Home
Pasukan Koalisi Rebut Benteng Terakhir, ISIS Suriah Dinyatakan Kalah | Pesaing Toyota Rush Segera Hadir, Ini Bocorannya | Kenali Penyebab Skutik Boros Bensin | Syahganda Yakin 2 Menteri Jokowi Segera Ditangkap KPK | Jokowi "Ngamuk" Di Yogyakarta Terkesan Depresi Tingkat Tinggi, Mentalnya Sudah Jatuh | Legislator Dukung Langkah MUI Keluarkan Fatwa Haram Game Online PUBG
Senin, 25 Maret 2019
/ Peristiwa / 16:07:32 / Tito: Istilah Muslim Cyber Army Bukan Berasal dari Polri /
Tito: Istilah Muslim Cyber Army Bukan Berasal dari Polri
Rabu, 14 Maret 2018 - 16:07:32 WIB

JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan penggunaan istilah Muslim Cyber Army (MCA) bukan berasal dari bahasa Polri. Menurutnya, istilah MCA tersebut merupakan penamaan dari kelompok tersebut.

Hal itu disampaikan Tito untuk menjawab pertanyaan sejumlah anggota Komisi III DPR yang menyoroti penggunaan istilah MCA kepada pelaku tindak pidana penyebar hoaks oleh kepolisian.

"Ini istilah dari investigasi. Kelompok ini menyebut diri mereka seperti itu. Jadi bukan bahasa dari Polri," kata Tito saat rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Rabu (14/3).

Tito juga mengakui istilah MCA yang dipakai oleh kelompok penyebar hoaks tersebut mendapat kritikan sejunlah pihak. Serta menimbulkan ketidaknyamanan dari mayoritas muslim.

Penggunaan istilah itu oleh kelompok tersebut tak lain hanyalah untuk menarik perhatian masyarakat. "Bagi kami dan muslim memang tidak nyaman. Sesuai ajaran Islam menyebar hoaks tidak sesuai Islam. Apa mau dikata, kata itu dipakai untuk menarik perhatian," kata Tito.

Menurut Tito, tidak ada yang salah dalam penyampaian istilah MCA tersebut lantaran Polri hanya menyampaikan fakta dari istilah tersebut. Karena itu, Polri kata dia, juga tidak bisa mengganti istilah tersebut. "Kalau polisi ganti nama justru itu rekayasa. Tidak boleh," kata Tito.

Karenanya untuk lebih netral, maka penggunaan istilah tersebut tidak perlu dijabarkan. "Maka lebih netral kami gunakan singkatan MCA itu akan lebih soft, membuat publik nyaman, jadi sebetulnya kita ini tersinggung kepada mereka yang membajak nama-nama ini dalam rangka kepentingan kelompok mereka agar lebih soft arahan saya gunakan singkatannya saja," kata Tito.

Salah satu anggota DPR menyoroti penggunaan bahasa yang digunakan Polri terkait kasus tindak pidana menyebar hoaks kelompok yang mengatasnamakan Muslim Cyber Army (MCA), adalah anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Almuzamil Yusuf.

"Dalam konteks tindakan pidana hoaks atau yg dilakukan kelompok tertentu yang mengunakan agama tertentu lebih arif dan lebih bijak, tidak menggunakan agama tertentu," ujar Almuzamil dalam rapat kerja Komisi III dengan Kapolri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Rabu (14/3).

Karenanya ia meminta agar ke depannya, Polri tidak perlu menyebutkan agama tertentu berkaitan kasus yang dilakukan oleh kelompok tertentu. "Karena seluruh umat agama tertentu pasti tersinggung padahal tidak ada agama yang mengajarkan itu," kata Muzamil. [Rol]

   
 
Erwin Aksa Sudah Baca Peta Sebelum Dukung Prabowo
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:47

Erwin Aksa Sudah Baca Peta Sebelum Dukung Prabowo
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:44

Siak Rancang Event Wisata "Thriathlon Sunnah" Gabungkan 3 Olahraga
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:33

Dinilai Sukses Terapkan Sistem Penyelenggaraan Pemilu, DPRD Rohul Kunjungi Siak
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:29

SBY Dikabarkan Teken Surat Pergantian Noviwaldy dari Jabatan Wakil Ketua DPRD Riau
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:23

Pesawat ATR Garuda Diduga Alami Kerusakan "Landing Gear" Jelang Tinggal Landas
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:20

Pemkab Siak Serahkan Laporan Hasil Keuangan ke-BPK Perwakilan Riau
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:08

Pertajam Program Prioritas Pembangunan, Pemkab Taja Musrenbang RKPD
Jumat, 22 Maret 2019 - 15:20

Kubu Prabowo Resmi Tolak Metro TV Sebagai Media Penyelenggara Debat Capres Keempat
Jumat, 22 Maret 2019 - 14:50

Jual Beli Jabatan Rektor, Menag Terlibat? Romi: Silakan Jawab Sendiri
Jumat, 22 Maret 2019 - 14:42

Ini Lima Alasan Mengapa Jokowi Tidak Layak Dipilih Kembali Versi Rizal Ramli
Jumat, 22 Maret 2019 - 14:39

Gubri Rampingkan Struktur Pemerintahan dari 40 Jadi 37 OPD
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:38

Infrastruktur Pendukung Siak IV Dianggarkan Tahun 2020
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:37

Keterbatasan Jokowi Dalam Bahasa Tak Bisa Jadi Alasan Bolos Di Forum Internasional
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:36

Lembaga Survei Kunci Jokowi, RR: Untuk Alasan Kecurangan Kalau Sampai Kalah
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:28

Shireen Sungkar, Sejak Dini, Kenalkan Hijab Ke Buah Hati
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:23

Dianggap Coreng Wibawa Kemenag, Menag Lukman Diminta Mundur Dari Jabatannya
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:16

Difasilitasi SKK Migas Wilayah Sumbagut,
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas dan UKW
Jumat, 22 Maret 2019 - 08:48

Cerita Guru Besar UIN Malang yang Merasa Dicurangi Kemenag
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:59

Eksepsi Ditolak, Habib Bahar Ikhlas Terima Putusan Hakim
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:52

Erwin Aksa Simbol Perlawanan JK Atas Jokowi-Maruf
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:48

Enam Guru Honorer di Banten Dipecat Gara-Gara Pamer Stiker Prabowo-Sandi
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:46

BPN Prabowo: Wiranto Blunder Sebut Hoaks Seperti Terorisme
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:12

Kapan Jokowi Besuk Romi? Jangan Habis Manis Sepah Dibuang
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:00

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com