Home
Tubuh Khashoggi Dipotong-potong Cuma 15 Menit | Wow, Avanza Bisa Dicicil Rp100 Ribuan | Cara Mudah Menurunkan Gula Darah Tinggi dengan Kayu Manis | Jadi Tersangka, Polisi Segera Panggil Ahmad Dhani | Sandi Tak Mau Ikut Campur Masalah Internal PAN Yang Mau Dukung Jokowi | Kubu Prabowo-Sandi Usul Debat Capres-Cawapres di Kampus
Senin, 22 Oktober 2018
/ Riau Region / 08:11:44 / Terpisah Dari Induknya, Bayi Beruang Liar Dievakuasi Dari Hutan Tanaman Industri /
Terpisah Dari Induknya, Bayi Beruang Liar Dievakuasi Dari Hutan Tanaman Industri
Selasa, 09 Oktober 2018 - 08:11:44 WIB

PEKANBARU - Tim Forest Protection Arara Abadi bersama Tim Patroli Smart Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo mengevakuasi seekor bayi beruang madu liar dari area hutan tanaman industri perusahaan di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.
   
"Iya benar, bayi beruang itu ditemukan oleh pekerja kontraktor kita, dan kita sudah melakukan sesuai prosedur standar operasi untuk menyelamatkannya," kata Humas PT Arara Abadi-Sinar Mas Forestry, Nurul Huda, ketika dihubungi Antara dari Pekanbaru, Senin.
   
Nurul mengatakan anak beruang tersebut pada Senin ini sudah diserahkan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, di Kota Pekanbaru.
   
Direktur Eksekutif Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Yuliantoni, mengatakan tim patroli yayasan mengetahui ada bayi beruang madu tersebut pada tanggal 5 Oktober lalu. Satwa bernama latin helarctos malayanus tersebut sempat dipelihara oleh pekerja yang menemukannya.
   
Bahkan, pekerja tersebut juga memberi makan susu kepada satwa yang dilindungi itu.
   
"Bayinya sehat, dan terlihat aktif. Tapi kita belum melakukan pemeriksaan lebih dalam mengenai perkiraan umur dan kelaminnya, karena kita sekadar merawatnya. Nanti dokter hewan BBKSDA yang akan memeriksanya," ujar Yuliantoni.
   
Ia menduga bayi beruang madu itu terpisah dari induknya karena konflik di habitatnya. Lokasi penemuan satwa itu sedang ada aktivitas penebangan pohon di hutan tanaman industri (HTI) Arara Abadi.
   
Menurut dia, beruang merupakan binatang yang bersifat soliter atau penyendiri, dan ketika ada penebangan menggunakan gergaji mesin dan alat berat, kemungkinan induk beruang stres. "Dan ketika menghindar, bayinya ditinggal," katanya.
   
"(Kasus) ini disebabkan oleh konflik karena itu kemungkinan home range (area jelajah) beruang, dan kita lupa lihat kondisi sekitar," lanjut Yuliantoni.
   
Menurut dia, sejauh ini perusahaan industri kehutanan sebenarnya sudah menerapkan kewajiban membuat kawasan lindung atau kawasan bernilai konservasi tinggi di konsesi HTI. Namun, kondisi kawasan itu terpisah-pisah sehingga perlu dipikirkan juga membuat koridor yang menghubungkannya untuk keamanan satwa dan manusia.
   
Selain itu, ia menilai perusahaan perlu memperbanyak tim khusus untuk memitigasi konflik satwa dengan manusia.
   
"Kalau ada tim khusus itu dan ada kawasan konservasi, dia (beruang) bisa berlindung di sana," katanya.
   
Ia menambahkan, populasi beruang madu di area konsesi perusahaan tersebut cukup banyak sehingga upaya lebih untuk mitigasi konflik sangat diperlukan. [antara]

   
 
Syekh Sudais: Lemahkan Saudi Berarti Sakiti Miliaran Muslim
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:50

Jakarta Melayu Festival Jadi Ajang Kembangkan Budaya Melayu
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:47

Arab Saudi Pastikan Khashoggi Meninggal Setelah Perkelahian
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:43

Riau Terus Perangi Penambangan Emas Ilegal
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:37

FH UIR Jalin Kerjasama dengan FH UII Yogyakarta
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:34

Partai Golkar Dumai Berbagi Rezeki di Panti Asuhan
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:30

Cegah Bahaya LGBT, Wabup Siak Instruksikan Disdikbud Gelar Sosialisasi
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:25

45 Tim dan 3 Negara Berlaga di Dragond Boad Internasional Tanjung Pinang
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:23

Bupati Meranti Pimpin Rapat Pembahasan APBD Tahun 2019
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:19

Peserta Tes CPNS Siak Dibaijiri Peminat Menjjadi Cik Gu
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:17

Berburu Rush Baru di Pasar Mobil Bekas, Ini Kisaran Harganya
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:31

Mendagri Bantah Selundupkan 31 Juta Data Pemilih Baru ke KPU
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:28

Desain Avanza Terbaru Viral, Komunitas Angkat Suara
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:23

Stroke Bisa Dicegah dengan Pola Hidup Sehat
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:14

Demokrat: Pemerintah Bohong Soal Divestasi 51 Persen Saham Freeport
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:10

Terduga Pembunuh Khashoggi Dilaporkan Tewas di Saudi
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:56

Gempa Berkekuatan 5.0 Magnitude Guncang Sumut Pagi Ini
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:52

Belum Miliki Amdal, Perusahaan Sawit Di Riau Terancam Denda Rp1 Miliar
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:47

Diduga Lakukan Tidak Pidana Korupsi, Polda Riau Kembali Periksa Wakil Bupati Bengkalis
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:45

Dewan Pendidikan dan LAM Riau Bahas Silabus dan RPP Mulok Budaya Melayu
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:42

Xpander Bekas Sudah Tersedia, Ini Harganya
Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:53

Pertemuan Parlemen Dunia Tolak Pembahasan Legalisasi LGBT
Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:45

Kelompok Nelayan Inhil Terima Bantuan Pompong dan Alat Tangkap Ikan
Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:33

Polres Inhil Amankan 2 Lelaki Pengedar Sabu
Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:28

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com