Home
HUT Ke-19 Rokan Hilir, Plt Gubri Kisahkan Liku-liku Sejarah Terbentuknya Kabupaten Rohil | Kecewa Jokowi Diberi Gelar Adat, Syarwan Hamid akan Kembalikan Gelarnya ke LAMR | Sejuta Pesona Alam Rokan Hilir, Surganya Para Turis Lokal dan Mancanegara | Spanduk #JKWBersamaPKI Justru Munculkan Kontra Simpati | Serupa Tapi Tak Sama, Daulat 812 Di Kuala Lumpur Dan Aksi 212 Di Jakarta | Air Bersih Untuk Masyarakat, Pemkab Rohil Gelontorkan Rp34 M Bangun Jaringan SPAM Durolis
Senin, 10 Desember 2018
/ Riau Region / 08:11:44 / Terpisah Dari Induknya, Bayi Beruang Liar Dievakuasi Dari Hutan Tanaman Industri /
Terpisah Dari Induknya, Bayi Beruang Liar Dievakuasi Dari Hutan Tanaman Industri
Selasa, 09 Oktober 2018 - 08:11:44 WIB

PEKANBARU - Tim Forest Protection Arara Abadi bersama Tim Patroli Smart Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo mengevakuasi seekor bayi beruang madu liar dari area hutan tanaman industri perusahaan di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.
   
"Iya benar, bayi beruang itu ditemukan oleh pekerja kontraktor kita, dan kita sudah melakukan sesuai prosedur standar operasi untuk menyelamatkannya," kata Humas PT Arara Abadi-Sinar Mas Forestry, Nurul Huda, ketika dihubungi Antara dari Pekanbaru, Senin.
   
Nurul mengatakan anak beruang tersebut pada Senin ini sudah diserahkan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau, di Kota Pekanbaru.
   
Direktur Eksekutif Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Yuliantoni, mengatakan tim patroli yayasan mengetahui ada bayi beruang madu tersebut pada tanggal 5 Oktober lalu. Satwa bernama latin helarctos malayanus tersebut sempat dipelihara oleh pekerja yang menemukannya.
   
Bahkan, pekerja tersebut juga memberi makan susu kepada satwa yang dilindungi itu.
   
"Bayinya sehat, dan terlihat aktif. Tapi kita belum melakukan pemeriksaan lebih dalam mengenai perkiraan umur dan kelaminnya, karena kita sekadar merawatnya. Nanti dokter hewan BBKSDA yang akan memeriksanya," ujar Yuliantoni.
   
Ia menduga bayi beruang madu itu terpisah dari induknya karena konflik di habitatnya. Lokasi penemuan satwa itu sedang ada aktivitas penebangan pohon di hutan tanaman industri (HTI) Arara Abadi.
   
Menurut dia, beruang merupakan binatang yang bersifat soliter atau penyendiri, dan ketika ada penebangan menggunakan gergaji mesin dan alat berat, kemungkinan induk beruang stres. "Dan ketika menghindar, bayinya ditinggal," katanya.
   
"(Kasus) ini disebabkan oleh konflik karena itu kemungkinan home range (area jelajah) beruang, dan kita lupa lihat kondisi sekitar," lanjut Yuliantoni.
   
Menurut dia, sejauh ini perusahaan industri kehutanan sebenarnya sudah menerapkan kewajiban membuat kawasan lindung atau kawasan bernilai konservasi tinggi di konsesi HTI. Namun, kondisi kawasan itu terpisah-pisah sehingga perlu dipikirkan juga membuat koridor yang menghubungkannya untuk keamanan satwa dan manusia.
   
Selain itu, ia menilai perusahaan perlu memperbanyak tim khusus untuk memitigasi konflik satwa dengan manusia.
   
"Kalau ada tim khusus itu dan ada kawasan konservasi, dia (beruang) bisa berlindung di sana," katanya.
   
Ia menambahkan, populasi beruang madu di area konsesi perusahaan tersebut cukup banyak sehingga upaya lebih untuk mitigasi konflik sangat diperlukan. [antara]

   
 
MC Metallica 1993 Jelaskan Keajaiban Reuni 212
Jumat, 07 Desember 2018 - 20:50

Seruan Habib Rizieq Di Reuni 212 Bukanlah Kampanye
Jumat, 07 Desember 2018 - 20:45

Waspada, Sore Ini Pintu Pelimpahan PLTA Koto Panjang Dibuka 80 Cm
Jumat, 07 Desember 2018 - 20:32

Bangun Tol Riau-Sumbar, PT HK Mulai Mobilisasi Peralatan dari Sicincin ke Pekanbaru
Jumat, 07 Desember 2018 - 20:18

Jalan Lintas Riau-Sumbar Sering Longsor, Dewan Saran Buat Bangunan Penahan Dinding Bukit
Jumat, 07 Desember 2018 - 20:07

Fokus Ornop Inhil Gelar Rapat Kerja
Jumat, 07 Desember 2018 - 19:57

Wardan Lantik Pj Kades Sungai Intan Kecamatan Tembilahan Hulu
Jumat, 07 Desember 2018 - 19:54

Kubu Prabowo: Kami tak Diuntungkan Media
Kamis, 06 Desember 2018 - 16:12

Kuasa Hukum Yakin Habib Bahar Tidak Akan Jadi Tersangka
Kamis, 06 Desember 2018 - 16:09

Condong ke Jokowi, PBB Akui Ada Caleg Dukung Prabowo
Kamis, 06 Desember 2018 - 16:02

Pemprov Riau Pastikan Elpiji 3 Kg Cukup Hingga Akhir Tahun
Kamis, 06 Desember 2018 - 16:01

Diduga Hamili Pacar, Oknum Brimob Dilaporkan ke Propam Polda Riau
Kamis, 06 Desember 2018 - 15:57

Dua Jenazah Lagi Ditemukan di Dumai, Total Sudah 11 Jenazah yang Dievakuasi Polda Riau
Kamis, 06 Desember 2018 - 15:34

Jaringan Internet di Pekanbaru Lumpuh, Ini Penjelasan Telkomsel
Kamis, 06 Desember 2018 - 15:30

Syamsuar Buka Seminar Penanganan Anak Berhadapan dengan Hukum
Kamis, 06 Desember 2018 - 15:13

Kontes Ternak Tingkat Kabupaten Siak Diikuti Kontestan dari 12 Kecamatan
Kamis, 06 Desember 2018 - 15:09

Penggunaan Biodiesel Dongkrak Penjualan CPO Riau
Rabu, 05 Desember 2018 - 16:29

ADVERTORIAL PEMERINTAH KABUPATEN PELALAWAN
Melalui Pelalawan Inovatif, Bupati Harris Terima INAGARA Award 2018
Rabu, 05 Desember 2018 - 16:18

Bengkalis Alokasikan Rp121,6 Miliar Untuk Bank Riau-Kepri
Rabu, 05 Desember 2018 - 16:11

Tim Asistensi Ops MBMT 2018 Mabes Polri Berkunjung ke Mapolres Inhu
Rabu, 05 Desember 2018 - 16:07

Polsek Kelayang Gelar Kegiatan FGD
Rabu, 05 Desember 2018 - 16:04

Promosikan KITB di Jeddah, Alfedri Bertemu Delegasi King Abdullah Port
Rabu, 05 Desember 2018 - 16:02

Avanza Baru Bisa Dipesan, Cukup Bayar Rp5 Juta
Rabu, 05 Desember 2018 - 08:38

Petani Siak Remajakan 310 Hektare Sawit
Rabu, 05 Desember 2018 - 08:31

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com