Home
Amien: Umat Indonesia Berpotensi Pecah Jika Prabowo Pilih UAS | Video Jokowi Naik Moge, Ferdinand: Terlalu Bohongnya ! | Menggelinding Gerakan Haram Pilih Jokowi Di Madura | PHE Siak Lakukan Upacara di Lapangan Batang dan Lapangan Lindai | Gelar Ijtima Ulama II, GNPF Tentukan Sikap ke Prabowo - Sandiaga | Mahasiswa Baru Unri Diserahkan ke Fakultas
Minggu, 19 08 2018
/ Peristiwa / 15:11:12 / Ulama Dan Pastor Diserang, Susah Untuk Tidak Curiga Kalau Kita Sedang Diadu Domba /
Ulama Dan Pastor Diserang, Susah Untuk Tidak Curiga Kalau Kita Sedang Diadu Domba
Senin, 12 Februari 2018 - 15:11:12 WIB

JAKARTA - Setelah aksi kekerasan yang menyasar pesantren, ulama, dan ustad kini terjadi lagi aksi kekerasan di Gereja Santa Lidwina Bedog, Sleman, Yogyakarta, Minggu pagi (11/2). Selain melukai beberapa jemaah, penyerang juga melukai Pastor Karl-Edmund Prier SJ yang sedang memimpin misa.

Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris mengatakan rentetan peristiwa yang menyerang para pemuka agama ini harus dipandang dari perspektif yang lebih luas dengan tidak menyederhanakannya sebagai peristiwa kriminal biasa agar umat beragama terus waspada menyikapi fenomena tidak biasa ini.

"Saya mengutuk keras penyerangan terhadap para pemuka agama. Setelah ulama kini pastor, susah untuk tidak curiga kalau kita sedang diadu domba. Letupan-letupan peristiwa ini jika diabaikan akan menjadi bom waktu yang bisa disulut kapan saja. Negara harus selangkah di depan mengantisipasi kejadian-kejadian seperti ini," tegas Fahira dalam keterangannya, Senin (12/2).

Fahira mengungkapkan aksi-aksi penyerangan yang menyasar para pemuka agama selain sangat efektif membangkitkan amarah antarumat beragama, menumbuhkan rasa saling curiga dan saling tuduh menuduh, juga efektif dimanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk melakukan pembenaran atas klaim-klaim mereka yang menyatakan bahwa Indonesia sedang dilanda "wabah intoleransi" di mana-mana. Motif dari berbagai penyerangan terhadap pemuka agama ini hanya satu yaitu merusak kedamaian kita sehingga tidak perlu dibelokkan ke isu-isu lain.

"Saat pemuka agama tertentu dianiaya mereka tidak berkomentar dan menganggap perisitwa biasa. Tetapi saat pemuka agama lain mengalami hal yang serupa, isunya mereka belokkan menjadi soal intolerensi dan politik identitas. Kita harus waspada terhadap oknum-oknum yang suka standar ganda seperti ini. Sadar atau tidak sadar, opini mereka ini malah memperkeruh suasana," ujar Senator Jakarta ini.

Menurut Fahira, terlepas dari ada tidaknya "benang merah" terhadap penyerangan para pemuka agama belakangan ini, tokoh-tokoh agama diharapkan dapat menjaga umatnya masing-masing dan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menyejukkan. Karena kalau umat saling bersitegang, saling curiga, saling tuduh dan saling memojokkan, artinya kita tidak sadar sudah menjadi pion-pion oknum-oknum yang memang ingin memanfaatkan berbagai kejadian ini untuk maksud-maksud tertentu.

"Ada atau tidak yang menggerakkan peristiwa ini atau apapun motifnya kita harus menahan diri. Sekarang kita hanya tinggal berharap negara dalam hal kepolisian lebih serius memandang kasus penganiayaan para pemuka agama ini. Pengusutan kasus-kasus seperti harus tuntas, karena kalau tidak akan menjadi bara panas dalam kehidupan umat beragama dan ini berbahaya, terlebih menjelang pilkada dan pemilu," pungkasnya. [rmol]

   
 
Inisiator #2019GantiPresiden: Jangan Khianati Perjuangan Pendiri Bangsa
Sabtu, 18 Agustus 2018 - 07:52

Gubernur Riau Instruksikan Kekuatan Penuh Tanggulangi Karhutla
Sabtu, 18 Agustus 2018 - 07:42

ADVERTORIAL PEMKAB KEPULAUAN MERANTI
Upacara HUT RI Ke-73 di Kepulauan Meranti Berlangsung Hikmat dan Lancar
Jumat, 17 Agustus 2018 - 17:34

Fahri Hamzah: Kemampuan HRS Baca Peta Situasi Makin Tajam
Jumat, 17 Agustus 2018 - 18:11

Mahfud MD Berpeluang Jadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Maaruf
Jumat, 17 Agustus 2018 - 18:08

Wabup Meranti Inspektur Upacara HUT RI Ke-73 di Lapas Kelas II Selatpanjang
Jumat, 17 Agustus 2018 - 18:04

Sekelumit Cerita Salah Seorang Pelatih Pasukan Pengibar Bendera Kabupaten Siak
Jumat, 17 Agustus 2018 - 18:00

Wakil Bupati Meranti Buka Sosialisasi Kabupaten Program Pamsimas III Tahun 2018
Jumat, 17 Agustus 2018 - 17:56

Jemaah Calon Haji Meranti Persiapan Laksanakan Puncak Haji Armina
Jumat, 17 Agustus 2018 - 17:53

Ramah Tamah berama LVRI, Syamsuar: Peningkatan Pembangunn Tetap Menjadi Perhatian
Jumat, 17 Agustus 2018 - 17:46

Refly Harun Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Jumat, 17 Agustus 2018 - 17:40

Mayones Baik atau Buruk untuk Kesehatan?
Jumat, 17 Agustus 2018 - 17:38

Pesan Ustaz Somad Di HUT RI: Jangan Pisahkan Nasionalisme Dengan Pekik Allahuakbar
Jumat, 17 Agustus 2018 - 17:33

Penyidik KPK Kecewa Kepemimpinan Jokowi Dalam Penegakan Hukum
Jumat, 17 Agustus 2018 - 17:27

Manuver Sandi Dinilai Bisa Memecah Mesin Partai Pendukung Jokowi
Jumat, 17 Agustus 2018 - 17:24

Gubernur Riau: Budaya Melayu Masuk Kurikulum Pendidikan
Jumat, 17 Agustus 2018 - 17:17

Indikasi Sengaja, Dansatgas Geram Saksikan Karhutla di Rohil
Jumat, 17 Agustus 2018 - 17:14

Camat Kelayang Kukuhkan Paskibra Tingkat Kecamatan
Kamis, 16 Agustus 2018 - 20:54

Demokrat Setuju Djoko Santoso Jadi Ketua Tim Pemenangan
Kamis, 16 Agustus 2018 - 20:52

Alumni Presidium 212 Tidak Setuju Kiai Maaruf Jadi Cawapres Jokowi
Kamis, 16 Agustus 2018 - 20:46

Kementrian ESDM Fasilitasi Riau Kelola Blok Rokan
Kamis, 16 Agustus 2018 - 20:36

TNI Segel 45 Titik Lokasi Karhutla Yang Terjadi Di Provinsi Riau
Kamis, 16 Agustus 2018 - 20:32

Miliki Saham Di Bintan Resort, Pemrov Riau Akan Telusuri
Kamis, 16 Agustus 2018 - 20:30

Defisit Anggaran, Sekda Sebut Riau Alami Masa Sulit
Kamis, 16 Agustus 2018 - 20:26

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com