Home
Fenomena Aneh Sapi Beranak Dengan Dua Kepala di Indragiri Hulu | Tiga Calon Haji Asal Bengkalis Batal Berangkat | Pengamat: Jokowi Ketar-ketir Dengan Manuver Prabowo | Bupati Syamsuar Berharap Agar Pelaksanaan MTQ Dari Putra Putri Asli Siak | Syamsuar Sampaikan Harapan Agar Hubungan Baik Antara sesama Alumni Terus Terjaga | Serahkan Berkas Caleg ke KPU, Perindo Inhu Targetkan 1 Fraksi di DPRD
Selasa, 17 Juli 2018
/ Nasional / 10:19:42 / Jokowi Diingatkan, Pemerintahan Sentralisasi Bisa Bikin Indonesia Hilang /
Jokowi Diingatkan, Pemerintahan Sentralisasi Bisa Bikin Indonesia Hilang
Minggu, 15 April 2018 - 10:19:42 WIB

JAKARTA - Pemerintahan di era Presiden Joko Widodo ini belumlah berubah bagi kemajuan masyarakat Indonesia di daerah-daerah. Nyatanya, pengelolaan pemerintahan dan pengelolaan negara masih saja sentralistik, tidak beda dengan era presiden-presiden Indonesia terdahulu.

Ketua Umum Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) Annar S Sampetoding mengatakan, meski di era Jokowi ini sudah ada perubahan, seperti dalam hal penyampaian aspirasi tidak melulu melalui lembaga-lembaga seperti Lemhanas atau lembaga lainnya, namun sentralisme pemerintah dan negara masih bercokol kuat.

Pola pengelolaan yang sentralistik ini, menurut Annar, tidak akan membawa banyak manfaat bagi pengembangan kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah.

"Memang pemerintahan sekarang pemikirannya lebih kongkrit dan efisien, tidak melulu harus lapor lembaga ini itu lagi, karena masalah Iindonesia semakin hari semakin kompleks. Tetapi, Pemerintah Pusat saat ini pun tidak mau berubah. Indonesia ini terlalu luas hanya diatur Jakarta saja,” tutur Annar S Sampetoding kepada redaksi, Sabtu (14/4).

Memang, lanjut dia, adanya pro kontra dari prediksi yang menyebut bahwa Indonesia bisa bubar jika masih dikelola secara sentralistik, perlu dipikirkan secara obyektif.

Sebab, lanjut Annar, meski diakui bahwa sosok Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia cukup disenangi oleh sebagian besar masyarakat, namun warning yang sempat dilontarkan Prabowo Subianto soal Indonesia bubar 2030 juga tidak boleh dianggap remeh.

"Saya setuju dengan warning Prabowo untuk kita ambil dari sisi positifnya,” ujarnya.

Bagi Annar, warning itu juga sebagai peringatan bagi Pemerintah Pusat hari ini, bahwa kalau sistim pemerintahan sentralisasi dipertahankan seperti ini terus, Indonesia akan hilang.

"Seperti nasibnya Uni Soviet dan lainnya,” ujar Annar.

Sebagai seorang pengusaha yang berasal dari Kawasan Indonesia Timur, lanjut Annar, dia sering melihat langsung ketimpangan yang jauh antara Pulau Jawa, khususnya Jakarta dengan kondisi di daerah-daerah.

"Di Indonesia Timur sangat merasakan ketimpangan,” ujarnya.

Dia pun memperingatkan, walau sebanyak apapun uang yang dimiliki Indonesia, jika pengelolaannya tidak merata dan tidak adil karena masih menerapkan sentralisme, maka semua itu hanya kesia-siaan saja, takkan sanggup menyejahterakan masyarakat.

"Biar uang satu gunung membangun infrastruktur, tetapi kalau perihal yang prinsip tidak berubah, ya sama dengan membuang garam di laut,” ujarnya.

