Home
Polisi Tangkap Penista Agama Islam di Bengkalis | Unggul di Debat, BPP Riau Optimis Prabowo-Sandi Menang 80 Persen di Bumi Lancang Kuning | Dukungan Majelis Syuro PBB ke Prabowo Sebatas Rekomendasi | Pendapatan Bea Cukai Menurun Akibat Boikot Produk Sawit Indonesia di Eropa | Sinyal Kenaikan Gaji ASN Tunggu Juknis | Pamitan di Lubuk Dalam, Syamsuar Resmikan 13 Proyek Infrastruktur
Senin, 21 Januari 2019
/ Metropolitan / 07:04:29 / Dituduh Bolehkan Bom Bunuh Diri, Ini Jawaban Ustaz Somad /
Dituduh Bolehkan Bom Bunuh Diri, Ini Jawaban Ustaz Somad
Rabu, 16 Mei 2018 - 07:04:29 WIB

Ustaz Abdul Somad akhirnya angkat bicara soal penggalan video ceramahnya, yang kerap disebarkan setiap kali terjadi tragedi peledakan bom di Indonesia.

Video ceramah itu, disebarkan tak lengkap, alias dipotong, sehingga seolah-olah Ustaz Somad membenarkan perbuatan pemboman sebagai perbuatan jihad dan pelakunya mati syahid dan masuk surga.

Ustaz Somad menjawab semua tuduhan melalui penggalan video itu melalui ceramah resminya yang diunggah di akun Youtube resmi Tafaqquh video, dengan judul "Benarkah Ustadz Abdul Somad, Lc. MA Membolehkan Bom Bunuh Diri? Simak Penjelasan Ini Dengan Baik".

Dalam video itu, Ustaz Somad mengatakan, bahwa video yang disebarkan dan viral di media sosial itu merupakan video ceramahnya, ketika mengisi kajian subuh Sabtu di Masjid An Nur, sekitar dua tiga tahun lalu.

"Dua hari ini, video saya, menjawab pertanyaan di An Nur, lebih kurang dua tiga tahun lagi, diviralkan lagi. Tapi video itu dicut, dipotong. Saya masih ingat, tempat lokasi masjid itu, An Nur, kajian subuh Sabtu. Pertanyaan jemaah pakai kertas waktu itu, 'apa pendapat ustaz tentang bom bunuh diri di Palestina?' Begitu bunyi pertanyaannya, lalu saya menjawab, 'bahwa, jangan katakan itu bom bunuh diri. Tapi katakanlah itu gerakan mati syahid. Karena saudara kita yang di Palestina itu bukan bom bunuh diri. Tapi mati syahid. Lalu video itu dipotong, lalu ketika beberapa saat yang lalu ada bom panci di Kampung Melayu, video itu viral. Lalu yang belakangan ini di Surabaya, viral lagi. Nanti ada kompor orang meleduk, video itu viral lagi," kata Ustaz Somad.


Ustaz Abdul Somad.
Ustaz Abdul Somad.

Menurut Ustaz Somad, Umat Islam harus bisa membedakan antara bom bunuh yang dilakukan Muslim Palestina dengan di luar Palestina.

"Perlu diluruskan, beda antara di Palestina dengan luar Palestina. Apa bedanya, karena nabi membedakan antara non-Muslim di Mekkah dengan non-Muslim di Madinah," ujar Ustaz Somad.


Ustaz Somad menjelaskan, Nabi Muhammad SAW selama di Madinah, hidup damai berdampingan dengan orang-orang non-Muslim.

"Di Madinah saja nabi hidup sama apa? Bani Nadir, Bani Quraisah, Kampung Qoibar, itu juga non-Muslim. Tapi Nabi hidup bersama, sedangkan Abu Jahal, Abu Lahab, Abu Sofian belum masuk Islam yang ada di Mekkah, itu bedanya, yang di Madinah ini damai, sedangkan yang di Mekah itu perang," ujarnya.

Ustaz Somad menuturkan, tidak boleh seorang Muslim menyamakan kondisi di Palestina dan di negara lainnya, termasuk Indonesia.

"Kapan menjadi damai, kapan menjadi perang? Jadi tidak boleh kita sweeping, pukul rata. Non-Muslim yang ada di Palestina, Yahudi, Israel, zionis lagi lebih spesifiknya, itu adalah arbi. Buka Surat Al Mumtahanah ayat 8," katanya.


Ustaz Abdul Somad.

Somad mengatakan, dalam Alquran sudah sangat jelas dinyatakan bahwa orang atau kelompok yang wajib diperangi ialah orang yang telah memerangi Umat Islam dan orang atau kelompok yang telah mengusir Umat Islam dari kampungnya.

Ustaz Abdul Somad.
"Kalau mereka yang non-Muslim itu, tidak mengusir kamu dari kampung halaman kamu, tidak memerangi kamu, tidak mengusir kamu, maka kata Allah, 'Kamu boleh baik pada mereka dan bersikap adil'. Coba tengok, indahnya bahasa Alquran," ujarnya.

