Home
Amien: Umat Indonesia Berpotensi Pecah Jika Prabowo Pilih UAS | Video Jokowi Naik Moge, Ferdinand: Terlalu Bohongnya ! | Menggelinding Gerakan Haram Pilih Jokowi Di Madura | PHE Siak Lakukan Upacara di Lapangan Batang dan Lapangan Lindai | Gelar Ijtima Ulama II, GNPF Tentukan Sikap ke Prabowo - Sandiaga | Mahasiswa Baru Unri Diserahkan ke Fakultas
Minggu, 19 08 2018
/ Ekbis / 10:23:57 / Siap-siap Produk Pertanian Amerika Serbu Indonesia /
Siap-siap Produk Pertanian Amerika Serbu Indonesia
Kamis, 09 Agustus 2018 - 10:23:57 WIB

JAKARTA - Kabinet Kerja sudah tidak berkutik menghadapi Amerika serikat (AS). Pemerintah memastikan mengi­kuti rekomendasi World Trade Organization (WTO) untuk membuka lebar impor produk pertanian asal negeri Paman Sam tersebut.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengungkapkan, pemerintah akan membu­ka keran impor sejumlah produk pertanian dan peternakan asal AS untuk menjawab ancaman sanksi WTO sebesar 350 juta dolar AS Rp 5,04 triliun.

"Itu kami lakukan untuk menunjukkan komitmen Indonesia mengubah sejumlah peraturan yang membatasi masuknya ba­rang dari AS dan Selandia Baru. Tidak ada pilihan, sebab kita adalah anggota WTO," ungkap Enggar di Jakarta, kemarin.

Enggar menyebutkan, keran impor yang akan dibuka antara lain kede­lai, kapas dan daging sapi. Menurutnya, impor ketiga produk itu tidak merugikan Indonesia karena memang dibutuhkan.

Dia menjelaskan, kedelai AS disukai pengrajin tahu dan tempe di dalam negeri. Mereka protes bila kedelai didatangi dari luar AS. Saat ini, Negeri Paman Sam su­dah memasok 98,3 persen kebutuhan kedelai di dalam negeri.

Untuk produk daging, lanjut Enggar, baik untuk mengurangi ketergantungan impor daging sapi dari Australia. Hal itu bisa menekan harga daging di pasar.

"Kita jangan bergantung pada satu negara. Contohnya, saat kita buka dari Spa­nyol, Brasil dan India. Saat harga naik langsung turun. Jadi jangan pernah ber­gantung pada satu negara," imbuhnya.

Enggar menampik dibukanya keran impor produk pertanian dan pe­ternakan dari AS, akan ber­pengaruh terhadap neraca perdagangan Indonesia. "Kami tetap meyakini, ne­raca perdagangan Indonesia tetap surplus," tegasnya.

Enggar menambahkan, sebenarnya Indonesia dan AS sudah melakukan kesepakatan berupaya meningkatkan nilai perdagangan mencapai 50 miliar dolar AS dari sekarang hanya 28 miliar dolar AS. Namun, AS sepertinya AS inginkan bukti nyata. Karena, mereka melihat aturan Indonesia bertentangan dengan WTO. Makanya AS mengajukan permohonan sanksi ke WTO.

"Solusinya kami akan membuka akses pasar kepada mereka. Sebab perdagangan kita kan surplus dengan Amerika," paparnya.

Seperti diketahui, AS mengajukan permohonan ke WTO agar memberikan sanksi ke Indonesia. Karena, Indonesia dianggap tidak melaksanakan rekomendasi WTO untuk merevisi aturan yang tidak sesuai dengan Persetujuan Umum tentang Tarif dan Perdagangan yang disepakati para anggota or­ganisasi perdagangan dunia tersebut sampai dengan batas waktu yang diberikan 22 Juli 2018.

Kasus ini bermula pada 2016. Saat itu, Indonesia menerbitkan 18 aturan yang dianggap sebagai hambatan non tarif untuk sejumlah produk pertanian dan peter­nakan asal AS dan Selandia Baru.

