Home
Honda Tampilkan Penyegaran All New Mobilio | HNW: Gubernur Riau tak Minta Persetujuan PKS Dukung Jokowi | 12 Ribu Personel Bersiap Amankan Malam Munajat 212 | BPBD Petakan 188 Desa di Riau Rawan Karhutla | Terpilih Aklamasi, Mursini Terpilih Jadi Ketua DPW PPP Riau | Fly Over Simpang SKA Jadi Spot Selfie
Jum'at, 22 Februari 2019
/ Showbiz / 08:35:26 / Lisa Vogl-Hamid: Bersyahadat Putusan Terbaikku /
Lisa Vogl-Hamid: Bersyahadat Putusan Terbaikku
Kamis, 11 Oktober 2018 - 08:35:26 WIB

Oleh Ratna Ajeng Tedjomukti

Lisa Vogl-Hamid adalah seorang fotografer pernikahan dan fashion internasional memilih menjadi seorang Muslimah. Sehari-hari dia tampil di publik dengan jilbab sebagai penutup aurat.

Proses Lisa memeluk Islam menjadi bagian sangat penting dalam hidupnya. Ketika melihat ke belakang perjalanannya itu, dia seolah-olah merasa selalu ditakdirkan untuk menjadi seorang Muslim. Ujian yang dihadapi selama menjadi mualaf tak berarti dibandingkan dengan barokah yang datang kepadanya karena Islam.

Masyarakat sekitar dan kolega menerima Lisa seutuhnya sebagai seorang Muslim yang taat dan dinamis.Meski sudah bersyahadat, Lisa tidak membatasi diri dalam pergaulan selama tidak bertentangan dengan ajaran agama.

Masa muda penuh dengan tantangan. Pada saat berusia 19 tahun, Lisa pindah ke Maroko selama tiga bulan untuk tinggal dengan keluarga Maroko. Di sana dia mengenal dan mempelajari beragam budaya.Ketika itu dia menyadari kehidupan Barat bukan satu-satunya, bukan yang unggul.

Lisa menyadari hidup harus saling bersinergi dan mengapresiasi, sehingga sama-sama menuju kemajuan.

"Sejujurnya, saya tidak kembali dengan kebutuhan akan Islam karena perjalanan itu lebih merupakan pengalaman budaya. Saya kembali dengan penghargaan atas kehidupan yang Tuhan berikan kepada keluarga. Hal-hal sederhana seperti mandi menjadi kemewahan saat saya tinggal di rumah tanpa air panas dan tidak ada toilet saat di Maroko," jelas dia.

Setelah perjalanan itu, Lisa kembali untuk menyelesaikan sekolahnya tapi dia memutuskan untuk pindah ke sekolah swasta khusus wanita. Dia mengambil jurusan cultural studies and marketing. Lulus dari perguruan tinggi harus dilalui dengan menyelesaikan tugas khusus. Lisa wajib menulis tentang wanita di media dan eksploitasi mereka di masyarakat barat.

Melihat kembali pilihannya, dia tidak pernah menyadari bahwa secara tidak sadar perjalanan ke Maroko telah memberinya perspektif berbeda tentang wanita.Dia lebih ingin mengeksplorasi jilbab dan hak perempuan dalam Islam. Isu inilah yang membuatnya tertarik belajar Islam secara mendalam yang pada akhirnya membuat dirinya yakin untuk bersyahadat.

Lulus kuliah

Setelah lulus kuliah, dia langsung mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan.Tetapi tak lama dia baru menyadari jika pekerjaan itu tidak cocok untuknya. Setelah memutuskan berhenti bekerja Lisa kemudian memilih untuk melanjutkan pendidikan di sekolah fotografi.

Beberapa bulan menempuh pendidikan khusus, dia diberi tugas untuk membuat gambar dokumenter dua menit mengenai topik apa pun yang diinginkan. Dia memutuskan untuk memilih jilbab sebagai topiknya.

"Saya tidak pernah benar-benar bertanya mengapa wanita memakainya, yang mengejutkan mengingat saya memakainya sendiri selama tiga bulan sementara di Maroko. Saya hanya melihatnya sebagai lebih dari pakaian budaya bukan aturan agama,"jelas dia.

Tapi perlu banyak diketahui, banyak cara masyarakat Barat mengeksploitasi wanita melalui media.Namun, banyak pihak kini menyadari, jilbab di dalam Islam terbukti melindungi wanita dan meningkatkan harga diri.

Mempelajari Islam

Setelah selesai membuat dokumenter, Lisa menjadi sangat tertarik dengan Islam. Dia kemudian belajar agama itu selama beberapa bulan. Semakin mendalami Islam semakin dia meyakini agama ini adalah yang dicarinya selama ini. Dia kemudin mengucapkan syahadat pada 29 Juli 2011.

"Itu adalah keputusan terbaik yang pernah saya buat. Setelah pengalaman saya, melihat ke belakang, semakin menyadari bahwa jika tidak mengejar mimpi untuk menjadi seorang fotografer, mungkin saya tidak memiliki alasan untuk belajar Islam," ujar dia.

Lisa pun menyarankan agar jika suatu saat memiliki keinginan, maka hanya tinggal dikerjakan. Manusia tidak akan pernah tahu apa yang terjadi pada masa mendatang. Dalam kisahnya, Lisa terinspirasi untuk melakukan perjalanan dan mempelajari fotografi sehingga membawanya kepada Islam.

Lisa juga terinspirasi dengan perkataan ibu Teresa yang sangat berarti baginya, "Perdamaian dimulai dengan senyuman.

