Home
Ummat Muslim Dumai Diajak Jihad Politik di Tahun 2019 | Wabup Inhil Tinjau Kondisi Jalan Sungai Beringin Tembilahan | Ada Kiai Maaruf, Kenapa Umat Islam Masih Dukung Prabowo Subianto? | Diduga Melakukan Penghinaan, Mahasiswa Polisikan Rektor | Buaya Terperangkap di Salurkan Irigasi Kuansing Saat Banjir | OJK Belum Terima Nama Calon Dirut Bank Riau Kepri
Selasa, 11 Desember 2018
/ Peristiwa / 16:22:04 / Centurygate Kembali Menguat, SBY Diingatkan Cermat /
Centurygate Kembali Menguat, SBY Diingatkan Cermat
Senin, 16 April 2018 - 16:22:04 WIB

JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diingatkan untuk cermat mengamati kembali bergulirnya megaskandal dana talangan Bank Century.

Sangat mungkin lawan politik sengaja menggunakan atau setidak-tidaknya memanfaatkan kasus tersebut untuk menggerus elektabilitas Demokrat sekaligus alat sandera ke SBY terkait kepentingan Pilpres 2019.

"Partai politik yang berkuasa saat penggelontoran uang negara ke Bank Century sebaiknya mulai cerdas mengamati pergerakan kasus ini. Kebaikan yang diklaim saat penggelontoran, yakni masa pemerintahan SBY, sepertinya menjadi pertaruhan di masa pemerintahan Jokowi," kata Ketua Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) Junisab Akbar kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (16/4).

Junisab mencium hiruk pikuk pengungkapan kasus Century setelah keluar putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan beraroma ketidaklaziman.

Praperadilan diajukan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) yang dikoordinatori Bonyamin Saiman yang dikenal juga sebagai koordinator pembela hukum mantan Ketua KPK Antasari Azhar.

SBY pernah mengakui tergerusnya suara Agus Harimurti Yudhoyono di Pilgub DKI akibat fitnah soal tewasnya Nasruddin Zulkrnaen yang dilontarkan Antasari jelang pemungutan suara. Selain itu SBY menyebut grasi yang diberikan Jokowi ke Antasari bermotif politik.

Bisa jadi, masih kata Junisab, kasus Century jadi alat tekan baru setelah Rakernas Demokrat di Hambalang baru-baru ini tidak mengeluarkan rekomendasi mencalonkan Jokowi di Pilpres 2019. Junisab mendengar kabar SBY dihubungi pihak tertentu agar Rakernas memutuskan mencalonkan petahana.

Di sisi lain, ungkap Junisab, Jusuf Kalla yang saat penggelontoran dana ke Bank Century menjabat wapres, menyebut kasus Century sebagai tindakan 'maling' dan ketika itu memerintahkan penegak hukum menangkap Robert Tantular. Tapi merespons putusan PN Jaksel yang memerintakan KPK menetapkan Boediono dan kawan-kawan sebagai tersangka, JK menyatakan keheranannya.

"Ini patut dicermati dengan bijaksana. Kasus Century menarik perhatian sebab bailout dikucurkan tahun 2008 berdekatan dengan pileg dan pilpres. Sekarang kasus ini kembali mencuat di saat tahun politik," katanya.

Terlepas dari kepentingan politik di balik mencuatnya kembali kasus Century, Junisab mengatakan tiga jilid audit Bank Century seharusnya dijadikan oleh KPK sebagai pijakan proses penyidikan. Tapi karena seolah mempetieskan kasus Cetury, ia menyarankan untuk dilakukan audit kinerja khusus terhadap KPK.

"Kami sarankan agar dirunut ulang audit oleh BPK terkait dana ke Bank Century," tukas Junisab.[Rmol]

   
 
Model Baru Segera Tayang, Begini Nasib Avanza Xenia Bekas
Sabtu, 08 Desember 2018 - 13:53

Deretan Mobil Bekas Irit BBM Versi Pedagang
Sabtu, 08 Desember 2018 - 13:48

Reuni 212 Tanpa Tokoh Setral, Tokoh Sentral Adalah Rakyat Itu Sendiri
Sabtu, 08 Desember 2018 - 13:31

Waspada Banjir, Siang Ini PLTA Koto Panjang Buka Pintu Pelimpahan Setinggi 120 Cm
Sabtu, 08 Desember 2018 - 13:19

Malam Minggu Riau Bakal Diguyur Hujan
Sabtu, 08 Desember 2018 - 13:17

Aksi 212 Dinilai Dongkrak Prabowo, Gerus Elektabilitas Jokowi
Sabtu, 08 Desember 2018 - 08:37

Menangkan Jokowi Di Jateng, Nasdem Sebar Ribuan Purnawirawan TNI-Polri
Sabtu, 08 Desember 2018 - 08:29

Ustaz Abdul Somad Ajak Jamaah Datangi TPS Di Hari Pencoblosan
Sabtu, 08 Desember 2018 - 08:26

Pelaku Usaha Dukung Konversi Bank Riau Kepri Menjadi Syariah
Sabtu, 08 Desember 2018 - 08:14

Rohil Segera Miliki Pelabuhan Berskala Internasional
Sabtu, 08 Desember 2018 - 08:06

Bandingkan Kasus Habib Bahar Dengan Bupati Boyolali, Korsa: Polri Pilih Kasih!
Jumat, 07 Desember 2018 - 20:57

Pengorbanan Besar Umat Islam Saat Tujuh Kata Di Piagam Jakarta Dicoret
Jumat, 07 Desember 2018 - 20:52

MC Metallica 1993 Jelaskan Keajaiban Reuni 212
Jumat, 07 Desember 2018 - 20:50

Seruan Habib Rizieq Di Reuni 212 Bukanlah Kampanye
Jumat, 07 Desember 2018 - 20:45

Waspada, Sore Ini Pintu Pelimpahan PLTA Koto Panjang Dibuka 80 Cm
Jumat, 07 Desember 2018 - 20:32

Bangun Tol Riau-Sumbar, PT HK Mulai Mobilisasi Peralatan dari Sicincin ke Pekanbaru
Jumat, 07 Desember 2018 - 20:18

Jalan Lintas Riau-Sumbar Sering Longsor, Dewan Saran Buat Bangunan Penahan Dinding Bukit
Jumat, 07 Desember 2018 - 20:07

Fokus Ornop Inhil Gelar Rapat Kerja
Jumat, 07 Desember 2018 - 19:57

Wardan Lantik Pj Kades Sungai Intan Kecamatan Tembilahan Hulu
Jumat, 07 Desember 2018 - 19:54

Kubu Prabowo: Kami tak Diuntungkan Media
Kamis, 06 Desember 2018 - 16:12

Kuasa Hukum Yakin Habib Bahar Tidak Akan Jadi Tersangka
Kamis, 06 Desember 2018 - 16:09

Condong ke Jokowi, PBB Akui Ada Caleg Dukung Prabowo
Kamis, 06 Desember 2018 - 16:02

Pemprov Riau Pastikan Elpiji 3 Kg Cukup Hingga Akhir Tahun
Kamis, 06 Desember 2018 - 16:01

Diduga Hamili Pacar, Oknum Brimob Dilaporkan ke Propam Polda Riau
Kamis, 06 Desember 2018 - 15:57

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com