Home
Berburu Rush Baru di Pasar Mobil Bekas, Ini Kisaran Harganya | Mendagri Bantah Selundupkan 31 Juta Data Pemilih Baru ke KPU | Desain Avanza Terbaru Viral, Komunitas Angkat Suara | Stroke Bisa Dicegah dengan Pola Hidup Sehat | Demokrat: Pemerintah Bohong Soal Divestasi 51 Persen Saham Freeport | Terduga Pembunuh Khashoggi Dilaporkan Tewas di Saudi
Jum'at, 19 Oktober 2018
/ Ekbis / 10:23:57 / Siap-siap Produk Pertanian Amerika Serbu Indonesia /
Siap-siap Produk Pertanian Amerika Serbu Indonesia
Kamis, 09 Agustus 2018 - 10:23:57 WIB

JAKARTA - Kabinet Kerja sudah tidak berkutik menghadapi Amerika serikat (AS). Pemerintah memastikan mengi­kuti rekomendasi World Trade Organization (WTO) untuk membuka lebar impor produk pertanian asal negeri Paman Sam tersebut.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengungkapkan, pemerintah akan membu­ka keran impor sejumlah produk pertanian dan peternakan asal AS untuk menjawab ancaman sanksi WTO sebesar 350 juta dolar AS Rp 5,04 triliun.

"Itu kami lakukan untuk menunjukkan komitmen Indonesia mengubah sejumlah peraturan yang membatasi masuknya ba­rang dari AS dan Selandia Baru. Tidak ada pilihan, sebab kita adalah anggota WTO," ungkap Enggar di Jakarta, kemarin.

Enggar menyebutkan, keran impor yang akan dibuka antara lain kede­lai, kapas dan daging sapi. Menurutnya, impor ketiga produk itu tidak merugikan Indonesia karena memang dibutuhkan.

Dia menjelaskan, kedelai AS disukai pengrajin tahu dan tempe di dalam negeri. Mereka protes bila kedelai didatangi dari luar AS. Saat ini, Negeri Paman Sam su­dah memasok 98,3 persen kebutuhan kedelai di dalam negeri.

Untuk produk daging, lanjut Enggar, baik untuk mengurangi ketergantungan impor daging sapi dari Australia. Hal itu bisa menekan harga daging di pasar.

"Kita jangan bergantung pada satu negara. Contohnya, saat kita buka dari Spa­nyol, Brasil dan India. Saat harga naik langsung turun. Jadi jangan pernah ber­gantung pada satu negara," imbuhnya.

Enggar menampik dibukanya keran impor produk pertanian dan pe­ternakan dari AS, akan ber­pengaruh terhadap neraca perdagangan Indonesia. "Kami tetap meyakini, ne­raca perdagangan Indonesia tetap surplus," tegasnya.

Enggar menambahkan, sebenarnya Indonesia dan AS sudah melakukan kesepakatan berupaya meningkatkan nilai perdagangan mencapai 50 miliar dolar AS dari sekarang hanya 28 miliar dolar AS. Namun, AS sepertinya AS inginkan bukti nyata. Karena, mereka melihat aturan Indonesia bertentangan dengan WTO. Makanya AS mengajukan permohonan sanksi ke WTO.

"Solusinya kami akan membuka akses pasar kepada mereka. Sebab perdagangan kita kan surplus dengan Amerika," paparnya.

Seperti diketahui, AS mengajukan permohonan ke WTO agar memberikan sanksi ke Indonesia. Karena, Indonesia dianggap tidak melaksanakan rekomendasi WTO untuk merevisi aturan yang tidak sesuai dengan Persetujuan Umum tentang Tarif dan Perdagangan yang disepakati para anggota or­ganisasi perdagangan dunia tersebut sampai dengan batas waktu yang diberikan 22 Juli 2018.

Kasus ini bermula pada 2016. Saat itu, Indonesia menerbitkan 18 aturan yang dianggap sebagai hambatan non tarif untuk sejumlah produk pertanian dan peter­nakan asal AS dan Selandia Baru.

