Home
Bhayangkari Cabang Inhu Bantu Keluarga Polri dan Warga Kurang Mampu | Siak Intip Peluang Industri Syariah | Sudah 140 Hektare Terbakar Lahan di Dumai, 5 Helikopter Membom Air | Soal Kapitra, PA 212: Makin Jelas yang Taat dan yang Khianat | Pantau Kebakaran Hutan Lindung, BRG: Kekeringan Gambut Dumai Makin Mengkhawatirkan | PUPR Riau Optimis Dua Fly Over Tuntas Akhir Tahun
Jum'at, 20 Juli 2018
/ Peristiwa / 09:46:04 / Kasus Intimidasi Ustaz Somad, Polisi Janji Netral /
Kasus Intimidasi Ustaz Somad, Polisi Janji Netral
Rabu, 13 Desember 2017 - 09:46:04 WIB

JAKARTA - Polri memastikan akan bersikap netral terkait kasus dugaan intimidasi berupa penggerudukan dan pencegahan ceramah Ustaz Abdul Somad di Denpasar, Bali, pada Jumat (8/12) lalu. Kendati demikian, Polri menegaskan, polisi menentang segala bentuk intimidasi dalam bentuk apa pun.

“Bahwa persekusi (intimidasi--Red) itu tidak boleh ya, nanti kita lihat apakah itu terjadi atau bagaimana nanti kasusnya seperti apa,” ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Markas Besar Polri, Jakarta, Selasa (12/12).

Menurut Setyo, bila memang polisi mendapat laporan terkait peristiwa yang dialami Abdul Somad, polisi akan bersikap netral dalam memproses laporan tersebut. Tentunya, Polri juga akan melihat isi dari laporan.

“Ya, Polri netrallah, pokoknya kalau ada itu (intimidasi), tidak boleh. Kita lihat nanti konteks permasalahannya seperti apa,” ujar Setyo menegaskan.

Hingga Selasa (12/12) siang, Polri menyatakan belum menerima laporan mengenai pencegahan ceramah terhadap Abdul Somad. “Saya belum tahu, belum ada laporan,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di Markas Besar Polri, Jakarta, Selasa (12/12) pagi.

Kuasa hukum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama, Kapitra Ampera, menyatakan, timnya baru akan mengajukan laporan ke Badan Reserse Kriminal Polri Selasa siang. "Insya Allah. Ini tim mau laporkan,” ujar dia melalui pesan singkat elektronik.

Abdul Somad dikabarkan dicegah massa saat akan melakukan ceramah di Denpasar, Bali. Sejumlah massa tersebut mendatangi hotelnya dan meminta agar Somad tidak memaksakan diri melakukan ceramah pada Jumat (8/12) lalu. Massa menuduh Somad anti-NKRI dan memecah belah bangsa.

Di Denpasar, organisasi kemasyarakatan (ormas) Laskar Bali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Melayu, khususnya Muslim di Riau, atas peristiwa yang dialami Abdul Somad di Bali. Sekretaris Jenderal Laskar Bali, I Ketut Ismaya, mengatakan, dia berharap ke depannya persaudaraan sebangsa dan se-Tanah Air semakin erat.

“Kepada saudara kami di Riau yang sangat kami hormati, kami umat Hindu di Bali sangat cinta damai, sangat cinta toleransi. Kami tidak bermaksud mengintimidasi ustaz. Kami salah paham karena kami tidak tahu. Saudara Muslim kami di Riau, jagalah kami, jagalah umat Hindu di Riau juga. Kami pun akan terbuka menjaga masyarakat Riau yang datang ke Bali. Semoga persaudaraan ini dipererat kembali,” kata Ismaya.

Ismaya mengatakan, Laskar Bali bukan bagian dari Komponen Rakyat Bali (KRB) yang menolak rencana safari dakwah Abdul Somad sedari awal. Sebab, dia telah mendapat informasi langsung dari pihak kepolisian yang menyebutkan Abdul Somad adalah seorang yang cinta NKRI, tidak memiliki catatan kriminal, dan juga pegawai negeri sipil (PNS) yang dikenal baik.

Laskar Bali, kata pimpinan ormas yang beristrikan seorang Muslim ini, tidak pernah dilibatkan dalam komunikasi, mediasi, dan fasilitasi sebelum kedatangan Abdul Somad di Bali. Mediasi tersebut sempat disinggung senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Bali, Arya Wedakarna, dalam sebuah wawancara langsung di salah satu televisi swasta.

Hal itulah yang menjadi alasan Laskar Bali tidak ikut berunjuk rasa ke Hotel Aston Denpasar, tempat Abdul Somad menginap pada Jumat (8/12). Kondisi berubah ketika Ismaya menerima panggilan telepon sekitar pukul 17.00 WITA dari salah satu perwakilan KRB yang menyampaikan Abdul Somad tidak bersedia mencium Bendera Merah Putih dan tidak mau menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya". Abdul Somad justru akan meninggalkan Bali pada hari yang sama dan batal mengisi tablig akbar.

“Ini yang membuat saya agak marah dan bersama beberapa anggota merangsek masuk ke dalam hotel dengan tujuan bertemu langsung dengan Ustaz Somad. Tongkat komando saya dipegang salah satu anggota karena pada waktu itu saya sedang tidak berpakaian resmi organisasi. Kami memaksa masuk karena ingin duduk bersama, berdialog, dan bertanya pada beliau. Jika kami bermaksud sweeping, massa Laskar Bali yang datang pasti sangat banyak,” kata Ismaya.

