Home
Mantan Kasum TNI: Dalang Kerusuhan 1998 Belum Tertangkap Karena Ada Di Dalam Kekuasaan | Gerindra Puji Lembaga Survei Median Tidak Terafiliasi Kedua Kandidat | Jokowi Lupa Kabinetnya Dihuni Pelanggar HAM Berat | Pemko Siapkan Dana Rp19,2 Miliar Untuk Masjid Paripurna | Penurunan Lifting Migas Jadi Sorotan | Penyertaan Modal BUMD Dikonsultasikan ke Pusat
Rabu, 23 Januari 2019
/ Nasional / 07:38:12 / Surat Terbuka Lieus Sungkharisma Untuk Presiden Jokowi /
Surat Terbuka Lieus Sungkharisma Untuk Presiden Jokowi
Selasa, 12 Juni 2018 - 07:38:12 WIB

JAKARTA -Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma menulis surat kepada Presiden Joko Widodo terkait latar belakang dukungan terhadap gerakan #2019GantiPresiden.

Dalam suratnya, Lieus juga meminta Presiden Joko Widodo untuk bertindak menghentikan persekusi lantaran perbedaan pendapat yang dilakukan pihak yang tidak bertangung jawab dan di media sosial. Serta kebebasan berpendapat tanpa berujung pada pelaporan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian.

Berikut isi surat Lieus Sungkharisma kepada Presiden Joko Widodo:

Pak Jokowi, Sebagai Presiden Hentikanlah Presekusi
Dan Penyebaran Fitnah Karena Perbedaan Pendapat

Bapak Presiden Jokowi yang terhormat,
Belum lama ini saya dan kawan-kawan, atas nama demokrasi, merespon gerakan Hastag #2019GantiPresiden yang marak di media sosial.
Respon saya dan kawan-kawan adalah dengan menyatakan dukungan pada gerakan tersebut setelah  melalui sejumlah pertimbangan dan melihat fakta-fakta yang terjadi dalam kehidupan masyarakat kita baik secara sosial, politik maupun ekonomi.

Maka, pada tanggal 23 Mei 2018, saya dan kawan-kawan menginisiasi pertemuan sejumlah tokoh Tionghoa di Restauran Kopi Oey, jalan Gajah Mada, Jakarta Barat. Salah satu point penting dari pertemuan itu adalah munculnya kesepakatan untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada pak Pak Jokowi selaku Presiden RI.

Bunyi pernyataan kami yang kemudian viral di media sosial itu adalah, "Pak Jokowi Kamsia (Terima Kasih). Pak Jokowi cukup sudah."

Dengan pernyataan itu kami ingin menegaskan pak Jokowi cukuplah satu periode saja sebagai Presiden RI. Alasan terbesar dari pernyataan kami tersebut, selain karena kami kasihan melihat pak Jokowi yang terlalu berat memikul beban kenegaraan ini, juga karena kami menilai sejak pak Jokowi jadi Presiden kebhinnekaan di negeri ini mulai terancam dan secara sosial politik masyarakat kita jadi terpecah belah.

Atas pertimbangan itulah, ditambah dengan sejumlah pertimbangan lainnya, kami mendukung gerakan Hastag #2019GantiPresiden. Namun reaksi yang saya dapatkan sungguh di luar dugaan. Kekhawatiran saya terhadap adanya ancaman terhadap kebhinnekaan mulai terbukti.

Saya tidak hanya dilaporkan ke Bareskrim Polri karena tuduhan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian, tapi juga -ini yang menyedihkan bagi saya- saya difitnah dengan macam-macam tuduhan dan kehidupan pribadi serta keluarga saya ikut diseret-seret.

Bahkan oleh akun twitter 'kakek detektif', yang saya yakin adminnya seorang pengecut, saya dan keluarga dituduh dengan macam-macam tuduhan yang sama sekali tidak berdasar.

Bapak Presiden yang terhormat,
Tahun 2014 saya adalah salah satu eksponen Tionghoa yang mendukung Bapak untuk maju menjadi Presiden RI. Bahkan jauh sebelum itu, ketika Bapak maju menjadi calon Gubernur DKI, sayalah salah seorang Tionghoa yang membawa Bapak makan-makan dan bertemu dengan pedagang kaki lima di kawasan Jakarta Barat. Jadi, dilaporkan ke Bareskrim dengan tuduhan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian bagi saya tidak masalah. Sebab akan ada proses pengadilan yang akan membuktikan kebenaran tuduhan tersebut.

Namun jika ada orang yang 'menyebarkan fitnah' dengan menyeret-nyeret kehidupan pribadi dan keluarga saya, dimana tuduhan itu sepenuhnya tidak benar, hal ini tentu saja tidak bisa dibiarkan. Bagi saya penyebaran fitnah karena perbedaan pendapat adalah perbuatan sangat tidak Pancasilais dan sangat tidak bisa diterima akal sehat.

Bapak Presiden yang terhormat,
Benar, saya sudah melaporkan akun twitter 'abal-abal' kakek detektif itu ke Polda Metro Jaya. Tapi menurut saya tindakan hukum tidak cukup bagi orang-orang yang mengaku mendukung Bapak secara membabi buta tersebut.

