Home
Para Orang Tua di Inhil Diingatkan Jaga Anak dari Pengaruh Negatif Teknologi | Lakukan Penganiayaan, Karyawan di Inhil Ini Harus Berurusan dengan Polisi | Besok, Ustadz Abdul Somad Beri Tausiah Buka Bersama PWI Riau | DPRD Inhil Sarankan Pemkab Anggarkan Pembelian Alat Uji Kenderaan Bermotor | Dharma Wanita Bank Riau Kepri Jalankan Program Indahnya Berbagi di Bulan Ramadhan | Dandim 0314 Harapkan Bagi-bagi Takjil Lebih Dekatkan TNI dengan Masyarakat
Senin, 28 Mei 2018
/ Metropolitan / 07:04:29 / Dituduh Bolehkan Bom Bunuh Diri, Ini Jawaban Ustaz Somad /
Dituduh Bolehkan Bom Bunuh Diri, Ini Jawaban Ustaz Somad
Rabu, 16 Mei 2018 - 07:04:29 WIB

Ustaz Abdul Somad akhirnya angkat bicara soal penggalan video ceramahnya, yang kerap disebarkan setiap kali terjadi tragedi peledakan bom di Indonesia.

Video ceramah itu, disebarkan tak lengkap, alias dipotong, sehingga seolah-olah Ustaz Somad membenarkan perbuatan pemboman sebagai perbuatan jihad dan pelakunya mati syahid dan masuk surga.

Ustaz Somad menjawab semua tuduhan melalui penggalan video itu melalui ceramah resminya yang diunggah di akun Youtube resmi Tafaqquh video, dengan judul "Benarkah Ustadz Abdul Somad, Lc. MA Membolehkan Bom Bunuh Diri? Simak Penjelasan Ini Dengan Baik".

Dalam video itu, Ustaz Somad mengatakan, bahwa video yang disebarkan dan viral di media sosial itu merupakan video ceramahnya, ketika mengisi kajian subuh Sabtu di Masjid An Nur, sekitar dua tiga tahun lalu.

"Dua hari ini, video saya, menjawab pertanyaan di An Nur, lebih kurang dua tiga tahun lagi, diviralkan lagi. Tapi video itu dicut, dipotong. Saya masih ingat, tempat lokasi masjid itu, An Nur, kajian subuh Sabtu. Pertanyaan jemaah pakai kertas waktu itu, 'apa pendapat ustaz tentang bom bunuh diri di Palestina?' Begitu bunyi pertanyaannya, lalu saya menjawab, 'bahwa, jangan katakan itu bom bunuh diri. Tapi katakanlah itu gerakan mati syahid. Karena saudara kita yang di Palestina itu bukan bom bunuh diri. Tapi mati syahid. Lalu video itu dipotong, lalu ketika beberapa saat yang lalu ada bom panci di Kampung Melayu, video itu viral. Lalu yang belakangan ini di Surabaya, viral lagi. Nanti ada kompor orang meleduk, video itu viral lagi," kata Ustaz Somad.


Ustaz Abdul Somad.
Ustaz Abdul Somad.

Menurut Ustaz Somad, Umat Islam harus bisa membedakan antara bom bunuh yang dilakukan Muslim Palestina dengan di luar Palestina.

"Perlu diluruskan, beda antara di Palestina dengan luar Palestina. Apa bedanya, karena nabi membedakan antara non-Muslim di Mekkah dengan non-Muslim di Madinah," ujar Ustaz Somad.


Ustaz Somad menjelaskan, Nabi Muhammad SAW selama di Madinah, hidup damai berdampingan dengan orang-orang non-Muslim.

"Di Madinah saja nabi hidup sama apa? Bani Nadir, Bani Quraisah, Kampung Qoibar, itu juga non-Muslim. Tapi Nabi hidup bersama, sedangkan Abu Jahal, Abu Lahab, Abu Sofian belum masuk Islam yang ada di Mekkah, itu bedanya, yang di Madinah ini damai, sedangkan yang di Mekah itu perang," ujarnya.

Ustaz Somad menuturkan, tidak boleh seorang Muslim menyamakan kondisi di Palestina dan di negara lainnya, termasuk Indonesia.

"Kapan menjadi damai, kapan menjadi perang? Jadi tidak boleh kita sweeping, pukul rata. Non-Muslim yang ada di Palestina, Yahudi, Israel, zionis lagi lebih spesifiknya, itu adalah arbi. Buka Surat Al Mumtahanah ayat 8," katanya.


Ustaz Abdul Somad.

Somad mengatakan, dalam Alquran sudah sangat jelas dinyatakan bahwa orang atau kelompok yang wajib diperangi ialah orang yang telah memerangi Umat Islam dan orang atau kelompok yang telah mengusir Umat Islam dari kampungnya.

Ustaz Abdul Somad.
"Kalau mereka yang non-Muslim itu, tidak mengusir kamu dari kampung halaman kamu, tidak memerangi kamu, tidak mengusir kamu, maka kata Allah, 'Kamu boleh baik pada mereka dan bersikap adil'. Coba tengok, indahnya bahasa Alquran," ujarnya.

