Home
Tubuh Khashoggi Dipotong-potong Cuma 15 Menit | Wow, Avanza Bisa Dicicil Rp100 Ribuan | Cara Mudah Menurunkan Gula Darah Tinggi dengan Kayu Manis | Jadi Tersangka, Polisi Segera Panggil Ahmad Dhani | Sandi Tak Mau Ikut Campur Masalah Internal PAN Yang Mau Dukung Jokowi | Kubu Prabowo-Sandi Usul Debat Capres-Cawapres di Kampus
Senin, 22 Oktober 2018
/ Bengkalis / 11:42:14 / WUJUDKAN DESA SUNGAI ALAM MENUJU KAMPUNG BUDAYA /
ADVERTORIAL PEMKAB BENGKALIS
WUJUDKAN DESA SUNGAI ALAM MENUJU KAMPUNG BUDAYA
Sabtu, 13 Oktober 2018 - 11:42:14 WIB

BENGKALIS, RIAUTRUST.com - Selagi aktivitas manusia di atas muka bumi ini terus bergerak, maka selagi itulah berbagai maha karya suatu peradaban akan tercipta. Begitu juga dengan aspek kesenian dan kebudayaan, akan serta merta menyatu di dalam denyut nadi dan nafas kehidupan umat manusia. Ia akan tumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu, dari masa ke semasa.

Sesungguhnya tidak dinafikan pula, jika dalam sejarah dan perkembangannya, seni dan budaya yang ada sebagai sebuah khazanah dan ketamadunan bangsa, ianya akan selalu mengalami pasang surut, seiring dengan proses serta dinamika yang selalu melingkupi serta mempengaruhi hidup dan kehidupan umat manusia itu sendiri.

Kebudayaan di suatu negeri atau daerah, pada akhirnya juga akan menemukan eksistensi dan jati dirinya sendiri, sepanjang manusia itu mau menjaga dan melestarikan budaya maupun nilai-nilai kebudayaan yang selama ini ada dan dimiliki. Hanya saja, sejauhmana kesadaran kita akan budaya serta nilai-nilai kebudayaan tersebut mampu dijaga dan dipelihara demi mencapai kemaslahatan dan cita-cita bersama.

Adalah Pemerintah Desa Sungai Alam Kecamatan Bengkalis, yang terus bertekad dan berkomitmen untuk mewujudkan desa tersebut menuju sebuah kampung budaya. Berbagai upaya serta langkah-langkah konkrit bagi mendukung tercapainya program desa menuju kampung budaya ini pun terus digalakkan. Termasuk kebijakan-kebijakan anggaran yang berpihak dan diperuntukkan bagi tercapainya program dimaksud.

Seperti disampaikan Kepala Desa Sungai Alam Kecamatan Bengkalis Ahmadi ketika diwawancarai belum lama ini, bahwa diantara visi misinya sebagai kepala desa adalah menyelamatkan anak-dan generasi muda desa dari pengaruh budaya-budaya luar yang dapat merusak mental dan menjerumuskan. Untuk itu, menerapkan dan membangkitkan nilai-nilai budaya di tengah-tengah masyarakat selalu dikedepankan, seperti memfasilitasi mereka untuk berkreativitas dan melakukan hal-hal positif.


Begitu juga terkait pembinaan terhadap anak-anak dan remaja desa dalam berkesenian dan berkebudayaan, akan selalu digesa dan menjadi program yang mendapat perhatian serius pemerintah Sungai Alam.

“Diantara program yang akan kita gesa dalam rangka mendukung dan merealisasikan keinginan kita untuk menjadikan Sungai Alam sebagai kampung budaya adalah, salah satunya dengan melakukan kegiatan kemah budaya bagi anak-anak dan generasi muda. Untuk kegiatan ini Alhamdulillah kita telah menganggarkan dalam APBDes tahun 2018 ini,” sebut Ahmadi sembari mengatakan jika di dalam kemah budaya tersebut, pihaknya akan mendatangkan sejumlah narasumber yang dapat memberikan pengenalan, pemahaman dan pelatihan terkait seni dan budaya Melayu, seperti melatih peserta dalam berpantun, berpuisi, drama dan lainnya sesuai minat dan bakat.