Beberapa produk impor tersebut, yaitu apel, anggur, kentang, bawang, bunga, jus, buah-buah kering, hewan ternak, ayam dan daging sapi. Kedua negara tersebut memperkarakan regulasi tersebut ke WTO karena dinilai merugikan mereka. Hasilnya, Indo­nesia dinyatakan kalah. Pemerintah sempat banding tetapi tetap kalah.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, pihaknya akan mengirimkan tim ke AS untuk mengetahui pada bagian mana tidak sepakat dengan kebijakan Indone­sia. Karena, pemerintah sudah merevisi aturan. "Ka­lau sudah begini, bagusnya kirim tim agar jelas," ung­kap Darmin.

Darmin menyatakan, siap merevisi aturan sepanjang masuk akal. [Rmol]

   
 
Inisiator #2019GantiPresiden: Jangan Khianati Perjuangan Pendiri Bangsa
Sabtu, 18 Agustus 2018 - 07:52

Gubernur Riau Instruksikan Kekuatan Penuh Tanggulangi Karhutla
Sabtu, 18 Agustus 2018 - 07:42

ADVERTORIAL PEMKAB KEPULAUAN MERANTI
Upacara HUT RI Ke-73 di Kepulauan Meranti Berlangsung Hikmat dan Lancar
Jumat, 17 Agustus 2018 - 17:34

Fahri Hamzah: Kemampuan HRS Baca Peta Situasi Makin Tajam
Jumat, 17 Agustus 2018 - 18:11

Mahfud MD Berpeluang Jadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Maaruf
Jumat, 17 Agustus 2018 - 18:08

Wabup Meranti Inspektur Upacara HUT RI Ke-73 di Lapas Kelas II Selatpanjang
Jumat, 17 Agustus 2018 - 18:04

Sekelumit Cerita Salah Seorang Pelatih Pasukan Pengibar Bendera Kabupaten Siak
Jumat, 17 Agustus 2018 - 18:00

Wakil Bupati Meranti Buka Sosialisasi Kabupaten Program Pamsimas III Tahun 2018
Jumat, 17 Agustus 2018 - 17:56

Jemaah Calon Haji Meranti Persiapan Laksanakan Puncak Haji Armina
Jumat, 17 Agustus 2018 - 17:53

Ramah Tamah berama LVRI, Syamsuar: Peningkatan Pembangunn Tetap Menjadi Perhatian
Jumat, 17 Agustus 2018 - 17:46

Refly Harun Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Jumat, 17 Agustus 2018 - 17:40

Mayones Baik atau Buruk untuk Kesehatan?
Jumat, 17 Agustus 2018 - 17:38

Pesan Ustaz Somad Di HUT RI: Jangan Pisahkan Nasionalisme Dengan Pekik Allahuakbar
Jumat, 17 Agustus 2018 - 17:33

Penyidik KPK Kecewa Kepemimpinan Jokowi Dalam Penegakan Hukum
Jumat, 17 Agustus 2018 - 17:27

Manuver Sandi Dinilai Bisa Memecah Mesin Partai Pendukung Jokowi
Jumat, 17 Agustus 2018 - 17:24

Gubernur Riau: Budaya Melayu Masuk Kurikulum Pendidikan
Jumat, 17 Agustus 2018 - 17:17

Indikasi Sengaja, Dansatgas Geram Saksikan Karhutla di Rohil
Jumat, 17 Agustus 2018 - 17:14

Camat Kelayang Kukuhkan Paskibra Tingkat Kecamatan
Kamis, 16 Agustus 2018 - 20:54

Demokrat Setuju Djoko Santoso Jadi Ketua Tim Pemenangan
Kamis, 16 Agustus 2018 - 20:52

Alumni Presidium 212 Tidak Setuju Kiai Maaruf Jadi Cawapres Jokowi
Kamis, 16 Agustus 2018 - 20:46

Kementrian ESDM Fasilitasi Riau Kelola Blok Rokan
Kamis, 16 Agustus 2018 - 20:36

TNI Segel 45 Titik Lokasi Karhutla Yang Terjadi Di Provinsi Riau
Kamis, 16 Agustus 2018 - 20:32

Miliki Saham Di Bintan Resort, Pemrov Riau Akan Telusuri
Kamis, 16 Agustus 2018 - 20:30

Defisit Anggaran, Sekda Sebut Riau Alami Masa Sulit
Kamis, 16 Agustus 2018 - 20:26

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com