Home
Fenomena Aneh Sapi Beranak Dengan Dua Kepala di Indragiri Hulu | Tiga Calon Haji Asal Bengkalis Batal Berangkat | Pengamat: Jokowi Ketar-ketir Dengan Manuver Prabowo | Bupati Syamsuar Berharap Agar Pelaksanaan MTQ Dari Putra Putri Asli Siak | Syamsuar Sampaikan Harapan Agar Hubungan Baik Antara sesama Alumni Terus Terjaga | Serahkan Berkas Caleg ke KPU, Perindo Inhu Targetkan 1 Fraksi di DPRD
Selasa, 17 Juli 2018
/ Peristiwa / 16:07:32 / Tito: Istilah Muslim Cyber Army Bukan Berasal dari Polri /
Tito: Istilah Muslim Cyber Army Bukan Berasal dari Polri
Rabu, 14 Maret 2018 - 16:07:32 WIB

JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan penggunaan istilah Muslim Cyber Army (MCA) bukan berasal dari bahasa Polri. Menurutnya, istilah MCA tersebut merupakan penamaan dari kelompok tersebut.

Hal itu disampaikan Tito untuk menjawab pertanyaan sejumlah anggota Komisi III DPR yang menyoroti penggunaan istilah MCA kepada pelaku tindak pidana penyebar hoaks oleh kepolisian.

"Ini istilah dari investigasi. Kelompok ini menyebut diri mereka seperti itu. Jadi bukan bahasa dari Polri," kata Tito saat rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Rabu (14/3).

Tito juga mengakui istilah MCA yang dipakai oleh kelompok penyebar hoaks tersebut mendapat kritikan sejunlah pihak. Serta menimbulkan ketidaknyamanan dari mayoritas muslim.

Penggunaan istilah itu oleh kelompok tersebut tak lain hanyalah untuk menarik perhatian masyarakat. "Bagi kami dan muslim memang tidak nyaman. Sesuai ajaran Islam menyebar hoaks tidak sesuai Islam. Apa mau dikata, kata itu dipakai untuk menarik perhatian," kata Tito.

Menurut Tito, tidak ada yang salah dalam penyampaian istilah MCA tersebut lantaran Polri hanya menyampaikan fakta dari istilah tersebut. Karena itu, Polri kata dia, juga tidak bisa mengganti istilah tersebut. "Kalau polisi ganti nama justru itu rekayasa. Tidak boleh," kata Tito.

Karenanya untuk lebih netral, maka penggunaan istilah tersebut tidak perlu dijabarkan. "Maka lebih netral kami gunakan singkatan MCA itu akan lebih soft, membuat publik nyaman, jadi sebetulnya kita ini tersinggung kepada mereka yang membajak nama-nama ini dalam rangka kepentingan kelompok mereka agar lebih soft arahan saya gunakan singkatannya saja," kata Tito.

Salah satu anggota DPR menyoroti penggunaan bahasa yang digunakan Polri terkait kasus tindak pidana menyebar hoaks kelompok yang mengatasnamakan Muslim Cyber Army (MCA), adalah anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Almuzamil Yusuf.

"Dalam konteks tindakan pidana hoaks atau yg dilakukan kelompok tertentu yang mengunakan agama tertentu lebih arif dan lebih bijak, tidak menggunakan agama tertentu," ujar Almuzamil dalam rapat kerja Komisi III dengan Kapolri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Rabu (14/3).

Karenanya ia meminta agar ke depannya, Polri tidak perlu menyebutkan agama tertentu berkaitan kasus yang dilakukan oleh kelompok tertentu. "Karena seluruh umat agama tertentu pasti tersinggung padahal tidak ada agama yang mengajarkan itu," kata Muzamil. [Rol]

   
 
Produk CPO dari Riau Belum Terimbas Konflik Dagang AS
Senin, 16 Juli 2018 - 08:56

Satu Korban Terjepit Kapal Tongkang Akhirnya Meninggal
Senin, 16 Juli 2018 - 08:39

Bupati Wardan Tepuk Tepung Tawar 89 CJH Korpri Inhil
Senin, 16 Juli 2018 - 08:34

Kantor Jaringan BRK Menjadi Layanan Perbankan Pertama Di Senayang Kabupaten Lingga
Minggu, 15 Juli 2018 - 08:01

Hazard Blak-blakan Ingin Hengkang dari Chelsea
Minggu, 15 Juli 2018 - 07:55

Pengamat: Jokowi Ingin Redam Manuver PKB
Minggu, 15 Juli 2018 - 07:53

Bupati Anambas Resmikan Kantor Kas ke 41 Bank Riau Kepri di Kecamatan Palmatak
Minggu, 15 Juli 2018 - 07:04

Pemkab Kepulauan Anambas Wujudkan CSR Dari Bank Riau Kepri Berupa Musholla
Minggu, 15 Juli 2018 - 06:48

Akhirnya Menteri Susi Pudjiastuti Tuti Dapat Ijazah SMA, Begini Perjalanannya
Minggu, 15 Juli 2018 - 06:15

Inhil Mengharapkan Generasi Muda Menjadi Generasi Penerus Bangsa
Minggu, 15 Juli 2018 - 06:11

Produksi Kelapa Capai 10 Juta Perhari, Dewan Inhil Sebut Melibatkan UMKM adalah Solusi Terbaik
Minggu, 15 Juli 2018 - 06:08

Rp 2,2 T DBH Riau Masih Tunda Bayar oleh Pusat
Minggu, 15 Juli 2018 - 06:06

Yuk, Kenali Gejala Campak dan Rubella Serta Pencegahannya
Minggu, 15 Juli 2018 - 06:04

Sistem InPAS, Bupati Inhil: Ini Terobosan Cerdas di Era Digital
Minggu, 15 Juli 2018 - 05:59

Jelang Asian Games, Antisipasi Karhutla Dimaksimalkan
Kamis, 12 Juli 2018 - 22:43

Pendaftaran Caleg Diprediksi Membludak Dimenit Terakhir
Rabu, 11 Juli 2018 - 15:49

Harga Tandan Buah Segar Naik Rp22,39 per Kilogram
Rabu, 11 Juli 2018 - 15:47

Dinas Peternakan Tingkatkan Pengawasan Hewan Qurban
Rabu, 11 Juli 2018 - 15:45

Gerindra Dapat Laporan Warga Kapolda Sumut Tidak Netral
Rabu, 11 Juli 2018 - 15:28

Akan Habis Kontraknya 2020, Empat Blok Migas Laku Dilelang
Rabu, 11 Juli 2018 - 14:59

228 Calon Haji Siak Siap Berangkat ke Jeddah
Rabu, 11 Juli 2018 - 14:45

Pemerintah Diminta Utamakan Pengangkatan Guru Honorer K2
Rabu, 11 Juli 2018 - 14:43

Survei KedaiKOPI: Jokowi dan Prabowo Kurang Religius
Rabu, 11 Juli 2018 - 14:36

Prancis Menunggu Inggris atau Kroasia di Final
Rabu, 11 Juli 2018 - 14:25

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com