"Selama mereka tidak memerangi kamu, selama mereka tidak mengusir kamu dari kampung kamu. Maka berbuat baik dan adil lah pada mereka. Kenapa ini tidak berlaku di Palestina, orang Israel sudah melanggar dua, orang Israel telah memerangi orang Palestina dan orang Israel telah mengusir orang Palestina," kata Ustaz Somad.

Jadi, menurut Ustaz Somad, tidak boleh disamaratakan, bahwa Umat Islam boleh memerangi semua kaum.

"Jadi jangan digeneralisir, jangan dipotong, ini malam ini kita klarifikasi. Dalil orang Israel yang meledakkan bom di tengah kerumunan tentara Israel, mana dalilnya? Buka sahih Muslim, nih saya bacakan, ketika nabi sedang berada dengan sahabat bala perang uhud. Bapak ibu yang pergi umrah, di Bukit Uhud tahun ketiga, waktu itu nabi terkepung, dikepung oleh kafir qurais menyerang dari Mekkah, pimpinannya Abi Sofian. Datang mereka ke Kota Madinah, menyerang," kata dia.

"Saat itu kondisinya perang, lalu kemudian, salah seorang yang ada di samping nabi ini, musuh di depan, genting, di samping nabi ada tujuh orang ansor. Lalu kemudian apa kata dia, kata nabi, 'siapa yang di antara kalian ini yang berhasil mengusir gerombolan orang kafir itu. maka mati syahid, dia akan bersama aku di surga'. Jadi bukan dalam keadaan aman, bukan dalam keadaan bertetangga, lalu meledakan diri, nah ini tidak begitu," kata Ustaz Somad menegaskan. [
viva]

Selengkapnya simak video berikut:


   
 
New Avanza Resmi Meluncur di Jakarta
Rabu, 16 Januari 2019 - 08:42

Demokrat: Hasto Dijewer Jokowi Kalau Puji Pidato Prabowo
Rabu, 16 Januari 2019 - 08:29

Erick Thohir Ceritakan Momen Maruf Amin Latihan Debat
Rabu, 16 Januari 2019 - 07:59

Rizal Ramli, Di Atas Kertas Prabowo-Sandi Menang
Rabu, 16 Januari 2019 - 07:58

Di Pekanbaru, 1.277 Km Ruas Jalan Wewenang Pemko, 127 Km Tanggungjawab Pemprov
Rabu, 16 Januari 2019 - 07:52

Bujang Dara Inhil Sebagai Icon Pemuda Inhil
Rabu, 16 Januari 2019 - 07:48

Kabar Positif, Harga TBS Naik Tipis
Rabu, 16 Januari 2019 - 07:46

PBB Tidak Mungkin Netral Dalam Pilpres, Tunggu Akhir Januari
Selasa, 15 Januari 2019 - 15:42

Amin Rais Merinci 3 Bukti Pemerintahan Jokowi Sangat Otoriter
Selasa, 15 Januari 2019 - 15:35

Duta Lingkungan Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Selasa, 15 Januari 2019 - 15:23

Pemasangan Main Span Terakhir Jembatan Siak IV Pekanbaru
Selasa, 15 Januari 2019 - 15:20

Gubernur Riau Sudah Usulkan Catur Jadi Bupati Kampar Definitif ke Kemendagri
Selasa, 15 Januari 2019 - 15:18

Dua Kepala Daerah Komit Usung Program Tersinergi
Selasa, 15 Januari 2019 - 15:16

Pekerjaan Jembatan Siak IV Hampir Rampung
Selasa, 15 Januari 2019 - 15:14

Ada "Jejak" Mendagri Di Skandal Meikarta, KPK Tak Mau Buru-buru
Selasa, 15 Januari 2019 - 08:41

Reorientasi Pembangunan Prabowo Fokus Pada Lima Solusi
Selasa, 15 Januari 2019 - 08:39

Pohon Zaitun di Masjid Al-Ibrahim
Selasa, 15 Januari 2019 - 08:32

Plh Gubri Tanggapi Pernyataan GP Ansor Dengan Bijak
Senin, 14 Januari 2019 - 16:26

PHW Kembangkan Wisata Kampung Bandar Senapelan
Senin, 14 Januari 2019 - 16:24

Hingga Pertengahan Januari, 108 Hektar Lahan Terbakar di Riau
Senin, 14 Januari 2019 - 15:41

Festival Kuliner Meriahkan CFD Inhil
Senin, 14 Januari 2019 - 15:38

PKS Dukung Satgas Novel: Mudah-Mudahan Bukan Kepentingan Politik
Senin, 14 Januari 2019 - 15:21

CPNS Pemprov Riau Terancam Gugur Jika Memalsukan Dokumen Pemberkasan
Senin, 14 Januari 2019 - 15:16

Datangi Posko Prabowo, Ikatan Dai Aceh Minta Jawaban Tes Baca Al-Quran
Senin, 14 Januari 2019 - 15:10

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com