Home
PILKADA JABAR 2018, Pelantikan Iwan Bule Bisa Berdampak Kekalahan Hasanah | Jokowi Dan Tjahjo Dukung Kepentingan Salah Satu Paslon Di Pilkada Jabar | Demokrat: Sebaiknya Jokowi Segera Tarik Penunjukan Iwan Bule | Pemkab Siak Gelar Open House | Pawai Takbir Idul Fitri, Pjs Bupati Inhil Sebut Tinggi Partisipasi Masyarakat | Madrasah Abbasiyah Juara Umum 1 Pawai Takbir Hari Raya 1439 H
Rabu, 20 Juni 2018
/ Nasional / 20:35:21 / Cerita Yusril Dipanggil Jokowi Bahas Kasus Rizieq Shihab /
Cerita Yusril Dipanggil Jokowi Bahas Kasus Rizieq Shihab
Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:35:21 WIB

JAKARTA - Pengacara Yusril Ihza Mahendra menyatakan pernah diundang secara khusus oleh Presiden Joko Widodo untuk membahas kasus hukum Imam Besar FPI Rizieq Shihab.

"Secara khusus saya pernah diundang oleh Presiden Jokowi yang khusus beliau menanya Habib Rizieq ini," ujar Yusril di Gedung Transmedia, Jakarta, Sabtu (24/2).

Yusril menuturkan pertemuan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, sekitar Juni 2017. Pertemuan itu terjadi beberapa bulan setelah Rizieq meninggalkan Indonesia ke Arab Saudi.

Rizieq pergi ke Arab Saudi jelang penetapan tersangka dalam kasus tindak pidana percakapan bermuatan pornografi.

Lebih lanjut, Yusril mengklaim pertemuan yang dilakukan empat mata itu membahas pokok kasus hukum yang melibatkan Rizieq. Ia mengaku sudah menceritakan seluruh hal secara detil kasus itu kepada Jokowi.

"Beliau nanya, 'Prof sebenarnya apa sih yang sebenarnya terjadi dengan Habib Rizieq ini'. Dan saya ceritakan semua," ujarnya.

Usai panjang lebar menjelaskan, Yusril mengaku manawarkan tiga solusi kepada Jokowi agar masalah Rizieq, yakni memerintahkan polisi menerbitkan SP3, memberikan amnesti, atau memberikan abolisi.

"Dan saya mengatakan yang paling baik dilakukan adalah amnesti. Kalau SP3, polisi kehilangan muka. Kalau SP3, benarkan mentersangkakan Habib tidak ada buktinya," ujar Yusril.

Meski amnesti tidak dengan mudah dilakukan karena memerlukan pertimbangan DPR, Yusril menilai langkah itu merupakan bentuk kebesaran jiwa Jokowi.

"Dia tahu ada kasus pidana yang belum tentu terbukti atau tidak, tapi presiden mengatakan 'udah kita amnesti'. Jadi dianggap kasus itu tidak pernah ada," ujarnya.

Usai pertemuan itu, Yusril mengaku Jokowi berencana membahas masukan untuk menerbitkan amnesti bagi Rizieq dengan seluruh anak buahnya.

"Pada waktu itu beliau mengatakan seminggu lagi kita ketemu lagi. Tapi sampai hari ini tidak ketemu lagi," ujar Yusril.

Di sisi lain, Yusril menilai Jokowi tidak Islamofobia. Sikap Jokowi selama ini, menurutnya, hanya merupakan bentuk kegagalan memahami agama Islam dan Pancasila.

Salah satu kegagalan itu terlihat ketika Jokowi menyebut agama harus dipisahkan dari negara dan politik. Padahal dalam sejarah mengatakan Pancasila merupakan kompromi antara dua golongan, yakni golongan agama dan nasionalis.

"(Jokowi) misunderstanding terhadap Islam, iya. Bahkan misunderstanding terhadap Pancasila," ujarnya.

