Home
Tubuh Khashoggi Dipotong-potong Cuma 15 Menit | Wow, Avanza Bisa Dicicil Rp100 Ribuan | Cara Mudah Menurunkan Gula Darah Tinggi dengan Kayu Manis | Jadi Tersangka, Polisi Segera Panggil Ahmad Dhani | Sandi Tak Mau Ikut Campur Masalah Internal PAN Yang Mau Dukung Jokowi | Kubu Prabowo-Sandi Usul Debat Capres-Cawapres di Kampus
Senin, 22 Oktober 2018
/ Metropolitan / 08:47:43 / Belum Halal Tetapi Darurat, MUI Tegaskan Imunisasi MR Wajib /
Belum Halal Tetapi Darurat, MUI Tegaskan Imunisasi MR Wajib
Rabu, 19 September 2018 - 08:47:43 WIB

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan sifat imunisasi campak rubella (measles rubella/MR) memang tidak halal namun anak-anak Indonesia wajib mendapatkan imunisasi ini. Alasannya MUI meyakini hal itu karena sifatnya darurat dan masih menjadi satu-satunya vaksin.

Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin mengatakan, terkait masalah vaksin MR, MUI sudah mengeluarkan fatwa no 4 tahun 2016. Di fatwa itu sudah diputuskan bahwa melakukan imunisasi yang mengancam, menimbulkan penyakit, kecacatan yang berkelanjutan, maka bukan hanya boleh digunakan.

“Apalagi menurut informasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang punya kompetensi, rubella ini sangat berbahaya dan itu artinya memang bahaya, jadi kmunisasi MR ini merupakan kewajiban. Memang vaksin MR itu tidak halal, tetapi kalau darurat vaksin itu boleh digunakan, apalagi masih menjadi satu-satunya yang ada,” kata Ma’ruf Amin saat ditemui di diskusi FMB bertema 'Jalan Panjang Fatwa MUI Vaksin MR', di Jakarta Pusat, Selasa (18/9/2018) petang.

Ia menyontohkan vaksin meningitis untuk jamaah ibadah haji. Dulu para jamaah haji harus divaksin meningitis yang bahan bakunya belum halal 2010 lalu. Tetapi mau tidak mau mereka harus mendapatkan imunisasi itu karena jika menolak, sang jamaah tidak boleh memasuki Arab Saudi dan berhaji.

Akhirnya saat itu MUI memperbolehkan jamaah haji Tanah Air menggunakan vaksin meningitis dari Belgia itu karena dia darurat dan dia tidak boleh haji jika menolak. Kemudian pada 2011 baru ditemukan imunisasi meningitis halal.

Kasus itu, dia melanjutkan, sama halnya imunisasi MR yang digunakan karena masih menjadi satu-satunya vaksin untuk mengatasi rubella. Jadi, kata dia, imunisasi MR harus tetap digunakan sampai tidak ada dampak buruk untuk Indonesia.

Apalagi, kata dia, Kementerian Kesehatan sudah menunjukkan langsung contohnya dan bahaya jika tidak mendapatkannya. Kalau generasi muda Indonesia akan seperti itu, Indonesia akan menjadi bangsa yang lemah dan kalah berkompetisi dengan bangsa yang lain.

"Jadi imunisasi MR itu wajib. Andaikan nanti ada vaksin yang halal tentu harus pakai yang halal," katanya.

Di satu sisi, ia menyayangkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tidak meminta fatwa langsung tentang vaksinnya. Kemudian prosesnya baru dilakukan pada tahun 2018 dan lahir Fatwa MUI No. 33 tentang penggunaan vaksin Rubella.

Jadi, selama dua tahun 2016-2018, tidak ada fatwa tentang kehalalan atau apakah vaksinnya itu halal atau tidak. "Baru tahun 2018 kita keluarkan fatwanya karena darurat, belum ada penggantinya hukumnya, ada kebolehan sesuatu yang dilarang,” ujarnya.

Karena itu, Ma’ruf Amin menekankan, bahwa pihaknya sangat prihatin terhadap capaian imunisasi vaksin MR yang tengah dilaksanakan saat ini baru mencapai 49 persen.

“Karena itu, harus ada upaya-upaya maksimal melibatkan semua pihak. Kami, MUI sudah mengeluarkan dua fatwa dan kami siap mensukseskan Vaksin Rubella ini,” katanya. [Rol]

   
 
Syekh Sudais: Lemahkan Saudi Berarti Sakiti Miliaran Muslim
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:50

Jakarta Melayu Festival Jadi Ajang Kembangkan Budaya Melayu
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:47

Arab Saudi Pastikan Khashoggi Meninggal Setelah Perkelahian
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:43

Riau Terus Perangi Penambangan Emas Ilegal
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:37

FH UIR Jalin Kerjasama dengan FH UII Yogyakarta
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:34

Partai Golkar Dumai Berbagi Rezeki di Panti Asuhan
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:30

Cegah Bahaya LGBT, Wabup Siak Instruksikan Disdikbud Gelar Sosialisasi
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:25

45 Tim dan 3 Negara Berlaga di Dragond Boad Internasional Tanjung Pinang
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:23

Bupati Meranti Pimpin Rapat Pembahasan APBD Tahun 2019
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:19

Peserta Tes CPNS Siak Dibaijiri Peminat Menjjadi Cik Gu
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:17

Berburu Rush Baru di Pasar Mobil Bekas, Ini Kisaran Harganya
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:31

Mendagri Bantah Selundupkan 31 Juta Data Pemilih Baru ke KPU
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:28

Desain Avanza Terbaru Viral, Komunitas Angkat Suara
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:23

Stroke Bisa Dicegah dengan Pola Hidup Sehat
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:14

Demokrat: Pemerintah Bohong Soal Divestasi 51 Persen Saham Freeport
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:10

Terduga Pembunuh Khashoggi Dilaporkan Tewas di Saudi
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:56

Gempa Berkekuatan 5.0 Magnitude Guncang Sumut Pagi Ini
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:52

Belum Miliki Amdal, Perusahaan Sawit Di Riau Terancam Denda Rp1 Miliar
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:47

Diduga Lakukan Tidak Pidana Korupsi, Polda Riau Kembali Periksa Wakil Bupati Bengkalis
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:45

Dewan Pendidikan dan LAM Riau Bahas Silabus dan RPP Mulok Budaya Melayu
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:42

Xpander Bekas Sudah Tersedia, Ini Harganya
Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:53

Pertemuan Parlemen Dunia Tolak Pembahasan Legalisasi LGBT
Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:45

Kelompok Nelayan Inhil Terima Bantuan Pompong dan Alat Tangkap Ikan
Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:33

Polres Inhil Amankan 2 Lelaki Pengedar Sabu
Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:28

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com