Home
Berburu Rush Baru di Pasar Mobil Bekas, Ini Kisaran Harganya | Mendagri Bantah Selundupkan 31 Juta Data Pemilih Baru ke KPU | Desain Avanza Terbaru Viral, Komunitas Angkat Suara | Stroke Bisa Dicegah dengan Pola Hidup Sehat | Demokrat: Pemerintah Bohong Soal Divestasi 51 Persen Saham Freeport | Terduga Pembunuh Khashoggi Dilaporkan Tewas di Saudi
Jum'at, 19 Oktober 2018
/ Nasional / 06:37:45 / Ustaz Somad Bongkar Rahasia ISIS, Ternyata Bukan Islam /
Ustaz Somad Bongkar Rahasia ISIS, Ternyata Bukan Islam
Jumat, 18 Mei 2018 - 06:37:45 WIB

Dalam sepekan ini, kelompok pengikut teroris dunia yang bercokol di Indonesia, tergabung dalam sel-sel Jamaah Ansharud Daulah, Jamaah Ansharut Tauhid alias JAD/ JAT, melakukan serangkaian serangan teror ke beberapa lokasi di sejumlah wilayah, korbannya cukup banyak, baik yang wafat maupun yang terluka.

Meski demikian, ada sebanyak 17 orang yang ikut dalam serangan teror itu tewas. Diketahui, serangan teror terjadi di tiga gereja di Kota Surabaya, Markas Polrestabes Surabaya, Polda Riau dan ledakan bom rakitan di Rusun Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur.

Selama ini, para pelaku peledakan bom dan penyerangan mengklaim diri mereka berjihad atas nama Allah. Dan mereka menyebut semua pihak yang diserang sebagai kaum kafir.

Tak cuma membunuh, kelompok ini juga sering melakukan propaganda seolah apa yang mereka lakukan ada dalam ajaran Islam. Padahal, sebenarnya Islam merupakan agama yang menjunjung tinggi perdamaian dan keadilan.

Sejak kemunculan kelompok teroris sel ISIS, mungkin tak banyak yang tahu, siapa mereka sebenarnya. Karena, diketahui selama ini mereka selalu membawa panji-panji Islam dalam kejahatannya.

Menurut Ustaz Abdul Somad, ISIS bukan lahir dari Islam, dan bukan masuk dalam golongan orang Islam, mereka sebenarnya secara tak langsung dibentuk oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Dan Ustaz Somad memastikan ISIS sudah keluar dari ahli sunnah.

Dalam sebuah kesempatan berceramah yang diunggah di akun Youtube, Ustaz Abdul Somad dengan gamblang membongkar kedok rahasia teroris ISIS sebenarnya.

"ISIS bagi yang mau mencari, tulisan Arabnya, DAIS, Daulah Alislamiyah Iraq Suriah. Atau bahasa Inggrisnya dijuluki Islamic State in Iraq and Syria," kata Ustaz Somad seperti dikutip VIVA dari rekaman berdurasi kurang dari tiga menit itu.

Somad mengatakan, ISIS sudah keluar dari ahli sunnah karena tiga sebab penting.

Pertama, kata Ustaz Somad, petinggi utama ISIS, yaitu Abu Bakr Al Baghdadi, mengangkat dirinya sendiri sebagai pemimpin atau khalifah.

"Dalam Islam, khalifah tidak mengangkat dirinya sendiri, Abu Bakar tak mengangkat dirinya, sahabat membait Abu Bakar. Begitu, Ali tak pernah mengangkat dirinya, setelah Usman meninggal, sahabat membait Ali. Abu Bakr, enggak. 'Kalian membait aku, siapa yang tak membait aku, kafir'.Dibacakannya hadis, 'siapa yang mati, tidak membait, matinya mati jahiliah'. Itu kesalahan fatalnya yang pertama," kata Somad.

Kedua, ISIS merupakan kelompok yang menganut keyakinan takfiri. Dan keyakinan itu tidak ada di ahli sunnah.

"Mereka mengkafirkan semua yang tak sekeyakinan dengan dia, ini yang disebut dengan keyakinan takfiri. Syiah itu takfiri, ISIS juga sama takfiri. Siapa yang tidak ikut kepada ISIS, kafir halal darahnya. Maka keyakinan takfiri itu bukan ahli sunah," ujarnya.

Yang ketiga, kata Ustaz Somad, kekejaman yang dilakukan ISIS di dunia ini, didapatkan dari tentara Amerika. Bukan Islam.

"Cara-cara dia menyiksa, itu bukan cara-cara Islam, tapi lebih pada yang dilakukan oleh Guantanamo, orang-orang yang telah dilatih lama oleh tentara Amerika," kata Somad.

Dengan banyak alasan itu, menurut Ustaz Somad, sangat layak jika orang menyebut ISIS merupakan boneka buatan Amerika dan sekutunya. Bukan dari Islam.

