Home
Penyelesaian Konflik Dua Serikat Kerja Masih Nyangkut di Polres Dumai | 23.091 Hektare Kebun Sawit Siak Perlu "Peremajaan" | Anggota DPRD Riau minta Perusahaan segera Bantu Korban Banjir | Basarnas Pekanbaru Evakuasi 450 Santri Korban Banjir | 58 Nelayan Siak Belum Terdaftar Kartu Asuransi | Polres Inhil Tangkap Karyawan Swasta Pelaku Pencurian Motor
Rabu, 12 Desember 2018
/ Peristiwa / 16:10:41 / Polda Riau Sita 52,8 Ton Kayu Pembalakan Liar /
Polda Riau Sita 52,8 Ton Kayu Pembalakan Liar
Kamis, 11 Oktober 2018 - 16:10:41 WIB

PEKANBARU - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau menyita sebanyak 52,8 ton kayu ilegal jenis Meranti, sejenis kayu hutan dengan nilai jual sangat tinggi yang berasal dari hasil pembalakan liar di semenanjung Kampar, Kabupaten Pelalawan.

"Total 19 orang tersangka kita tangkap dari pengungkapan besar ini," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, Komisaris Besar Polisi Sunarto di Pekanbaru, Kamis.

Selain menyita kayu jenis Meranti keras dengan nilai puluhan juta rupiah tersebut, Polisi turut menyita satu unit kapal tradisional bermesin atau pompong, sampan dan peralatan penebang hutan seperti "Chainsaw" dan parang.

Ia menjelaskan pengungkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan dari empat laporan kepolisian yang diterima jajaran Ditreskrimsus Polda Riau dalam beberapa waktu terakhir. Laporan tersebut selanjutnya ditindaklanjuti Polda Riau dengan mengirimkan tim ke lokasi.

Selain itu, dia juga menjelaskan penyelidikan turut dilakukan melalui jalur udara, bersamaan dengan patroli yang digelar oleh satuan tugas pembakaran hutan dan lahan.

Sunarto menuturkan bahwa seluruh kayu yang telah diolah menjadi lempengan papan dan balok tersebut disita di dalam kanal perusahaan konsesi HTI, PT SPA, Kabupaten Pelalawan.

"Jadi kanal itu menjadi jalur utama para tersangka untuk mengangkut kayu dari dalam hutan. Kanal milik perusahaan PT SPA," jelasnya.

Melengkapi Sunarto, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Arif Gideon Setiawan kepada Antara menjelaskan seluruh kayu yang disita tersebut ditemukan dalam bentuk rakitan di dalam kanal perusahaan PT SAP.

Meski begitu, Gidion memastikan perusahaan tidak terlibat dalam kejahatan lingkungan pembalakan liar itu. Dia menjelaskan lokasi penebangan kayu berada di luar wilayah konsesi.

"Lokasi penebangan kayu tidak di lahan konsesi. Titik tebang di hutan desa Serapung, lalu dibawa keluar dari dalam hutan melewati kanal," ujarnya.


Rawan Konflik

Lebih jauh, Gidion menuturkan bahwa pembalakan liar di kawasan hutan tersebut mayoritas dilakukan oleh warga luar. Termasuk para tersangka yang mayoritas merupakan warga pendatang dari Pulau Jawa dan Provinsi Sumatera Barat, meski beberapa di antaranya ada warga lokal yang terlibat.

"Masyarakat Desa sebenarnya sangat menolak aktivitas itu. Tapi mereka tidak dapat berbuat banyak. Ini yang kita antisipasi terjadinya konflik," tuturnya.

Menurut Gidion, diperkirakan kawasan hutan lebat itu telah dirambah selama tiga tahun terakhir. Hal itu diketahui dari keterangan saksi ahli dengan menghitung luas lahan yang habis dibabat pembalak liar yang mencapai puluhan hektare.

Dia juga menjelaskan bahwa kawasan bekas tebangan sangat rawan terjadinya Karhutla. Sebagian perambah telah mendirikan tenda untuk selanjutnya dialihfungsikan menjadi areal perkebunan. "Ini juga sangat rawan Karhutla," ucap Gidion.

Saat ini, para tersangka masing-masing MY (25), Dr (34), Mr (44), Uw (44), An (40), Di (21), KL (26), Rk (20), Yn (31), In (25), Al (27), Az (47), By (29), Ar (29), Rb (23), Sy (38), Ro (41), Ad (46) dan Sf (42) dijerat dengan Pasal 82 ayat 1 huruf b, dan atau 83 ayat 1 huruf B UU RI 2013 tentang pencegahan perusakan hutan.

