Home
Disdik Riau: Sistem Zonasi PPDB Tidak Dibatasi Wilayah | Polisi Identifikasi Mayat Terapung di Sungai Siak | Anies: Penerbitan PRK Pulau Reklamasi Dikebut Sebelum Saya Kerja | Harga TBS Sawit di Riau Merangkak Naik | Pejabat PBB: Uang tak Selesaikan Masalah Israel-Palestina | PKB Berambisi Duduki Kursi Mendikbud dan Menristekdikti
Rabu, 26 Juni 2019
/ Peristiwa / 16:10:41 / Polda Riau Sita 52,8 Ton Kayu Pembalakan Liar /
Polda Riau Sita 52,8 Ton Kayu Pembalakan Liar
Kamis, 11 Oktober 2018 - 16:10:41 WIB

PEKANBARU - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau menyita sebanyak 52,8 ton kayu ilegal jenis Meranti, sejenis kayu hutan dengan nilai jual sangat tinggi yang berasal dari hasil pembalakan liar di semenanjung Kampar, Kabupaten Pelalawan.

"Total 19 orang tersangka kita tangkap dari pengungkapan besar ini," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, Komisaris Besar Polisi Sunarto di Pekanbaru, Kamis.

Selain menyita kayu jenis Meranti keras dengan nilai puluhan juta rupiah tersebut, Polisi turut menyita satu unit kapal tradisional bermesin atau pompong, sampan dan peralatan penebang hutan seperti "Chainsaw" dan parang.

Ia menjelaskan pengungkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan dari empat laporan kepolisian yang diterima jajaran Ditreskrimsus Polda Riau dalam beberapa waktu terakhir. Laporan tersebut selanjutnya ditindaklanjuti Polda Riau dengan mengirimkan tim ke lokasi.

Selain itu, dia juga menjelaskan penyelidikan turut dilakukan melalui jalur udara, bersamaan dengan patroli yang digelar oleh satuan tugas pembakaran hutan dan lahan.

Sunarto menuturkan bahwa seluruh kayu yang telah diolah menjadi lempengan papan dan balok tersebut disita di dalam kanal perusahaan konsesi HTI, PT SPA, Kabupaten Pelalawan.

"Jadi kanal itu menjadi jalur utama para tersangka untuk mengangkut kayu dari dalam hutan. Kanal milik perusahaan PT SPA," jelasnya.

Melengkapi Sunarto, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Arif Gideon Setiawan kepada Antara menjelaskan seluruh kayu yang disita tersebut ditemukan dalam bentuk rakitan di dalam kanal perusahaan PT SAP.

Meski begitu, Gidion memastikan perusahaan tidak terlibat dalam kejahatan lingkungan pembalakan liar itu. Dia menjelaskan lokasi penebangan kayu berada di luar wilayah konsesi.

"Lokasi penebangan kayu tidak di lahan konsesi. Titik tebang di hutan desa Serapung, lalu dibawa keluar dari dalam hutan melewati kanal," ujarnya.


Rawan Konflik

Lebih jauh, Gidion menuturkan bahwa pembalakan liar di kawasan hutan tersebut mayoritas dilakukan oleh warga luar. Termasuk para tersangka yang mayoritas merupakan warga pendatang dari Pulau Jawa dan Provinsi Sumatera Barat, meski beberapa di antaranya ada warga lokal yang terlibat.

"Masyarakat Desa sebenarnya sangat menolak aktivitas itu. Tapi mereka tidak dapat berbuat banyak. Ini yang kita antisipasi terjadinya konflik," tuturnya.

Menurut Gidion, diperkirakan kawasan hutan lebat itu telah dirambah selama tiga tahun terakhir. Hal itu diketahui dari keterangan saksi ahli dengan menghitung luas lahan yang habis dibabat pembalak liar yang mencapai puluhan hektare.

Dia juga menjelaskan bahwa kawasan bekas tebangan sangat rawan terjadinya Karhutla. Sebagian perambah telah mendirikan tenda untuk selanjutnya dialihfungsikan menjadi areal perkebunan. "Ini juga sangat rawan Karhutla," ucap Gidion.