"Selama mereka tidak memerangi kamu, selama mereka tidak mengusir kamu dari kampung kamu. Maka berbuat baik dan adil lah pada mereka. Kenapa ini tidak berlaku di Palestina, orang Israel sudah melanggar dua, orang Israel telah memerangi orang Palestina dan orang Israel telah mengusir orang Palestina," kata Ustaz Somad.

Jadi, menurut Ustaz Somad, tidak boleh disamaratakan, bahwa Umat Islam boleh memerangi semua kaum.

"Jadi jangan digeneralisir, jangan dipotong, ini malam ini kita klarifikasi. Dalil orang Israel yang meledakkan bom di tengah kerumunan tentara Israel, mana dalilnya? Buka sahih Muslim, nih saya bacakan, ketika nabi sedang berada dengan sahabat bala perang uhud. Bapak ibu yang pergi umrah, di Bukit Uhud tahun ketiga, waktu itu nabi terkepung, dikepung oleh kafir qurais menyerang dari Mekkah, pimpinannya Abi Sofian. Datang mereka ke Kota Madinah, menyerang," kata dia.

"Saat itu kondisinya perang, lalu kemudian, salah seorang yang ada di samping nabi ini, musuh di depan, genting, di samping nabi ada tujuh orang ansor. Lalu kemudian apa kata dia, kata nabi, 'siapa yang di antara kalian ini yang berhasil mengusir gerombolan orang kafir itu. maka mati syahid, dia akan bersama aku di surga'. Jadi bukan dalam keadaan aman, bukan dalam keadaan bertetangga, lalu meledakan diri, nah ini tidak begitu," kata Ustaz Somad menegaskan. [
viva]

Selengkapnya simak video berikut:


   
 
Tim Safari Ramadhan UIR Kunjungi Mushalla Nurul Farah
Sabtu, 26 Mei 2018 - 11:52

Bumi Terus Mengalami Penyusutan, Ini Penjelasannya
Sabtu, 26 Mei 2018 - 11:42

Gerindra: Peluang Rizal Ramli Bergabung Koalisi Prabowo Sangat Besar
Sabtu, 26 Mei 2018 - 11:25

Pelunasan Biaya Haji Ditutup, 943 Sisa Kuota Diisi Jemaah Cadangan
Sabtu, 26 Mei 2018 - 11:17

Komisi Dakwah: MUI Sudah Punya Kode Etik untuk Dai
Sabtu, 26 Mei 2018 - 11:12

Tiga Lembaga Survei Sudah Memotret Gerakan #2019GantiPresiden, Ini Hasilnya
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:42

Pj Bupati: Realisasi Dana Desa Terkendala Peraturan Padat Karya
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:36

Jelang Lebaran, Tarif Masuk Istana Siak Sudah Naik
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:33

Disdik Riau Safari Ramadhan di SMA Negeri Pintar Kuansing
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:30

RSUD Arifin Achmad Luncurkan Layanan APM
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:28

Jamaah Masjid Al Falah Pekanbaru Panen Perdana Kurma
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:26

Dinas Tenaga Kerja Buka Posko Pengaduan THR H-7 Lebaran
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:23

Menilik Upaya Diskominfo Inhil Menahan Laju Hoax Di Tahun Politik
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:09

Pemkab Inhil Disarankan Cabut Izin Perusahaan Bermasalah Dan Rugikan Masyarakat
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:07

Personel Polsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan Amankan Dua Pelaku Begal
Sabtu, 26 Mei 2018 - 08:03

Jangan Lupakan 11 Poin Pemeriksaan Ini Sebelum Mudik
Jumat, 25 Mei 2018 - 16:41

Dinas PUPR: Pengerjaan 2 Fly Over Pekanbaru Diberhentikan H-7 hingga H+1 Lebaran
Jumat, 25 Mei 2018 - 15:29

Klaster Cabai Berhasil Tekan Kenaikan Harga di Riau
Jumat, 25 Mei 2018 - 15:21

Pertengahan Ramadan Razia Gepeng di Pekanbaru Mulai Dilakukan
Jumat, 25 Mei 2018 - 15:17

Lonjakan Harga Jelang Lebaran, Masyarakat Bengkalis Tak Perlu Cemas
Jumat, 25 Mei 2018 - 15:13

15 Ton Daging Kerbau Sampai di Pekanbaru
Jumat, 25 Mei 2018 - 15:08

Perkantoran WaliKota Pekanbaru di Tenayan Raya Ditempati, 25 Juni 2018
Jumat, 25 Mei 2018 - 15:05

Pengumuman Kelulusan UN Tingkat SMP
Jumat, 25 Mei 2018 - 15:01

Penurunan Harga Pertalite Masih Harmonisasi di DPRD Riau
Jumat, 25 Mei 2018 - 14:59

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com