Home
Honda Tampilkan Penyegaran All New Mobilio | HNW: Gubernur Riau tak Minta Persetujuan PKS Dukung Jokowi | 12 Ribu Personel Bersiap Amankan Malam Munajat 212 | BPBD Petakan 188 Desa di Riau Rawan Karhutla | Terpilih Aklamasi, Mursini Terpilih Jadi Ketua DPW PPP Riau | Fly Over Simpang SKA Jadi Spot Selfie
Jum'at, 22 Februari 2019
/ Showbiz / 08:19:53 / Mengenal Dagestan, Wilayah Muslim di Rusia Tempat Lahir Khabib Nurmagomedov /
Mengenal Dagestan, Wilayah Muslim di Rusia Tempat Lahir Khabib Nurmagomedov
Selasa, 09 Oktober 2018 - 08:19:53 WIB

Baru-baru ini, nama Khabib Nurmagomedov menjadi terkenal setelah dirinya berhasil mengalahkan Conor McGregor dan mempertahankan gelar juara dunia kelas ringan pertarungan bebas UFC di T-Mobile Arena, Las Vegas, Ahad (7/10/2018).

Khabib merupakan pegulat MMA yang lahir dan besar di Dagestan, Rusia. Ia tercatat tak pernah kalah dalam 27 pertandingan yang diikuitinya. Keberhasilannya ini tak lepas dari pelatihan yang dilakukan ayahnya Abdulmanap Nurmagomedov yang terus melatih Khabib sejak usia delapan tahun.

Republik Dagestan merupakan sebuah wilayah di pegunungan Kaukasus, Rusia. Dagestan memiliki populasi penduduk sebanyak 2,5 juta yang sebagian besar kaum Dagestan adalah keturunan muslim sunni.

Islam datang ke tanah Dagestan sejak 1.000 tahun silam. Islam dibawa oleh pasukan asing dari Arab, Persia , Turki dan Mongol.

Tokoh penting yang tidak bisa dilepaskan dari besarnya Islam di Dagestan adalah keberadaan para syamil, atau ulama mujahid.

Pegunungan

Nama Dagestan memiliki arti "tanah diantara pegunungan." Puncak pegunungan di beberapa wilayah tertentu hanya dapat diakses dengan menggunakan helikopter.

Republik ini merupakan wilayah yang terdiri dari 40 etnis berbeda. Kebanyakan dari mereka adalah etnis Avar, Dargins, Kumyks, Lezgis, dan Rusia. Namun, etnis Rusia hanya 10 persen diantaranya.

Suku Avar merupakan kelompok etnis terbesar di wilayah ini. Hampir seperlima penduduk Dagestan merupakan kelompok etnis Avar. Avar adalah etnis muslim terbesar di Dagestan. Jumlahnya mencapai 800 ribu jiwa dari 2,9 juta jiwa populasi di Dagestan.

Ibukotanya Dagestan, Makhachkala yang berada di wilayah pantai Laut Kaspia Rusia berhasil ditaklukkan oleh tentara Kekaisaran Rusia pada abad ke-19. Kota ini sekarang berfungsi sebagai pelabuhan perdagangan utama.

Dilansir dari Russia beyond, penduduk Dagestan memiliki satu masalah dimana banyak orang-orang takut untuk mengunjungi mereka. Hal ini dikarenakan orang-orang banyak menganut paham bahwa tidak akan ada hal baik yang pernah terjadi di republik yang terletak di pegunungan.

Republik ini merupakan wilayah yang terdiri dari 40 etnis berbeda. Kebanyakan dari mereka adalah etnis Avar, Dargins, Kumyks, Lezgis, dan Rusia. Namun, etnis Rusia hanya 10 persen diantaranya.

Suku Avar merupakan kelompok etnis terbesar di wilayah ini. Hampir seperlima penduduk Dagestan merupakan kelompok etnis Avar. Avar adalah etnis muslim terbesar di Dagestan. Jumlahnya mencapai 800 ribu jiwa dari 2,9 juta jiwa populasi di Dagestan.

Ibukotanya Dagestan, Makhachkala yang berada di wilayah pantai Laut Kaspia Rusia berhasil ditaklukkan oleh tentara Kekaisaran Rusia pada abad ke-19. Kota ini sekarang berfungsi sebagai pelabuhan perdagangan utama.

Tempat kelahiran pejuang

Dilansir dari Reuters, Dagestan merupakan tempat kelahiran Imam Shamil, seorang pejuang legendaris yang pada abad ke-19 mempelopori perlawanan sengit oleh suku Chechny dan Dagestan untuk penyebaran kekaisaran Rusia. Namanya masih dihormati oleh banyak orang di kedua republik.