Berkas para tersangka, kata Gidion, juga dipastikan lengkap oleh jaksa sehingga hari ini mereka akan langsung diserahkan ke Kejaksaan atau Tahap II. "Kasus ini terungkap Agustus lalu. Jadi kita sengaja ekspose perkara ini setelah berkas dinyatakan lengkap oleh jaksa," ujar Gidion. [ANTARA]

   
 
Realisasi Pembangunan Pekanbaru 75 Persen Terkendala Anggaran
Selasa, 11 Desember 2018 - 13:53

Banjir Kampar Riau Lumpuhkan Aktivitas Sekolah
Selasa, 11 Desember 2018 - 13:50

Waspada! PLTA Masih Buka 5 Pintu Pelimpahan Setinggi 150 Cm
Selasa, 11 Desember 2018 - 13:44

Pekanbaru Dikepung Banjir, Basarnas dan BPBD Kerahkan Perahu Karet
Selasa, 11 Desember 2018 - 13:43

LAM Beri Jokowi Gelar Adat Karena Riau Bebas Asap dan Rebut Blok Rokan, Ini Kata Gerindra
Selasa, 11 Desember 2018 - 13:41

Ummat Muslim Dumai Diajak Jihad Politik di Tahun 2019
Selasa, 11 Desember 2018 - 13:37

Wabup Inhil Tinjau Kondisi Jalan Sungai Beringin Tembilahan
Selasa, 11 Desember 2018 - 13:35

Ada Kiai Maaruf, Kenapa Umat Islam Masih Dukung Prabowo Subianto?
Senin, 10 Desember 2018 - 10:43

Diduga Melakukan Penghinaan, Mahasiswa Polisikan Rektor
Senin, 10 Desember 2018 - 10:39

Buaya Terperangkap di Salurkan Irigasi Kuansing Saat Banjir
Senin, 10 Desember 2018 - 10:24

OJK Belum Terima Nama Calon Dirut Bank Riau Kepri
Senin, 10 Desember 2018 - 10:23

Kejati Riau SP3 Dugaan Tindak Pidana Korupsi RTH
Senin, 10 Desember 2018 - 10:21

Hujan akan Guyur Seluruh Riau dari Siang hingga Dini Hari
Senin, 10 Desember 2018 - 10:17

Banjir Rendam Empat Desa di Kecamatan Inuman
Senin, 10 Desember 2018 - 10:12

Wabup Inhil Syamsuddin Uti Beranji Menjalankan Amanah dan Kepercayaan
Senin, 10 Desember 2018 - 09:59

Sebanyak 279 Mahasiswa Unisi Diwisuda pada Convocation Ceremony ke-11
Senin, 10 Desember 2018 - 09:51

CSR PT MAS Kelayang Bagikan Ratusan Paket Sembako
Senin, 10 Desember 2018 - 09:46

ADVERTORIAL PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HILIR
HUT Ke-19 Rokan Hilir, Plt Gubri Kisahkan Liku-liku Sejarah Terbentuknya Kabupaten Rohil
Minggu, 09 Desember 2018 - 05:08

Kecewa Jokowi Diberi Gelar Adat, Syarwan Hamid akan Kembalikan Gelarnya ke LAMR
Sabtu, 08 Desember 2018 - 21:51

ADVERTORIAL PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HILIR
Sejuta Pesona Alam Rokan Hilir, Surganya Para Turis Lokal dan Mancanegara
Minggu, 09 Desember 2018 - 05:01

Spanduk #JKWBersamaPKI Justru Munculkan Kontra Simpati
Sabtu, 08 Desember 2018 - 21:36

Serupa Tapi Tak Sama, Daulat 812 Di Kuala Lumpur Dan Aksi 212 Di Jakarta
Sabtu, 08 Desember 2018 - 21:31

ADVERTORIAL PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HILIR
Air Bersih Untuk Masyarakat, Pemkab Rohil Gelontorkan Rp34 M Bangun Jaringan SPAM Durolis
Minggu, 09 Desember 2018 - 05:01

Harkodia 2018: Bank Riau Kepri Satu-satunya BPD Pada Pameran IBIC 2018
Sabtu, 08 Desember 2018 - 14:08

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com