Home
Hari Ini, Bawaslu Semarang Salat Jumat Bareng Prabowo | Infrastruktur Pendukung Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah Dianggarkan di APBD 2020 | Daerah Pesisir Riau Mulai "Dikepung" Titik Api | TGB akan ke Dumai untuk Melantik dan Deklarasi TKD Jokowi - Maruf | Ideologi Feminisme Radikal Dalam RUU PKS Harus Dilawan Dan Ditolak | Tagar Uninstall Jokowi Buntuti Unsinstall Bukalapak
Senin, 18 Februari 2019
/ Mozaik / 15:50:28 / Islam Versus Kapitalisme /
Islam Versus Kapitalisme
Rabu, 07 Februari 2018 - 15:50:28 WIB

JAKARTA - Munculnya geliat perekonomian Islam mendorong perhatian sejumlah kalangan dan cedekiawan Muslim dan Barat untuk kembali mendiskusikan tentang korelasi antara Islam dan kapitalisme serta penegasan jenis hubungan antarkeduanya.

John L Esposito dalam Ensiklopedi Oxford Dunia Islam Modern memaparkan, secara eksplisit Alquran mengungkapkan nilai ekonomi di luar kepemilikan pribadi, kejujuran dalam perniagaan, dan persaingan yang diwarnai oleh kepedulian kepada pihak yang kurang beruntung.

Namun, perdebatan modern terkait konsep ekonomi Islam berputar pada tiga bahasan, yaitu yang pertama terkait argumentasi Barat bahwa Islam penghalang kapitalisme. Kedua, secara berangsur-angsur para penulis Muslim dan Barat bertemu dalam pandangan Islam mendukung sejenis kapitalisme. Ketiga, kaum modernis Islam memadukan beragam teori ekonomi dan program religius untuk melukiskan Islam sebagai alternatif unggul.

Untuk poin yang pertama, baik cendekiawan Barat atau Muslim sepakat Islam tidak selaras dengan kapitalisme. Para orientalis cenderung memandang Islam secara inheren kontradiktif dengan kepitalisme. Ini sebagai akibat adanya doktrin-doktrin dasar dan tidak dapat diubah, seperti fatalisme, akhirat, dan sangsi bagi para pelanggar riba, misalnya.

Teori yang disuguhkan oleh para ilmuwan sosial lain lagi. Mereka memusatkan perhatian pada ketegangan situasional dan mungkin temporer antara Islam dan kapitalisme. Menurut mereka, ketegangan antarkeduanya itu terkait dengan struktur dan kondisi historis tertentu, seperti feodalisme, sultanisme, dan imperalisme. Mereka lebih menekankan sisi sejarah, bukan Islam sebagai sebuah muatan etis.

Karena itu, mengacu pada sejarah tersebut, para ilmuwan sosial berkesimpulan, tak mengherankan bila umat Islam tertinggal dari yang lain soal pengumpulan kekayaan pribadi. Penghambat paling serius terhadap kapitalisme tersebut, dalam pandangan mereka, ialah landasan tak ramah institusi politik, sosial, dan ekonomi yang menghalangi wiraswastawan, tak soal bagaimana derajat kesalehan mereka.

Pada poin perdebatan yang kedua, sejarawan ekonomi mulai mengalihkan pedebatan ke arah yang baru, yakni mereka tidak hanya berpendapat bahwa kapitalisme di dunia Islam lebih maju dan menyebar dari yang diduga. Tetapi juga, bahwa Islam itu sendiri selayaknya dihargai karena prestasi-prestasi ini.

Kapitalisme dagang yang bergelora menghubungkan kota-kota besar di Asia dan Afrika dalam jaringan antarbenua yang merentang dari Jalan Sutra hingga Pantai emas, dari Sahara hingga Kepulauan Spice, dari Laut Hitam hingga Tanjung Harapan.

Ini memberikan konsekuensi bahwa kaum Muslim juga berbudaya kosmpolitan. Di wilayah-wilayah non-Arab, pedagang sufi menjadi perwujudan peradaban islam internasional yang mempersatukan agama dan perdagangan, kota, desa, mistisisme sederhana, dan ortodoksi yang luwes.