Selain itu, membiasakan tradisi berpakaian dan menerapkan etika Melayu yang dimulai dari sekolah dengan melibatkan guru, orang tua dan tokoh-tokoh masyarakat, juga menjadi salah satu harapan besar pihaknya bagi menumbuhkan nilai-nilai budaya Melayu itu sendiri.

“Ini diantara langkah-langkah yang akan kita lakukan guna menghidupkan budaya Melayu yang sebenarnya sudah kita miliki,” terang Ahmadi seraya menambahkan jika pihak desa juga sudah menganggarkan dana pembinaan dan pelatihan kesenian pencak silat pengantin.

“Kita juga sudah menerapkan dan menghimbau agar masyarakat luas ikut membiasakan diri berpakaian kurung Melayu lengkap ketika ada acara tepuk tepung tawar. Hal ini kita lakukan tentunya bekerjasama dengan Lembaga Adat Melayu desa sebagai salah satu organisasi resmi yang dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam berbudaya dan menjaga tradisi.

Tidak hanya dalam hal menerapkan dan membiasakan tradisi Melayu dalam kehidupan masyarakat, Pemerintah Desa Sungai Alam sejak kepemimpinannya dalam dua tahun terakhir ini, juga ingin kembali mengangkat permainan-permainan rakyat yang mengandung nilai dan budaya Melayu sebagai agenda besar dan menjadi event tahunan dalam setiap peringatan hari-hari besar nasional. Termasuk menyelenggarakan event-event budaya lainnya yang melibatkan banyak pihak, seperti festival budaya bagi anak-anak dan pementasan-pementasan budaya.

“Kita juga berkomitmen dalam menghidupkan kembali seni budaya zapin, kompang dan kesenian gambus dengan memberikan perhatian yang serius kepada mereka, seperti memberikan bantuan operasional kegiatan serta menganggarkan pembelian alat-alat kesenian melalui kelompok-kelompok seni yang ada,” terang Ahmadi.

“Mimpi kita kedepan juga adalah bagaimana nanti kita memberikan perhatian dalam memberikan pelatihan-pelatihan Al-barzanji bagi anak-anak dan remaja. Sebab seiring perkembangan zaman, tradisi ini seakan mulai ditinggalkan,” katanya lagi.

Disinggung kerjasama Pemerintah Desa dengan kelompok seni BB Plus Company dalam mewujudkan Sungai Alam sebagai kampung budaya, menurut Ahmadi kerjasama yang dilakukan sampai saat ini adalah dalam rangka menumbuhkan semangat berseni dan berbudaya di kalangan anak-anak dan remaja desa. Antara lain bagaimana kreativitas seni itu sendiri mampu diserap dan ditangkap sebaik mungkin guna mengembangkan bakat-bakat seni yang ada.

“Insyaallah secara bertahap program-program bagi menuju kampung budaya akan terus kita lakukan. Dan Alhamdulillah respon masyarakat terhadap upaya yang kita lakukan ini mendapat sambutan dan support yang positif dari seluruh lapisan masyarakat,” tukas Ahmadi.

Di bagian lain Ahmadi juga menjelaskan jika pihaknya memiliki keinginan agar di Desa Sungai Alam kedepan memiliki fasilitas yang lengkap bagi generasi muda dalam berkreasi dan mengembangkan bakat-bakat kesenian. Diantaranya dengan menyediakan sarana berupa lokasi pementasan atau gedung kesenian. Selain digunakan sebagai tempat untuk berlatih dan melakukan pembinaan, juga dapat digunakan sebagai tempat berkumpul dan berdiskusi tentang seni dan budaya.

“Untuk lokasinya kita sudah punya. Insyaallah secara bertahap-tahap akan kita upayakan nanti demi menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya yang kita miliki dan akan diwariskan kepada generasi penerus kita,” sebutnya.
 

