Home
Pasukan Koalisi Rebut Benteng Terakhir, ISIS Suriah Dinyatakan Kalah | Pesaing Toyota Rush Segera Hadir, Ini Bocorannya | Kenali Penyebab Skutik Boros Bensin | Syahganda Yakin 2 Menteri Jokowi Segera Ditangkap KPK | Jokowi "Ngamuk" Di Yogyakarta Terkesan Depresi Tingkat Tinggi, Mentalnya Sudah Jatuh | Legislator Dukung Langkah MUI Keluarkan Fatwa Haram Game Online PUBG
Senin, 25 Maret 2019
/ Peristiwa / 16:22:04 / Centurygate Kembali Menguat, SBY Diingatkan Cermat /
Centurygate Kembali Menguat, SBY Diingatkan Cermat
Senin, 16 April 2018 - 16:22:04 WIB

JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diingatkan untuk cermat mengamati kembali bergulirnya megaskandal dana talangan Bank Century.

Sangat mungkin lawan politik sengaja menggunakan atau setidak-tidaknya memanfaatkan kasus tersebut untuk menggerus elektabilitas Demokrat sekaligus alat sandera ke SBY terkait kepentingan Pilpres 2019.

"Partai politik yang berkuasa saat penggelontoran uang negara ke Bank Century sebaiknya mulai cerdas mengamati pergerakan kasus ini. Kebaikan yang diklaim saat penggelontoran, yakni masa pemerintahan SBY, sepertinya menjadi pertaruhan di masa pemerintahan Jokowi," kata Ketua Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) Junisab Akbar kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (16/4).

Junisab mencium hiruk pikuk pengungkapan kasus Century setelah keluar putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan beraroma ketidaklaziman.

Praperadilan diajukan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) yang dikoordinatori Bonyamin Saiman yang dikenal juga sebagai koordinator pembela hukum mantan Ketua KPK Antasari Azhar.

SBY pernah mengakui tergerusnya suara Agus Harimurti Yudhoyono di Pilgub DKI akibat fitnah soal tewasnya Nasruddin Zulkrnaen yang dilontarkan Antasari jelang pemungutan suara. Selain itu SBY menyebut grasi yang diberikan Jokowi ke Antasari bermotif politik.

Bisa jadi, masih kata Junisab, kasus Century jadi alat tekan baru setelah Rakernas Demokrat di Hambalang baru-baru ini tidak mengeluarkan rekomendasi mencalonkan Jokowi di Pilpres 2019. Junisab mendengar kabar SBY dihubungi pihak tertentu agar Rakernas memutuskan mencalonkan petahana.

Di sisi lain, ungkap Junisab, Jusuf Kalla yang saat penggelontoran dana ke Bank Century menjabat wapres, menyebut kasus Century sebagai tindakan 'maling' dan ketika itu memerintahkan penegak hukum menangkap Robert Tantular. Tapi merespons putusan PN Jaksel yang memerintakan KPK menetapkan Boediono dan kawan-kawan sebagai tersangka, JK menyatakan keheranannya.

"Ini patut dicermati dengan bijaksana. Kasus Century menarik perhatian sebab bailout dikucurkan tahun 2008 berdekatan dengan pileg dan pilpres. Sekarang kasus ini kembali mencuat di saat tahun politik," katanya.

Terlepas dari kepentingan politik di balik mencuatnya kembali kasus Century, Junisab mengatakan tiga jilid audit Bank Century seharusnya dijadikan oleh KPK sebagai pijakan proses penyidikan. Tapi karena seolah mempetieskan kasus Cetury, ia menyarankan untuk dilakukan audit kinerja khusus terhadap KPK.

"Kami sarankan agar dirunut ulang audit oleh BPK terkait dana ke Bank Century," tukas Junisab.[Rmol]

   
 
Erwin Aksa Sudah Baca Peta Sebelum Dukung Prabowo
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:47

Erwin Aksa Sudah Baca Peta Sebelum Dukung Prabowo
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:44

Siak Rancang Event Wisata "Thriathlon Sunnah" Gabungkan 3 Olahraga
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:33

Dinilai Sukses Terapkan Sistem Penyelenggaraan Pemilu, DPRD Rohul Kunjungi Siak
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:29

SBY Dikabarkan Teken Surat Pergantian Noviwaldy dari Jabatan Wakil Ketua DPRD Riau
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:23

Pesawat ATR Garuda Diduga Alami Kerusakan "Landing Gear" Jelang Tinggal Landas
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:20

Pemkab Siak Serahkan Laporan Hasil Keuangan ke-BPK Perwakilan Riau
Jumat, 22 Maret 2019 - 16:08

Pertajam Program Prioritas Pembangunan, Pemkab Taja Musrenbang RKPD
Jumat, 22 Maret 2019 - 15:20

Kubu Prabowo Resmi Tolak Metro TV Sebagai Media Penyelenggara Debat Capres Keempat
Jumat, 22 Maret 2019 - 14:50

Jual Beli Jabatan Rektor, Menag Terlibat? Romi: Silakan Jawab Sendiri
Jumat, 22 Maret 2019 - 14:42

Ini Lima Alasan Mengapa Jokowi Tidak Layak Dipilih Kembali Versi Rizal Ramli
Jumat, 22 Maret 2019 - 14:39

Gubri Rampingkan Struktur Pemerintahan dari 40 Jadi 37 OPD
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:38

Infrastruktur Pendukung Siak IV Dianggarkan Tahun 2020
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:37

Keterbatasan Jokowi Dalam Bahasa Tak Bisa Jadi Alasan Bolos Di Forum Internasional
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:36

Lembaga Survei Kunci Jokowi, RR: Untuk Alasan Kecurangan Kalau Sampai Kalah
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:28

Shireen Sungkar, Sejak Dini, Kenalkan Hijab Ke Buah Hati
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:23

Dianggap Coreng Wibawa Kemenag, Menag Lukman Diminta Mundur Dari Jabatannya
Jumat, 22 Maret 2019 - 09:16

Difasilitasi SKK Migas Wilayah Sumbagut,
PWI Riau Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas dan UKW
Jumat, 22 Maret 2019 - 08:48

Cerita Guru Besar UIN Malang yang Merasa Dicurangi Kemenag
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:59

Eksepsi Ditolak, Habib Bahar Ikhlas Terima Putusan Hakim
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:52

Erwin Aksa Simbol Perlawanan JK Atas Jokowi-Maruf
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:48

Enam Guru Honorer di Banten Dipecat Gara-Gara Pamer Stiker Prabowo-Sandi
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:46

BPN Prabowo: Wiranto Blunder Sebut Hoaks Seperti Terorisme
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:12

Kapan Jokowi Besuk Romi? Jangan Habis Manis Sepah Dibuang
Kamis, 21 Maret 2019 - 16:00

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com