Home
Bhayangkari Cabang Inhu Bantu Keluarga Polri dan Warga Kurang Mampu | Siak Intip Peluang Industri Syariah | Sudah 140 Hektare Terbakar Lahan di Dumai, 5 Helikopter Membom Air | Soal Kapitra, PA 212: Makin Jelas yang Taat dan yang Khianat | Pantau Kebakaran Hutan Lindung, BRG: Kekeringan Gambut Dumai Makin Mengkhawatirkan | PUPR Riau Optimis Dua Fly Over Tuntas Akhir Tahun
Jum'at, 20 Juli 2018
/ SainsTech / 09:06:24 / Ilmuwan Berupaya Ungkap Penghuni Pertama Amerika Melalui DNA Bayi Purba /
Ilmuwan Berupaya Ungkap Penghuni Pertama Amerika Melalui DNA Bayi Purba
Jumat, 05 Januari 2018 - 09:06:24 WIB

DNA purba yang diekstraksi dari tengkorak bayi perempuan berusia enam pekan yang ditemukan setelah 11.500 tahun di sebuah lubang pemakaman di Alaska membantu para ilmuwan menyelesaikan kontroversi lama tentang bagaimana manusia pertama kali menghuni Amerika.

Para ilmuwan mengatakan pada Rabu bahwa studi genom bayi itu mengindikasikan bahwa hanya ada satu gelombang migrasi ke Amerika melintasi jembatan darat, yang sekarang tenggelam, yang membentang di Selat Bering dan menghubungkan Siberia ke Alaska selama Zaman Es.

Menurut para peneliti, bayi yang dinamai Xach'itee'aanenh T'eede Gaay --kata dalam bahasa asli setempat yang berarti anak perempuan matahari terbit-- itu berasal dari populasi penduduk Amerika Asli yang nenek moyangnya berasal dari migran petualang.

"Studi memberikan bukti genom langsung pertama bahwa semua keturunan Amerika Asli dapat ditelusuri kembali ke sumber populasi yang sama selama masa Zaman Es terakhir," ujar arkaeolog University of Alaska Fairbanks, Ben Potter, sebagaimana dikutip Reuters.

Sisa-sisa bayi - yang merupakan bagian dari budaya pemburu-pengumpul yang memburu bison, rusa, kelinci, tupai dan burung dan memancing salmon - digali pada 2013 di sebuah perkemahan prasejarah di Lembah Sungai Tanana di Alaska, sekitar 80 kilometer tenggara Fairbanks.

Spesies manusia sekarang pertama muncul di Afrika sekitar 300 ribu tahun yang lalu, dan kemudian menyebar ke seluruh dunia. Para peneliti mempelajari genom bayi dan data genetik yang mencakup populasi lain untuk mengungkap bagaimana dan kapan Amerika pertama kali dihuni.

Sekelompok leluhur Amerika Asli berpisah dari orang Asia Timur sekitar 36.000 tahun yang lalu dan ribuan tahun kemudian melintasi jembatan darat, menurut para peneliti. Kelompok pendiri ini bercabang menjadi dua garis keturunan sekitar 20.000 tahun yang lalu.

Garis keturunan pertama menyusuri selatan tudung es yang menutupi sebagian besar Amerika Utara antara 20.000 dan 15.000 tahun yang lalu, menyebar ke seluruh Amerika Utara dan Amerika Selatan dan menjadi nenek moyang penduduk asli Amerika saat ini.

Yang kedua adalah populasi yang baru diidentifikasi bernama Beringian Kuno, yang meliputi bayi tersebut. Mereka akhirnya lenyap, kemungkinan berbaur ke populasi lain yang kemudian menghuni Alaska.

Beberapa ilmuwan sebelumnya berhipotesis tentang beberapa gelombang migrasi di jembatan darat sampai 14.000 tahun yang lalu.

