Home
Ribuan Massa Diperkirakan Hadiri Shalawat dan Zikir di Monas | Manfaat Kesehatan Biji Pepaya | Malam Munajat 212, 14 KAI Berhenti Luar Biasa Di Stasiun Jatinegara | Rusia Bidik AS Jika Taruh Rudal Nuklir Jarak Sedang di Eropa | Tak Ingin Jadi Gubernur Riau Keempat Tersandung Hukum, Syamsuar Siap Didampingi KPK | Pemko Pekanbaru Minta Gubernur Syamsuar Tuntaskan Persoalan Cik Puan
Kamis, 21 Februari 2019
/ Nasional / 15:26:35 / Ijtima Ulama II Tentukan Capres-Cawapres yang Didukung /
Ijtima Ulama II Tentukan Capres-Cawapres yang Didukung
Minggu, 16 September 2018 - 15:26:35 WIB

JAKARTA - Ketua GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) Ulama, Yusuf Muhammad Martak mengatakan dilakukannya Ijtima Ulama II bertujuan untuk menyamakan suara antar ulama terkait dukungan di Pilpres 2019. Sebelumnya, pada Ijtima Ulama I, para ulama telah sepakat mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden dan Ustaz Abdul Somad (UAS) serta Salim Segaf Aljufri.

Namun, dua nama cawapres tersebut tidak dapat diakomodasi oleh kubu Prabowo. Oleh karena itu, Yusuf mengatakan keputusan akhir arah dukungan akan diserahkan kepada para ulama melalui forum Ijtima Ulama II di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Ahad (16/9).

"Dikarenakan dua cawapres tidak terakomodir, maka sesuai mekanisme dan menjunjung tinggi rasa hormat pada tokoh nasional, kita kembalikan pada forum yang sama yaitu Ijtima yang kedua. Di sini akan dibahas tentang apa yang telah kita sampaikan dan seluruh perjalanan yang telah kita lakukan. Insya Allah hari ini akan keluar keputusan," kata Yusuf pada wartawan, dalam konferensi pers Ijtima Ulama II, Ahad (16/9).

Dalam Ijtima Ulama II ini, Yusuf mengatakan, akan ada sebuah pakta integritas. Pakta tersebut nantinya akan ditandatangani oleh kubu Prabowo. Setelah itu, para ulama dapat memutuskan sejauh apa dukungan dan bagaimana bentuk dukungan yang diberikan.

"Jadi ijtima ini ada pakta integritas yang apabila ditandatangani, berarti tanda keseriusan Pak Prabowo dan Pak Sandi menjaga komitmen di pakta integritas itu," kata Yusuf.

Meskipun demikian, Yusuf masih enggan membeberkan isi pakta integritas tersebut. Satu hal isi pakta integritas yang ia katakan adalah bahwa GNPF tidak meminta jabatan apapun dari kubu Prabowo-Sandiaga.

"Kita berbuat lillahi ta'ala tanpa pamrih, tanpa ada bargaining. Kita berbuat demi kepentingan bangsa dan negara demokrasi, kepentingan umat Islam di Indonesia jangan sampai merasakan ketidak adilan. Kita butuh keadilan yang equal," kata dia.

Adapun isi pakta integritas lainnya menurut Yusuf akan ditunjukkan pada publik setelah ditandatangani oleh Prabowo-Sandiaga. "Di lain itu, ada beberapa poin. Ada 15 sekian dan nanti setelah ditandatangi akan diekspos ke seluruh media," katanya melanjutkan. [Republika]

   
 
Nasihat Ustaz Abdul Somad untuk Penunda Shalat
Rabu, 20 Februari 2019 - 07:38

Messi-Suarez Tumpul, Barcelona Raih Hasil Seri di Markas Lyon
Rabu, 20 Februari 2019 - 07:26

252 Pelamar PPPK Pemko Pekanbaru Lulus Administrasi
Rabu, 20 Februari 2019 - 07:23

Prabowo: Hukuman Dhani Bukti Ketidakbenaran Hukum
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:48

TKN Akui Luhut Bersuara Lantang, Tapi Bukan Marah
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:39

TKN Akui Luhut Bersuara Lantang, Tapi Bukan Marah
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:32

PKS: Injak-injak Sajadah Caleg PDIP Itu Penistaan
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:18

Wan Thamrin Minta Syamsuar Lanjutkan Pembangunan yang Telah Dimulai
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:05

Besok Plh Gubri Ditentukan Dalam Rapat di Setneg
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:01

Profesor Australia: UAS Sangat Populer karena Tampilkan Islam Solusi atas Segala Persoalan
Selasa, 19 Februari 2019 - 14:55

Kebijakan Jokowi Membahayakan Kedaulatan Pangan
Selasa, 19 Februari 2019 - 09:30

Aci Cahaya Juara MTQ Riau 2018 Rilis Lagu
Selasa, 19 Februari 2019 - 09:05

Perpani Siak Raih 1 Emas 7 Perak dan 4 Perunggu di Wirabraja Open 2019
Selasa, 19 Februari 2019 - 08:57

Tanya Unicorn ke Prabowo, Bahasa Inggris Jokowi Disebut Belepotan
Selasa, 19 Februari 2019 - 08:47

Israel Tutup Semua Gerbang Masjid Al-Aqsha
Selasa, 19 Februari 2019 - 08:40

TKN Jawab Tuduhan Gerak-gerik Mencurigakan Anggotanya saat Debat
Selasa, 19 Februari 2019 - 08:34

Fraksi Golkar Soroti Masalah PAD Tidak Capai Target
Selasa, 19 Februari 2019 - 08:25

Dibahas di Debat Capres, Apa Saja Unicorn Indonesia?
Senin, 18 Februari 2019 - 16:27

Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Meluas Capai 841,71 Hektare
Senin, 18 Februari 2019 - 16:21

Ketum PPP: Serangan Jokowi Ke Prabowo Bisa Dipidanakan
Senin, 18 Februari 2019 - 15:46

Tertawai Prabowo, Gerindra: Makanya Pendukung Jokowi Jangan Doyan Baca Komik
Senin, 18 Februari 2019 - 15:41

Demokrat: Serangan Jokowi Soal Lahan Prabowo Sudah Direncanakan
Senin, 18 Februari 2019 - 15:37

Anniversary ke-3, ID42NER Riau Touring dan Baksos di Muara Takus
Senin, 18 Februari 2019 - 15:25

Pemkab Inhu Percayakan Transaksi Non Tunai Kepada Bank Riau Kepri
Senin, 18 Februari 2019 - 15:21

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com