Home
Marlis Syarif Harap Prakerin Jadi Bekal Siswa Ketika Terjun ke Lapangan | PKS Dumai Sumbang Nasi Bungkus untuk Korban Banjir Bumi Ayu | PLN Tembilahan Berlakukan Pemadaman Bergilir | Bupati Meranti: Semua Kades Mampu Maksimalkan Pengelolaan Dana Desa | Banjir di Riau Mulai Surut | Pasokan Elpiji 3 Kg di Panam, Pekanbaru Stabil
Rabu, 17 Oktober 2018
/ Nasional / 13:54:12 / Yusril Sebut Rezim Jokowi Tunduk pada China soal TKA /
Yusril Sebut Rezim Jokowi Tunduk pada China soal TKA
Rabu, 25 April 2018 - 13:54:12 WIB

JAKARTA - Advokat Yusril Ihza Mahendra menilai Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla lebih suka menuruti kemauan China demi kelancaran investasi di Indonesia daripada kepentingan rakyatnya.

Menurut Yusril, hal itu nampak dari sikap Jokowi yang menerbitkan Perpres TKA atau Peraturan Presiden Nomor 20 tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing.

Menurut Yusril, salah satu syarat agar China mau berinvestasi di Indonesia adalah dengan menuruti kemauan negara tirai bambu tersebut. Salah satunya yakni memberikan ruang bagi tenaga kerja asal China untuk bekerja di Indonesia.

Yusril menilai motif Perpres tersebut diterbitkan bukan untuk mengatur masalah ketenagakerjaan.

"Jadi motif pemerintah sebenarnya menerbitkan perpres itu bukan untuk pengaturan masalah tenaga kerjanya, Tetapi malah pertimbangan investasinya kepada pihak China,"tutur Yusril di kantornya, bilangan Kasablanka, Jakarta, Selasa (24/4).

"Enggak mau investasi kalau tidak dituruti kemauannya mereka," lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution berharap, Perpres Nomor 20 itu bisa mempermudah mendatangkan ahli-ahli sektor ekonomi tertentu dengan mudah, yang jarang ditemukan di Indonesia. Misalnya, tenaga kerja ahli di bidang perdagangan daring (e-commerce) dan ekonomi digital yang saat ini masih jarang ada di Indonesia.

Namun menurut Yusril, pekerjaan dalam bidang tersebut masih bisa dikerjakan oleh masyarakat Indonesia. Dengan kata lain, Pemerintah tidak perlu mendatangkan tenaga kerja asing karena hanya akan menggerus kesempatan kerja masyarakat Indonesia.

"Kalau kerjaan seperti itu orang kita pun bisa mengerjakannya," tutur Yusril.

Yusril mengatakan bahwa Pemerintah terbukti memiliki semangat untuk memberi kemudahan kepada pihak asing untuk bekerja di Indonesia. Padahal, lanjutnya, saat ini Indonesia belum membutuhkan tenaga kerja asing.

"Jadi kelihatan sekali bahwa pemerintah tunduk kepada kemauan asing. Itu yang kita sesalkan sekali," lanjutnya.

Yusril berjanji bakal membantu pihak buruh mengajukan gugatan terhadap perpres tersebut ke Mahkamah Agung. Pihak buruh yang dimaksud yakni Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

"Buruh itu menghendaki seluruh Perpres Nomor 20 itu dibatalkan karena dianggap bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi," ujar Yusril.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri sebelumnya menilai kekhawatiran banjir tenaga kerja asal China akibat Perpres itu tak beralasan. Dia mengutarakan hal tersebut lantaran penyederhanaan prosedur tetap diiringi dengan pemberlakuan persyaratan kualitatif. Dengan kata lain, tenaga kerja asing yang tidak memiliki keterampilan tidak akan diterima di Indonesia.

Meski demikian, Hanif tidak membantah bahwa ada cukup banyak tenaga kerja asal China di Indonesia. Jumlahnya pun mayoritas dibanding tenaga kerja asal negara lain.

