Home
Disdik Riau: Sistem Zonasi PPDB Tidak Dibatasi Wilayah | Polisi Identifikasi Mayat Terapung di Sungai Siak | Anies: Penerbitan PRK Pulau Reklamasi Dikebut Sebelum Saya Kerja | Harga TBS Sawit di Riau Merangkak Naik | Pejabat PBB: Uang tak Selesaikan Masalah Israel-Palestina | PKB Berambisi Duduki Kursi Mendikbud dan Menristekdikti
Rabu, 26 Juni 2019
/ Showbiz / 08:19:53 / Mengenal Dagestan, Wilayah Muslim di Rusia Tempat Lahir Khabib Nurmagomedov /
Mengenal Dagestan, Wilayah Muslim di Rusia Tempat Lahir Khabib Nurmagomedov
Selasa, 09 Oktober 2018 - 08:19:53 WIB

Baru-baru ini, nama Khabib Nurmagomedov menjadi terkenal setelah dirinya berhasil mengalahkan Conor McGregor dan mempertahankan gelar juara dunia kelas ringan pertarungan bebas UFC di T-Mobile Arena, Las Vegas, Ahad (7/10/2018).

Khabib merupakan pegulat MMA yang lahir dan besar di Dagestan, Rusia. Ia tercatat tak pernah kalah dalam 27 pertandingan yang diikuitinya. Keberhasilannya ini tak lepas dari pelatihan yang dilakukan ayahnya Abdulmanap Nurmagomedov yang terus melatih Khabib sejak usia delapan tahun.

Republik Dagestan merupakan sebuah wilayah di pegunungan Kaukasus, Rusia. Dagestan memiliki populasi penduduk sebanyak 2,5 juta yang sebagian besar kaum Dagestan adalah keturunan muslim sunni.

Islam datang ke tanah Dagestan sejak 1.000 tahun silam. Islam dibawa oleh pasukan asing dari Arab, Persia , Turki dan Mongol.

Tokoh penting yang tidak bisa dilepaskan dari besarnya Islam di Dagestan adalah keberadaan para syamil, atau ulama mujahid.

Pegunungan

Nama Dagestan memiliki arti "tanah diantara pegunungan." Puncak pegunungan di beberapa wilayah tertentu hanya dapat diakses dengan menggunakan helikopter.

Republik ini merupakan wilayah yang terdiri dari 40 etnis berbeda. Kebanyakan dari mereka adalah etnis Avar, Dargins, Kumyks, Lezgis, dan Rusia. Namun, etnis Rusia hanya 10 persen diantaranya.

Suku Avar merupakan kelompok etnis terbesar di wilayah ini. Hampir seperlima penduduk Dagestan merupakan kelompok etnis Avar. Avar adalah etnis muslim terbesar di Dagestan. Jumlahnya mencapai 800 ribu jiwa dari 2,9 juta jiwa populasi di Dagestan.

Ibukotanya Dagestan, Makhachkala yang berada di wilayah pantai Laut Kaspia Rusia berhasil ditaklukkan oleh tentara Kekaisaran Rusia pada abad ke-19. Kota ini sekarang berfungsi sebagai pelabuhan perdagangan utama.

Dilansir dari Russia beyond, penduduk Dagestan memiliki satu masalah dimana banyak orang-orang takut untuk mengunjungi mereka. Hal ini dikarenakan orang-orang banyak menganut paham bahwa tidak akan ada hal baik yang pernah terjadi di republik yang terletak di pegunungan.

Republik ini merupakan wilayah yang terdiri dari 40 etnis berbeda. Kebanyakan dari mereka adalah etnis Avar, Dargins, Kumyks, Lezgis, dan Rusia. Namun, etnis Rusia hanya 10 persen diantaranya.

Suku Avar merupakan kelompok etnis terbesar di wilayah ini. Hampir seperlima penduduk Dagestan merupakan kelompok etnis Avar. Avar adalah etnis muslim terbesar di Dagestan. Jumlahnya mencapai 800 ribu jiwa dari 2,9 juta jiwa populasi di Dagestan.

Ibukotanya Dagestan, Makhachkala yang berada di wilayah pantai Laut Kaspia Rusia berhasil ditaklukkan oleh tentara Kekaisaran Rusia pada abad ke-19. Kota ini sekarang berfungsi sebagai pelabuhan perdagangan utama.

Tempat kelahiran pejuang

Dilansir dari Reuters, Dagestan merupakan tempat kelahiran Imam Shamil, seorang pejuang legendaris yang pada abad ke-19 mempelopori perlawanan sengit oleh suku Chechny dan Dagestan untuk penyebaran kekaisaran Rusia. Namanya masih dihormati oleh banyak orang di kedua republik.

Shamil merupakan pejuang yang menolak pemerintahan Rusia selama 25 tahun. Dirinya sangat dihormati di Dagestan, sehingga banyak nama jalan dan beberapa tempat yang dinamai dengan namanya.