Peran BB Plus Company Sebagai Sebuah Pilar dan Sumber Kekuatan

Dalam mencapai cita-cita dan menjadikan Desa Sungai Alam menuju kampung budaya, peran maupun keterlibatan Budak Betuah (BB) Plus Company sebagai sebuah organisasi yang bergerak di bidang seni dan budaya dinilai memiliki andil yang besar. Dengan usia yang tergolong sangat muda dan belia, organisasi atau kelompok seni yang lahir sekitar tujuh tahun lalu ini memiliki banyak kiprah dalam mendukung program pemerintah, khususnya Pemerintah Desa Desa Sungai Alam dalam geliat budaya. Sejauh ini, BB Plus Company kian tumbuh dan berkembang dengan buah-buah karya yang dihasilkan.

Gambar mungkin berisi: 7 orang, orang tersenyum, luar ruangan

BB Plus Company yang bermarkas di Desa Kuala Alam – salah satu desa pemekaran dari desa induknya, yakni Desa Sungai Alam, awalnya hanyalah sebuah perkumpulan anak-anak muda dengan nama Budak Betuah Colecting yang ketika itu bergerak memproduksi kaos-kaos oblong dengan memperkenalkan nama Bengkalis kepada masyarakat. Seiring waktu berjalan, BB Plus Company yang kelahirannya dibidani oleh Zulkifli dkk, perlahan-lahan menekuni dunia seni. Selanjutnya mereka tak pernah sunyi dari berbagai aktivitas dan geliat seni serta budaya yang dihasilkan. Ada-ada saja ide kreatif, bernas dan tentunya segar yang selalu mereka lakukan.

Tampaknya, semangat untuk menyumbangkan segala kemampuan di bidang seni dan budaya inilah, menjadikan Zulkifli yang selalu dibantu oleh isteri serta teman-teman pegiat seni yang lain, memantapkan tekad untuk senantiasa berkesenian dan berkarya, termasuk menggagas berdirinya sejumlah sanggar seni yang berada di bawah naungan mereka.

Gambar mungkin berisi: 10 orang, orang tersenyum, orang berdiri, teks dan luar ruangan

Melalui sanggar-sanggar seni yang ada itulah, berbagai kegiatan pembinaan dan pelatihan dilakukan dalam rangka memperkenalkan budaya tradisi kepada anak-anak dan remaja, kepada para pelajar serta para generasi muda di pulau Bengkalis. Dan salah satunya ikut berkecimpung dan bekerja sama dengan Pemerintah Desa Sungai Alam dalam melakukan program-program kesenian dan kebudayaan.

Kerja-kerja seni yang dilakukan BB Plus Company dalam lima tahun terakhir ini pun beragam jenis dan bentuknya. Khususnya di Desa Sungai Alam maupun Kuala Alam, mereka melatih kreativitas anak-anak maupun remaja dalam seni drama kabaret, pelatihan tari-menari, bersyair serta langgam Melayu. Bahkan yang tak kalah menariknya lagi, selain BB Plus Company sukses merilis enam album Melayu dan religi bersama sejumlah pencipta dan penyanyi yang ada di Bengkalis, mereka juga berjaya merintis pembuatan film pendek, film panjang maupun sinetron.

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, topi, samudera, air, teks dan luar ruangan

Mengenai film-film pendek maupun sinetron yang diantaranya turut disutradarai langsung oleh Zulkfili selaku direktur BB Plus Company, sebagian besar film-film tersebut mengangkat tema kebudayaan yang dipadukan dengan unsur-unsur asmara dan percintaan, termasuk film-film yang berlatar belakang dan bersettingan suasana dan kehidupan yang amat dekat dengan ciri khas serta karakter masyarakat pesisir pulau Bengkalis.

