Home
Mengapa Harga Hunian di Jakarta Makin Mahal? | Andi Arief: Terlalu Dini Menyimpulkan Pelaku Perusakan Atribut Demokrat Disuruh PDIP | BPN Prabowo-Sandi: Perusakan Spanduk SBY Nodai Keindahan Demokrasi | Hinca: Perusak Bendera Demokrat di Riau Dibayar Rp100 Ribu | Aktivis Berharap Presiden Perhatikan Korban Banjir Riau | Polresta Pekanbaru Tangkap Perusak Atribut Partai Demokrat Saat Kunjungan SBY
Sabtu, 15 Desember 2018
/ Peristiwa / 07:46:21 / Dinilai Abaikan Standar Keselamatan, DPR Desak Pemerintah Cabut Izin Lion Air /
Dinilai Abaikan Standar Keselamatan, DPR Desak Pemerintah Cabut Izin Lion Air
Jumat, 09 November 2018 - 07:46:21 WIB

Saat duka nestapa atas tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 masih menyelimuti keluarga korban, maskapai berlogo singa terbang itu kembali berulah. Ya, Lion Air dengan nomor penerbangan JT-633 rute Bengkulu-Jakarta baru-baru ini menyenggol tiang koordinat di depan gerbang ruang VIP Bandara Fatmawati-Soekarno, Bengkulu.

Insiden kecelakaan itu terjadi pada Rabu 7 November 2018 lalu sekira pukul 18.21 WIB. Saat itu pesawat baru saja taxi out dari parkiran bandara menuju runway untuk lepas landas (take off).

Peristiwa ini menyebabkan bagian kiri sayap pesawat rusak cukup parah. Imbasnya, ratusan penumpang terpaksa diturunkan kembali menuju ruang tunggu.

Terkait insiden ini, anggota Komisi V DPR RI, Bambang Haryo Soekartono meminta pemerintah bertindak tegas kepada maskapai Lion Air. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai regulator transportasi penerbangan menurutnya harus bernyali mencabut izin operasional maskapai tersebut. Sebab, Bambang melihat adanya keteledoran dari mereka dalam melaksanakan prosedur keselamatan yang telah ditetapkan.

“Kalau enggak bisa memenuhi standarisasi keselamatan yang benar, daripada mengorbankan nyawa publik, ya terpaksa harus dicabut (izin operasional Lion Air-red),” kata Bambang kepada Okezone di Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Ia menganggap adanya unsur kesengajaan dari Lion Air, sehingga mereka tidak memerhatikan regulasi keselamatan penumpang sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Kemenhub lanjutnya, diminta ketegasannya dalam menjatuhkan sanksi kepada Lion Air.

“Berarti, Menhub sebagai yang bertanggungjawab penuh kepada keselamatan transportasi penerbangan sesuai dengan Undang-Undang itu harus memberikan suatu teguran keras atau sanksi yang keras kepada Lion Air karena sudah tidak mengacu kepada standar keselamatan,” tegasnya.

Menurutnya, jika Lion Air tetap diberikan izin beroperasi oleh pemerintah tanpa membenahi kesalahannya, maka hal itu sama saja mengancam nyawa masyarakat ketika mereka tetap memilih maskapai murah sebagai alat transportasi udara baik untuk wilayah domestik maupun internasional. Padahal di satu sisi, negara memiliki kewajiban untuk melindungi setiap penumpang yang dari ancaman kecelakaan.

“Bila terus menerus seperti ini sangat membahayakan nyawa publik. Keselamatan nyawa publik atau penumpang harus dilindungi oleh negara,” tuntasnya.

Sebelumnya, Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro meminta maaf atas insiden yang terjadi di Bandara Fatmawati-Soekarno itu.

"Lion Air menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang timbul. Terkait kondisi yang terjadi, Lion Air saat ini telah mengirimkan tim guna pemeriksaan terhadap pesawat tersebut," kata Mandala dalam keterangan tertulis yang diterima kemarin.

[Okezone.com]

   
 
Baru 14,7 Persen UMKM Riau Manfaatkan KUR
Jumat, 14 Desember 2018 - 16:22

Enam Warga Meninggal Dalam Bencana Banjir Riau
Jumat, 14 Desember 2018 - 16:19

Chevron Bantu 15 Bibit Sapi Peternak Riau
Jumat, 14 Desember 2018 - 16:15

Turap Sungai Rokan Amblas, BWS Diminta Tanggung jawab
Jumat, 14 Desember 2018 - 16:13

Jembatan Sementara Pulihkan Lalu Lintas Padang-Bukittinggi
Kamis, 13 Desember 2018 - 14:23

Gerindra Ingatkan Jokowi: Jangan Berlebihan, Kekuasan Akan Berganti
Kamis, 13 Desember 2018 - 14:19

Komunitas Goresan Emas Memulai Rangkaian Goes to School ke SMA di Inhil
Kamis, 13 Desember 2018 - 14:12

Pemprov Riau Gesa Penyelesaian Pembangunan Fasilitas Tambahan Embarkasi Haji Antara
Kamis, 13 Desember 2018 - 14:00

Riau Bersiap Menerapkan Wisata Religi
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:59

Harga TBS Sawit di Riau Menunjukkan Tren Positif
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:57

Sandi Tuding Utang BUMN Meroket karena Politik Jokowi
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:52

Diundang LAM Riau, SBY Tidak akan Datang Acara Penabalan Gelar Jokowi
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:48

Peringatan Dini, Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir pada Malam Hari di Riau
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:41

Selama Kedatangan Jokowi, RTH Kaca Mayang Tertutup untuk Umum
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:39

Perpustakaan Pekanbaru Terima 2.585 Buku Berbahasa Asing
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:36

Basarnas Pekanbaru Temukan Warga Hilang Terseret Banjir
Kamis, 13 Desember 2018 - 13:34

Penyelesaian Konflik Dua Serikat Kerja Masih Nyangkut di Polres Dumai
Rabu, 12 Desember 2018 - 20:32

23.091 Hektare Kebun Sawit Siak Perlu "Peremajaan"
Rabu, 12 Desember 2018 - 20:18

Anggota DPRD Riau minta Perusahaan segera Bantu Korban Banjir
Rabu, 12 Desember 2018 - 20:16

Basarnas Pekanbaru Evakuasi 450 Santri Korban Banjir
Rabu, 12 Desember 2018 - 20:14

58 Nelayan Siak Belum Terdaftar Kartu Asuransi
Rabu, 12 Desember 2018 - 20:08

Polres Inhil Tangkap Karyawan Swasta Pelaku Pencurian Motor
Rabu, 12 Desember 2018 - 20:05

Zakat dan Shodaqoh Wujud Pengamalan Al Quran di Negeri Istana
Rabu, 12 Desember 2018 - 19:52

La Nyalla Siap Potong Leher, Tim Prabowo: Caper Jangan Berlebihan
Rabu, 12 Desember 2018 - 11:27

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com