Home
Pembangunan Fly Over Simpang SKA Dipastikan Tak Selesai Akhir Tahun Ini | Ruqyah Massal di Pekanbaru, dari yang Muntah Hingga Keluarkan Jurus Silat | Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah di Kisaran Rp 14.900 | Genderuwo - Sontoloyo dan Lunturnya Politik Simbol Jokowi | Tinggi Bukaan Pintu PLTA Diturunkan | Dampak Kesehatan Korban Banjir Diinventarisir
Selasa, 13 November 2018
/ Metropolitan / 15:01:20 / Tim Kemanusiaan FPR, APSI dan KPJ Nyaris Terjebak Pasang Laut di Donggala /
Tim Kemanusiaan FPR, APSI dan KPJ Nyaris Terjebak Pasang Laut di Donggala
Rabu, 07 November 2018 - 15:01:20 WIB

PEKANBARUA - Tim Bakti Kemanusiaan Forum Pemred Riau (FPR), Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Riau dan Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Pekanbaru nyaris terjebak kenaikan air laut yang sedang pasang pada sore hari, Selasa (6/11/2018).

"Nyaris saja kami terjebak fenomena air pasang laut di pesisir barat Sulawesi Tengah, tepatnya di Desa Lende Induk, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala," kata Ketua Dewan Kehormatan FPR, Tun Akhyar.

Sebelumnya, tim bakti kemanusiaan sengaja menuju ke sejumlah desa di Donggala yang terkena dampak terparah saat gempa dan tsunami terjadi.

Tim yang berangkat ke lokasi dampak gempa terparah itu, selain Tun Akhyar ada juga Ketua APSI Riau Asep Ruhiat, Ketua KPJ Pekanbaru, Budi dan seorang rekannya, bahkan turut seorang penyanyi Band Debu, Muhammad Saleem.

Jarak tempuh dari Kota Palu menuju Desa Lende Induk kata Tun sekitar 95 kilometer dan bisa ditempuh lewat jalan darat yang memakan waktu sekitar 3 jam.

Setibanya di tiga desa berdekatan, yakni Desa Lende Induk, Lende Tovea dan Desa Lompea, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, tim langsung membagikan bantuan berupa uang tunai ke para korban bencana alam tersebut.

Bahkan KPJ Pekanbaru bersama Saleem sempat menghibur warga di desa tersebut dengan bernyanyi ria menggunakan alat musik seadanya, berjoget bersama untuk membangkitkan semangat hidup warga setempat.

"Tapi begitu pulang tadi, sekitar pukul 4 sore lewat, ternyata air laut mulai pasang dan bahkan ban mobil sempat terendam air laut," kata Tun.

Warga sekitar katanya sempat mengingatkan tim untuk balik ke Palu lebih cepat karena ada fenomena pasang laut yang bisa merendam sebagian besar desa.

"Dapat cerita dari warga, bahwa setiap sore saat air laut pasang sekitar jam 5, air naik hingga merendam tiga desa yang kami kunjungi ini," kata dia.

Tiga desa yang dimaksud adalah Desa Lende Induk, Lende Tovea dan Desa Lompea, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, berjarak sekitar 95 kilometer dari Kota Palu,
di kawasan Pantai Barat Sulteng.

"Tapi kami bersyukur, akhirnya bisa tidak terkena fenomena ini," kata Asep Ruhiat menambahkan.

Asep menjelaskan, bahwa tiga desa tersebut memang mengalami kondisi buruk setelah diguncang gempa dan digulung tsunami, selain bangunan banyak yang hancur, warga juga tidak bisa lagi tinggal di wilayah ini karena kondisi tekstur tanah yang amblas.

"Jadi kalau air laut pasang setiap sore sekitar pukul 17.00, sebagian besar desa-desa ini teremdam, karena permukaanya sudah berada di bawah laut," demikian Asep. (rls)

   
 
Legislator: Pemberian Gelar Adat Jangan Sampai Ada Unsur Politik
Senin, 12 November 2018 - 08:15

Legislator Tak Ingin Disalahkan Proyek Fly Over Tak Siap
Senin, 12 November 2018 - 08:11

Hujan Disertai Angin Kencang Berpotensi Turun di Riau
Senin, 12 November 2018 - 08:08

Garbi Lahir Dari Kegelisahan Anak Bangsa
Senin, 12 November 2018 - 08:06

LGBT di Bogor Gunakan Ruang Publik untuk Perilaku Tercela
Jumat, 09 November 2018 - 16:41

Nissa Sabyan Disebut akan Hadiri Reuni 212
Jumat, 09 November 2018 - 16:38

Tudingan Rizieq Shihab Hanya Untuk Kepentingan Politik
Jumat, 09 November 2018 - 16:34

Kantor Kas BRK Kuala Kampar-Pelalawan Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Sekitar
Jumat, 09 November 2018 - 16:30

Asisten II Setda Inhil Tinjau Persiapan Pelatihan Menghadapi MTQ
Jumat, 09 November 2018 - 16:24

Tinjau Lokasi Banjir, Kapolres Inhu Berikan Bantuan Sembako
Jumat, 09 November 2018 - 16:19

Menyonsong Pemilu 2019, Pemilunya Generasi Bangsa di Era Milenial
Jumat, 09 November 2018 - 16:16

Jokowi Terapkan DP 0, Tim Prabowo-Sandi: Dulu Dicemooh, Kini Diaplikasikan
Jumat, 09 November 2018 - 16:11

PT KITB Kerjasama dengan BGMC, Infrastruktur KITB Mulai Dibangun
Jumat, 09 November 2018 - 16:08

4 SDN di Rakitkulim Diliburkan, Banjir Genangi Ruangan Kelas
Jumat, 09 November 2018 - 16:01

Soal Esemka, Inisiator: Bikin Mobil Tak Seperti Bikin Kacang Goreng
Jumat, 09 November 2018 - 08:10

Dugaan Rekayasa, Rizieq Shihab Lapor Balik ke Polisi Saudi
Jumat, 09 November 2018 - 08:04

Yayasan Masjid di Belanda Desak Twitter Blokir Akun Wilders
Jumat, 09 November 2018 - 08:02

Pengamat Politik: Kasus HRS Menguntungkan Jokowi-Maaruf
Jumat, 09 November 2018 - 07:54

Fotonya Jadi Ikon Perlawanan Palestina, Abu Amr Ditembak Israel
Jumat, 09 November 2018 - 07:49

Dinilai Abaikan Standar Keselamatan, DPR Desak Pemerintah Cabut Izin Lion Air
Jumat, 09 November 2018 - 07:46

Benarkah Kopi Dapat Mengurangi Risiko Penyakit Otak?
Jumat, 09 November 2018 - 07:41

Garuda Indonesia Berhasil Meraup Rp4,1 Miliar Dari GATF-II Di Pekanbaru
Jumat, 09 November 2018 - 07:39

Pertamina Luncurkan BBM Satu Harga Di Pelalawan
Jumat, 09 November 2018 - 07:37

Golkar Tidak Yakin Kasus Rizieq Skenario Pemerintah
Kamis, 08 November 2018 - 15:55

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com