Home
Wasekjen Demokrat: AHY Tepat Jadi Ketum Penerus SBY | Menhan Minta Kasus Kivlan Zen Dan Soenarko Dipertimbangkan | Deddy Corbuzier Kabarnya Batal Ucap Kalimat Syahadat di Hitam Putih | Ulama Aceh Haramkan Permainan PUBG | Harga TBS Sawit Riau Turun Lagi | BW Pergoki Tim Hukum KPU yang Foto Barang Bukti Kubu Prabowo
Kamis, 20 Juni 2019
/ Peristiwa / 15:56:39 / Buwas Ngaku Curiga, BPK Temukan Persetujuan Impor Pangan Tidak Lalui Rakor /
Buwas Ngaku Curiga, BPK Temukan Persetujuan Impor Pangan Tidak Lalui Rakor
Rabu, 19 September 2018 - 15:56:39 WIB

JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengaku curiga dengan kebijakan impor pangan yang dilakukan Kementerian Perdangan. Tidak sepatutnya Indonesia sebagai negara agraris melakukan hal tersebut. Ironis.

“Republik Indonesia ini negara agraris, tapi kita justru malah impor bahan pertanian atau pangan. Ini kan ironis,” ujar Budi Waseso pada acara peresmian Politeknik Pertanian Pembanggunan di Bogor, Jawa Barat, Selasa (18/9).

Kecurigaan Buwas, sapaan populernya saat menjabat Kabareskrim Mabes Polri, terhadap kebijakan impor pangan, beralasan. Hasil telisik Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), setidaknya dalam bentang waktu Tahun 2015 hingga Semester I Tahun 2017, bisa menjadi jawaban.

Data hasil telisik BPK yang beredar di kalangan wartawan, menegaskan bahwa sistem pengendalian intern Kementerian Perdagangan belum efektif untuk memenuhi kapatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Data yang beredar di kalangan wartawan, BPK menemukan penerbitan persetujuan impor dalam rangka menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga yang dilakukan Kementerian Perdagangan tidak melalui pembahasan dalam rapat koordinasi (Rakor) dan tanpa rekomendasi dari kementerian teknis.

Pada point ini, telisik BPK menemukan pada proses impor gula, baik Gula Kristal Putih (GKP) maupun Gula Kristal Merah (GKM). Juga terjadi pada kebijakan impor Beras Kukus, impor sapi, impor daging sapi yang pada tahun 2016 saja mencapai angka Rp 737,65 miliar.

Sementara pada proses impor yang tidak didukung oleh dokumen persyaratan yang lengkap, BPK menemukan terjadi pada penerbitan persetujuan impor beras. Juga terjadi pada persetujuan impor sapi, impor daging sapi, dan impor garam.

Kata Buwas, Tiongkok yang tidak memiliki basis pertanian tapi memiliki ketahanan pangan yang baik. Ketahanan pangan di Tiongkok bisa mencapai 10 tahun, padahal hanya bisa menanam sekali dalam setahun.

“Sementara Indonesia yang memiliki masa tanam dua hingga tiga kali setahun, tidak memiliki ketahanan pangan. Indonesia mengandalkan impor dalam memenuhi kebutuhan mendasar tersebut. Kenapa kita kalah sama Tiongkok? Ini pasti ada yang salah,” tegasnya.

Buwas mengaku miris dengan impor pangan yang terus dilakukan pemerintah.

“Impor pangan merupakan hal ironis lantaran Indonesia merupakan negeri yang agraris,” katanya.

Banyak beras impor di gudang Bulog yang tidak digunakan sama sekali. Bahkan ada yang sudah turun mutu. Terus kalau kita harus impor itu untuk apa?, ujar Buwas bertanya-tanya.

Lebih ironis lagi, saat ini stok beras Bulog melimpah. Bahkan, saking melimpahnya, Bulog sampai harus meminjam gudang pihak lain untuk menyimpan stok beras.

Buwas pun bertekad akan mencari tahu lebih dalam akar masalah kebijakan impor pangan yang dilakukan. [rmol]

   
 
LSM Temukan Dugaan Perbuatan Asusila Imigran Afganistan
Selasa, 18 Juni 2019 - 17:36

PUPR Kerahkan Pasukan Kuning Buka Saluran Air Penyebab Banjir Pekanbaru
Selasa, 18 Juni 2019 - 17:32

Trase Tol Padangpariaman-Pekanbaru Kembali Diubah, Begini Penjelasannya
Selasa, 18 Juni 2019 - 17:29

Banjir Makan Korban Jiwa, Dedet Sebut Pemko Pekanbaru Tak Maksimal
Selasa, 18 Juni 2019 - 17:22

Pembangunan Pelabuhan Bagansiapiapi Diduga Salahi Aturan
Selasa, 18 Juni 2019 - 17:20

Atasi Banjir Pekanbaru, Firdaus Butuh Bantuan Pemprov dan Pemkab Kampar
Selasa, 18 Juni 2019 - 17:16

Demo Sidang MK, Hehamahua: Anak Perusahaan BUMN adalah BUMN
Selasa, 18 Juni 2019 - 17:00

Wacana Naik Pesawat ke Jakarta Via Negeri Jiran Tunggu Izin Menko Perekonomian
Selasa, 18 Juni 2019 - 16:54

Riau Miliki 24 Desa Wisata Miliki Karakteristik Khusus
Selasa, 18 Juni 2019 - 16:51

Festival Bakar Tongkang Diprediksi Dongkrak Angka Wisatawan
Selasa, 18 Juni 2019 - 16:47

Sidang Pilpres Kembali Digelar Hari Ini, 4 Kontainer Bukti Pamungkas Prabowo Tiba di MK
Selasa, 18 Juni 2019 - 09:21

Sayuran Ini Ternyata Bisa Obati Kanker dan Diabetes
Selasa, 18 Juni 2019 - 09:18

Menteri PUPR Pastikan Tol Padang-Pekanbaru Dibangun dan Ikuti Usulan Pemprov Sumbar
Selasa, 18 Juni 2019 - 09:15

Walikota Pekanbaru Bantah Mutasi Bulan Ini, Tapi Jelang Akhir Tahun
Selasa, 18 Juni 2019 - 08:59

Yusril Ihza Minta MK Tolak Permohonan Tim Hukum Prabowo-Sandi
Selasa, 18 Juni 2019 - 08:56

Wali Kota London Sebut Trump Sebagai Contoh Orang Rasis
Selasa, 18 Juni 2019 - 08:52

Morsi Meninggal Dunia, Ini Reaksi Dunia
Selasa, 18 Juni 2019 - 08:52

Ketua PGRI Riau Syahril Meninggal Dunia, Disdik Riau Turut Berduka
Selasa, 18 Juni 2019 - 08:48

Pemko Pekanbaru akan Normalisasi Sungai Bintungan
Selasa, 18 Juni 2019 - 08:45

Tak Bayar Uang Sewa, Penghuni Rusunawa Yos Sudarso Terancam Diusir
Selasa, 18 Juni 2019 - 08:32

Besok Wiranto akan Bertemu Mantan Panglima GAM
Senin, 17 Juni 2019 - 17:47

Awas, Simpan Air Mineral di Mobil Bisa Picu Kebakaran
Senin, 17 Juni 2019 - 17:40

KPU Bengkalis Usulkan Rp50 Miliar untuk Anggaran Pilkada 2020
Senin, 17 Juni 2019 - 17:16

Kasus Penyelewengan Dana Hibah Kembali Dibuka, Ini Kata Mantan Rektor UIR
Senin, 17 Juni 2019 - 17:11

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com