Pertemuan di sebuah ruangan di Hotel Aston Denpasar berakhir damai. Abdul Somad bersedia mencium bendera dan mereka bersama-sama menyanyikan lagu "Indonesia Raya", dengan syarat sesuai permintaan Abdul Somad, tidak ada kamera foto dan kamera video. Ismaya pun menyampaikan permintaan maafnya kepada Abdul Somad dan Laskar Bali berkomitmen menjadi pelindung safari dakwah Abdul Somad di Bali.

Saksi yang hadir pada waktu itu adalah Kapolresta Denpasar, Dandim Badung, Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bali, perwakilan KRB, dan panitia acara. Ismaya juga sempat memberikan pernyataan pada saat mediasi di lokasi. Pernyataan yang ditujukan kepada Abdul Somad itu berupa permohonan maaf atas kesalahpahaman yang sudah terjadi.

“Kami ini orang Bali. Jumlah kami umat Hindu sedikit. Maka dari itu, kami menganggap umat lain yang datang ke Bali sebagai saudara kami yang ikut serta menjaga Bali. Siapa lagi yang mau menjaga Bali jika kami tak mau berkeluarga dan bersaudara dengan umat lain? Saya pun menitipkan pesan kepada ustaz saat itu supaya membimbing kami dan menjaga kami,” kata Ismaya.

Anggota Komisi X DPR Reni Marlinawati mengaku sedih dan geram dengan kondisi yang menimpa Abdul Somad atas persekusi yang dialami saat melaksanakan dakwah di Bali. Peristiwa itu dinilainya melengkapi sejumlah kasus penolakan terhadap pihak yang dituding anti-NKRI dan antikeragaman. Dia pun meminta aparat kepolisian harus menegakkan hukum dan mengusut siapa pelaku persekusi terhadap Abdul Somad.

“Peristiwa yang menimpa Ustaz Somad di Bali menunjukkan tindakan yang tidak beradab dan sama sekali tidak mencerminkan adab warga Bali yang dikenal santun, terbuka, dan toleran. Faktanya, tokoh-tokoh adat Bali justru terbuka menerima Ustaz Somad. Oknum-oknum yang merusak kenyamanan Bali dan Republik Indonesia ini harus ditegakkan hukum terhadap mereka,” kata Reni. (arif satrio nugroho, Pengolah: eh ismail). [SUMBER: REPUBLIKA]

   
 
Diskominfops Inhil Ikuti Rapat Finalisasi Dan Penandatanganan PKS Dengan BSSN
Rabu, 18 Juli 2018 - 21:17

Ditinggal Nyaleg, Andi Rachman Pastikan Roda Pemerintahan Tetap Berjalan
Rabu, 18 Juli 2018 - 21:12

Dadang: Progres Pembangunan Dua Flyover di Pekanbaru Over Target
Rabu, 18 Juli 2018 - 21:09

Lusa, Pembangunan Masjid Raya Riau Teken Kontrak
Rabu, 18 Juli 2018 - 21:06

Bupati Inhil Sampaikan Pidato Pengantar Terhadap 5 Ranperda 2018
Rabu, 18 Juli 2018 - 21:02

Disaksikan AHY, Prabowo Dan SBY Bernostalgia
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:54

Hasto Pastikan Berkas Bacaleg Kapitra Ampera Masuk Di KPU
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:48

KPU Inhil: Semua Parpol Peserta Pemilu 2019 Sudah Mendaftar
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:42

Pemkab Kuansing Butuh Puluhan Guru, 600 Tenaga Penjaga dan Kebersihan Sekolah
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:38

Di Inhu, PSI Tak Ada Daftarkan Bacalegnya
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:34

Yuzril Turun Gunung Jadi Bacaleg Dapil DKI Jakarta III
Rabu, 18 Juli 2018 - 10:55

126 Titik Panas Tersebar di Sumatera, 61nya ada di Riau
Rabu, 18 Juli 2018 - 10:49

Digagas Diskominfops, Bupati Inhil Resmikan Peluncuran Sistem Inpas
Rabu, 18 Juli 2018 - 10:44

Gubernur Riau Terpilih Kunjungi LAMR Riau
Rabu, 18 Juli 2018 - 10:41

Kirab Api Obor Asean Games 2018 Ajang Promosi Pariwisata Siak
Rabu, 18 Juli 2018 - 10:37

Polres Inhu Amankan 18 Paket Shabu Seberat 14.58 gram dan 4 Butir Pil Ekstasi
Rabu, 18 Juli 2018 - 10:34

Fenomena Aneh Sapi Beranak Dengan Dua Kepala di Indragiri Hulu
Selasa, 17 Juli 2018 - 15:46

Tiga Calon Haji Asal Bengkalis Batal Berangkat
Selasa, 17 Juli 2018 - 15:42

Pengamat: Jokowi Ketar-ketir Dengan Manuver Prabowo
Selasa, 17 Juli 2018 - 09:39

Bupati Syamsuar Berharap Agar Pelaksanaan MTQ Dari Putra Putri Asli Siak
Selasa, 17 Juli 2018 - 09:24

Syamsuar Sampaikan Harapan Agar Hubungan Baik Antara sesama Alumni Terus Terjaga
Selasa, 17 Juli 2018 - 09:22

Serahkan Berkas Caleg ke KPU, Perindo Inhu Targetkan 1 Fraksi di DPRD
Selasa, 17 Juli 2018 - 09:09

KSOP Dumai Imbau Kapal Antisipasi Kecelakaan Laut
Selasa, 17 Juli 2018 - 09:00

Tak Terpantau Miliki Titik Api Namun 2,5 Hektare Lahan Terbakar di Bengkalis ini
Selasa, 17 Juli 2018 - 08:52

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com