Home
Komnas Perempuan Khawatir Kehancuran Akibat Kerusuhan Mei 1998 Kembali Terjadi | Amankan Kebutuhan Lebaran, Pertamina Tambah 28 Ribu Tabung Gas 3 Kg | Puasa Dapat Membantu Mengurangi Obesitas | Kubu Prabowo Klaim Dihambat Blokade Saat ke MK | Empat Korban Tewas Kerusuhan 22 Mei Sudah Diautopsi | Hadapi Sengketa Pemilu di MK, KPU Tunjuk Lima Firma Hukum
Minggu, 26 Mei 2019
/ Peristiwa / 08:15:17 / Video Anak Netanyahu Mabuk di Klub Striptis Gegerkan Israel /
Video Anak Netanyahu Mabuk di Klub Striptis Gegerkan Israel
Rabu, 10 Januari 2018 - 08:15:17 WIB

"Anak polah bapak kepradah." Mungkin situasi itu tepat untuk menggambarkan apa yang dialami oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu karena ulah anaknya.

Di tengah isu perebutan Yerusalem dengan Palestina, publik Israel kini digegerkan dengan beredarnya rekaman memalukan Yair Netanyahu, putra Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang sedang mabuk di sebuah klub striptease. Tak hanya mabuk, Yair membicarakan kesepakatan gas alam utama.

Rekaman kontroversial tersebut disiarkan oleh saluran televisi Channel 2 Israel. Pada rekaman tersebut, yang dikatakan terjadi pada tahun 2015, Yair Netanyahu, sekarang berusia 26 tahun, terdengar berbicara dengan putra Kobi Maimon, seorang pemangku kepentingan di sebuah perusahaan yang memiliki saham di ladang gas Tamar di lepas pantai Israel.

'Ayah saya mengatur US$20 miliar untuk ayah Anda, dan Anda bisa memberi saya US$116,' demikian suara Yair yang terdengar dalam rekaman tersebut, seperti diberitakan Al Arabiya, 9 Januari 2018. Tak hanya soal bisnis, percakapan mereka juga terkait pembicaraan tentang penari telanjang dan pelacur.

Menanggapi rekaman yang memalukan itu, Yair Netanyahu mengeluarkan sebuah pernyataan meminta maaf. Ia mengaku hanya bercanda saat membicarakan kesepakatan soal gas. Ia menegaskan bahwa saat itu dirinya berada 'di bawah pengaruh alkohol.’

"Pernyataan ini tidak mewakili siapa saya atau nilai-nilai yang menjadi dasar saya," katanya menambahkan. "Mengenai apa yang saya katakan tentang kesepakatan gas, itu adalah sebuah lelucon. Siapa pun yang memiliki akal sehat mengerti dengan benar," ujarnya.

Pemimpin partai buruh Avi Gabbay mengatakan rekaman tersebut merupakan 'noda baru pada kesepakatan gas yang korup.'

Netanyahu menghadapi pertarungan politik yang sulit mengenai pengaturan gas alam Israel. Kelompok oposisi menuding Netanyahu terlalu dekat dengan perusahaan yang terlibat.  Tak hanya soal Yair yang mabuk dan membicarakan jual beli gas, ada juga kritik atas pengaturan keamanan terhadap Yair Netanyahu.

Seorang petugas keamanan yang dipekerjakan oleh negara tersebut mengaku menyertai Yair Netanyahu ke klub strip tersebut.  Sementara kantor Netanyahu mengatakan bahwa ' mereka tidak dikonsultasikan soal pengaturan perlindungan untuk anak-anaknya yang diputuskan oleh petugas keamanan.'

Netanyahu dalam sebuah pernyataan mencela siaran rekaman tersebut, dengan mengatakan bahwa ini adalah bagian dari 'perburuan ‘penyihir’ terhadap keluarganya yang telah mencapai titik terendah yang belum pernah terjadi sebelumnya.'

"Rupanya, segala sesuatunya adalah permainan yang tak adil untuk menyerang pemerintah dan keluarga Netanyahu, termasuk menggunakan rekaman rahasia dan rekaman ilegal pria muda yang minum alkohol," ujarnya. [VIVA]

   
 
Jalan Lintas Sungai Pakning Rusak, Begini Penjelasan PUPR Bengkalis
Jumat, 24 Mei 2019 - 07:00

BPN Minta Polisi Bentuk Tim Pencari Fakta Tewasnya 8 Orang saat Ricuh
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:56

Harapan Jusuf Kalla kepada MK
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:50

Kondisi Politik Di Tanah Air Tegang Pasca Pilpres 2019, Ini Kata Sultan Sumbawa
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:43

Menkominfo Tunggu Petunjuk TNI-Polri Untuk Cabut Pembatasan Medsos
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:36

Komisi III DPR Minta Kapolri Tanggung Jawab Soal Dugaan Korban Tewas Terkena Peluru Tajam
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:33

Gubri Ingin Gemakan Wakaf Tunai di Riau
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:19

Kolam Renang Syariah Diganti Taman dan Payung Quran Center
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:18

DPRD Riau Sahkan Dua Ranperda Sekaligus
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:13

Kelola Lahan Gambut, Unri Berencana Bentuk Pusat Unggulan Iptek
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:11

RS Budi Kemuliaan Terima 177 Korban Rusuh Aksi 22 Mei
Kamis, 23 Mei 2019 - 09:09

Cuti Lebaran, Semua Mobdin Wajib Dikandangkan
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:59

Antisipasi Titik Rawan Longsor Arus Mudik 2019
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:56

Pemprov Riau Siapkan Rp60 Miliar Untuk THR ASN
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:53

Remaja 14 Tahun Tewas di Kemanggisan, Alami Luka di Lengan dan Dada
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:26

Mobil Polisi Diduga Bawa Peluru Tajam, Polri Ungkap Asalnya
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:09

Sebelum Meninggal Ustaz Arifin Ilham Sempat Salat
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:07

Massa 22 Mei Di Petamburan Mundur Usai TNI Turun Tangan
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:03

Prabowo Imbau Pendukungnya Percayakan Masalah Pilpres Ke MK
Kamis, 23 Mei 2019 - 07:59

PB HMI Kecam Aksi Represif Kepolisian Dalam Menangani Aksi Protes 22 Mei
Kamis, 23 Mei 2019 - 07:55

Pesan Aa Gym: Mohon Hentikan Kekerasan dari Pihak Manapun
Rabu, 22 Mei 2019 - 17:18

Prabowo: Kekerasan Malam dan Subuh Tadi Tak Boleh Terjadi Lagi
Rabu, 22 Mei 2019 - 17:16

Kiai NU Se-Jatim: Kegaduhan Ini Akumulasi Proses Pemilu Diduga Tak Jurdil
Rabu, 22 Mei 2019 - 17:10

Ini Tuntutan Pendemo dalam Aksi Damai HMI-MPO di Mapolda Riau
Rabu, 22 Mei 2019 - 17:03

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com