Home
Penyelesaian Konflik Dua Serikat Kerja Masih Nyangkut di Polres Dumai | 23.091 Hektare Kebun Sawit Siak Perlu "Peremajaan" | Anggota DPRD Riau minta Perusahaan segera Bantu Korban Banjir | Basarnas Pekanbaru Evakuasi 450 Santri Korban Banjir | 58 Nelayan Siak Belum Terdaftar Kartu Asuransi | Polres Inhil Tangkap Karyawan Swasta Pelaku Pencurian Motor
Rabu, 12 Desember 2018
/ Showbiz / 08:19:53 / Mengenal Dagestan, Wilayah Muslim di Rusia Tempat Lahir Khabib Nurmagomedov /
Mengenal Dagestan, Wilayah Muslim di Rusia Tempat Lahir Khabib Nurmagomedov
Selasa, 09 Oktober 2018 - 08:19:53 WIB

Baru-baru ini, nama Khabib Nurmagomedov menjadi terkenal setelah dirinya berhasil mengalahkan Conor McGregor dan mempertahankan gelar juara dunia kelas ringan pertarungan bebas UFC di T-Mobile Arena, Las Vegas, Ahad (7/10/2018).

Khabib merupakan pegulat MMA yang lahir dan besar di Dagestan, Rusia. Ia tercatat tak pernah kalah dalam 27 pertandingan yang diikuitinya. Keberhasilannya ini tak lepas dari pelatihan yang dilakukan ayahnya Abdulmanap Nurmagomedov yang terus melatih Khabib sejak usia delapan tahun.

Republik Dagestan merupakan sebuah wilayah di pegunungan Kaukasus, Rusia. Dagestan memiliki populasi penduduk sebanyak 2,5 juta yang sebagian besar kaum Dagestan adalah keturunan muslim sunni.

Islam datang ke tanah Dagestan sejak 1.000 tahun silam. Islam dibawa oleh pasukan asing dari Arab, Persia , Turki dan Mongol.

Tokoh penting yang tidak bisa dilepaskan dari besarnya Islam di Dagestan adalah keberadaan para syamil, atau ulama mujahid.

Pegunungan

Nama Dagestan memiliki arti "tanah diantara pegunungan." Puncak pegunungan di beberapa wilayah tertentu hanya dapat diakses dengan menggunakan helikopter.

Republik ini merupakan wilayah yang terdiri dari 40 etnis berbeda. Kebanyakan dari mereka adalah etnis Avar, Dargins, Kumyks, Lezgis, dan Rusia. Namun, etnis Rusia hanya 10 persen diantaranya.

Suku Avar merupakan kelompok etnis terbesar di wilayah ini. Hampir seperlima penduduk Dagestan merupakan kelompok etnis Avar. Avar adalah etnis muslim terbesar di Dagestan. Jumlahnya mencapai 800 ribu jiwa dari 2,9 juta jiwa populasi di Dagestan.

Ibukotanya Dagestan, Makhachkala yang berada di wilayah pantai Laut Kaspia Rusia berhasil ditaklukkan oleh tentara Kekaisaran Rusia pada abad ke-19. Kota ini sekarang berfungsi sebagai pelabuhan perdagangan utama.

Dilansir dari Russia beyond, penduduk Dagestan memiliki satu masalah dimana banyak orang-orang takut untuk mengunjungi mereka. Hal ini dikarenakan orang-orang banyak menganut paham bahwa tidak akan ada hal baik yang pernah terjadi di republik yang terletak di pegunungan.

Republik ini merupakan wilayah yang terdiri dari 40 etnis berbeda. Kebanyakan dari mereka adalah etnis Avar, Dargins, Kumyks, Lezgis, dan Rusia. Namun, etnis Rusia hanya 10 persen diantaranya.

Suku Avar merupakan kelompok etnis terbesar di wilayah ini. Hampir seperlima penduduk Dagestan merupakan kelompok etnis Avar. Avar adalah etnis muslim terbesar di Dagestan. Jumlahnya mencapai 800 ribu jiwa dari 2,9 juta jiwa populasi di Dagestan.

Ibukotanya Dagestan, Makhachkala yang berada di wilayah pantai Laut Kaspia Rusia berhasil ditaklukkan oleh tentara Kekaisaran Rusia pada abad ke-19. Kota ini sekarang berfungsi sebagai pelabuhan perdagangan utama.

Tempat kelahiran pejuang

Dilansir dari Reuters, Dagestan merupakan tempat kelahiran Imam Shamil, seorang pejuang legendaris yang pada abad ke-19 mempelopori perlawanan sengit oleh suku Chechny dan Dagestan untuk penyebaran kekaisaran Rusia. Namanya masih dihormati oleh banyak orang di kedua republik.

Shamil merupakan pejuang yang menolak pemerintahan Rusia selama 25 tahun. Dirinya sangat dihormati di Dagestan, sehingga banyak nama jalan dan beberapa tempat yang dinamai dengan namanya.

