Home
Para Orang Tua di Inhil Diingatkan Jaga Anak dari Pengaruh Negatif Teknologi | Lakukan Penganiayaan, Karyawan di Inhil Ini Harus Berurusan dengan Polisi | Besok, Ustadz Abdul Somad Beri Tausiah Buka Bersama PWI Riau | DPRD Inhil Sarankan Pemkab Anggarkan Pembelian Alat Uji Kenderaan Bermotor | Dharma Wanita Bank Riau Kepri Jalankan Program Indahnya Berbagi di Bulan Ramadhan | Dandim 0314 Harapkan Bagi-bagi Takjil Lebih Dekatkan TNI dengan Masyarakat
Senin, 28 Mei 2018
/ Nasional / 13:54:12 / Yusril Sebut Rezim Jokowi Tunduk pada China soal TKA /
Yusril Sebut Rezim Jokowi Tunduk pada China soal TKA
Rabu, 25 April 2018 - 13:54:12 WIB

JAKARTA - Advokat Yusril Ihza Mahendra menilai Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla lebih suka menuruti kemauan China demi kelancaran investasi di Indonesia daripada kepentingan rakyatnya.

Menurut Yusril, hal itu nampak dari sikap Jokowi yang menerbitkan Perpres TKA atau Peraturan Presiden Nomor 20 tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing.

Menurut Yusril, salah satu syarat agar China mau berinvestasi di Indonesia adalah dengan menuruti kemauan negara tirai bambu tersebut. Salah satunya yakni memberikan ruang bagi tenaga kerja asal China untuk bekerja di Indonesia.

Yusril menilai motif Perpres tersebut diterbitkan bukan untuk mengatur masalah ketenagakerjaan.

"Jadi motif pemerintah sebenarnya menerbitkan perpres itu bukan untuk pengaturan masalah tenaga kerjanya, Tetapi malah pertimbangan investasinya kepada pihak China,"tutur Yusril di kantornya, bilangan Kasablanka, Jakarta, Selasa (24/4).

"Enggak mau investasi kalau tidak dituruti kemauannya mereka," lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution berharap, Perpres Nomor 20 itu bisa mempermudah mendatangkan ahli-ahli sektor ekonomi tertentu dengan mudah, yang jarang ditemukan di Indonesia. Misalnya, tenaga kerja ahli di bidang perdagangan daring (e-commerce) dan ekonomi digital yang saat ini masih jarang ada di Indonesia.

Namun menurut Yusril, pekerjaan dalam bidang tersebut masih bisa dikerjakan oleh masyarakat Indonesia. Dengan kata lain, Pemerintah tidak perlu mendatangkan tenaga kerja asing karena hanya akan menggerus kesempatan kerja masyarakat Indonesia.

"Kalau kerjaan seperti itu orang kita pun bisa mengerjakannya," tutur Yusril.

Yusril mengatakan bahwa Pemerintah terbukti memiliki semangat untuk memberi kemudahan kepada pihak asing untuk bekerja di Indonesia. Padahal, lanjutnya, saat ini Indonesia belum membutuhkan tenaga kerja asing.

"Jadi kelihatan sekali bahwa pemerintah tunduk kepada kemauan asing. Itu yang kita sesalkan sekali," lanjutnya.

Yusril berjanji bakal membantu pihak buruh mengajukan gugatan terhadap perpres tersebut ke Mahkamah Agung. Pihak buruh yang dimaksud yakni Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

"Buruh itu menghendaki seluruh Perpres Nomor 20 itu dibatalkan karena dianggap bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi," ujar Yusril.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri sebelumnya menilai kekhawatiran banjir tenaga kerja asal China akibat Perpres itu tak beralasan. Dia mengutarakan hal tersebut lantaran penyederhanaan prosedur tetap diiringi dengan pemberlakuan persyaratan kualitatif. Dengan kata lain, tenaga kerja asing yang tidak memiliki keterampilan tidak akan diterima di Indonesia.

