Home
Pendukung Jokowi Lempar Mahasiswa Saat Aksi, Bentrok Pun Pecah | BBKSDA Riau Telusuri Harimau Masuki Perkampungan Masyarakat | Bukan Dendam, GMMK Riau Akan Perlakukan Yaqut Seperti GP Ansor Lakukan UAS di Jawa | Tersangkut Kasus Narkoba, Pegawai Pemkab Meranti Bakal Dipecat | Syamsuar Tak Kunjung Jadi Ketua PAN Riau, Begini Penjelasan DPP | Andi Rachman Mundur, Wan Thamrin Plt Gubernur Riau
Jum'at, 21 09 2018
/ Metropolitan / 08:21:05 / 18 Desa di Riau Dapat Pendampingan Memulihan Lahan Gambut /
18 Desa di Riau Dapat Pendampingan Memulihan Lahan Gambut
Kamis, 13 September 2018 - 08:21:05 WIB

SIAK - Sebanyak 18 desa yang berada di wilayah Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) Sungai Siak-Sungai Kampar, Provinsi Riau mendapatkan pendampingan untuk memulihkan lahan gambut melalui program "tata kelola hutan dan lahan gambut untuk mengurangi emisi di Indonesia melalui kegiatan lokal" atau Tegak.

"Dalam program Tegak ini ICCTF bekerjasama dengan beberapa LSM Riau yang akan menjadi lembaga pelaksana untuk melakukan pendampingan terhadap masyarakat yang berada di KHG Sungai Siak - Sungai Kampar," ujar Team Leader PMU UKCCU - ICCTF, Eko Putranto   di Siak, Rabu.

Beberapa LSM tersebut dibagi dalam tiga konsorsium, di antara Konsorsium Mitra Insani yang terdiri atas Yayasan Mitra Insani (YMI), Jaringan Masyarakat Gambut Riau, dan Fitra Riau. Selanjutnya Konsorsium Elang yang terdiri dari Perkumpulan Elang, KAR, Teras Riau, dan SART. Terakhir Konsorsium RWWG, meliputi Riau Women Working Group, dan Kaliptra Andalas.

Program Tegak untuk KHG Sungai Siak - Sungai Kampar merupakan program ICCTF - UKCCU batch 2, yang berlangsung selama 10 bulan kedepan di 18 desa Provinsi Riau. 4 desa di antaranya berada di Kabupaten Pelalawan, yakni Desa Pulau Muda, Segamai, Gambut Mutiara, dan Serapung. 
   
Sementara 14 desa/kampung yang berada di Kabupaten Siak di antaranya Kampung Teluk Lanus, Penyengat, Sungai Rawa, Rawa Mekar Jaya, Lalang, Tanjung Kuras, Sungai Katu Ara, Parit I/II, Bunsur, Kayu Ara Permai, Sungai Berbari, Sungai Limau, Hrapan, dan Koto Ringin.

ICCTF bekerjasama dengan United Kingdom Climate Change Unit (UKCCU) melaksanakan kegiatan tata kelola hutan dan lahan gambut untuk mengurangi emisi di Indonesia melalui kegiatan lokal (Tegak). 
     
Sebagai upaya restorasi lahan gambut dalam mengurangi kejadian kebakaran di lahan gambut, hutan dan lahan pertanian yang ada di lima provinsi Indonesia, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Riau terpilih menjadi salah satu provinsi yang mendapatkan pendampingan dan prioritas karena memiliki jumlah KHG yang cukup besar, yakni 49 KHG dengan luas mencapai 5.140.000 hektare (Ha).

Selain itu karena Riau memiliki kawasan gambut dengan areal yang cukup luas, yakni sekitar 39 juta Ha (diperkirakan sekitar 44,8 persen dari total luas  provinsi Riau).

"Seperti kita ketahui, kejadian kabut asap yang terjadi pada 2015 adalah kebakaran hutan dan lahan yang cukup hebat di provinsi Riau, selain itu lahan gambut di Riau adalah yabg terluas se-Indonesia," ungkap dia.

ICCTF melalui dukungan dana dari UKCCU berkomitmen untuk melakukan restorasi gambut, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, salah satunya dengan 3R. Yakni Rewetting atau pembangunan  infrastruktur pembasahan gambut melalui teknik sekat kanal (canal blocking), penimbunan kanal, dan sumur bor. Revegetation atau revegetasi penanaman pohon atau tanaman endemik gambut, dan Revitalization atau Revitalisasi mata pencaharian masyarakat lokal.