Setelah jatuhnya Uni Soviet, wilayah ini menjadi terkenal karena banyaknya pelanggaran hukum dan korupsi. Kepemilikan senjata api, penculikan, dan pembunuhan merupakan hal yang biasa terjadi.

Pada 1990-an, panglima perang separatis dari negara tetangga Chechny secara terbuka memimpin operasi bersenjata di Dagestan pada beberapa kesempatan. Mereka menahan ratusan sandera di rumah sakit di berbagai kota Budennovsk dan Kizlyar. Puluhan orang tewas akibat serangan itu, seperti dikutip dari BBC.

Berbagai unsur radikal mulai mempengaruhi kaum muslim Dagestan untuk memiliki tendensi Wahabi yang lebih fundamentalis.

Pada Agustus 1999, sebuah badan Islam mendeklarasikan sebuah negara merdeka di beberapa wilayah bagian Dagestan dan Chechny. Mereka menyerukan kepada kaum muslim untuk mengangkat senjata dalam menghadapi Rusia dalam perang.

Pada 2010, Rusia menuduh kepala militan Dagestan, Magomed Vagabov berada dibalik serangan bom bunuh diri terhadap Rusia yang menyebabkan 39 orang tewas. Pasukan Rusia membunuh Vagabov di Dagestan sebagai balas dendam atas serangan itu.

[cnnindonesia.com]

   
 
Realisasi Pembangunan Pekanbaru 75 Persen Terkendala Anggaran
Selasa, 11 Desember 2018 - 13:53

Banjir Kampar Riau Lumpuhkan Aktivitas Sekolah
Selasa, 11 Desember 2018 - 13:50

Waspada! PLTA Masih Buka 5 Pintu Pelimpahan Setinggi 150 Cm
Selasa, 11 Desember 2018 - 13:44

Pekanbaru Dikepung Banjir, Basarnas dan BPBD Kerahkan Perahu Karet
Selasa, 11 Desember 2018 - 13:43

LAM Beri Jokowi Gelar Adat Karena Riau Bebas Asap dan Rebut Blok Rokan, Ini Kata Gerindra
Selasa, 11 Desember 2018 - 13:41

Ummat Muslim Dumai Diajak Jihad Politik di Tahun 2019
Selasa, 11 Desember 2018 - 13:37

Wabup Inhil Tinjau Kondisi Jalan Sungai Beringin Tembilahan
Selasa, 11 Desember 2018 - 13:35

Ada Kiai Maaruf, Kenapa Umat Islam Masih Dukung Prabowo Subianto?
Senin, 10 Desember 2018 - 10:43

Diduga Melakukan Penghinaan, Mahasiswa Polisikan Rektor
Senin, 10 Desember 2018 - 10:39

Buaya Terperangkap di Salurkan Irigasi Kuansing Saat Banjir
Senin, 10 Desember 2018 - 10:24

OJK Belum Terima Nama Calon Dirut Bank Riau Kepri
Senin, 10 Desember 2018 - 10:23

Kejati Riau SP3 Dugaan Tindak Pidana Korupsi RTH
Senin, 10 Desember 2018 - 10:21

Hujan akan Guyur Seluruh Riau dari Siang hingga Dini Hari
Senin, 10 Desember 2018 - 10:17

Banjir Rendam Empat Desa di Kecamatan Inuman
Senin, 10 Desember 2018 - 10:12

Wabup Inhil Syamsuddin Uti Beranji Menjalankan Amanah dan Kepercayaan
Senin, 10 Desember 2018 - 09:59

Sebanyak 279 Mahasiswa Unisi Diwisuda pada Convocation Ceremony ke-11
Senin, 10 Desember 2018 - 09:51

CSR PT MAS Kelayang Bagikan Ratusan Paket Sembako
Senin, 10 Desember 2018 - 09:46

ADVERTORIAL PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HILIR
HUT Ke-19 Rokan Hilir, Plt Gubri Kisahkan Liku-liku Sejarah Terbentuknya Kabupaten Rohil
Minggu, 09 Desember 2018 - 05:08

Kecewa Jokowi Diberi Gelar Adat, Syarwan Hamid akan Kembalikan Gelarnya ke LAMR
Sabtu, 08 Desember 2018 - 21:51

ADVERTORIAL PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HILIR
Sejuta Pesona Alam Rokan Hilir, Surganya Para Turis Lokal dan Mancanegara
Minggu, 09 Desember 2018 - 05:01

Spanduk #JKWBersamaPKI Justru Munculkan Kontra Simpati
Sabtu, 08 Desember 2018 - 21:36

Serupa Tapi Tak Sama, Daulat 812 Di Kuala Lumpur Dan Aksi 212 Di Jakarta
Sabtu, 08 Desember 2018 - 21:31

ADVERTORIAL PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HILIR
Air Bersih Untuk Masyarakat, Pemkab Rohil Gelontorkan Rp34 M Bangun Jaringan SPAM Durolis
Minggu, 09 Desember 2018 - 05:01

Harkodia 2018: Bank Riau Kepri Satu-satunya BPD Pada Pameran IBIC 2018
Sabtu, 08 Desember 2018 - 14:08

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com