Lebih dari itu, Yusril menilai Rizieq memiliki banyak manfaat jika berada di Indonesia. Ia berkata banyak hal yang bisa didiskusikan dengan Rizieq jika ia ada di Indonesia. (cnn indonesia)

   
 
Sekda dan Baznas Inhil Beri Paket Premium Lebaran Bahagia kepada Mustahik
Rabu, 13 Juni 2018 - 13:49

Mardani Ali Sera: Siapa Yang Dukung Staquf?
Rabu, 13 Juni 2018 - 13:35

FPI: Kunjungan Staquf Ke Israel, Diplomasi Politik Yang Munafik!
Rabu, 13 Juni 2018 - 13:31

Kunjungan Staquf Langgar Konstitusi Dan UU Hubungan Luar Negeri
Rabu, 13 Juni 2018 - 13:21

Amien Dinilai Ingin Kumpulkan Dukungan untuk Ganti Presiden
Rabu, 13 Juni 2018 - 12:57

Masyarakat Sayangkan Pembangunan Drainase Tidak Sesuai Bestek
Rabu, 13 Juni 2018 - 12:12

KPU Dumai Memulai Pelipatan 175.918 Surat Suara
Rabu, 13 Juni 2018 - 12:10

Mulai 1 Januari 2019 Jamkesda di Meranti Dihapus
Rabu, 13 Juni 2018 - 11:52

106 Puskesmas dan Rumah Sakit Pemerintah di Riau Siaga 24 Jam Selama Lebaran
Rabu, 13 Juni 2018 - 11:41

ASN Harus Patuhi Edaran Cuti Bersama
Rabu, 13 Juni 2018 - 11:40

Surat Terbuka Lieus Sungkharisma Untuk Presiden Jokowi
Selasa, 12 Juni 2018 - 07:38

Pemudik Tujuan Sumut dan Sumbar Mulai Padati Terminal Bus Dumai
Selasa, 12 Juni 2018 - 07:31

Festival Colok di Bengkalis Berlangsung Meriah
Selasa, 12 Juni 2018 - 07:27

446 Personel Disiagakan Selama Mudik Lebaran di Bengkalis
Selasa, 12 Juni 2018 - 07:25

Tinjau Kesiapan Salurkan Bantuan Bagi Dhuafa, Sekda Kunjungi Kantor BAZNAS Inhil
Selasa, 12 Juni 2018 - 07:13

Kades di Inhil Diingatkan Sukseskan Pilkada di Riau
Selasa, 12 Juni 2018 - 07:04

Seluruh Perusahaan di Inhil Diingatkan Barikan THR Kepada Karyawannya
Selasa, 12 Juni 2018 - 06:56

Ini Pesan Pjs Bupati Inhil Usai Melantik Pj Kades
Selasa, 12 Juni 2018 - 06:49

FKIJK Riau Berbagi 200 Paket Sembako di Kelurahan Tangkerang Tengah, Pekanbaru
Selasa, 12 Juni 2018 - 06:45

IMA Chapter Pekanbaru Bagikan 1000 Paket Sembako Untuk Warga Pekanbaru dan Sekitarnya
Selasa, 12 Juni 2018 - 06:17

Libatkan Sebanyak 150 Petugas, KPU Bengkalis Intensifkan Proses Pelipatan Surat Suara
Sabtu, 09 Juni 2018 - 15:30

Polres Inhil Terjunkan 387 Personel Lintas Instansi dalam Operasi Muara Takus 2018
Sabtu, 09 Juni 2018 - 15:24

Pjs Bupati Inhil Ajak Masyarakat Inhil Tingkatkan Kecintaan pada Alquran
Sabtu, 09 Juni 2018 - 15:10

Partai Berkarya Kuansing Siap Bertarung Menangkan Pemilu 2019
Sabtu, 09 Juni 2018 - 15:07

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com