Home
Berburu Rush Baru di Pasar Mobil Bekas, Ini Kisaran Harganya | Mendagri Bantah Selundupkan 31 Juta Data Pemilih Baru ke KPU | Desain Avanza Terbaru Viral, Komunitas Angkat Suara | Stroke Bisa Dicegah dengan Pola Hidup Sehat | Demokrat: Pemerintah Bohong Soal Divestasi 51 Persen Saham Freeport | Terduga Pembunuh Khashoggi Dilaporkan Tewas di Saudi
Jum'at, 19 Oktober 2018
/ Nasional / 07:38:12 / Surat Terbuka Lieus Sungkharisma Untuk Presiden Jokowi /
Surat Terbuka Lieus Sungkharisma Untuk Presiden Jokowi
Selasa, 12 Juni 2018 - 07:38:12 WIB

JAKARTA -Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma menulis surat kepada Presiden Joko Widodo terkait latar belakang dukungan terhadap gerakan #2019GantiPresiden.

Dalam suratnya, Lieus juga meminta Presiden Joko Widodo untuk bertindak menghentikan persekusi lantaran perbedaan pendapat yang dilakukan pihak yang tidak bertangung jawab dan di media sosial. Serta kebebasan berpendapat tanpa berujung pada pelaporan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian.

Berikut isi surat Lieus Sungkharisma kepada Presiden Joko Widodo:

Pak Jokowi, Sebagai Presiden Hentikanlah Presekusi
Dan Penyebaran Fitnah Karena Perbedaan Pendapat

Bapak Presiden Jokowi yang terhormat,
Belum lama ini saya dan kawan-kawan, atas nama demokrasi, merespon gerakan Hastag #2019GantiPresiden yang marak di media sosial.
Respon saya dan kawan-kawan adalah dengan menyatakan dukungan pada gerakan tersebut setelah  melalui sejumlah pertimbangan dan melihat fakta-fakta yang terjadi dalam kehidupan masyarakat kita baik secara sosial, politik maupun ekonomi.

Maka, pada tanggal 23 Mei 2018, saya dan kawan-kawan menginisiasi pertemuan sejumlah tokoh Tionghoa di Restauran Kopi Oey, jalan Gajah Mada, Jakarta Barat. Salah satu point penting dari pertemuan itu adalah munculnya kesepakatan untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada pak Pak Jokowi selaku Presiden RI.

Bunyi pernyataan kami yang kemudian viral di media sosial itu adalah, "Pak Jokowi Kamsia (Terima Kasih). Pak Jokowi cukup sudah."

Dengan pernyataan itu kami ingin menegaskan pak Jokowi cukuplah satu periode saja sebagai Presiden RI. Alasan terbesar dari pernyataan kami tersebut, selain karena kami kasihan melihat pak Jokowi yang terlalu berat memikul beban kenegaraan ini, juga karena kami menilai sejak pak Jokowi jadi Presiden kebhinnekaan di negeri ini mulai terancam dan secara sosial politik masyarakat kita jadi terpecah belah.

Atas pertimbangan itulah, ditambah dengan sejumlah pertimbangan lainnya, kami mendukung gerakan Hastag #2019GantiPresiden. Namun reaksi yang saya dapatkan sungguh di luar dugaan. Kekhawatiran saya terhadap adanya ancaman terhadap kebhinnekaan mulai terbukti.

Saya tidak hanya dilaporkan ke Bareskrim Polri karena tuduhan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian, tapi juga -ini yang menyedihkan bagi saya- saya difitnah dengan macam-macam tuduhan dan kehidupan pribadi serta keluarga saya ikut diseret-seret.

Bahkan oleh akun twitter 'kakek detektif', yang saya yakin adminnya seorang pengecut, saya dan keluarga dituduh dengan macam-macam tuduhan yang sama sekali tidak berdasar.

Bapak Presiden yang terhormat,
Tahun 2014 saya adalah salah satu eksponen Tionghoa yang mendukung Bapak untuk maju menjadi Presiden RI. Bahkan jauh sebelum itu, ketika Bapak maju menjadi calon Gubernur DKI, sayalah salah seorang Tionghoa yang membawa Bapak makan-makan dan bertemu dengan pedagang kaki lima di kawasan Jakarta Barat. Jadi, dilaporkan ke Bareskrim dengan tuduhan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian bagi saya tidak masalah. Sebab akan ada proses pengadilan yang akan membuktikan kebenaran tuduhan tersebut.

Namun jika ada orang yang 'menyebarkan fitnah' dengan menyeret-nyeret kehidupan pribadi dan keluarga saya, dimana tuduhan itu sepenuhnya tidak benar, hal ini tentu saja tidak bisa dibiarkan. Bagi saya penyebaran fitnah karena perbedaan pendapat adalah perbuatan sangat tidak Pancasilais dan sangat tidak bisa diterima akal sehat.

Bapak Presiden yang terhormat,
Benar, saya sudah melaporkan akun twitter 'abal-abal' kakek detektif itu ke Polda Metro Jaya. Tapi menurut saya tindakan hukum tidak cukup bagi orang-orang yang mengaku mendukung Bapak secara membabi buta tersebut.