Dia mengaku, pada awal pemerintahan, Annar berada dalam satu garis seperjuangan dengan Jusuf Kalla, untuk membangun Kawasan Indonesia Timur yang lebih baik dan lebih sejahtera masyarakatnya.

"Saya sudah sejak 1989 bersama Pak Jusuf Kalla, seperjuangan untuk perubahan Indonesia Timur, tetapi setelah beliau menjadi Wakil Presiden, ya terlupa perjuangan kita bersama,” demikian Annar. [rmol]

   
 
Produk CPO dari Riau Belum Terimbas Konflik Dagang AS
Senin, 16 Juli 2018 - 08:56

Satu Korban Terjepit Kapal Tongkang Akhirnya Meninggal
Senin, 16 Juli 2018 - 08:39

Bupati Wardan Tepuk Tepung Tawar 89 CJH Korpri Inhil
Senin, 16 Juli 2018 - 08:34

Kantor Jaringan BRK Menjadi Layanan Perbankan Pertama Di Senayang Kabupaten Lingga
Minggu, 15 Juli 2018 - 08:01

Hazard Blak-blakan Ingin Hengkang dari Chelsea
Minggu, 15 Juli 2018 - 07:55

Pengamat: Jokowi Ingin Redam Manuver PKB
Minggu, 15 Juli 2018 - 07:53

Bupati Anambas Resmikan Kantor Kas ke 41 Bank Riau Kepri di Kecamatan Palmatak
Minggu, 15 Juli 2018 - 07:04

Pemkab Kepulauan Anambas Wujudkan CSR Dari Bank Riau Kepri Berupa Musholla
Minggu, 15 Juli 2018 - 06:48

Akhirnya Menteri Susi Pudjiastuti Tuti Dapat Ijazah SMA, Begini Perjalanannya
Minggu, 15 Juli 2018 - 06:15

Inhil Mengharapkan Generasi Muda Menjadi Generasi Penerus Bangsa
Minggu, 15 Juli 2018 - 06:11

Produksi Kelapa Capai 10 Juta Perhari, Dewan Inhil Sebut Melibatkan UMKM adalah Solusi Terbaik
Minggu, 15 Juli 2018 - 06:08

Rp 2,2 T DBH Riau Masih Tunda Bayar oleh Pusat
Minggu, 15 Juli 2018 - 06:06

Yuk, Kenali Gejala Campak dan Rubella Serta Pencegahannya
Minggu, 15 Juli 2018 - 06:04

Sistem InPAS, Bupati Inhil: Ini Terobosan Cerdas di Era Digital
Minggu, 15 Juli 2018 - 05:59

Jelang Asian Games, Antisipasi Karhutla Dimaksimalkan
Kamis, 12 Juli 2018 - 22:43

Pendaftaran Caleg Diprediksi Membludak Dimenit Terakhir
Rabu, 11 Juli 2018 - 15:49

Harga Tandan Buah Segar Naik Rp22,39 per Kilogram
Rabu, 11 Juli 2018 - 15:47

Dinas Peternakan Tingkatkan Pengawasan Hewan Qurban
Rabu, 11 Juli 2018 - 15:45

Gerindra Dapat Laporan Warga Kapolda Sumut Tidak Netral
Rabu, 11 Juli 2018 - 15:28

Akan Habis Kontraknya 2020, Empat Blok Migas Laku Dilelang
Rabu, 11 Juli 2018 - 14:59

228 Calon Haji Siak Siap Berangkat ke Jeddah
Rabu, 11 Juli 2018 - 14:45

Pemerintah Diminta Utamakan Pengangkatan Guru Honorer K2
Rabu, 11 Juli 2018 - 14:43

Survei KedaiKOPI: Jokowi dan Prabowo Kurang Religius
Rabu, 11 Juli 2018 - 14:36

Prancis Menunggu Inggris atau Kroasia di Final
Rabu, 11 Juli 2018 - 14:25

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com