Home
Fly Over Simpang SKA Jadi Spot Selfie | Fly Over Simpang SKA Jadi Spot Selfie | Ribuan Massa Diperkirakan Hadiri Shalawat dan Zikir di Monas | Manfaat Kesehatan Biji Pepaya | Malam Munajat 212, 14 KAI Berhenti Luar Biasa Di Stasiun Jatinegara | Rusia Bidik AS Jika Taruh Rudal Nuklir Jarak Sedang di Eropa
Kamis, 21 Februari 2019
/ Metropolitan / 09:30:14 / Serikat Guru: Sistem Zonasi PPDB Memiliki Banyak Kelemahan /
Serikat Guru: Sistem Zonasi PPDB Memiliki Banyak Kelemahan
Selasa, 10 Juli 2018 - 09:30:14 WIB

JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui sistem zonasi masih memiliki sejumlah kelemahan. Kelemahan yang dimaksud seperti munculnya PPDB jalur mandiri yang terjadi di Lampung, kemudian penyalahgunaan jalur siswa tidak mampu seperti di Jawa Tengah dan Jawa Barat, kemudian jalur migrasi seperti di DKI Jakarta, hingga sekolah yang tidak mendapatkan murid di Kota Solo.

"Permendikbud 14/2018 tentang PPDB yang tujuan utamanya untuk pemerataan dan meminimalisir mobilitas siswa ke sekolah tertentu, masih memiliki kelemahan," ucap Sekjen FSGI, Heru Purnomo di Jakarta, Selasa (10/7).

Dia menjelaskan kelemahan itu bermula dari Permendikbud pada bagian keenam tentang biaya di pasal 19. Pasal itu berbunyi "Pemprov wajib menerima dan membebaskan biaya pendidikan bagi peserta didik baru yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu yang berdomisili dalam satu wilayah daerah provinsi paling sedikit 20 persen dari jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima dibuktikan dengan SKTM".

Bahkan di Mataram, sekolah diharuskan menerima 25 persen siswa dari jalur prasejahtera yang dibuktikan dengan kartu Program Keluarga Harapan atau Kartu Indonesia Pintar (KIP), sehingga menimbulkan gejolak dari pemegang kartu-kartu lain seperti KIS, KKS yang akhirnya harus diakomodir.

Kemudian untuk domisili calon peserta didik yang termasuk dalam zonasi sekolah didasarkan pada alamat Kartu Keluarga yang diterbitkan paling lambat enam bulan sebelum pelaksanaan PPDB. Pasal ini tidak terukur dengan jelas alasan migrasi dari suatu daerah ke daerah lain sehingga secara faktual, sehingga banyak ditemukan migrasi dipergunakan untuk memperoleh peluang bersekolah di sekolah negeri (favorit) yang mengakibatkan menutup peluang siswa alih jenjang di zona tersebut.

Untuk radius zonasi, justru membatasi sekolah yang ada di pusat kota yang jauh dari konsentrasi pemukiman warga untuk memperoleh siswa, akibatnya sekolah tersebut kekurangan siswa.

Kelemahan pasal di atas juga membawa kerugian bagi sekolah-sekolah yang tidak terpenuhi daya tampungnya sehingga berakibat bagi guru-guru yang berada di sekolah tersebut tidak terpenuhinya jumlah jam mengajar. Padahal guru-guru butuh banyak jam mengajar sebagai syarat mendapat tunjangan sertifikasi, kata Wasekjen FSGI, Satriawan Halim.

Untuk itu FSGI menyarankan perlu adanya perbaikan dalam Permendikbud tersebut, terutama pada pasal-pasal yang menimbulkan kerancuan. Kemdikbud dan pemerintah daerah perlu memetakan kembali kondisi pendidikan di daerah, meningkatkan anggaran pendidikan untuk kemajuan pendidikan dasar dan menengah sehingga masalah pendidikan selama ini bisa berangsur-angsur mengalami peningkatan secara kualitatif dan berkeadilan.

Sumber : Antara

   
 
Respons Rencana Pemanggilan Ustaz Slamet Maarif, PAN Bakal Gelar Jumpa Pers
Rabu, 20 Februari 2019 - 07:56

Habiskan Stok, Ertiga Produksi 2018 Dikasih Diskon Menggiurkan
Rabu, 20 Februari 2019 - 07:50

Nasihat Ustaz Abdul Somad untuk Penunda Shalat
Rabu, 20 Februari 2019 - 07:38

Messi-Suarez Tumpul, Barcelona Raih Hasil Seri di Markas Lyon
Rabu, 20 Februari 2019 - 07:26

252 Pelamar PPPK Pemko Pekanbaru Lulus Administrasi
Rabu, 20 Februari 2019 - 07:23

Prabowo: Hukuman Dhani Bukti Ketidakbenaran Hukum
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:48

TKN Akui Luhut Bersuara Lantang, Tapi Bukan Marah
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:39

TKN Akui Luhut Bersuara Lantang, Tapi Bukan Marah
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:32

PKS: Injak-injak Sajadah Caleg PDIP Itu Penistaan
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:18

Wan Thamrin Minta Syamsuar Lanjutkan Pembangunan yang Telah Dimulai
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:05

Besok Plh Gubri Ditentukan Dalam Rapat di Setneg
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:01

Profesor Australia: UAS Sangat Populer karena Tampilkan Islam Solusi atas Segala Persoalan
Selasa, 19 Februari 2019 - 14:55

Kebijakan Jokowi Membahayakan Kedaulatan Pangan
Selasa, 19 Februari 2019 - 09:30

Aci Cahaya Juara MTQ Riau 2018 Rilis Lagu
Selasa, 19 Februari 2019 - 09:05

Perpani Siak Raih 1 Emas 7 Perak dan 4 Perunggu di Wirabraja Open 2019
Selasa, 19 Februari 2019 - 08:57

Tanya Unicorn ke Prabowo, Bahasa Inggris Jokowi Disebut Belepotan
Selasa, 19 Februari 2019 - 08:47

Israel Tutup Semua Gerbang Masjid Al-Aqsha
Selasa, 19 Februari 2019 - 08:40

TKN Jawab Tuduhan Gerak-gerik Mencurigakan Anggotanya saat Debat
Selasa, 19 Februari 2019 - 08:34

Fraksi Golkar Soroti Masalah PAD Tidak Capai Target
Selasa, 19 Februari 2019 - 08:25

Dibahas di Debat Capres, Apa Saja Unicorn Indonesia?
Senin, 18 Februari 2019 - 16:27

Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Meluas Capai 841,71 Hektare
Senin, 18 Februari 2019 - 16:21

Ketum PPP: Serangan Jokowi Ke Prabowo Bisa Dipidanakan
Senin, 18 Februari 2019 - 15:46

Tertawai Prabowo, Gerindra: Makanya Pendukung Jokowi Jangan Doyan Baca Komik
Senin, 18 Februari 2019 - 15:41

Demokrat: Serangan Jokowi Soal Lahan Prabowo Sudah Direncanakan
Senin, 18 Februari 2019 - 15:37

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com