa ke Hotel Aston Denpasar, tempat Abdul Somad menginap pada Jumat (8/12). Kondisi berubah ketika Ismaya menerima panggilan telepon sekitar pukul 17.00 WITA dari salah satu perwakilan KRB yang menyampaikan Abdul Somad tidak bersedia mencium Bendera Merah Putih dan tidak mau menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya". Abdul Somad justru akan meninggalkan Bali pada hari yang sama dan batal mengisi tablig akbar.

“Ini yang membuat saya agak marah dan bersama beberapa anggota merangsek masuk ke dalam hotel dengan tujuan bertemu langsung dengan Ustaz Somad. Tongkat komando saya dipegang salah satu anggota karena pada waktu itu saya sedang tidak berpakaian resmi organisasi. Kami memaksa masuk karena ingin duduk bersama, berdialog, dan bertanya pada beliau. Jika kami bermaksud sweeping, massa Laskar Bali yang datang pasti sangat banyak,” kata Ismaya.

Pertemuan di sebuah ruangan di Hotel Aston Denpasar berakhir damai. Abdul Somad bersedia mencium bendera dan mereka bersama-sama menyanyikan lagu "Indonesia Raya", dengan syarat sesuai permintaan Abdul Somad, tidak ada kamera foto dan kamera video. Ismaya pun menyampaikan permintaan maafnya kepada Abdul Somad dan Laskar Bali berkomitmen menjadi pelindung safari dakwah Abdul Somad di Bali.

Saksi yang hadir pada waktu itu adalah Kapolresta Denpasar, Dandim Badung, Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bali, perwakilan KRB, dan panitia acara. Ismaya juga sempat memberikan pernyataan pada saat mediasi di lokasi. Pernyataan yang ditujukan kepada Abdul Somad itu berupa permohonan maaf atas kesalahpahaman yang sudah terjadi.

“Kami ini orang Bali. Jumlah kami umat Hindu sedikit. Maka dari itu, kami menganggap umat lain yang datang ke Bali sebagai saudara kami yang ikut serta menjaga Bali. Siapa lagi yang mau menjaga Bali jika kami tak mau berkeluarga dan bersaudara dengan umat lain? Saya pun menitipkan pesan kepada ustaz saat itu supaya membimbing kami dan menjaga kami,” kata Ismaya.

Anggota Komisi X DPR Reni Marlinawati mengaku sedih dan geram dengan kondisi yang menimpa Abdul Somad atas persekusi yang dialami saat melaksanakan dakwah di Bali. Peristiwa itu dinilainya melengkapi sejumlah kasus penolakan terhadap pihak yang dituding anti-NKRI dan antikeragaman. Dia pun meminta aparat kepolisian harus menegakkan hukum dan mengusut siapa pelaku persekusi terhadap Abdul Somad.

“Peristiwa yang menimpa Ustaz Somad di Bali menunjukkan tindakan yang tidak beradab dan sama sekali tidak mencerminkan adab warga Bali yang dikenal santun, terbuka, dan toleran. Faktanya, tokoh-tokoh adat Bali justru terbuka menerima Ustaz Somad. Oknum-oknum yang merusak kenyamanan Bali dan Republik Indonesia ini harus ditegakkan hukum terhadap mereka,” kata Reni. (arif satrio nugroho, Pengolah: eh ismail). [SUMBER: REPUBLIKA]

   
 
Tokoh Muda Minang: Hukum Tajam Ke Ustadz Zulkifli, Tumpul Ke Viktor Laiskodat
Kamis, 18 Januari 2018 - 20:35

Zulkifli: Apa Yang Saya Sampaikan Adalah Hadis Nabi
Kamis, 18 Januari 2018 - 20:25

KPU Inhil Umumkan Hasil Kesehatan 3 Peslon Bupati
Rabu, 17 Januari 2018 - 17:14

Zulaikha Wardan Lantik PAC Dan Ranting Muslimat NU Tempuling
Rabu, 17 Januari 2018 - 17:12

Bupati Inhil Ingatkan ASN Agar Pahami Peraturan Perundang-undangan
Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09

Anies Ragu Menjawab Tantangan Sofyan Djalil?
Rabu, 17 Januari 2018 - 17:06

Pimpinan DPR: Utang Negara Semakin Mengkhawatirkan
Rabu, 17 Januari 2018 - 17:02

Sekdako Pekanbaru M.Noer Dipanggil Bawaslu, Ayat Cahyadi: Biarkan Saja
Rabu, 17 Januari 2018 - 16:58

Layanan Pertolongan Kecelakaan Gratis Bagi Warga Pekanbaru, Cukup Tekan 119
Rabu, 17 Januari 2018 - 16:53

Semua Balon Pilgubri Belum Lengkap Berkasnya, Firdaus Masih Kurang SKCKnya
Rabu, 17 Januari 2018 - 16:49

Telah Lahir Bayi Gajah di Suaka Margasatwa Balai Raja Bengkalis
Rabu, 17 Januari 2018 - 16:47

Ustaz Zulkifli Tersangka Atas Dugaan Ujaran Kebencian
Rabu, 17 Januari 2018 - 16:42

Emil Sebut Ustaz Somad Inspirasi Dakwahnya Lewat Kekuasaan
Rabu, 17 Januari 2018 - 16:38

Diduga Sebarkan Ujaran Kebencian, Ini Isi Ceramah Ustaz Zulkifli
Rabu, 17 Januari 2018 - 16:36

Ini Pendapat Ketua MUI Maaruf Amin Soal Mahar Politik
Rabu, 17 Januari 2018 - 16:33

Pernyataan Lengkap La Nyalla Soal Uang Saksi Prabowo
Rabu, 17 Januari 2018 - 16:30

Warga Desa Batang Duku dan PT SPM Bekerjasama Buat Embung
Rabu, 17 Januari 2018 - 08:23

Penjualan Baik, Harga TBS CPO Sawit Riau Naik Rp55,52/Kg
Rabu, 17 Januari 2018 - 08:21

Terlalu Banyak Akses Facebook Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Rabu, 17 Januari 2018 - 08:13

Bagaimana Cara Cetak Foto di Atas Cappucino?
Selasa, 16 Januari 2018 - 20:36

Gubri Pastikan Jalan Okura-Perawang Siak Dibangun Tahun ini
Selasa, 16 Januari 2018 - 20:33

Daihatsu Sudirman Sudah Cetak 30 SPK All New Terios, Ini Harganya
Selasa, 16 Januari 2018 - 20:28

Bupati Inhil Tinjau Kondisi Memprihatinkan SDN 011 Desa Sungai Ambat
Selasa, 16 Januari 2018 - 16:57

Ketua DPRD Inhil Minta ASN Tidak Sibuk Soal Pilkada
Selasa, 16 Januari 2018 - 16:54

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com