Para sejarawan dan ahli eknomi sering berpendapat bahwa berkembangnya perdagangan internasional dapat memajukan revolusi industri di seluruh dunia Islam seandainya Muslim mampu menahan serangan gencar imperalisme Eropa.

Dari sudut pandang ini, penghalang kapitalisme bukan kelemahan inheren pemikiran Islam atau kekuatan institusi yang ketinggalan zaman, melainkan kekuatan persenjataan dan ketamakan Barat. Di banyak negara, serbuan komersial dan kolonial Eropa telah menghancurkan kerajinan dan manufaktur pribumi.

Dan, pusaran perdebatan yang terakhir, yaitu bahwa Islam menjadi alternatif sistem perekonomian selain kapitalisme. Ini karena kapitalisme lebih diidentikkan dengan dominasi asing dan kehilangan sebagian daya tariknya di hadapan kaum Muslim. Perekonomian Islam yang autentik dan lebih koheren dapat mengungguli kapitalisme pada masa mendatang. Ini memuncak dan menggeliat terutama selama periode melimpahnya minyak pada 1970-an. [Rol]

   
 
Hari Ini Diresmikan
Hasil Uji Beban Belum Keluar, Jembatan Siak IV Layak Fungsi? Ini Penjelasan PUPR Riau
Kamis, 14 Februari 2019 - 09:11

Prabowo: Insya Allah 17 April, Kita Lihat Kebangkitan Bangsa
Kamis, 14 Februari 2019 - 09:03

Kecewa Janji Jokowi, Pemuda Tani Indonesia Dukung Prabowo
Kamis, 14 Februari 2019 - 08:50

Fitri RDJ Ajak Bertafakur Lewat Rilis Lagu Asmaul Husna
Kamis, 14 Februari 2019 - 08:28

Buron Selama Sebulan, Pelaku Pembunuhan Wanita di Peranap Ditangkap
Kamis, 14 Februari 2019 - 08:26

Dumai Bersiap-siap Sambut Cawapres Sandi Uno pada 3 Maret Nanti
Kamis, 14 Februari 2019 - 08:15

Lahan Tidur Kampung Tengah Produksi Lima Ton Padi
Kamis, 14 Februari 2019 - 08:09

253 Titik Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya Untuk Siak Diresmikan
Kamis, 14 Februari 2019 - 08:05

Dimulai Era Gubernur Rusli Zainal
Berikut Kronologi Singkat Pembangunan Jembatan Siak IV Pekanbaru
Kamis, 14 Februari 2019 - 07:53

Besok Gubri Resmikan Jembatan Siak IV, Septina Potong Pita Fly Over
Kamis, 14 Februari 2019 - 07:43

Meningkat Drastis, 56 Hotspot Membayangi
Kamis, 14 Februari 2019 - 07:38

Misteri Berdirinya Stonehenge Akhirnya Terkuak
Rabu, 13 Februari 2019 - 16:42

Komentari Guru, Mendikbud Dirundung di Media Sosial
Rabu, 13 Februari 2019 - 16:38

DPR: Tidak Ada Yang Namanya RUU LGBT
Rabu, 13 Februari 2019 - 16:23

PILPRES 2019
Pengamat: Ahok Mendekat, Jokowi Dalam Bahaya
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:52

Besok Diresmikan, Pengendara Bisa Langsung Melintasi Dua Flyover Baru
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:35

DPRD Riau Keberatan Gaji Pegawai P3K Bakal Dibiayai APBD
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:30

Dishub Pekanbaru akan Derek Mobil yang Parkir Sembarangan di Sekitaran Mal SKA
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:28

Harga TBS Kelapa Sawit Turun Lagi Rp4,46 per Kilogram
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:11

Sekdaprov Riau Perkirakan Gaji PPPK Capai Rp5 Miliar per Tahun
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:08

Embarkasi Haji Antara Riau, Meranti Minta Dispensasi Langsung ke Batam
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:07

Skadron 12 dan 16 Lanud RsN Pekanbaru Gelar Latihan Terbang Malam
Rabu, 13 Februari 2019 - 09:39

Harga TBS Sawit Riau Turun Tipis
Rabu, 13 Februari 2019 - 09:33

Ridwan Saidi Nilai Psikologi Jokowi Layaknya Akan Kalah Pilpres
Rabu, 13 Februari 2019 - 09:29

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com