Beberapa produk impor tersebut, yaitu apel, anggur, kentang, bawang, bunga, jus, buah-buah kering, hewan ternak, ayam dan daging sapi. Kedua negara tersebut memperkarakan regulasi tersebut ke WTO karena dinilai merugikan mereka. Hasilnya, Indo­nesia dinyatakan kalah. Pemerintah sempat banding tetapi tetap kalah.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, pihaknya akan mengirimkan tim ke AS untuk mengetahui pada bagian mana tidak sepakat dengan kebijakan Indone­sia. Karena, pemerintah sudah merevisi aturan. "Ka­lau sudah begini, bagusnya kirim tim agar jelas," ung­kap Darmin.

Darmin menyatakan, siap merevisi aturan sepanjang masuk akal. [Rmol]

   
 
Bank Riau Kepri Raih 2 Penghargaan DataGovAi Award 2018
Kamis, 18 Oktober 2018 - 15:08

Riau Bentuk UPT Khusus Peremajaan Sawit
Kamis, 18 Oktober 2018 - 15:03

213 Mustahik Kecamatan Lubuk Dalam Terima Zakat Tahap III 2018
Kamis, 18 Oktober 2018 - 14:59

Alfedri Serahkan Bantuan Cepat untuk Korban Kebakaran di Koto Gasib
Kamis, 18 Oktober 2018 - 14:55

Laga Final Open Turnamen Bola Voli H Sukarmis Cup I
BRI Rengat dan Teluk Sejuah Kelayang, Terjunkan Pemain Porda Riau dan Proliga
Kamis, 18 Oktober 2018 - 14:50

Ini Sosok Profesor yang Diduga Memutilasi Khashoggi
Kamis, 18 Oktober 2018 - 08:29

Anggaran Defisit, Plt Gubri Akui Sejumlah Proyek akan Tunda Bayar
Kamis, 18 Oktober 2018 - 08:26

Tim Pembina Samsat Riau Peroleh 4 Unit Armada Samsat Keliling dari Bank Riau-Kepri
Kamis, 18 Oktober 2018 - 08:23

Ini Jadwal Pemutihan Denda PKB dari Pemprov Riau
Kamis, 18 Oktober 2018 - 08:20

Berkunjung Ke Kuansing, Komnas HAM Bahas Soal PETI
Kamis, 18 Oktober 2018 - 08:18

Tergerus Mitsubishi Epander, Akankah Toyota Munculkan Model Baru Avanza?
Rabu, 17 Oktober 2018 - 20:22

Kunker ke Pusako, DPMK Siak keliling Kampung
Rabu, 17 Oktober 2018 - 20:14

Proyek Preservasi Jalan Nasional di Inhil Akan Segera Dilelang
Rabu, 17 Oktober 2018 - 20:05

STMIK/AMIK Dumai Salurkan Dana Bantuan Musibah Palu dan Donggala
Rabu, 17 Oktober 2018 - 20:03

BPH Migas Cium Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di Riau
Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:26

Berkat Wajah Baru, Rush-Terios Kuasai Penjualan SUV Murah
Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:16

Dijual Rp75 Jutaan, Apa Fitur yang Ditawarkan Hyundai Santro
Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:13

Menunggu Khabib Vs Mayweather
Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:03

Milad Prabowo, Andi Arief: Semoga Superstar Menang Pilpres
Rabu, 17 Oktober 2018 - 16:01

Peluru Bersarang Di Ruang Anggota DPR F-PD Dicurigai Rentetan Penembakan Senin Lalu
Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:57

Pemkab Siak Telusuri Adanya Grup Medsos LGBT
Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:52

Objek Wisata Teluk Jering Masuk Nominasi Anugerah Pesona Indonesia
Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:50

Cabai Keriting Pekanbaru Naik Hingga Rp60.000/Kg
Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:48

Pemprov dan BPH Migas Optimalkan Pemanfaatan Data Konsumsi Konsumen BBM
Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:46

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com