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, per akhir tahun 2017, jumlah TKA asal China mencapai sekitar 34 ribu orang. Selain dari Negeri Tirai Bambu, TKA juga banyak berasal dari Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.

Merujuk dari data tersebut, Hanif membantah ada jutaan tenaga kerja asal China yang bekerja di Indonesia seperti yang beredar di media sosial.

"Dari dulu sampai sekarang, tenaga kerja asing yang unskilled masih dilarang. Kalau di lapangan bertemu TKI yang bekerja kasar, itu masuknya pelanggaran," terang Hanif, Senin (23/4).

(CNN Indonesia)

   
 
Kemenag Riau Himpun Donasi Palu Rp274,97 Juta
Selasa, 16 Oktober 2018 - 07:41

Jenderal Bintang Tiga Diduga Coba Geser Tito, Humas Mabes: Tidak Ada, Kami Solid!
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:17

Awal Pekan, Riau Masih Berpotensi Diguyur Hujan
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:11

2.896 Orang Mendaftar CPNS Pemkab Meranti, 286 Tidak Penuhi Syarat
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:07

Lusa, Teknik Sipil UIR Gelar Konferensi Nasional Teknik Sipil dan Perencanaan
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:58

Terungkap, Alasan Prabowo Belum Aktif Kampanye
Senin, 15 Oktober 2018 - 08:02

Manchester City Bantah Goda Lionel Messi dengan Gaji Selangit
Senin, 15 Oktober 2018 - 07:58

Jenis Kacang yang Ampuh Atasi Hipertensi
Senin, 15 Oktober 2018 - 07:53

Hyundai All New Santro Siap Mengaspal
Senin, 15 Oktober 2018 - 07:50

Akibat Curah Hujan Yang Tinggi, 1.070 Rumah Warga Terendam Banjir Di Bengkalis
Senin, 15 Oktober 2018 - 07:35

BPBD Riau Waspadai Banjir di 6 Kabupaten
Senin, 15 Oktober 2018 - 07:29

MTQ ke-48 Inhil di Kecamatan GAS Resmi Dimulai
Senin, 15 Oktober 2018 - 07:27

Lakalantas Motor Vs Pick Up, 1 Pengendara Tewas Ditempat
Senin, 15 Oktober 2018 - 07:24

BRK Wujudkan Peduli Tenaga Kerja Rentan Melalui Program GN Lingkaran BPJS Ketenagakerjaan
Senin, 15 Oktober 2018 - 07:20

Alfedri Serahkan Bantuan Cepat Untuk Korban Kebakaran di Koto Gasib
Senin, 15 Oktober 2018 - 07:08

50 Cent Tawarkan Khabib Rp 30 Miliar untuk Tinggalkan UFC
Minggu, 14 Oktober 2018 - 07:49

Ketahui Akal-akalan Pedagang Mobil Bekas
Minggu, 14 Oktober 2018 - 07:35

Harga Mobil Daihatsu Naik, Ini Besarannya
Minggu, 14 Oktober 2018 - 07:33

Sandiaga Klaim Unggul 2-0 dari Jokowi-Maruf
Minggu, 14 Oktober 2018 - 07:27

Dinkes Bengkalis Temukan Satu Kasus Kematian Bayi Akibat Rubella
Minggu, 14 Oktober 2018 - 07:23

Festival Pantai Rupat Diharapakan Jadi Agenda Paket Tur Wisata di Riau
Minggu, 14 Oktober 2018 - 07:09

552 Kafilah dari Ikuti Pawai Taaaruf MTQ ke-48 Tingkat Kabupaten Inhil
Minggu, 14 Oktober 2018 - 06:58

Musisi Inhil Salurkan Bantuan 38 Juta Bagi Korban Bencana di Palu
Minggu, 14 Oktober 2018 - 06:53

Sungai Mandau Kecamatan Terbaik se-Kabupaten Siak
Minggu, 14 Oktober 2018 - 06:41

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com