Home
Pembangunan Fly Over Simpang SKA Dipastikan Tak Selesai Akhir Tahun Ini | Ruqyah Massal di Pekanbaru, dari yang Muntah Hingga Keluarkan Jurus Silat | Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah di Kisaran Rp 14.900 | Genderuwo - Sontoloyo dan Lunturnya Politik Simbol Jokowi | Tinggi Bukaan Pintu PLTA Diturunkan | Dampak Kesehatan Korban Banjir Diinventarisir
Selasa, 13 November 2018
/ Riau Region / 08:18:36 / Berkunjung Ke Kuansing, Komnas HAM Bahas Soal PETI /
Berkunjung Ke Kuansing, Komnas HAM Bahas Soal PETI
Kamis, 18 Oktober 2018 - 08:18:36 WIB

TELUK KUANTAN - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI berkunjung ke Kabupaten Kuantan Singingi dan menggelar pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Kuansing, Rabu (17/10/2018) di ruang multimedia kantor Bupati.

Adapun tujuan Komnas HAM datang ke Kuansing adalah untuk bersilaturahmi dengan Pemkab Kuansing sekaligus berdiskusi terkait masalah Penambangan Emas Tanpa Izin (Peti) yang ada di Kabupaten Kuansing.

Dalam pertemuan tersebut, Komnas HAM ingin tau upaya apa yang sudah dilakukan pemkab Kuansing dalam menangani Peti dan dampak apa yang ditimbulkan akibat Peti ini.

Menurut Komnas HAM, Johan Effendi, kegiatan Peti ini terjadi dimana-mana dan hampir di seluruh Indonesia. "Namun muara dari kegiatan tersebut berdampak terhadap HAM," kata Johan Effendi.

Karena itu menurut Komnas HAM, mudarat dari kegiatan Peti ini jauh lebih  besar dari pada keuntungan yang didapat.

Johan Effendi menjelaskan, imbauan dampak cacat genetik dari dampak mercury logam berat harus disampaikan terus menerus ke masyarakat. "Saya kira tidak ada orang normal mau keturunannya cacat," ujar Johan.

Atas pertanyaan Komnas HAM itu, Bupati Kuansing, Mursini menjelaskan, bahwa Pemkab Kuansing  telah banyak berupaya bersama Forkompimda dalam memberantas Peti. Mulai dari razia, memberikan penyuluhan namun upaya ini belum berhasil sepenuhnya.

"Sebab kadang kala ketika aparat melakukan razia, sudah bocor duluan. Sehingga ketika razia dilakukan tidak ada pelaku yang tertangkap. Karena mereka (pekerja) sudah mendapat informasi bahwa akan ada razia," ucap Mursini.

Oleh karena itu, Bupati Mursini sependapat dengan Komnas HAM, bahwa Peti memberikan dampak mudarat yang tinggi dibandingkan keuntungan yang didapatkan oleh masyarakat. Belum lagi dampak kesehatan karena air sungai tercemar.

Masih kata bupati, dalam memerangi bahaya Peti juga telah dibentuk masyarakat pencinta lingkungan. Dengan cara itu turut memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menghentikan aktivitas Peti.

Senada dengan itu, Kabag Ops Polres Kuansing, Kompol Mahmudin menjelaskan, saat ini sudah banyak razia yang dilakukan polisi, bahkan sudah banyak pelaku Peti yang dipenjarakan.

Dalam pertemuan itu, Wakil Bupati Kuansing, Halim juga berharap agar Komnas HAM turut mendukung terhadap pemberantasan Peti di Kuansing dan semua pihak baik Pemkab, dan Forkompimda harus satu hati memberantas peti.

"Harus bergerak bersama-sama dalam memberantas peti ini dan tidak akan berhasil kalau jalan sendiri-sendiri. Selain itu jug diperlukan penganggaran untuk memberantas aktivitas Peti ini untuk turun kelapangan." ujar Wabup. (MCR)

   
 
Legislator: Pemberian Gelar Adat Jangan Sampai Ada Unsur Politik
Senin, 12 November 2018 - 08:15

Legislator Tak Ingin Disalahkan Proyek Fly Over Tak Siap
Senin, 12 November 2018 - 08:11

Hujan Disertai Angin Kencang Berpotensi Turun di Riau
Senin, 12 November 2018 - 08:08

Garbi Lahir Dari Kegelisahan Anak Bangsa
Senin, 12 November 2018 - 08:06

LGBT di Bogor Gunakan Ruang Publik untuk Perilaku Tercela
Jumat, 09 November 2018 - 16:41

Nissa Sabyan Disebut akan Hadiri Reuni 212
Jumat, 09 November 2018 - 16:38

Tudingan Rizieq Shihab Hanya Untuk Kepentingan Politik
Jumat, 09 November 2018 - 16:34

Kantor Kas BRK Kuala Kampar-Pelalawan Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Sekitar
Jumat, 09 November 2018 - 16:30

Asisten II Setda Inhil Tinjau Persiapan Pelatihan Menghadapi MTQ
Jumat, 09 November 2018 - 16:24

Tinjau Lokasi Banjir, Kapolres Inhu Berikan Bantuan Sembako
Jumat, 09 November 2018 - 16:19

Menyonsong Pemilu 2019, Pemilunya Generasi Bangsa di Era Milenial
Jumat, 09 November 2018 - 16:16

Jokowi Terapkan DP 0, Tim Prabowo-Sandi: Dulu Dicemooh, Kini Diaplikasikan
Jumat, 09 November 2018 - 16:11

PT KITB Kerjasama dengan BGMC, Infrastruktur KITB Mulai Dibangun
Jumat, 09 November 2018 - 16:08

4 SDN di Rakitkulim Diliburkan, Banjir Genangi Ruangan Kelas
Jumat, 09 November 2018 - 16:01

Soal Esemka, Inisiator: Bikin Mobil Tak Seperti Bikin Kacang Goreng
Jumat, 09 November 2018 - 08:10

Dugaan Rekayasa, Rizieq Shihab Lapor Balik ke Polisi Saudi
Jumat, 09 November 2018 - 08:04

Yayasan Masjid di Belanda Desak Twitter Blokir Akun Wilders
Jumat, 09 November 2018 - 08:02

Pengamat Politik: Kasus HRS Menguntungkan Jokowi-Maaruf
Jumat, 09 November 2018 - 07:54

Fotonya Jadi Ikon Perlawanan Palestina, Abu Amr Ditembak Israel
Jumat, 09 November 2018 - 07:49

Dinilai Abaikan Standar Keselamatan, DPR Desak Pemerintah Cabut Izin Lion Air
Jumat, 09 November 2018 - 07:46

Benarkah Kopi Dapat Mengurangi Risiko Penyakit Otak?
Jumat, 09 November 2018 - 07:41

Garuda Indonesia Berhasil Meraup Rp4,1 Miliar Dari GATF-II Di Pekanbaru
Jumat, 09 November 2018 - 07:39

Pertamina Luncurkan BBM Satu Harga Di Pelalawan
Jumat, 09 November 2018 - 07:37

Golkar Tidak Yakin Kasus Rizieq Skenario Pemerintah
Kamis, 08 November 2018 - 15:55

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com