Home
Tubuh Khashoggi Dipotong-potong Cuma 15 Menit | Wow, Avanza Bisa Dicicil Rp100 Ribuan | Cara Mudah Menurunkan Gula Darah Tinggi dengan Kayu Manis | Jadi Tersangka, Polisi Segera Panggil Ahmad Dhani | Sandi Tak Mau Ikut Campur Masalah Internal PAN Yang Mau Dukung Jokowi | Kubu Prabowo-Sandi Usul Debat Capres-Cawapres di Kampus
Senin, 22 Oktober 2018
/ Peristiwa / 16:10:41 / Polda Riau Sita 52,8 Ton Kayu Pembalakan Liar /
Polda Riau Sita 52,8 Ton Kayu Pembalakan Liar
Kamis, 11 Oktober 2018 - 16:10:41 WIB

PEKANBARU - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau menyita sebanyak 52,8 ton kayu ilegal jenis Meranti, sejenis kayu hutan dengan nilai jual sangat tinggi yang berasal dari hasil pembalakan liar di semenanjung Kampar, Kabupaten Pelalawan.

"Total 19 orang tersangka kita tangkap dari pengungkapan besar ini," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, Komisaris Besar Polisi Sunarto di Pekanbaru, Kamis.

Selain menyita kayu jenis Meranti keras dengan nilai puluhan juta rupiah tersebut, Polisi turut menyita satu unit kapal tradisional bermesin atau pompong, sampan dan peralatan penebang hutan seperti "Chainsaw" dan parang.

Ia menjelaskan pengungkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan dari empat laporan kepolisian yang diterima jajaran Ditreskrimsus Polda Riau dalam beberapa waktu terakhir. Laporan tersebut selanjutnya ditindaklanjuti Polda Riau dengan mengirimkan tim ke lokasi.

Selain itu, dia juga menjelaskan penyelidikan turut dilakukan melalui jalur udara, bersamaan dengan patroli yang digelar oleh satuan tugas pembakaran hutan dan lahan.

Sunarto menuturkan bahwa seluruh kayu yang telah diolah menjadi lempengan papan dan balok tersebut disita di dalam kanal perusahaan konsesi HTI, PT SPA, Kabupaten Pelalawan.

"Jadi kanal itu menjadi jalur utama para tersangka untuk mengangkut kayu dari dalam hutan. Kanal milik perusahaan PT SPA," jelasnya.

Melengkapi Sunarto, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Arif Gideon Setiawan kepada Antara menjelaskan seluruh kayu yang disita tersebut ditemukan dalam bentuk rakitan di dalam kanal perusahaan PT SAP.

Meski begitu, Gidion memastikan perusahaan tidak terlibat dalam kejahatan lingkungan pembalakan liar itu. Dia menjelaskan lokasi penebangan kayu berada di luar wilayah konsesi.

"Lokasi penebangan kayu tidak di lahan konsesi. Titik tebang di hutan desa Serapung, lalu dibawa keluar dari dalam hutan melewati kanal," ujarnya.


Rawan Konflik

Lebih jauh, Gidion menuturkan bahwa pembalakan liar di kawasan hutan tersebut mayoritas dilakukan oleh warga luar. Termasuk para tersangka yang mayoritas merupakan warga pendatang dari Pulau Jawa dan Provinsi Sumatera Barat, meski beberapa di antaranya ada warga lokal yang terlibat.

"Masyarakat Desa sebenarnya sangat menolak aktivitas itu. Tapi mereka tidak dapat berbuat banyak. Ini yang kita antisipasi terjadinya konflik," tuturnya.

Menurut Gidion, diperkirakan kawasan hutan lebat itu telah dirambah selama tiga tahun terakhir. Hal itu diketahui dari keterangan saksi ahli dengan menghitung luas lahan yang habis dibabat pembalak liar yang mencapai puluhan hektare.

Dia juga menjelaskan bahwa kawasan bekas tebangan sangat rawan terjadinya Karhutla. Sebagian perambah telah mendirikan tenda untuk selanjutnya dialihfungsikan menjadi areal perkebunan. "Ini juga sangat rawan Karhutla," ucap Gidion.

Saat ini, para tersangka masing-masing MY (25), Dr (34), Mr (44), Uw (44), An (40), Di (21), KL (26), Rk (20), Yn (31), In (25), Al (27), Az (47), By (29), Ar (29), Rb (23), Sy (38), Ro (41), Ad (46) dan Sf (42) dijerat dengan Pasal 82 ayat 1 huruf b, dan atau 83 ayat 1 huruf B UU RI 2013 tentang pencegahan perusakan hutan.

Berkas para tersangka, kata Gidion, juga dipastikan lengkap oleh jaksa sehingga hari ini mereka akan langsung diserahkan ke Kejaksaan atau Tahap II. "Kasus ini terungkap Agustus lalu. Jadi kita sengaja ekspose perkara ini setelah berkas dinyatakan lengkap oleh jaksa," ujar Gidion. [ANTARA]

   
 
Syekh Sudais: Lemahkan Saudi Berarti Sakiti Miliaran Muslim
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:50

Jakarta Melayu Festival Jadi Ajang Kembangkan Budaya Melayu
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:47

Arab Saudi Pastikan Khashoggi Meninggal Setelah Perkelahian
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:43

Riau Terus Perangi Penambangan Emas Ilegal
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:37

FH UIR Jalin Kerjasama dengan FH UII Yogyakarta
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:34

Partai Golkar Dumai Berbagi Rezeki di Panti Asuhan
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:30

Cegah Bahaya LGBT, Wabup Siak Instruksikan Disdikbud Gelar Sosialisasi
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:25

45 Tim dan 3 Negara Berlaga di Dragond Boad Internasional Tanjung Pinang
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:23

Bupati Meranti Pimpin Rapat Pembahasan APBD Tahun 2019
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:19

Peserta Tes CPNS Siak Dibaijiri Peminat Menjjadi Cik Gu
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:17

Berburu Rush Baru di Pasar Mobil Bekas, Ini Kisaran Harganya
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:31

Mendagri Bantah Selundupkan 31 Juta Data Pemilih Baru ke KPU
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:28

Desain Avanza Terbaru Viral, Komunitas Angkat Suara
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:23

Stroke Bisa Dicegah dengan Pola Hidup Sehat
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:14

Demokrat: Pemerintah Bohong Soal Divestasi 51 Persen Saham Freeport
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:10

Terduga Pembunuh Khashoggi Dilaporkan Tewas di Saudi
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:56

Gempa Berkekuatan 5.0 Magnitude Guncang Sumut Pagi Ini
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:52

Belum Miliki Amdal, Perusahaan Sawit Di Riau Terancam Denda Rp1 Miliar
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:47

Diduga Lakukan Tidak Pidana Korupsi, Polda Riau Kembali Periksa Wakil Bupati Bengkalis
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:45

Dewan Pendidikan dan LAM Riau Bahas Silabus dan RPP Mulok Budaya Melayu
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:42

Xpander Bekas Sudah Tersedia, Ini Harganya
Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:53

Pertemuan Parlemen Dunia Tolak Pembahasan Legalisasi LGBT
Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:45

Kelompok Nelayan Inhil Terima Bantuan Pompong dan Alat Tangkap Ikan
Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:33

Polres Inhil Amankan 2 Lelaki Pengedar Sabu
Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:28

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com