Tak ayal lagi, dari beberapa pemutaran film yang selama ini dilakukan, baik melalui kegiatan Nonton Bareng (Nobar) di desa-desa, pemutaran di televisi Diskominfotik Provinsi Riau, maupun di bioskop yang ada di Bengkalis. Film-film  yang dibuat oleh budak-budak kampung ini pun ternyata banyak menuai puji dan apresesiasi yang membanggakan dari berbagai pihak maupun kalangan.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, pohon, luar ruangan dan alam

Diantara film-film yang sudah diproduksi tersebut antara lain film panjang berjudul Kain Busuk Pusaka Emak (2015), film pendek berjudul Surut Menyambut Pasang (2016), film panjang berjudul Bunga Tak Sekuntum (2017) – sebuah film bernuansa asmara dan budaya yang sempat tanyang di bioskop Bengkalis dan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, serta sebuah film sinetron berjudul Lukisan Cinta di Negeri Junjungan (2018) yang mengisahkan tentang ketabahan dan teguhnya karakter seorang perempuan Melayu dalam memegang prinsip hidup

“Atas sejumlah prestasi yang diraih BB Plus Company inilah, kita menggandeng mereka untuk bekerja sama. Upaya ini tentu dilakukan sebagai salah satu cara untuk menularkan bakat-bakat seni kepada para pelajar maupun anak-anak muda yang ada di desa. Mudah-mudahan jiwa-jiwa yang mencintai seni dan budaya, termasuk upaya kita dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya di Desa Sungai Alam ini dari waktu ke waktu dapat terus dipertahankan,” imbuh Ahmadi lagi.

Gambar mungkin berisi: 13 orang, orang tersenyum, orang duduk dan orang berdiri

Berdasarkan wawancara dengan Zulkifli selaku pihak yang turut dilibatkan Pemerintah Desa Sungai Alam dalam membantu mewujudkan program menuju kampung budaya, meski diakuinya jika film-film yang dihasilkan masih jauh dari kata sempurna dan belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan film-film yang dihasilkan oleh sutradara-sutradara terkenal nasional di tanah air, namun kesan serta dampak positif bagi masyarakat dari film-film yang sudah diciptakan, sejauh ini dinilai cukup besar. Sekurang-kurangnya menjadi pemicu serta awal kebangkitan bagi anak-anak Bengkalis dalam berkarya, khususnya mmemproduksi film yang  dapat mengangkat nama daerah dengan segala budaya yang ada.
 
Gambar mungkin berisi: 9 orang, orang tersenyum, orang berdiri

“Alhamdulillah, sejauh ini ada beberapa film yang sudah kita hasilkan. Kehadiran film-film ini pun mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak, baik di Kabupaten Bengkalis maupun dari luar Kabupaten Bengkalis. Bahkan beberapa warga dari negara jiran kita Malaysia, sangat mengapresiasi dan meminta agar dikirimi film yang kita buat ini dalam bentuk VCD,” tutur Zulkifli.


Apresiasi dari Pemerintah Daerah

Terkait keinginan Pemerintah Desa Sungai Alam yang ingin menjadikan desanya sebagai kampung budaya, termasuk bermunculannya pegiat-pegiat seni di Kabupaten Bengkalis, khususnya BB Plus Company yang sampai detik ini tunak melahirkan karya seni dan berupaya menjaga kelestarian seni dan budaya, pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bengkalis menyambutnya dengan apresiasi yang cukup baik. Mereka juga mendukung segala kiprah yang dilakukan guna memajukan seni dan budaya agar selalu terjaga dan terpelihara di tengah-tengah masyarakat.

Gambar mungkin berisi: Genta Mukaram, tersenyum, duduk

“Kita tetap mendukung dan memberikan apresiasi yang besar. Bahkan kita terus berupaya untuk melakukan pembinaan terhadap kelompok-kelompok seni, termasuk apresiasi yang besar kepada pihak-pihak yang mendedikasikan dirinya demi kemajuan kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Bengkalis ini,” terang Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bengkalis, H Anharizal, SE, MSi di suatu kesempatan.