Shamil merupakan pejuang yang menolak pemerintahan Rusia selama 25 tahun. Dirinya sangat dihormati di Dagestan, sehingga banyak nama jalan dan beberapa tempat yang dinamai dengan namanya.

Setelah jatuhnya Uni Soviet, wilayah ini menjadi terkenal karena banyaknya pelanggaran hukum dan korupsi. Kepemilikan senjata api, penculikan, dan pembunuhan merupakan hal yang biasa terjadi.

Pada 1990-an, panglima perang separatis dari negara tetangga Chechny secara terbuka memimpin operasi bersenjata di Dagestan pada beberapa kesempatan. Mereka menahan ratusan sandera di rumah sakit di berbagai kota Budennovsk dan Kizlyar. Puluhan orang tewas akibat serangan itu, seperti dikutip dari BBC.

Berbagai unsur radikal mulai mempengaruhi kaum muslim Dagestan untuk memiliki tendensi Wahabi yang lebih fundamentalis.

Pada Agustus 1999, sebuah badan Islam mendeklarasikan sebuah negara merdeka di beberapa wilayah bagian Dagestan dan Chechny. Mereka menyerukan kepada kaum muslim untuk mengangkat senjata dalam menghadapi Rusia dalam perang.

Pada 2010, Rusia menuduh kepala militan Dagestan, Magomed Vagabov berada dibalik serangan bom bunuh diri terhadap Rusia yang menyebabkan 39 orang tewas. Pasukan Rusia membunuh Vagabov di Dagestan sebagai balas dendam atas serangan itu.

[cnnindonesia.com]

   
 
Pemerintah Didesak Blak-blakan Buka Semua Dokumen HGU Lahan
Rabu, 20 Februari 2019 - 13:20

Ini Program Utama 100 Hari Syamsuar Usai Dilantik Jadi Gubri
Rabu, 20 Februari 2019 - 13:16

Harga TBS Sawit Naik Tipis
Rabu, 20 Februari 2019 - 13:13

Hari Ini, Presiden Jokowi Lantik Gubri dan Wagubri Terpilih
Rabu, 20 Februari 2019 - 08:01

Respons Rencana Pemanggilan Ustaz Slamet Maarif, PAN Bakal Gelar Jumpa Pers
Rabu, 20 Februari 2019 - 07:56

Habiskan Stok, Ertiga Produksi 2018 Dikasih Diskon Menggiurkan
Rabu, 20 Februari 2019 - 07:50

Nasihat Ustaz Abdul Somad untuk Penunda Shalat
Rabu, 20 Februari 2019 - 07:38

Messi-Suarez Tumpul, Barcelona Raih Hasil Seri di Markas Lyon
Rabu, 20 Februari 2019 - 07:26

252 Pelamar PPPK Pemko Pekanbaru Lulus Administrasi
Rabu, 20 Februari 2019 - 07:23

Prabowo: Hukuman Dhani Bukti Ketidakbenaran Hukum
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:48

TKN Akui Luhut Bersuara Lantang, Tapi Bukan Marah
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:39

TKN Akui Luhut Bersuara Lantang, Tapi Bukan Marah
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:32

PKS: Injak-injak Sajadah Caleg PDIP Itu Penistaan
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:18

Wan Thamrin Minta Syamsuar Lanjutkan Pembangunan yang Telah Dimulai
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:05

Besok Plh Gubri Ditentukan Dalam Rapat di Setneg
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:01

Profesor Australia: UAS Sangat Populer karena Tampilkan Islam Solusi atas Segala Persoalan
Selasa, 19 Februari 2019 - 14:55

Kebijakan Jokowi Membahayakan Kedaulatan Pangan
Selasa, 19 Februari 2019 - 09:30

Aci Cahaya Juara MTQ Riau 2018 Rilis Lagu
Selasa, 19 Februari 2019 - 09:05

Perpani Siak Raih 1 Emas 7 Perak dan 4 Perunggu di Wirabraja Open 2019
Selasa, 19 Februari 2019 - 08:57

Tanya Unicorn ke Prabowo, Bahasa Inggris Jokowi Disebut Belepotan
Selasa, 19 Februari 2019 - 08:47

Israel Tutup Semua Gerbang Masjid Al-Aqsha
Selasa, 19 Februari 2019 - 08:40

TKN Jawab Tuduhan Gerak-gerik Mencurigakan Anggotanya saat Debat
Selasa, 19 Februari 2019 - 08:34

Fraksi Golkar Soroti Masalah PAD Tidak Capai Target
Selasa, 19 Februari 2019 - 08:25

Dibahas di Debat Capres, Apa Saja Unicorn Indonesia?
Senin, 18 Februari 2019 - 16:27

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com