Home
Lagi Tren, Payung Teduh Buat Naik Motor | Fahri Hamzah: KPK Layani Kelompok Pelindung Skandal Century | Mulai Oktober, Bikin BPKB Harus Sertakan Nomor HP dan Email | 13 Tim Siap Berlaga di TdSi 2018 | Harga TBS Sawit di Riau Turun 2,35 persen dari Minggu Lalu | Perwakilan OPD di Inhil Ikuti Sosialisasi SPIP
Rabu, 19 09 2018
/ Nasional / 10:19:42 / Jokowi Diingatkan, Pemerintahan Sentralisasi Bisa Bikin Indonesia Hilang /
Jokowi Diingatkan, Pemerintahan Sentralisasi Bisa Bikin Indonesia Hilang
Minggu, 15 April 2018 - 10:19:42 WIB

JAKARTA - Pemerintahan di era Presiden Joko Widodo ini belumlah berubah bagi kemajuan masyarakat Indonesia di daerah-daerah. Nyatanya, pengelolaan pemerintahan dan pengelolaan negara masih saja sentralistik, tidak beda dengan era presiden-presiden Indonesia terdahulu.

Ketua Umum Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) Annar S Sampetoding mengatakan, meski di era Jokowi ini sudah ada perubahan, seperti dalam hal penyampaian aspirasi tidak melulu melalui lembaga-lembaga seperti Lemhanas atau lembaga lainnya, namun sentralisme pemerintah dan negara masih bercokol kuat.

Pola pengelolaan yang sentralistik ini, menurut Annar, tidak akan membawa banyak manfaat bagi pengembangan kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah.

"Memang pemerintahan sekarang pemikirannya lebih kongkrit dan efisien, tidak melulu harus lapor lembaga ini itu lagi, karena masalah Iindonesia semakin hari semakin kompleks. Tetapi, Pemerintah Pusat saat ini pun tidak mau berubah. Indonesia ini terlalu luas hanya diatur Jakarta saja,” tutur Annar S Sampetoding kepada redaksi, Sabtu (14/4).

Memang, lanjut dia, adanya pro kontra dari prediksi yang menyebut bahwa Indonesia bisa bubar jika masih dikelola secara sentralistik, perlu dipikirkan secara obyektif.

Sebab, lanjut Annar, meski diakui bahwa sosok Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia cukup disenangi oleh sebagian besar masyarakat, namun warning yang sempat dilontarkan Prabowo Subianto soal Indonesia bubar 2030 juga tidak boleh dianggap remeh.

"Saya setuju dengan warning Prabowo untuk kita ambil dari sisi positifnya,” ujarnya.

Bagi Annar, warning itu juga sebagai peringatan bagi Pemerintah Pusat hari ini, bahwa kalau sistim pemerintahan sentralisasi dipertahankan seperti ini terus, Indonesia akan hilang.

"Seperti nasibnya Uni Soviet dan lainnya,” ujar Annar.

Sebagai seorang pengusaha yang berasal dari Kawasan Indonesia Timur, lanjut Annar, dia sering melihat langsung ketimpangan yang jauh antara Pulau Jawa, khususnya Jakarta dengan kondisi di daerah-daerah.

"Di Indonesia Timur sangat merasakan ketimpangan,” ujarnya.

Dia pun memperingatkan, walau sebanyak apapun uang yang dimiliki Indonesia, jika pengelolaannya tidak merata dan tidak adil karena masih menerapkan sentralisme, maka semua itu hanya kesia-siaan saja, takkan sanggup menyejahterakan masyarakat.

"Biar uang satu gunung membangun infrastruktur, tetapi kalau perihal yang prinsip tidak berubah, ya sama dengan membuang garam di laut,” ujarnya.

Dia mengaku, pada awal pemerintahan, Annar berada dalam satu garis seperjuangan dengan Jusuf Kalla, untuk membangun Kawasan Indonesia Timur yang lebih baik dan lebih sejahtera masyarakatnya.

"Saya sudah sejak 1989 bersama Pak Jusuf Kalla, seperjuangan untuk perubahan Indonesia Timur, tetapi setelah beliau menjadi Wakil Presiden, ya terlupa perjuangan kita bersama,” demikian Annar. [rmol]

   
 
Dianggap Politik Praktis, Kedatangan Maaruf Amin ke Untirta Disambut Demo
Senin, 17 September 2018 - 16:55

Bupati Irwan Jadi Pemimpin Upacara Peringatan Harhubnas 2018
Senin, 17 September 2018 - 16:33

Kerabat Kesultanan Siak dan RMB-LHMR Tolak GP Ansor ke Siak
Senin, 17 September 2018 - 16:01

Menteri Perdagangan Rekayasa Impor Pangan Demi Keuntungan Kelompok
Senin, 17 September 2018 - 15:17

Pakta Integritas Bukti Kewibawaan Ulama
Senin, 17 September 2018 - 15:11

Ribuan Masyarakat Siak Meriahkan Fun Bike Tour de Siak 2018
Senin, 17 September 2018 - 15:03

Embarkasi Haji Antara Riau Akhirnya Disetujui
Senin, 17 September 2018 - 14:57

Buka Lahan Dengan Cara Membakar, Akhirnya Belasan Hektar Kebun Sawit Warga Lain Terbakar
Senin, 17 September 2018 - 14:52

Ketum PB-PBVSI Inhu Tutup Open Turnamen Bola Puteri Lubuk Sitarak Cup 2018
Senin, 17 September 2018 - 14:50

PKS Yakin Arahan Habib Rizieq Diikuti Ulama Dan Umat
Senin, 17 September 2018 - 09:23

Masih Banyak Pejabat Esselon III tak Kebagian Mobil Dinas
Senin, 17 September 2018 - 09:11

Bank Riau Kepri Gelar RUPS 19 September di Batam, Apa Agendanya?
Senin, 17 September 2018 - 09:00

Habib Rizieq: Ijtima Ulama tidak Main-Main Beri Dukungan
Senin, 17 September 2018 - 08:48

Lawan Somasi NasDem, Rizal Ramli Dibela 623 Pengacara
Senin, 17 September 2018 - 08:45

87 Hotspot Terpantau di Sumatera, Sumsel Terbanyak
Senin, 17 September 2018 - 08:43

Pemerintah Kabupaten Kampar Dorong Keberadaan Hutan Adat Jadi Kawasan Ekowisata
Senin, 17 September 2018 - 08:40

Ini Jawaban PT Chevron Soal Bocornya Pipa Gas di Balai Raja
Senin, 17 September 2018 - 08:36

Lubuk Umbut Pilihan Khusus Kedua Tour de Kampung
Senin, 17 September 2018 - 08:21

Sampai di Selatpanjang Jemaah Haji Meranti Disambut Pejabat dan Tokoh Ulama
Senin, 17 September 2018 - 08:17

Ijtima Ulama II Tentukan Capres-Cawapres yang Didukung
Minggu, 16 September 2018 - 15:26

Dikawal Ketat, Prabowo Masuk Arena Ijtima Ulama II
Minggu, 16 September 2018 - 15:21

Putra Daerah Berpeluang Kerja di Blok Rokan
Minggu, 16 September 2018 - 15:13

IMA Riau Eksis Pada Rakernas Khusus IMA 2018 di Kota Solo
Minggu, 16 September 2018 - 15:08

Bupati Irwan Sambut Kedatangan Jemaah Haji Meranti di Batam
Minggu, 16 September 2018 - 15:05

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com