Meski demikian, Hanif tidak membantah bahwa ada cukup banyak tenaga kerja asal China di Indonesia. Jumlahnya pun mayoritas dibanding tenaga kerja asal negara lain.

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, per akhir tahun 2017, jumlah TKA asal China mencapai sekitar 34 ribu orang. Selain dari Negeri Tirai Bambu, TKA juga banyak berasal dari Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

Merujuk dari data tersebut, Hanif membantah ada jutaan tenaga kerja asal China yang bekerja di Indonesia seperti yang beredar di media sosial.

"Dari dulu sampai sekarang, tenaga kerja asing yang unskilled masih dilarang. Kalau di lapangan bertemu TKI yang bekerja kasar, itu masuknya pelanggaran," terang Hanif, Senin (23/4).

(CNN Indonesia)

   
 
Tim Safari Ramadhan UIR Kunjungi Mushalla Nurul Farah
Sabtu, 26 Mei 2018 - 11:52

Bumi Terus Mengalami Penyusutan, Ini Penjelasannya
Sabtu, 26 Mei 2018 - 11:42

Gerindra: Peluang Rizal Ramli Bergabung Koalisi Prabowo Sangat Besar
Sabtu, 26 Mei 2018 - 11:25

Pelunasan Biaya Haji Ditutup, 943 Sisa Kuota Diisi Jemaah Cadangan
Sabtu, 26 Mei 2018 - 11:17

Komisi Dakwah: MUI Sudah Punya Kode Etik untuk Dai
Sabtu, 26 Mei 2018 - 11:12

Tiga Lembaga Survei Sudah Memotret Gerakan #2019GantiPresiden, Ini Hasilnya
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:42

Pj Bupati: Realisasi Dana Desa Terkendala Peraturan Padat Karya
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:36

Jelang Lebaran, Tarif Masuk Istana Siak Sudah Naik
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:33

Disdik Riau Safari Ramadhan di SMA Negeri Pintar Kuansing
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:30

RSUD Arifin Achmad Luncurkan Layanan APM
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:28

Jamaah Masjid Al Falah Pekanbaru Panen Perdana Kurma
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:26

Dinas Tenaga Kerja Buka Posko Pengaduan THR H-7 Lebaran
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:23

Menilik Upaya Diskominfo Inhil Menahan Laju Hoax Di Tahun Politik
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:09

Pemkab Inhil Disarankan Cabut Izin Perusahaan Bermasalah Dan Rugikan Masyarakat
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:07

Personel Polsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan Amankan Dua Pelaku Begal
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:03

Jangan Lupakan 11 Poin Pemeriksaan Ini Sebelum Mudik
Jumat, 25 Mei 2018 - 16:41

Dinas PUPR: Pengerjaan 2 Fly Over Pekanbaru Diberhentikan H-7 hingga H+1 Lebaran
Jumat, 25 Mei 2018 - 15:29

Klaster Cabai Berhasil Tekan Kenaikan Harga di Riau
Jumat, 25 Mei 2018 - 15:21

Pertengahan Ramadan Razia Gepeng di Pekanbaru Mulai Dilakukan
Jumat, 25 Mei 2018 - 15:17

Lonjakan Harga Jelang Lebaran, Masyarakat Bengkalis Tak Perlu Cemas
Jumat, 25 Mei 2018 - 15:13

15 Ton Daging Kerbau Sampai di Pekanbaru
Jumat, 25 Mei 2018 - 15:08

Perkantoran WaliKota Pekanbaru di Tenayan Raya Ditempati, 25 Juni 2018
Jumat, 25 Mei 2018 - 15:05

Pengumuman Kelulusan UN Tingkat SMP
Jumat, 25 Mei 2018 - 15:01

Penurunan Harga Pertalite Masih Harmonisasi di DPRD Riau
Jumat, 25 Mei 2018 - 14:59

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com