Dikatakannya, selain rutin melakukan pembinaan terhadap para kelompok-kelompok seni maupun para pegiat seni yang ada, setiap tahun pihaknya juga aktif melakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka melestarikan nilai-nilai seni dan budaya. Bahkan di berbagai kegiatan maupun even perlombaan, pihaknya selalu mengikutsertakan para kelompok seni maupun pegiat seni yang ada untuk berpartisipasi dan turut ambil bagian di dalamnya.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum, duduk dan pakaian

Sementara itu Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis, Sofyan S.Pd.I ketika dihubungi terkait apa-apa saja langkah maupun upaya strategis yang dilakukan dalam menggerakkan serta memajukan dunia kesenian dan kebudayaan di Bengkalis, pihaknya selaku lembaga legislatif yang memiliki peran pengawasan dan kebijakan anggaran, tetap mendukung segala kreativitas kelompok-kelompok seni maupun kreativitas anak-anak, serta keterlibatan pemerintah desa dalam pengembangan seni dan budaya. Pihaknya juga seringkali mengingatkan agar pemerintah daerah fokus dalam melakukan pembinaan terhadap kelompok-kelompok seni yang ada.

“Mereka (kelompok-kelompok seni maupun para pegiat seni), adalah bagian dari kita yang memiliki andil besar dalam pengembangan seni dan budaya. Oleh sebab itu upaya yang mereka lakukan tersebut patut didukung dan diapresiasi,” sebut Sofyan sembari menyebutkan jika pemerintah daerah tetap memberikan peluang bagi para kelompok seni dalam mendapatkan bantuan anggaran kegiatan mereka, sepanjang ada permohonan yang diajukan sesuai aturan maupun mekanisme yang ada. (adv/marzuli)
   
 
Syekh Sudais: Lemahkan Saudi Berarti Sakiti Miliaran Muslim
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:50

Jakarta Melayu Festival Jadi Ajang Kembangkan Budaya Melayu
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:47

Arab Saudi Pastikan Khashoggi Meninggal Setelah Perkelahian
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:43

Riau Terus Perangi Penambangan Emas Ilegal
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:37

FH UIR Jalin Kerjasama dengan FH UII Yogyakarta
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:34

Partai Golkar Dumai Berbagi Rezeki di Panti Asuhan
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:30

Cegah Bahaya LGBT, Wabup Siak Instruksikan Disdikbud Gelar Sosialisasi
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:25

45 Tim dan 3 Negara Berlaga di Dragond Boad Internasional Tanjung Pinang
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:23

Bupati Meranti Pimpin Rapat Pembahasan APBD Tahun 2019
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:19

Peserta Tes CPNS Siak Dibaijiri Peminat Menjjadi Cik Gu
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 08:17

Berburu Rush Baru di Pasar Mobil Bekas, Ini Kisaran Harganya
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:31

Mendagri Bantah Selundupkan 31 Juta Data Pemilih Baru ke KPU
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:28

Desain Avanza Terbaru Viral, Komunitas Angkat Suara
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:23

Stroke Bisa Dicegah dengan Pola Hidup Sehat
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:14

Demokrat: Pemerintah Bohong Soal Divestasi 51 Persen Saham Freeport
Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:10

Terduga Pembunuh Khashoggi Dilaporkan Tewas di Saudi
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:56

Gempa Berkekuatan 5.0 Magnitude Guncang Sumut Pagi Ini
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:52

Belum Miliki Amdal, Perusahaan Sawit Di Riau Terancam Denda Rp1 Miliar
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:47

Diduga Lakukan Tidak Pidana Korupsi, Polda Riau Kembali Periksa Wakil Bupati Bengkalis
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:45

Dewan Pendidikan dan LAM Riau Bahas Silabus dan RPP Mulok Budaya Melayu
Jumat, 19 Oktober 2018 - 07:42

Xpander Bekas Sudah Tersedia, Ini Harganya
Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:53

Pertemuan Parlemen Dunia Tolak Pembahasan Legalisasi LGBT
Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:45

Kelompok Nelayan Inhil Terima Bantuan Pompong dan Alat Tangkap Ikan
Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:33

Polres Inhil Amankan 2 Lelaki Pengedar Sabu
Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:28

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com