Home
Komplotan Pencuri Sapi Kembali Bereaksi di Rakitkulim | Warga Sei Lala Ditemukan Tewas Gantung Diri | Pembangunan Fly Over Simpang SKA Dipastikan Tak Selesai Akhir Tahun Ini | Ruqyah Massal di Pekanbaru, dari yang Muntah Hingga Keluarkan Jurus Silat | Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah di Kisaran Rp 14.900 | Genderuwo - Sontoloyo dan Lunturnya Politik Simbol Jokowi
Rabu, 14 November 2018
/ Lifestyle / 16:37:06 / Ingin IQ Anak Anda Tinggi, Lakukan Hal Sederhana Ini /
Ingin IQ Anak Anda Tinggi, Lakukan Hal Sederhana Ini
Senin, 12 Februari 2018 - 16:37:06 WIB

KEGIATAN membaca sebaiknya Anda perkenalkan kepada buah hati sejak usia dini, bahkan saat masih bayi. Ada berbagai manfaat dari aktivitas ini yang sangat baik bagi anak, mulai meningkatkan IQ hingga mengasah kemampuan anak memahami emosi orang lain.

Peneliti di Melbourne, Australia, telah membuktikan bahwa dengan seringnya orang tua membacakan cerita untuk anak sejak usia dini, semakin besar dampak positif pada kemampuan membaca dan berpikir anak.

Penelitian yang dilakukan The Melbourne Institute of Applied Economic and Social ini tidak hanya membuktikan hubungan kausal antara frekuensi membaca anak-anak dan perkembangannya, tetapi juga mengukur manfaat membaca.

Anak usia 4-5 tahun yang membaca 3-5 kali seminggu memiliki kemampuan serupa dengan anak usia 6 bulan di atasnya yang hanya membaca dua kali atau kurang dari itu dalam seminggu.

Kegiatan membaca yang dilakukan 6-7 kali dalam seminggu menempatkan anak-anak ini setahun lebih di depan dibanding yang tidak membaca. Peneliti juga menemukan bahwa membaca bagi anak-anak sejak usia dini dapat mengasah perkembangan numerasinya.

“Anak-anak yang juga membaca lebih sering memiliki performa yang lebih baik seiring perkembangan usia mereka dibanding anak yang tidak membaca,” papar Profesor Guyonne Kalb, Direktur Institute Labour Economics and Social Policy Program, sekaligus ketua peneliti, dikutip smh.com .

“Kami ingin melihat apakah membaca yang dilakukan sendiri memiliki hasil lebih baik atau orang tua yang membacakan untuk anaknya justru lebih baik,” ucap Profesor Kalb yang meneliti lebih dari 4.000 anak dengan usia 4-5 tahun pada 2004 hingga usia 10-11 tahun.

Temuan ini sekaligus sebuah pesan yang jelas kepada orang tua, kakek-nenek, guru, dan pengasuh bahwa membaca mendatangkan manfaat yang lebih dari sekadar pengalaman bonding.

Di tengah derasnya arus teknologi digital, kegiatan membaca bisa semakin minim dilakukan. Tidak sedikit anak yang larut dalam permainan pada gawai mereka ketimbang memegang buku bacaan. Padahal, menurut Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga Elizabeth T Santosa MPsi, membaca memiliki segudang manfaat bagi perkembangan anak, terutama jika dilakukan pada usia dini.

Sekitar 15 menit membaca per hari yang dilakukan sendiri oleh anak dapat menambah perbendaharaan katanya sebanyak 1 juta dalam setahun. Kegiatan membaca harian juga membuat anak berada satu tahun lebih di depan dibanding anak yang tidak membaca.

“Kegiatan membaca yang dilakukan secara interaktif juga dapat meningkatkan IQ atau kemampuan intelijen anak lebih dari enam poin,” beber dosen di Swiss German University ini.

Tidak hanya itu, membaca juga membantu si kecil mengasah kemampuannya dalam memahami emosi orang lain. Untuk menanamkan kecintaan membaca kepada anak-anak sejak dini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua.

Keteladanan adalah salah satunya. Melihat orang tuanya suka membaca koran, majalah, buku, bahkan label pada produk makanan, akan menginspirasi anak untuk tertarik membaca pula. Mengunjungi toko buku atau perpustakaan anak-anak juga merupakan upaya menumbuhkan kecintaan membaca pada anak.