Anak perempuan yang ditemukan di samping sisa-sisa bayi perempuan yang bahkan lebih muda itu, kemungkinan sepupu pertama, yang genomnya tidak dapat dirunut oleh para peneliti. Keduanya ditutupi oker merah dan dikelilingi alat-alat berhiaskan tanduk.

"Bahkan satu yang bisa dirunut merupakan tantangan besar karena pengawetan DNA yang buruk," ujar Eske Willerslev, direktur Pusat GeoGenetics di University of Copenhagen, menurut hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature tersebut. [ANTARA]

   
 
Diskominfops Inhil Ikuti Rapat Finalisasi Dan Penandatanganan PKS Dengan BSSN
Rabu, 18 Juli 2018 - 21:17

Ditinggal Nyaleg, Andi Rachman Pastikan Roda Pemerintahan Tetap Berjalan
Rabu, 18 Juli 2018 - 21:12

Dadang: Progres Pembangunan Dua Flyover di Pekanbaru Over Target
Rabu, 18 Juli 2018 - 21:09

Lusa, Pembangunan Masjid Raya Riau Teken Kontrak
Rabu, 18 Juli 2018 - 21:06

Bupati Inhil Sampaikan Pidato Pengantar Terhadap 5 Ranperda 2018
Rabu, 18 Juli 2018 - 21:02

Disaksikan AHY, Prabowo Dan SBY Bernostalgia
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:54

Hasto Pastikan Berkas Bacaleg Kapitra Ampera Masuk Di KPU
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:48

KPU Inhil: Semua Parpol Peserta Pemilu 2019 Sudah Mendaftar
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:42

Pemkab Kuansing Butuh Puluhan Guru, 600 Tenaga Penjaga dan Kebersihan Sekolah
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:38

Di Inhu, PSI Tak Ada Daftarkan Bacalegnya
Rabu, 18 Juli 2018 - 20:34

Yuzril Turun Gunung Jadi Bacaleg Dapil DKI Jakarta III
Rabu, 18 Juli 2018 - 10:55

126 Titik Panas Tersebar di Sumatera, 61nya ada di Riau
Rabu, 18 Juli 2018 - 10:49

Digagas Diskominfops, Bupati Inhil Resmikan Peluncuran Sistem Inpas
Rabu, 18 Juli 2018 - 10:44

Gubernur Riau Terpilih Kunjungi LAMR Riau
Rabu, 18 Juli 2018 - 10:41

Kirab Api Obor Asean Games 2018 Ajang Promosi Pariwisata Siak
Rabu, 18 Juli 2018 - 10:37

Polres Inhu Amankan 18 Paket Shabu Seberat 14.58 gram dan 4 Butir Pil Ekstasi
Rabu, 18 Juli 2018 - 10:34

Fenomena Aneh Sapi Beranak Dengan Dua Kepala di Indragiri Hulu
Selasa, 17 Juli 2018 - 15:46

Tiga Calon Haji Asal Bengkalis Batal Berangkat
Selasa, 17 Juli 2018 - 15:42

Pengamat: Jokowi Ketar-ketir Dengan Manuver Prabowo
Selasa, 17 Juli 2018 - 09:39

Bupati Syamsuar Berharap Agar Pelaksanaan MTQ Dari Putra Putri Asli Siak
Selasa, 17 Juli 2018 - 09:24

Syamsuar Sampaikan Harapan Agar Hubungan Baik Antara sesama Alumni Terus Terjaga
Selasa, 17 Juli 2018 - 09:22

Serahkan Berkas Caleg ke KPU, Perindo Inhu Targetkan 1 Fraksi di DPRD
Selasa, 17 Juli 2018 - 09:09

KSOP Dumai Imbau Kapal Antisipasi Kecelakaan Laut
Selasa, 17 Juli 2018 - 09:00

Tak Terpantau Miliki Titik Api Namun 2,5 Hektare Lahan Terbakar di Bengkalis ini
Selasa, 17 Juli 2018 - 08:52

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com