Setelah jatuhnya Uni Soviet, wilayah ini menjadi terkenal karena banyaknya pelanggaran hukum dan korupsi. Kepemilikan senjata api, penculikan, dan pembunuhan merupakan hal yang biasa terjadi.

Pada 1990-an, panglima perang separatis dari negara tetangga Chechny secara terbuka memimpin operasi bersenjata di Dagestan pada beberapa kesempatan. Mereka menahan ratusan sandera di rumah sakit di berbagai kota Budennovsk dan Kizlyar. Puluhan orang tewas akibat serangan itu, seperti dikutip dari BBC.

Berbagai unsur radikal mulai mempengaruhi kaum muslim Dagestan untuk memiliki tendensi Wahabi yang lebih fundamentalis.

Pada Agustus 1999, sebuah badan Islam mendeklarasikan sebuah negara merdeka di beberapa wilayah bagian Dagestan dan Chechny. Mereka menyerukan kepada kaum muslim untuk mengangkat senjata dalam menghadapi Rusia dalam perang.

Pada 2010, Rusia menuduh kepala militan Dagestan, Magomed Vagabov berada dibalik serangan bom bunuh diri terhadap Rusia yang menyebabkan 39 orang tewas. Pasukan Rusia membunuh Vagabov di Dagestan sebagai balas dendam atas serangan itu.

[cnnindonesia.com]

   
 
Wow, Rp 5 Juta Disediakan Untuk Brantas Narkoba
Senin, 24 Juni 2019 - 20:25

Gajah Latih BKSD Bakal Dibawa Kembali ke TNTN
Senin, 24 Juni 2019 - 20:17

Atlit Perpani Siak Raih 3 Medali dari Panglima TNI Open 2019
Senin, 24 Juni 2019 - 08:01

Pemkab Promosikan Seni Tradisi Siak di Bali, Silat Sunting 12 Pukau Pengunjung Pawai FPN
Senin, 24 Juni 2019 - 08:00

Pakar: Siapa Jamin Pendukung Jokowi Tidak Marah Jika 02 Yang Menang?
Senin, 24 Juni 2019 - 07:41

Karni Ilyas: ILC Segera Tayang, Peselancar Akan Kembali Bermain Gelombang
Senin, 24 Juni 2019 - 07:34

ADVERTORIAL PEMERINTAH KABUPATEN PELALAWAN
Gubri Saksikan Acara Balimau Potang Mogang di Langgam, Pelalawan
Senin, 24 Juni 2019 - 07:26

175 SD di Pekanbaru Siap Menampung 14.845 Peserta Didik Baru
Senin, 24 Juni 2019 - 07:18

Pemkab Indragiri Hulu Tinjau Limbah Pabrik Sawit
Senin, 24 Juni 2019 - 07:02

Disdik Pekanbaru Tampung 200 Anak Imigran Bersekolah di SD Negeri
Senin, 24 Juni 2019 - 06:57

Puluhan Sopir Protes Perusahaan Tol Pekanbaru-Dumai tak Bayar Uang Makan Sejak 2018
Senin, 24 Juni 2019 - 06:51

Ini Deddy Corbuzier Alasan Masuk Islam
Senin, 24 Juni 2019 - 06:48

Cerita Harut dan Marut
Sabtu, 22 Juni 2019 - 17:49

Pemprov Riau Tak Persoalkan Kabupaten/Kota Sewa Hotel untuk JCH
Sabtu, 22 Juni 2019 - 17:35

Mantan Istri Deddy Corbuzier Bebaskan Anak Soal Agama
Sabtu, 22 Juni 2019 - 17:21

Tim Prabowo Sebut Kubu Jokowi Blunder Hadirkan Saksi Fakta
Sabtu, 22 Juni 2019 - 17:08

Pekanbaru Kekurangan PNS Tenaga Teknis, Guru dan Perpajakan
Sabtu, 22 Juni 2019 - 16:54

Nama Kandidat Bupati Rohul Mulai Muncul, dari Sukiman hingga Joni Irwan
Sabtu, 22 Juni 2019 - 16:51

Ratusan JCH Tabungan iB Dhuha Bank Riau Kepri Ikuti Bimbingan Haji
Sabtu, 22 Juni 2019 - 16:43

Erdogan: Eks Presiden Mesir Bukan Meninggal, Dia Dibunuh
Sabtu, 22 Juni 2019 - 16:40

KPPPA Dukung Pemblokiran Iklan Rokok di Internet
Sabtu, 22 Juni 2019 - 16:14

Turki Pamerkan Peta Era Ottoman dalam Penaklukkan Eropa
Sabtu, 22 Juni 2019 - 16:12

Hamdan Zoelva Imbau Rencana Unjuk Rasa di MK Diurungkan
Sabtu, 22 Juni 2019 - 16:10

Jelang Putusan, MK Diingatkan Lagi Bukan Mahkamah Kalkulator
Sabtu, 22 Juni 2019 - 15:57

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com