Home
Komnas Perempuan Khawatir Kehancuran Akibat Kerusuhan Mei 1998 Kembali Terjadi | Amankan Kebutuhan Lebaran, Pertamina Tambah 28 Ribu Tabung Gas 3 Kg | Puasa Dapat Membantu Mengurangi Obesitas | Kubu Prabowo Klaim Dihambat Blokade Saat ke MK | Empat Korban Tewas Kerusuhan 22 Mei Sudah Diautopsi | Hadapi Sengketa Pemilu di MK, KPU Tunjuk Lima Firma Hukum
Minggu, 26 Mei 2019
/ Nasional / 07:38:12 / Surat Terbuka Lieus Sungkharisma Untuk Presiden Jokowi /
Surat Terbuka Lieus Sungkharisma Untuk Presiden Jokowi
Selasa, 12 Juni 2018 - 07:38:12 WIB

JAKARTA -Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma menulis surat kepada Presiden Joko Widodo terkait latar belakang dukungan terhadap gerakan #2019GantiPresiden.

Dalam suratnya, Lieus juga meminta Presiden Joko Widodo untuk bertindak menghentikan persekusi lantaran perbedaan pendapat yang dilakukan pihak yang tidak bertangung jawab dan di media sosial. Serta kebebasan berpendapat tanpa berujung pada pelaporan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian.

Berikut isi surat Lieus Sungkharisma kepada Presiden Joko Widodo:

Pak Jokowi, Sebagai Presiden Hentikanlah Presekusi
Dan Penyebaran Fitnah Karena Perbedaan Pendapat

Bapak Presiden Jokowi yang terhormat,
Belum lama ini saya dan kawan-kawan, atas nama demokrasi, merespon gerakan Hastag #2019GantiPresiden yang marak di media sosial.
Respon saya dan kawan-kawan adalah dengan menyatakan dukungan pada gerakan tersebut setelah  melalui sejumlah pertimbangan dan melihat fakta-fakta yang terjadi dalam kehidupan masyarakat kita baik secara sosial, politik maupun ekonomi.

Maka, pada tanggal 23 Mei 2018, saya dan kawan-kawan menginisiasi pertemuan sejumlah tokoh Tionghoa di Restauran Kopi Oey, jalan Gajah Mada, Jakarta Barat. Salah satu point penting dari pertemuan itu adalah munculnya kesepakatan untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada pak Pak Jokowi selaku Presiden RI.

Bunyi pernyataan kami yang kemudian viral di media sosial itu adalah, "Pak Jokowi Kamsia (Terima Kasih). Pak Jokowi cukup sudah."

Dengan pernyataan itu kami ingin menegaskan pak Jokowi cukuplah satu periode saja sebagai Presiden RI. Alasan terbesar dari pernyataan kami tersebut, selain karena kami kasihan melihat pak Jokowi yang terlalu berat memikul beban kenegaraan ini, juga karena kami menilai sejak pak Jokowi jadi Presiden kebhinnekaan di negeri ini mulai terancam dan secara sosial politik masyarakat kita jadi terpecah belah.

Atas pertimbangan itulah, ditambah dengan sejumlah pertimbangan lainnya, kami mendukung gerakan Hastag #2019GantiPresiden. Namun reaksi yang saya dapatkan sungguh di luar dugaan. Kekhawatiran saya terhadap adanya ancaman terhadap kebhinnekaan mulai terbukti.

Saya tidak hanya dilaporkan ke Bareskrim Polri karena tuduhan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian, tapi juga -ini yang menyedihkan bagi saya- saya difitnah dengan macam-macam tuduhan dan kehidupan pribadi serta keluarga saya ikut diseret-seret.

Bahkan oleh akun twitter 'kakek detektif', yang saya yakin adminnya seorang pengecut, saya dan keluarga dituduh dengan macam-macam tuduhan yang sama sekali tidak berdasar.

Bapak Presiden yang terhormat,
Tahun 2014 saya adalah salah satu eksponen Tionghoa yang mendukung Bapak untuk maju menjadi Presiden RI. Bahkan jauh sebelum itu, ketika Bapak maju menjadi calon Gubernur DKI, sayalah salah seorang Tionghoa yang membawa Bapak makan-makan dan bertemu dengan pedagang kaki lima di kawasan Jakarta Barat. Jadi, dilaporkan ke Bareskrim dengan tuduhan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian bagi saya tidak masalah. Sebab akan ada proses pengadilan yang akan membuktikan kebenaran tuduhan tersebut.

Namun jika ada orang yang 'menyebarkan fitnah' dengan menyeret-nyeret kehidupan pribadi dan keluarga saya, dimana tuduhan itu sepenuhnya tidak benar, hal ini tentu saja tidak bisa dibiarkan. Bagi saya penyebaran fitnah karena perbedaan pendapat adalah perbuatan sangat tidak Pancasilais dan sangat tidak bisa diterima akal sehat.

Bapak Presiden yang terhormat,
Benar, saya sudah melaporkan akun twitter 'abal-abal' kakek detektif itu ke Polda Metro Jaya. Tapi menurut saya tindakan hukum tidak cukup bagi orang-orang yang mengaku mendukung Bapak secara membabi buta tersebut.