Harus ada efek jera untuk mereka. Karena itulah, melalui surat ini saya memohon kepada Bapak untuk melakukan tindakan yang cepat dan segera demi menghilangkan tindakan presekusi melalui fitnah yang bertebaran di media sosial tersebut. Sebagai Presiden, saya yakin dan percaya Bapak memiliki kemampuan untuk menghentikan penyebaran fitnah dan tindakan presekusi membabi buta di media sosial tersebut.

Bapak Presiden yang terhormat,
Sebagai warga negara keturunan Tionghoa, saya, seperti kata budayawan Jaya Suprana, hanyalah berikhtiar mengejawantahkan hak azasi saya untuk berpendapat tanpa mencemarkan nama baik siapapun. Tak ada niat dalam hati saya apalagi sampai melontarkan ujaran kebencian. Namun rupanya budaya demokrasi kita belum seperti yang kita dengung-dengungkan. Apa yang saya alami hanyalah contoh kecil bagaimana perbedaan dan kebebasan menyatakan pendapat justru berbuah presekusi dan fitnah.

Oleh karena itu, Bapak Presiden Jokowi yang saya hormati, sebagai anak bangsa, sekali lagi saya memohon pada Bapak, pergunakanlah kekuasaan yang ada pada Bapak untuk menyetop (menghentikan) tindakan-tindakan presekusi dan penyebaran fitnah oleh orang-orang 'pengecut' hanya karena perbedaan pendapat. Negeri ini terlalu besar untuk kita biarkan hancur oleh orang-orang pengecut yang suka menyebarkan fitnah tersebut.

Bapak Presiden Jokowi yang terhormat,
Demikianlah surat terbuka ini saya sampaikan kepada Bapak. Saya hanya bisa memohon dan berharap. Tindakan nyata ada di tangan Bapak. Begitupun, bagi saya, apapun resikonya, saya tetap akan maju mendukung gerakan 2019 Ganti Presiden. Namun janganlah karena sikap saya ini keluarga saya diseret-seret dengan fitnah yang sangat keji tersebut.

Demikian saja pak. Semoga Bapak sehat dan sejahtera selalu.


Jakarta, 11 Juni 2018
Hormat saya,


Lieus Sungkharisma

   
 
Bank Riau Kepri Raih 2 Penghargaan DataGovAi Award 2018
Kamis, 18 Oktober 2018 - 15:08

Riau Bentuk UPT Khusus Peremajaan Sawit
Kamis, 18 Oktober 2018 - 15:03

213 Mustahik Kecamatan Lubuk Dalam Terima Zakat Tahap III 2018
Kamis, 18 Oktober 2018 - 14:59

Alfedri Serahkan Bantuan Cepat untuk Korban Kebakaran di Koto Gasib
Kamis, 18 Oktober 2018 - 14:55

Laga Final Open Turnamen Bola Voli H Sukarmis Cup I
BRI Rengat dan Teluk Sejuah Kelayang, Terjunkan Pemain Porda Riau dan Proliga
Kamis, 18 Oktober 2018 - 14:50

Ini Sosok Profesor yang Diduga Memutilasi Khashoggi
Kamis, 18 Oktober 2018 - 08:29

Anggaran Defisit, Plt Gubri Akui Sejumlah Proyek akan Tunda Bayar
Kamis, 18 Oktober 2018 - 08:26

Tim Pembina Samsat Riau Peroleh 4 Unit Armada Samsat Keliling dari Bank Riau-Kepri
Kamis, 18 Oktober 2018 - 08:23

Ini Jadwal Pemutihan Denda PKB dari Pemprov Riau
Kamis, 18 Oktober 2018 - 08:20

Berkunjung Ke Kuansing, Komnas HAM Bahas Soal PETI
Kamis, 18 Oktober 2018 - 08:18

Tergerus Mitsubishi Epander, Akankah Toyota Munculkan Model Baru Avanza?
Rabu, 17 Oktober 2018 - 20:22

Kunker ke Pusako, DPMK Siak keliling Kampung
Rabu, 17 Oktober 2018 - 20:14

Proyek Preservasi Jalan Nasional di Inhil Akan Segera Dilelang
Rabu, 17 Oktober 2018 - 20:05

STMIK/AMIK Dumai Salurkan Dana Bantuan Musibah Palu dan Donggala
Rabu, 17 Oktober 2018 - 20:03

BPH Migas Cium Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di Riau
Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:26

Berkat Wajah Baru, Rush-Terios Kuasai Penjualan SUV Murah
Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:16

Dijual Rp75 Jutaan, Apa Fitur yang Ditawarkan Hyundai Santro
Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:13

Menunggu Khabib Vs Mayweather
Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:03

Milad Prabowo, Andi Arief: Semoga Superstar Menang Pilpres
Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:01

Peluru Bersarang Di Ruang Anggota DPR F-PD Dicurigai Rentetan Penembakan Senin Lalu
Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:57

Pemkab Siak Telusuri Adanya Grup Medsos LGBT
Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:52

Objek Wisata Teluk Jering Masuk Nominasi Anugerah Pesona Indonesia
Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:50

Cabai Keriting Pekanbaru Naik Hingga Rp60.000/Kg
Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:48

Pemprov dan BPH Migas Optimalkan Pemanfaatan Data Konsumsi Konsumen BBM
Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:46

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com