Home
Tubuh Khashoggi Dipotong-potong Cuma 15 Menit | Wow, Avanza Bisa Dicicil Rp100 Ribuan | Cara Mudah Menurunkan Gula Darah Tinggi dengan Kayu Manis | Jadi Tersangka, Polisi Segera Panggil Ahmad Dhani | Sandi Tak Mau Ikut Campur Masalah Internal PAN Yang Mau Dukung Jokowi | Kubu Prabowo-Sandi Usul Debat Capres-Cawapres di Kampus
Senin, 22 Oktober 2018
/ SainsTech / 09:06:24 / Ilmuwan Berupaya Ungkap Penghuni Pertama Amerika Melalui DNA Bayi Purba /
Ilmuwan Berupaya Ungkap Penghuni Pertama Amerika Melalui DNA Bayi Purba
Jumat, 05 Januari 2018 - 09:06:24 WIB

DNA purba yang diekstraksi dari tengkorak bayi perempuan berusia enam pekan yang ditemukan setelah 11.500 tahun di sebuah lubang pemakaman di Alaska membantu para ilmuwan menyelesaikan kontroversi lama tentang bagaimana manusia pertama kali menghuni Amerika.

Para ilmuwan mengatakan pada Rabu bahwa studi genom bayi itu mengindikasikan bahwa hanya ada satu gelombang migrasi ke Amerika melintasi jembatan darat, yang sekarang tenggelam, yang membentang di Selat Bering dan menghubungkan Siberia ke Alaska selama Zaman Es.

Menurut para peneliti, bayi yang dinamai Xach'itee'aanenh T'eede Gaay --kata dalam bahasa asli setempat yang berarti anak perempuan matahari terbit-- itu berasal dari populasi penduduk Amerika Asli yang nenek moyangnya berasal dari migran petualang.

"Studi memberikan bukti genom langsung pertama bahwa semua keturunan Amerika Asli dapat ditelusuri kembali ke sumber populasi yang sama selama masa Zaman Es terakhir," ujar arkaeolog University of Alaska Fairbanks, Ben Potter, sebagaimana dikutip Reuters.

Sisa-sisa bayi - yang merupakan bagian dari budaya pemburu-pengumpul yang memburu bison, rusa, kelinci, tupai dan burung dan memancing salmon - digali pada 2013 di sebuah perkemahan prasejarah di Lembah Sungai Tanana di Alaska, sekitar 80 kilometer tenggara Fairbanks.

Spesies manusia sekarang pertama muncul di Afrika sekitar 300 ribu tahun yang lalu, dan kemudian menyebar ke seluruh dunia. Para peneliti mempelajari genom bayi dan data genetik yang mencakup populasi lain untuk mengungkap bagaimana dan kapan Amerika pertama kali dihuni.

Sekelompok leluhur Amerika Asli berpisah dari orang Asia Timur sekitar 36.000 tahun yang lalu dan ribuan tahun kemudian melintasi jembatan darat, menurut para peneliti. Kelompok pendiri ini bercabang menjadi dua garis keturunan sekitar 20.000 tahun yang lalu.

Garis keturunan pertama menyusuri selatan tudung es yang menutupi sebagian besar Amerika Utara antara 20.000 dan 15.000 tahun yang lalu, menyebar ke seluruh Amerika Utara dan Amerika Selatan dan menjadi nenek moyang penduduk asli Amerika saat ini.

Yang kedua adalah populasi yang baru diidentifikasi bernama Beringian Kuno, yang meliputi bayi tersebut. Mereka akhirnya lenyap, kemungkinan berbaur ke populasi lain yang kemudian menghuni Alaska.

Beberapa ilmuwan sebelumnya berhipotesis tentang beberapa gelombang migrasi di jembatan darat sampai 14.000 tahun yang lalu.

Anak perempuan yang ditemukan di samping sisa-sisa bayi perempuan yang bahkan lebih muda itu, kemungkinan sepupu pertama, yang genomnya tidak dapat dirunut oleh para peneliti. Keduanya ditutupi oker merah dan dikelilingi alat-alat berhiaskan tanduk.

"Bahkan satu yang bisa dirunut merupakan tantangan besar karena pengawetan DNA yang buruk," ujar Eske Willerslev, direktur Pusat GeoGenetics di University of Copenhagen, menurut hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature tersebut. [ANTARA]

   
 
Syekh Sudais: Lemahkan Saudi Berarti Sakiti Miliaran Muslim
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:50

Jakarta Melayu Festival Jadi Ajang Kembangkan Budaya Melayu
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:47

Arab Saudi Pastikan Khashoggi Meninggal Setelah Perkelahian
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:43

Riau Terus Perangi Penambangan Emas Ilegal
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:37

FH UIR Jalin Kerjasama dengan FH UII Yogyakarta
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:34

Partai Golkar Dumai Berbagi Rezeki di Panti Asuhan
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:30

Cegah Bahaya LGBT, Wabup Siak Instruksikan Disdikbud Gelar Sosialisasi
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:25

45 Tim dan 3 Negara Berlaga di Dragond Boad Internasional Tanjung Pinang
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:23

Bupati Meranti Pimpin Rapat Pembahasan APBD Tahun 2019
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:19

Peserta Tes CPNS Siak Dibaijiri Peminat Menjjadi Cik Gu
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:17

Berburu Rush Baru di Pasar Mobil Bekas, Ini Kisaran Harganya
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:31

Mendagri Bantah Selundupkan 31 Juta Data Pemilih Baru ke KPU
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:28

Desain Avanza Terbaru Viral, Komunitas Angkat Suara
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:23

Stroke Bisa Dicegah dengan Pola Hidup Sehat
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:14

Demokrat: Pemerintah Bohong Soal Divestasi 51 Persen Saham Freeport
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:10

Terduga Pembunuh Khashoggi Dilaporkan Tewas di Saudi
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:56

Gempa Berkekuatan 5.0 Magnitude Guncang Sumut Pagi Ini
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:52

Belum Miliki Amdal, Perusahaan Sawit Di Riau Terancam Denda Rp1 Miliar
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:47

Diduga Lakukan Tidak Pidana Korupsi, Polda Riau Kembali Periksa Wakil Bupati Bengkalis
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:45

Dewan Pendidikan dan LAM Riau Bahas Silabus dan RPP Mulok Budaya Melayu
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:42

Xpander Bekas Sudah Tersedia, Ini Harganya
Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:53

Pertemuan Parlemen Dunia Tolak Pembahasan Legalisasi LGBT
Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:45

Kelompok Nelayan Inhil Terima Bantuan Pompong dan Alat Tangkap Ikan
Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:33

Polres Inhil Amankan 2 Lelaki Pengedar Sabu
Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:28

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com