Home
Ceramah Ustaz Abdul Somad Pukau Ribuan Warga Raja Ampat | Suami Istri Mualaf Haruskah Mengulang Nikah? | Kokam Pemuda Muhammadiyah Kawal UAS di Papua | Mobil Bekas Favorit Warga Jakarta Bukan Lagi Avanza Xenia | Tjahjo: ASN Jangan Ikut Kepala Daerah Dukung Capres | Beredar Video TNI Melindungi Mahasiswa Demo Di Medan
Minggu, 23 09 2018
/ Metropolitan / 09:30:14 / Serikat Guru: Sistem Zonasi PPDB Memiliki Banyak Kelemahan /
Serikat Guru: Sistem Zonasi PPDB Memiliki Banyak Kelemahan
Selasa, 10 Juli 2018 - 09:30:14 WIB

JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui sistem zonasi masih memiliki sejumlah kelemahan. Kelemahan yang dimaksud seperti munculnya PPDB jalur mandiri yang terjadi di Lampung, kemudian penyalahgunaan jalur siswa tidak mampu seperti di Jawa Tengah dan Jawa Barat, kemudian jalur migrasi seperti di DKI Jakarta, hingga sekolah yang tidak mendapatkan murid di Kota Solo.

"Permendikbud 14/2018 tentang PPDB yang tujuan utamanya untuk pemerataan dan meminimalisir mobilitas siswa ke sekolah tertentu, masih memiliki kelemahan," ucap Sekjen FSGI, Heru Purnomo di Jakarta, Selasa (10/7).

Dia menjelaskan kelemahan itu bermula dari Permendikbud pada bagian keenam tentang biaya di pasal 19. Pasal itu berbunyi "Pemprov wajib menerima dan membebaskan biaya pendidikan bagi peserta didik baru yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu yang berdomisili dalam satu wilayah daerah provinsi paling sedikit 20 persen dari jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima dibuktikan dengan SKTM".

Bahkan di Mataram, sekolah diharuskan menerima 25 persen siswa dari jalur prasejahtera yang dibuktikan dengan kartu Program Keluarga Harapan atau Kartu Indonesia Pintar (KIP), sehingga menimbulkan gejolak dari pemegang kartu-kartu lain seperti KIS, KKS yang akhirnya harus diakomodir.

Kemudian untuk domisili calon peserta didik yang termasuk dalam zonasi sekolah didasarkan pada alamat Kartu Keluarga yang diterbitkan paling lambat enam bulan sebelum pelaksanaan PPDB. Pasal ini tidak terukur dengan jelas alasan migrasi dari suatu daerah ke daerah lain sehingga secara faktual, sehingga banyak ditemukan migrasi dipergunakan untuk memperoleh peluang bersekolah di sekolah negeri (favorit) yang mengakibatkan menutup peluang siswa alih jenjang di zona tersebut.

Untuk radius zonasi, justru membatasi sekolah yang ada di pusat kota yang jauh dari konsentrasi pemukiman warga untuk memperoleh siswa, akibatnya sekolah tersebut kekurangan siswa.

Kelemahan pasal di atas juga membawa kerugian bagi sekolah-sekolah yang tidak terpenuhi daya tampungnya sehingga berakibat bagi guru-guru yang berada di sekolah tersebut tidak terpenuhinya jumlah jam mengajar. Padahal guru-guru butuh banyak jam mengajar sebagai syarat mendapat tunjangan sertifikasi, kata Wasekjen FSGI, Satriawan Halim.

Untuk itu FSGI menyarankan perlu adanya perbaikan dalam Permendikbud tersebut, terutama pada pasal-pasal yang menimbulkan kerancuan. Kemdikbud dan pemerintah daerah perlu memetakan kembali kondisi pendidikan di daerah, meningkatkan anggaran pendidikan untuk kemajuan pendidikan dasar dan menengah sehingga masalah pendidikan selama ini bisa berangsur-angsur mengalami peningkatan secara kualitatif dan berkeadilan.

Sumber : Antara

   
 
Polres Inhil Amankan 130 Dus Rokok Ilegal
Sabtu, 22 September 2018 - 07:55

Pemkab Inhil Diminta Segera Laksanakan Perda yang Telah Dibuat
Sabtu, 22 September 2018 - 07:51

Jelang Pendaftaran CPNS, Sejumlah Masyarakat Datangi Polres Inhil Urus SKCK
Sabtu, 22 September 2018 - 07:47

Maju ke Senayan, Ini yang akan Diperjuangkan Andi Rachman
Jumat, 21 September 2018 - 16:52

Klarifikasi UAS Soal Gelar Doktor Honoris Causa
Jumat, 21 September 2018 - 16:49

Rocky Gerung: Rezim Sudah Goyah
Jumat, 21 September 2018 - 16:43

Sama Dengan RR, Buwas Akan Dicopot Karena Terlalu Jujur
Jumat, 21 September 2018 - 16:40

Kader HMI Diperlakukan Tidak Manusiawi, KAHMI Layangkan Protes Ke Kapolri
Jumat, 21 September 2018 - 16:30

Sekjen PKB Laporkan Ustaz Yahya Waloni Ke Bareskrim
Jumat, 21 September 2018 - 16:17

PBB Belum Resmi Dukung Prabowo-Sandi Walaupun Hadir Di Ijtima Ulama II
Jumat, 21 September 2018 - 16:14

DPR Minta Kapolri Usut Aksi Respresif Aparat Di Bengkulu Dan Medan
Jumat, 21 September 2018 - 16:12

5 Kali WTP Berturut-turut, Bupati Siak Terima Penghargaan Menkeu
Jumat, 21 September 2018 - 09:10

Alfedri Hadiri Pencanangan Penanaman Mangrove
Jumat, 21 September 2018 - 09:07

UAS Sumbangkan Rp 100 Juta Bangun MDA Untuk Anak-Anak Talang Mamak di Rakitkulim
Jumat, 21 September 2018 - 09:01

Himbau Karlahut Kepada Masyarakat, Polsek Kelayang Turun Langsung Patroli
Jumat, 21 September 2018 - 08:58

Tiga Rumah Warga Jalan Kesehatan Gang Satria I Hangus Terbakar
Jumat, 21 September 2018 - 08:50

warga Kelurahan Teluk Pinang, Inhil Membuat Bubur Asyura Secara Bersama-sama
Jumat, 21 September 2018 - 08:47

Warga Sekitar Heboh, Pasutri Warga Tembilahan Ditemukan Tewas di Rumahnya
Jumat, 21 September 2018 - 08:42

Polres Inhil Berhasil Tangkap Pengedar Sabu di Jalan Pekan Arba
Jumat, 21 September 2018 - 08:38

Ditetapkan Sebagai Daftar Calon Legislatif DPR RI,
Gubernur Riau Resmi Mengundurkan Diri Dari Jabatannya
Jumat, 21 September 2018 - 08:33

Hasil Lengkap Matchday Pertama Liga Europa 2018/19
Jumat, 21 September 2018 - 08:23

RUPS Batalkan Hasil Seleksi Pansel BRK,
Suhardiman: Sejak Awal Memang Sudah Salah Prosedur
Jumat, 21 September 2018 - 08:19

Pendukung Jokowi Lempar Mahasiswa Saat Aksi, Bentrok Pun Pecah
Kamis, 20 September 2018 - 16:24

BBKSDA Riau Telusuri Harimau Masuki Perkampungan Masyarakat
Kamis, 20 September 2018 - 16:19

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com