Home
Politikus Demokrat: Jokowi Memang Terlihat Ingin seperti Raja | Astaghfirullaah... Jumlah LGBT di Pekanbaru Mencapai 4 Ribu Orang | GARBI Dukung Riau Jadi Daerah Otonomi Khusus | Tembok SD 141 Makan Korban Jiwa, Dewan: Sudah Tahu Miring Kenapa Tak Dirobohkan Saja | Kadivhumas Polri Ajak Panitia Reuni Aksi 212 Duduk Bersama | Mayoritas Pemilih Lebih Dengarkan Imbauan Tokoh Agama
Rabu, 14 November 2018
/ Ekbis / 10:34:05 / Hari Pertama Masuk Kerja, Rupiah Anjlok Lagi, Tembus Rp 14 Ribu /
Hari Pertama Masuk Kerja, Rupiah Anjlok Lagi, Tembus Rp 14 Ribu
Jumat, 22 Juni 2018 - 10:34:05 WIB

JAKARTA - Kurs rupiah kembali me­lemah di hari pertama perda­gangan pascalibur Lebaran. Melansir Bloomberg Dollar Index, Kamis (21/6), Rupiah pada perdagangan spot ex­change dibuka melemah 161 poin atau 1,16 persen ke level Rp14.093 per dolar Amerika Serikat (AS).

Menteri Koordinator (Men­ko) bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pelemahan ini akibat kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS The Fed atau Fed Fund Rate (FFR) sebesar 25 basis poin menjadi 1,75 persen hingga 2,00 persen pada pertengahan bulan Juni.

Kenaikan ini pun menjadi yang kedua di 2018 dan ketu­juh sejak akhir 2015. Namun begitu, Darmin meminta pasar tidak terlalu merisaukan pen­guatan dolar tersebut. Menu­rutnya, hal tersebut wajar ter­jadi lantaran hari libur panjang Lebaran 2018.

"Dolar naik satu persen jangan terlalu dirisaukan, naik karena kita liburnya banyak saat Lebaran. Orang enggak tahu ini bagaimana dan orang hantam saja di hari pertama kerja," kata Darmin di kan­tornya, kemarin.

Ia juga menilai, pergerakan nilai tukar rupiah juga dipen­garuhi defisit transaksi berjalan Indonesia yang selama ini masih mencatat defisit. Seperti diketahui, beberapa bulan be­lakangan, neraca perdagangan Indonesia masih mencatat defisit. "Artinya, ekspor barang dan impornya defisit. Itu harus diatasi dulu karena berpengar­uh dengan pergerakan rupiah," kata Darmin

Meski demikian, Darmin meyakini penguatan dolar AS terhadap rupiah tersebut tidak akan berlangsung lama. Dia optimistis rupiah akan kembali menguat terhadap dolar AS dalam beberapa hari ke depan. "Oleh karenanya, jangan itu dianggap sudah akhir cerita. Lusa juga bisa saja berubah lagi," katanya.

Sebelumnya, bekas Guber­nur Bank Indonesia itu men­gatakan, nilai tukar rupiah saat ini sudah tidak terlalu berge­jolak dibanding beberapa waktu lalu. Kondisi ini, berkat respons pemerintah dan berba­gai pihak dalam menghadapi tekanan pelemahan rupiah. Terutama langkah Bank Indo­nesia (BI) dalam menaikkan suku bunga acuan.

"Kurs memang sempat agak gonjang-ganjing, sekarang pun belum normal benar, tetapi su­dah lebih tenang," katanya.

Darmin memastikan, saat ini pemerintah terus berusaha menjaga keseimbangan dari neraca perdagangan. Dengan menjaga neraca perdagangan ke arah positif, maka rupiah juga bisa terus menguat.

"Kalau Anda mengikuti ekonomi khususnya perdagan­gan, perdagangan kita dengan luar negeri kita defisit sejak 2-3 bulan terakhir, itu ikut mem­perngaruhi tekanan terhadap pelemahan rupiah, kemudian kita kordinasi antara pemerin­tah, BI, OJK, LPS, itu situasi kemudian bisa lebih terkendali, dan market lebih percaya," tegas Darmin. [RMOL]

   
 
ADVERTORIAL DPRD KABUPATEN PELALAWAN
Pemkab- DPRD Pelalawan Teken Nota Kesepakatan Tentang KUA dan PPAS APBD 2019
Selasa, 13 November 2018 - 20:29

Warga Sei Lala Ditemukan Tewas Gantung Diri
Selasa, 13 November 2018 - 20:16

Pembangunan Fly Over Simpang SKA Dipastikan Tak Selesai Akhir Tahun Ini
Selasa, 13 November 2018 - 07:54

Ruqyah Massal di Pekanbaru, dari yang Muntah Hingga Keluarkan Jurus Silat
Selasa, 13 November 2018 - 07:50

Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah di Kisaran Rp 14.900
Selasa, 13 November 2018 - 07:47

Genderuwo - Sontoloyo dan Lunturnya Politik Simbol Jokowi
Selasa, 13 November 2018 - 07:45

Tinggi Bukaan Pintu PLTA Diturunkan
Selasa, 13 November 2018 - 07:42

Dampak Kesehatan Korban Banjir Diinventarisir
Selasa, 13 November 2018 - 07:40

Kartu Nikah Jangan Jadi Proyek dan Bebani Anggaran Daerah
Senin, 12 November 2018 - 16:36

Yusril: Isu Saya Lawyer Pak Jokowi Akan Dibahas Di Rakernas PBB
Senin, 12 November 2018 - 16:29

"Politik Genderuwo" Jokowi Berdampak Jangka Panjang
Senin, 12 November 2018 - 16:26

Dua Anak Meninggal Dalam Banjir Indragiri Hulu
Senin, 12 November 2018 - 16:23

Sandiaga Uno Sebut "Emak-emak" Agen Perubahan Ekonomi
Senin, 12 November 2018 - 16:05

Peresmian Runway 2.600 Meter Bandara Internasional SSK Pekanbaru Bagaikan Legenda
Senin, 12 November 2018 - 16:01

Plt Gubri Masih Tunggu Kepastian Kapan Presiden Jokowi akan Diberi Gelar Adat
Senin, 12 November 2018 - 15:59

Rasa Keprihatinan Terhadap Korban Banjir, Baznas Inhu Salurkan 150 Paket Sembako
Senin, 12 November 2018 - 15:48

Kapolsek Kelayang Beri Bantuan Korban Banjir
Senin, 12 November 2018 - 15:48

Eggi: Ada yang Targetkan Habibe Rizieq Celaka
Senin, 12 November 2018 - 08:51

Kesibukan Dakwah Abdul Shomad di Mata Sahabat
Senin, 12 November 2018 - 08:48

Fakultas Hukum UIR Kembali Buka Pendaftaran Pendidikan Advokat
Senin, 12 November 2018 - 08:26

Merpati Direncanakan Kembali Terbang Mulai 2019
Senin, 12 November 2018 - 08:22

Fadli Zon: Genderuwo di Istana, Berewokan Mukanya
Senin, 12 November 2018 - 08:20

Legislator: Pemberian Gelar Adat Jangan Sampai Ada Unsur Politik
Senin, 12 November 2018 - 08:15

Legislator Tak Ingin Disalahkan Proyek Fly Over Tak Siap
Senin, 12 November 2018 - 08:11

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com