"Maka bukan isu orang bilang ini bentukan Amerika, Eropa, Israel. Tapi masalah ISIS jangan baca koran. Karena koran itu yang betul cuma dua, harga sama tanggal. Karena beritanya dari Reuters, Reuters itu kantor berita Yahudi, maka bacalah Website ulam yang terpercaya, di antaranya Syah Yusuf Alkadarawi, beliau memfatwakan ISIS itu bukan Islam. Tapi bentukan," kata dia.

Ustaz Somad menceritakan, perperangan yang terjadi saat merupakan pertempuran antara dua kelompok, yakni Syiah dan ahli sunnah.

"Yang terjadi sekarang itu perang antara dua, Syiah dengan rezim Bashar Al Assad didukung oleh Iran dan Suriah. Kenapa Iran mendukung, karena keluarga Assad itu ayahnya partainya, Partai Hisbulbaas, Partai Hisbulbaas itu PKI-nya, kalau di tempat kita," kata Somad menceritakan.

"Makanya Suriah itu didukung oleh Rusia, kemudian didukung oleh Syiah karena agamanya Syiah Nusairiah ini, berkonflik dengan ahli sunah, ahli sunnah itu jabaah nusra, semua ahli sunah bergabung di kelompok ini. Jadi pertempuran itu antara dua, antara Syiah dengan ahli sunnah," ucap Somad melanjutkan.

"Nah datang ISIS di tengah abu-abu, ini yang merusak, akhirnya semua orang yang ke Suriah, dituduh bergabung dengan ISIS, padahal ISIS itu hanya merusak. Jatuh bantuan, jatuh senjata, tiba-tiba bisa jatuhnya ke kamp ISIS, Amerika itu bukan bodoh, bisa pula salah jatuh ke bawah, ya ahli. Oleh sebab itu maka, pendapat ulama yang terpercaya ISIS bukan Islam," kata Somad. [viva]

   
 
Bank Riau Kepri Raih 2 Penghargaan DataGovAi Award 2018
Kamis, 18 Oktober 2018 - 15:08

Riau Bentuk UPT Khusus Peremajaan Sawit
Kamis, 18 Oktober 2018 - 15:03

213 Mustahik Kecamatan Lubuk Dalam Terima Zakat Tahap III 2018
Kamis, 18 Oktober 2018 - 14:59

Alfedri Serahkan Bantuan Cepat untuk Korban Kebakaran di Koto Gasib
Kamis, 18 Oktober 2018 - 14:55

Laga Final Open Turnamen Bola Voli H Sukarmis Cup I
BRI Rengat dan Teluk Sejuah Kelayang, Terjunkan Pemain Porda Riau dan Proliga
Kamis, 18 Oktober 2018 - 14:50

Ini Sosok Profesor yang Diduga Memutilasi Khashoggi
Kamis, 18 Oktober 2018 - 08:29

Anggaran Defisit, Plt Gubri Akui Sejumlah Proyek akan Tunda Bayar
Kamis, 18 Oktober 2018 - 08:26

Tim Pembina Samsat Riau Peroleh 4 Unit Armada Samsat Keliling dari Bank Riau-Kepri
Kamis, 18 Oktober 2018 - 08:23

Ini Jadwal Pemutihan Denda PKB dari Pemprov Riau
Kamis, 18 Oktober 2018 - 08:20

Berkunjung Ke Kuansing, Komnas HAM Bahas Soal PETI
Kamis, 18 Oktober 2018 - 08:18

Tergerus Mitsubishi Epander, Akankah Toyota Munculkan Model Baru Avanza?
Rabu, 17 Oktober 2018 - 20:22

Kunker ke Pusako, DPMK Siak keliling Kampung
Rabu, 17 Oktober 2018 - 20:14

Proyek Preservasi Jalan Nasional di Inhil Akan Segera Dilelang
Rabu, 17 Oktober 2018 - 20:05

STMIK/AMIK Dumai Salurkan Dana Bantuan Musibah Palu dan Donggala
Rabu, 17 Oktober 2018 - 20:03

BPH Migas Cium Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di Riau
Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:26

Berkat Wajah Baru, Rush-Terios Kuasai Penjualan SUV Murah
Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:16

Dijual Rp75 Jutaan, Apa Fitur yang Ditawarkan Hyundai Santro
Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:13

Menunggu Khabib Vs Mayweather
Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:03

Milad Prabowo, Andi Arief: Semoga Superstar Menang Pilpres
Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:01

Peluru Bersarang Di Ruang Anggota DPR F-PD Dicurigai Rentetan Penembakan Senin Lalu
Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:57

Pemkab Siak Telusuri Adanya Grup Medsos LGBT
Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:52

Objek Wisata Teluk Jering Masuk Nominasi Anugerah Pesona Indonesia
Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:50

Cabai Keriting Pekanbaru Naik Hingga Rp60.000/Kg
Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:48

Pemprov dan BPH Migas Optimalkan Pemanfaatan Data Konsumsi Konsumen BBM
Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:46

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com