Jika anak sudah bisa membaca dan menulis, doronglah dia untuk menulis sebuah cerita tentang aktivitas harian yang dia lakukan. Mengenalkan keseruan membaca tidaklah perlu menunggu sampai anak bisa membaca, bahkan bayi sekalipun bisa diajak dalam aktivitas ini.

Kegiatan ini dapat mengajarkan bayi tentang komunikasi, mengenalkan konsep (angka, huruf, warna, dan bentuk) dalam cara yang menyenangkan, serta membangun memori. Sebab, pada usia 1 tahun, yang dipelajari bayi adalah apa yang mereka dengar terlebih dahulu.

Semakin banyak cerita yang Anda bacakan, semakin banyak kemampuan kosakata yang dimiliki anak dan semakin baik untuk berbicara. Mendengar katakata membantu untuk membangun jaringan dalam otak bayi. Anak-anak yang orang tuanya sering berbicara atau membaca dapat tahu lebih banyak kata pada usia 2 tahun dibandingkan anak lainnya.

Membaca juga mengajak bayi Anda melihat, menyentuh, dan menjawab pertanyaan yang semuanya meningkatkan kepekaan sosial dan keterampilan berpikir.

(okz)

   
 
Merpati Direncanakan Kembali Terbang Mulai 2019
Senin, 12 November 2018 - 08:22

Fadli Zon: Genderuwo di Istana, Berewokan Mukanya
Senin, 12 November 2018 - 08:20

Legislator: Pemberian Gelar Adat Jangan Sampai Ada Unsur Politik
Senin, 12 November 2018 - 08:15

Legislator Tak Ingin Disalahkan Proyek Fly Over Tak Siap
Senin, 12 November 2018 - 08:11

Hujan Disertai Angin Kencang Berpotensi Turun di Riau
Senin, 12 November 2018 - 08:08

Garbi Lahir Dari Kegelisahan Anak Bangsa
Senin, 12 November 2018 - 08:06

LGBT di Bogor Gunakan Ruang Publik untuk Perilaku Tercela
Jumat, 09 November 2018 - 16:41

Nissa Sabyan Disebut akan Hadiri Reuni 212
Jumat, 09 November 2018 - 16:38

Tudingan Rizieq Shihab Hanya Untuk Kepentingan Politik
Jumat, 09 November 2018 - 16:34

Kantor Kas BRK Kuala Kampar-Pelalawan Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Sekitar
Jumat, 09 November 2018 - 16:30

Asisten II Setda Inhil Tinjau Persiapan Pelatihan Menghadapi MTQ
Jumat, 09 November 2018 - 16:24

Tinjau Lokasi Banjir, Kapolres Inhu Berikan Bantuan Sembako
Jumat, 09 November 2018 - 16:19

Menyonsong Pemilu 2019, Pemilunya Generasi Bangsa di Era Milenial
Jumat, 09 November 2018 - 16:16

Jokowi Terapkan DP 0, Tim Prabowo-Sandi: Dulu Dicemooh, Kini Diaplikasikan
Jumat, 09 November 2018 - 16:11

PT KITB Kerjasama dengan BGMC, Infrastruktur KITB Mulai Dibangun
Jumat, 09 November 2018 - 16:08

4 SDN di Rakitkulim Diliburkan, Banjir Genangi Ruangan Kelas
Jumat, 09 November 2018 - 16:01

Soal Esemka, Inisiator: Bikin Mobil Tak Seperti Bikin Kacang Goreng
Jumat, 09 November 2018 - 08:10

Dugaan Rekayasa, Rizieq Shihab Lapor Balik ke Polisi Saudi
Jumat, 09 November 2018 - 08:04

Yayasan Masjid di Belanda Desak Twitter Blokir Akun Wilders
Jumat, 09 November 2018 - 08:02

Pengamat Politik: Kasus HRS Menguntungkan Jokowi-Maaruf
Jumat, 09 November 2018 - 07:54

Fotonya Jadi Ikon Perlawanan Palestina, Abu Amr Ditembak Israel
Jumat, 09 November 2018 - 07:49

Dinilai Abaikan Standar Keselamatan, DPR Desak Pemerintah Cabut Izin Lion Air
Jumat, 09 November 2018 - 07:46

Benarkah Kopi Dapat Mengurangi Risiko Penyakit Otak?
Jumat, 09 November 2018 - 07:41

Garuda Indonesia Berhasil Meraup Rp4,1 Miliar Dari GATF-II Di Pekanbaru
Jumat, 09 November 2018 - 07:39

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com