Harus ada efek jera untuk mereka. Karena itulah, melalui surat ini saya memohon kepada Bapak untuk melakukan tindakan yang cepat dan segera demi menghilangkan tindakan presekusi melalui fitnah yang bertebaran di media sosial tersebut. Sebagai Presiden, saya yakin dan percaya Bapak memiliki kemampuan untuk menghentikan penyebaran fitnah dan tindakan presekusi membabi buta di media sosial tersebut.

Bapak Presiden yang terhormat,
Sebagai warga negara keturunan Tionghoa, saya, seperti kata budayawan Jaya Suprana, hanyalah berikhtiar mengejawantahkan hak azasi saya untuk berpendapat tanpa mencemarkan nama baik siapapun. Tak ada niat dalam hati saya apalagi sampai melontarkan ujaran kebencian. Namun rupanya budaya demokrasi kita belum seperti yang kita dengung-dengungkan. Apa yang saya alami hanyalah contoh kecil bagaimana perbedaan dan kebebasan menyatakan pendapat justru berbuah presekusi dan fitnah.

Oleh karena itu, Bapak Presiden Jokowi yang saya hormati, sebagai anak bangsa, sekali lagi saya memohon pada Bapak, pergunakanlah kekuasaan yang ada pada Bapak untuk menyetop (menghentikan) tindakan-tindakan presekusi dan penyebaran fitnah oleh orang-orang 'pengecut' hanya karena perbedaan pendapat. Negeri ini terlalu besar untuk kita biarkan hancur oleh orang-orang pengecut yang suka menyebarkan fitnah tersebut.

Bapak Presiden Jokowi yang terhormat,
Demikianlah surat terbuka ini saya sampaikan kepada Bapak. Saya hanya bisa memohon dan berharap. Tindakan nyata ada di tangan Bapak. Begitupun, bagi saya, apapun resikonya, saya tetap akan maju mendukung gerakan 2019 Ganti Presiden. Namun janganlah karena sikap saya ini keluarga saya diseret-seret dengan fitnah yang sangat keji tersebut.

Demikian saja pak. Semoga Bapak sehat dan sejahtera selalu.


Jakarta, 11 Juni 2018
Hormat saya,


Lieus Sungkharisma

   
 
Fisik Jembatan Siak IV Hampir Rampung
Jumat, 18 Januari 2019 - 14:02

Pemkab Siak Telusuri Potensi Pajak Perkebunan dan Pertanian
Jumat, 18 Januari 2019 - 14:00

Pamitan di Lubuk Dalam, Syamsuar Resmikan 13 Proyek Infrastruktur
Jumat, 18 Januari 2019 - 14:00

Di Tengah Kota, Empat Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
Jumat, 18 Januari 2019 - 13:53

Hari Ini Riau akan Diguyur Hujan
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:46

Belum Sepekan Dikerjakan, Jalan Lintas Siak-Sungai Pakning Rusak Lagi
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:43

WAWANCARA
Aksi Persaudaraan Alumni 212 Solo Serangan Awal Kubu 02 Ke Kubu 01?
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:22

Pengamat UIN: Serangan Ke Prabowo Soal HAM Sudah Basi
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:10

Kabar Gembira, Bantuan Guru Madrasah di Bengkalis Tahun 2019 Naik 49,01 Persen
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:05

Pemprov Selektif Terima PNS Pindahan
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:03

Komisi IV DPRD Riau Jadwalkan Hearing PUPR dan Kontraktor
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:02

Kinerja Wako Dumai Dinilai Lemah, Sekda Depenitif Harus Pejabat yang Kuat
Rabu, 16 Januari 2019 - 08:58

Mau Beli Avanza atau Veloz Baru? Ini Daftar Harga Resminya
Rabu, 16 Januari 2019 - 08:54

Rizal Ramli: Jokowi Nyerah pada Tekanan Partai dan Konflik Interest
Rabu, 16 Januari 2019 - 08:52

New Avanza Resmi Meluncur di Jakarta
Rabu, 16 Januari 2019 - 08:42

Demokrat: Hasto Dijewer Jokowi Kalau Puji Pidato Prabowo
Rabu, 16 Januari 2019 - 08:29

Erick Thohir Ceritakan Momen Maruf Amin Latihan Debat
Rabu, 16 Januari 2019 - 07:59

Rizal Ramli, Di Atas Kertas Prabowo-Sandi Menang
Rabu, 16 Januari 2019 - 07:58

Di Pekanbaru, 1.277 Km Ruas Jalan Wewenang Pemko, 127 Km Tanggungjawab Pemprov
Rabu, 16 Januari 2019 - 07:52

Bujang Dara Inhil Sebagai Icon Pemuda Inhil
Rabu, 16 Januari 2019 - 07:48

Kabar Positif, Harga TBS Naik Tipis
Rabu, 16 Januari 2019 - 07:46

PBB Tidak Mungkin Netral Dalam Pilpres, Tunggu Akhir Januari
Selasa, 15 Januari 2019 - 15:42

Amin Rais Merinci 3 Bukti Pemerintahan Jokowi Sangat Otoriter
Selasa, 15 Januari 2019 - 15:35

Duta Lingkungan Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Selasa, 15 Januari 2019 - 15:23

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com