Kutipan itu mengingatkan dia pada sesuatu yang selalu dikatakan ibunya. Lisa mengenang kisahnya sewaktu kecil bahwa ketika saudara perempuan dan dirinya bertengkar, ibunya mengatakan bagaimana bisa mengeluh tentang perang jika diri sendiri berbaku hantam di rumah.Setiap kali mulai pertengkaran kata- kata ibunya selalu terkenang sehingga mereka dengan cepat berbaikan.


Perdamaian dimulai dari tindakan sendiri dan hal-hal sederhana seperti senyuman. Belum lagi bagian terpenting dari perspektif Islam seperti dalam al-Baqarah ayat 286. "Allah tidak membebani jiwa selain yang bisa ditanggungnya."

"Saya percaya ini dekat dengan hati saya karena ada beberapa cobaan yang saya hadapi setelah beralih ke Islam dan saya tahu bahwa jika Tuhan mengambil sesuatu dari hidup saya, itu karena dia akan menempatkannya dengan sesuatu yang lebih baik, jelas dia.

Dia berharap agar Muslim benar-benar memperhatikan lingkungan sekitar. Jangan sampai mereka memisahkan diri dari budaya lain. Budaya akan menjadi sarana masyarakat untuk saling memahami, sehingga dapat menggapai tujuan bersama- sama.

Jika ini lebih dikenal luas, Lisa percaya bahwa ini akan memberi perspektif yang berbeda kepada non-Muslim tentang Islam.Ini menunjukkan bahwa kita setara di mata Allah dan itulah yang sebenarnya penting.

Perjalanan hidup Lisa tidak terlepas dari hal-hal yang menginspirasinya. Selain Alquran dan hadis, dia juga memiliki buku favorit yang menjadi inspirasi hidupnya.Buku ini dibacanya saat berusia 12 atau 13 tahun yang berjudul The Twelfth Angel karangan Og Mandino.

Tak hanya bahan bacaan, sosok ibu merupakan seseorang yang menginspirasinya."Saya bisa menjadi seperti ini karena ibu yang telah mendidik dengan baik. Dia berprofesi sebagai pembicara motivasi sehingga tertanam dalam diriku di usia muda untuk mengejar mimpi dan tidak putus asa menghadapi apa pun yang menghalangi, jelas dia.

Prinsip hidup yang hingga kini dipegang teguh olehnya adalah tidak mempermasalahkan kegagalan, karena itu adalah bagian untuk mengasah kemampuan diri.Jangan pernah membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Tuhan memberkati setiap orang dengan sesuatu yang istimewa.Setiap orang memiliki keunikan. Penting bagi kita untuk tetap setia pada diri kita sendiri. [Republika]

   
 
Pemerintah Didesak Blak-blakan Buka Semua Dokumen HGU Lahan
Rabu, 20 Februari 2019 - 13:20

Ini Program Utama 100 Hari Syamsuar Usai Dilantik Jadi Gubri
Rabu, 20 Februari 2019 - 13:16

Harga TBS Sawit Naik Tipis
Rabu, 20 Februari 2019 - 13:13

Hari Ini, Presiden Jokowi Lantik Gubri dan Wagubri Terpilih
Rabu, 20 Februari 2019 - 08:01

Respons Rencana Pemanggilan Ustaz Slamet Maarif, PAN Bakal Gelar Jumpa Pers
Rabu, 20 Februari 2019 - 07:56

Habiskan Stok, Ertiga Produksi 2018 Dikasih Diskon Menggiurkan
Rabu, 20 Februari 2019 - 07:50

Nasihat Ustaz Abdul Somad untuk Penunda Shalat
Rabu, 20 Februari 2019 - 07:38

Messi-Suarez Tumpul, Barcelona Raih Hasil Seri di Markas Lyon
Rabu, 20 Februari 2019 - 07:26

252 Pelamar PPPK Pemko Pekanbaru Lulus Administrasi
Rabu, 20 Februari 2019 - 07:23

Prabowo: Hukuman Dhani Bukti Ketidakbenaran Hukum
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:48

TKN Akui Luhut Bersuara Lantang, Tapi Bukan Marah
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:39

TKN Akui Luhut Bersuara Lantang, Tapi Bukan Marah
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:32

PKS: Injak-injak Sajadah Caleg PDIP Itu Penistaan
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:18

Wan Thamrin Minta Syamsuar Lanjutkan Pembangunan yang Telah Dimulai
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:05

Besok Plh Gubri Ditentukan Dalam Rapat di Setneg
Selasa, 19 Februari 2019 - 15:01

Profesor Australia: UAS Sangat Populer karena Tampilkan Islam Solusi atas Segala Persoalan
Selasa, 19 Februari 2019 - 14:55

Kebijakan Jokowi Membahayakan Kedaulatan Pangan
Selasa, 19 Februari 2019 - 09:30

Aci Cahaya Juara MTQ Riau 2018 Rilis Lagu
Selasa, 19 Februari 2019 - 09:05

Perpani Siak Raih 1 Emas 7 Perak dan 4 Perunggu di Wirabraja Open 2019
Selasa, 19 Februari 2019 - 08:57

Tanya Unicorn ke Prabowo, Bahasa Inggris Jokowi Disebut Belepotan
Selasa, 19 Februari 2019 - 08:47

Israel Tutup Semua Gerbang Masjid Al-Aqsha
Selasa, 19 Februari 2019 - 08:40

TKN Jawab Tuduhan Gerak-gerik Mencurigakan Anggotanya saat Debat
Selasa, 19 Februari 2019 - 08:34

Fraksi Golkar Soroti Masalah PAD Tidak Capai Target
Selasa, 19 Februari 2019 - 08:25

Dibahas di Debat Capres, Apa Saja Unicorn Indonesia?
Senin, 18 Februari 2019 - 16:27

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com