Harus ada efek jera untuk mereka. Karena itulah, melalui surat ini saya memohon kepada Bapak untuk melakukan tindakan yang cepat dan segera demi menghilangkan tindakan presekusi melalui fitnah yang bertebaran di media sosial tersebut. Sebagai Presiden, saya yakin dan percaya Bapak memiliki kemampuan untuk menghentikan penyebaran fitnah dan tindakan presekusi membabi buta di media sosial tersebut.

Bapak Presiden yang terhormat,
Sebagai warga negara keturunan Tionghoa, saya, seperti kata budayawan Jaya Suprana, hanyalah berikhtiar mengejawantahkan hak azasi saya untuk berpendapat tanpa mencemarkan nama baik siapapun. Tak ada niat dalam hati saya apalagi sampai melontarkan ujaran kebencian. Namun rupanya budaya demokrasi kita belum seperti yang kita dengung-dengungkan. Apa yang saya alami hanyalah contoh kecil bagaimana perbedaan dan kebebasan menyatakan pendapat justru berbuah presekusi dan fitnah.

Oleh karena itu, Bapak Presiden Jokowi yang saya hormati, sebagai anak bangsa, sekali lagi saya memohon pada Bapak, pergunakanlah kekuasaan yang ada pada Bapak untuk menyetop (menghentikan) tindakan-tindakan presekusi dan penyebaran fitnah oleh orang-orang 'pengecut' hanya karena perbedaan pendapat. Negeri ini terlalu besar untuk kita biarkan hancur oleh orang-orang pengecut yang suka menyebarkan fitnah tersebut.

Bapak Presiden Jokowi yang terhormat,
Demikianlah surat terbuka ini saya sampaikan kepada Bapak. Saya hanya bisa memohon dan berharap. Tindakan nyata ada di tangan Bapak. Begitupun, bagi saya, apapun resikonya, saya tetap akan maju mendukung gerakan 2019 Ganti Presiden. Namun janganlah karena sikap saya ini keluarga saya diseret-seret dengan fitnah yang sangat keji tersebut.

Demikian saja pak. Semoga Bapak sehat dan sejahtera selalu.


Jakarta, 11 Juni 2018
Hormat saya,


Lieus Sungkharisma

   
 
Jalan Lintas Sungai Pakning Rusak, Begini Penjelasan PUPR Bengkalis
Jumat, 24 Mei 2019 - 07:00

BPN Minta Polisi Bentuk Tim Pencari Fakta Tewasnya 8 Orang saat Ricuh
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:56

Harapan Jusuf Kalla kepada MK
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:50

Kondisi Politik Di Tanah Air Tegang Pasca Pilpres 2019, Ini Kata Sultan Sumbawa
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:43

Menkominfo Tunggu Petunjuk TNI-Polri Untuk Cabut Pembatasan Medsos
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:36

Komisi III DPR Minta Kapolri Tanggung Jawab Soal Dugaan Korban Tewas Terkena Peluru Tajam
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:33

Gubri Ingin Gemakan Wakaf Tunai di Riau
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:19

Kolam Renang Syariah Diganti Taman dan Payung Quran Center
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:18

DPRD Riau Sahkan Dua Ranperda Sekaligus
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:13

Kelola Lahan Gambut, Unri Berencana Bentuk Pusat Unggulan Iptek
Jumat, 24 Mei 2019 - 06:11

RS Budi Kemuliaan Terima 177 Korban Rusuh Aksi 22 Mei
Kamis, 23 Mei 2019 - 09:09

Cuti Lebaran, Semua Mobdin Wajib Dikandangkan
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:59

Antisipasi Titik Rawan Longsor Arus Mudik 2019
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:56

Pemprov Riau Siapkan Rp60 Miliar Untuk THR ASN
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:53

Remaja 14 Tahun Tewas di Kemanggisan, Alami Luka di Lengan dan Dada
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:26

Mobil Polisi Diduga Bawa Peluru Tajam, Polri Ungkap Asalnya
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:09

Sebelum Meninggal Ustaz Arifin Ilham Sempat Salat
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:07

Massa 22 Mei Di Petamburan Mundur Usai TNI Turun Tangan
Kamis, 23 Mei 2019 - 08:03

Prabowo Imbau Pendukungnya Percayakan Masalah Pilpres Ke MK
Kamis, 23 Mei 2019 - 07:59

PB HMI Kecam Aksi Represif Kepolisian Dalam Menangani Aksi Protes 22 Mei
Kamis, 23 Mei 2019 - 07:55

Pesan Aa Gym: Mohon Hentikan Kekerasan dari Pihak Manapun
Rabu, 22 Mei 2019 - 17:18

Prabowo: Kekerasan Malam dan Subuh Tadi Tak Boleh Terjadi Lagi
Rabu, 22 Mei 2019 - 17:16

Kiai NU Se-Jatim: Kegaduhan Ini Akumulasi Proses Pemilu Diduga Tak Jurdil
Rabu, 22 Mei 2019 - 17:10

Ini Tuntutan Pendemo dalam Aksi Damai HMI-MPO di Mapolda Riau
Rabu, 22 Mei 2019 - 17:03

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com