Saat ini, para tersangka masing-masing MY (25), Dr (34), Mr (44), Uw (44), An (40), Di (21), KL (26), Rk (20), Yn (31), In (25), Al (27), Az (47), By (29), Ar (29), Rb (23), Sy (38), Ro (41), Ad (46) dan Sf (42) dijerat dengan Pasal 82 ayat 1 huruf b, dan atau 83 ayat 1 huruf B UU RI 2013 tentang pencegahan perusakan hutan.

Berkas para tersangka, kata Gidion, juga dipastikan lengkap oleh jaksa sehingga hari ini mereka akan langsung diserahkan ke Kejaksaan atau Tahap II. "Kasus ini terungkap Agustus lalu. Jadi kita sengaja ekspose perkara ini setelah berkas dinyatakan lengkap oleh jaksa," ujar Gidion. [ANTARA]

   
 
Wow, Rp 5 Juta Disediakan Untuk Brantas Narkoba
Senin, 24 Juni 2019 - 20:25

Gajah Latih BKSD Bakal Dibawa Kembali ke TNTN
Senin, 24 Juni 2019 - 20:17

Atlit Perpani Siak Raih 3 Medali dari Panglima TNI Open 2019
Senin, 24 Juni 2019 - 08:01

Pemkab Promosikan Seni Tradisi Siak di Bali, Silat Sunting 12 Pukau Pengunjung Pawai FPN
Senin, 24 Juni 2019 - 08:00

Pakar: Siapa Jamin Pendukung Jokowi Tidak Marah Jika 02 Yang Menang?
Senin, 24 Juni 2019 - 07:41

Karni Ilyas: ILC Segera Tayang, Peselancar Akan Kembali Bermain Gelombang
Senin, 24 Juni 2019 - 07:34

ADVERTORIAL PEMERINTAH KABUPATEN PELALAWAN
Gubri Saksikan Acara Balimau Potang Mogang di Langgam, Pelalawan
Senin, 24 Juni 2019 - 07:26

175 SD di Pekanbaru Siap Menampung 14.845 Peserta Didik Baru
Senin, 24 Juni 2019 - 07:18

Pemkab Indragiri Hulu Tinjau Limbah Pabrik Sawit
Senin, 24 Juni 2019 - 07:02

Disdik Pekanbaru Tampung 200 Anak Imigran Bersekolah di SD Negeri
Senin, 24 Juni 2019 - 06:57

Puluhan Sopir Protes Perusahaan Tol Pekanbaru-Dumai tak Bayar Uang Makan Sejak 2018
Senin, 24 Juni 2019 - 06:51

Ini Deddy Corbuzier Alasan Masuk Islam
Senin, 24 Juni 2019 - 06:48

Cerita Harut dan Marut
Sabtu, 22 Juni 2019 - 17:49

Pemprov Riau Tak Persoalkan Kabupaten/Kota Sewa Hotel untuk JCH
Sabtu, 22 Juni 2019 - 17:35

Mantan Istri Deddy Corbuzier Bebaskan Anak Soal Agama
Sabtu, 22 Juni 2019 - 17:21

Tim Prabowo Sebut Kubu Jokowi Blunder Hadirkan Saksi Fakta
Sabtu, 22 Juni 2019 - 17:08

Pekanbaru Kekurangan PNS Tenaga Teknis, Guru dan Perpajakan
Sabtu, 22 Juni 2019 - 16:54

Nama Kandidat Bupati Rohul Mulai Muncul, dari Sukiman hingga Joni Irwan
Sabtu, 22 Juni 2019 - 16:51

Ratusan JCH Tabungan iB Dhuha Bank Riau Kepri Ikuti Bimbingan Haji
Sabtu, 22 Juni 2019 - 16:43

Erdogan: Eks Presiden Mesir Bukan Meninggal, Dia Dibunuh
Sabtu, 22 Juni 2019 - 16:40

KPPPA Dukung Pemblokiran Iklan Rokok di Internet
Sabtu, 22 Juni 2019 - 16:14

Turki Pamerkan Peta Era Ottoman dalam Penaklukkan Eropa
Sabtu, 22 Juni 2019 - 16:12

Hamdan Zoelva Imbau Rencana Unjuk Rasa di MK Diurungkan
Sabtu, 22 Juni 2019 - 16:10

Jelang Putusan, MK Diingatkan Lagi Bukan Mahkamah Kalkulator
Sabtu, 22 Juni 2019 - 15:57

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com