"Kita akan memberdayakan masyarakat untuk melakukan peningkatan ekonomi dengan penanaman nanas dan kelapa di lahan gambut. Nantinya kita akan berkolaborasi dengan perusahaan swasta yang akan melakukan ekspor," sebut dia.

Direktur Yayasan Mitra Insani (YMI) Riau, Muslim menyebutkan, program "Tegak" ini bertujuan untuk meningkatkan tata kelola hutan dan lahan gambut melalui kerjasama langsung dengan Pemerintah ditingkatkan pusat maupun daerah. Serta meningkatkan strategi penanggulangan kebakaran dan mempromosikan praktik terbaik di masyarakat.

Aktivasi utama 3R Program ini akan membangun 67 unit sekat kanal, penimbunan kanal sepanjang lima kilometer, dan membuat 178 unit Sumut bor. Kemudian menanam 61 ribu tanaman hutan di lahan seluas 130 hektar (Ha). Serta melatih lebih dari 400 orang, masing-masing nya untuk memahami isu ekosistem gambut, dan pemanfaatan hasil produk Watini atau agroforestry di lahan gambut, promosi kawasan ekowisata dan sekolah lapang PLTB dan Paludikultur.

Selain itu melatih 200 Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk memantau tdan memadamkan api, menjadikan 18 desa tersebut sesuai SOP and EWS penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, serta membangun empat menara pantau. [ANTARA]

   
 
Belum Halal Tetapi Darurat, MUI Tegaskan Imunisasi MR Wajib
Rabu, 19 September 2018 - 08:47

Dua Nama Calon Direktur BRK Diduga Bermasalah, OJK: Kita Akan Pilih Orang Baik-baik
Rabu, 19 September 2018 - 08:44

Sempat Di Selamatkan Dari Kondisi Kritis, Anak Gajah Liar Sulit Dilepasliarkan
Rabu, 19 September 2018 - 08:41

5 Kadis Pariwisata Kabupaten Kota se-Riau Teken MoA Pariwisata
Rabu, 19 September 2018 - 08:28

Pemkab Meranti Buka Pendaftaran CPNS 2018, Jumlah Formasi 223 Orang
Rabu, 19 September 2018 - 08:19

3 Desa di Meranti Raih Penghargaan Desa Terbaik Tingkat Provinsi Riau 2018
Rabu, 19 September 2018 - 08:17

Masyarakat Desa Baran Melintang Rasakan Pembangunan
Rabu, 19 September 2018 - 08:15

Lagi Tren, Payung Teduh Buat Naik Motor
Selasa, 18 September 2018 - 16:41

Fahri Hamzah: KPK Layani Kelompok Pelindung Skandal Century
Selasa, 18 September 2018 - 16:37

Mulai Oktober, Bikin BPKB Harus Sertakan Nomor HP dan Email
Selasa, 18 September 2018 - 16:29

13 Tim Siap Berlaga di TdSi 2018
Selasa, 18 September 2018 - 16:21

Harga TBS Sawit di Riau Turun 2,35 persen dari Minggu Lalu
Selasa, 18 September 2018 - 16:13

Perwakilan OPD di Inhil Ikuti Sosialisasi SPIP
Selasa, 18 September 2018 - 16:10

Ketua DPC PKB Inhil Buka Pembekalan Caleg
Selasa, 18 September 2018 - 16:07

KS 212 Komunitas Dumai Pecah Kongsi?
Selasa, 18 September 2018 - 16:05

Majelis Hakim Menangkan Gugatan Warga Sido Dadi Atas Lahan KKPA
Selasa, 18 September 2018 - 15:58

Pengawasan Disdik Provinsi di Meranti Dinilai Lemah
Selasa, 18 September 2018 - 15:56

Syam “Bujuk” Insan Film Nasional Film-kan Negeri Istana
Selasa, 18 September 2018 - 15:50

Antisipasi Karlahut, Polsek Kelayang Gelar Rakor
Selasa, 18 September 2018 - 15:46

Habib Rizieq Serukan Politik Identitas Berketuhanan
Selasa, 18 September 2018 - 08:50

Pengamat: Ijtima Kukuhkan Ulama-Umara Kubu Prabowo-Sandiaga
Selasa, 18 September 2018 - 08:47

Dinilai Hina Presiden, Mahasiswa Riau Diadukan ke Polisi
Selasa, 18 September 2018 - 08:43

Camat Tebing Tinggi Tertibkan Suara Kaset Penangkaran Walet
Selasa, 18 September 2018 - 08:31

Perpatri Inhil Resmi Terbentuk
Selasa, 18 September 2018 - 08:27

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com