Home
Hari Ini, Bawaslu Semarang Salat Jumat Bareng Prabowo | Infrastruktur Pendukung Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah Dianggarkan di APBD 2020 | Daerah Pesisir Riau Mulai "Dikepung" Titik Api | TGB akan ke Dumai untuk Melantik dan Deklarasi TKD Jokowi - Maruf | Ideologi Feminisme Radikal Dalam RUU PKS Harus Dilawan Dan Ditolak | Tagar Uninstall Jokowi Buntuti Unsinstall Bukalapak
Senin, 18 Februari 2019
/ Politik / 16:16:08 / Menyonsong Pemilu 2019, Pemilunya Generasi Bangsa di Era Milenial /
Menyonsong Pemilu 2019, Pemilunya Generasi Bangsa di Era Milenial
Jumat, 09 November 2018 - 16:16:08 WIB

Oleh: Marzuli Ridwan Al-bantany

PEMILIHAN
Umum (Pemilu) 2019 yang akan segera kita jelang, adalah diantara salah satu pesta demokrasi yang paling menarik untuk selalu disimak dan diikuti perkembangannya. Setiap detik dan waktu yang terus berdetak dan bergerak ke depan, akan menjadi saat-saat terpenting bagi para kontestan Pemilu dalam melakukan langkah-langkah serta strategi politik guna meraih dukungan dan simpati publik.

Bagi masyarakat Indonesia, ajang kontestasi demokrasi lima tahunan kali ini bukan semata-mata melanjutkan ‘tradisi‘dan sistem demokrasi yang telah sekian lama dibangun. Namun Pemilu kali juga menjadi Pemilu yang amat dinantikan dan selalu dirindukan, terutama para generasi bangsa kita yang hidup di era milenial ini; era keterbukaan informasi yang tanpa tedeng aling-aling.

Dan sesungguhnya Pemilu 2019 ini adalah Pemilu yang bisa saja dikategorikan sebagai sebuah momen dan peluang bagi bangsa ini dalam meningkatkan kedewasaan sistem berdemokrasi di tanah air sejak pertama ia digelar pada tahun 1955. Sekaligus merupakan tantangan terberat bagi anak-anak milenial – generasi masa kini yang saban hari dihadapkan oleh situasi dan perkembangan politik yang dinamis dan selalu berubah-ubah dan terkadang mengejutkan. Mungkin tidak berlebihan jika Pemilu kali ini dinyatakan sebagai Pemilu-nya generasi milenial, generasi yang didedahkan oleh berbagai persoalan bangsa serta dunia global dalam pesatnya pusaran perkembangan teknologi dan era digital yang serba mudah dan cepat.

Laksana kebun-kebun bunga yang teduh dan indah, Pemilu yang bakal disongsong nanti sudah bisa dipastikan akan ramai didatangi para pemuja dan pengangum akan keindahan. Keindahan kebun-kebun bunga dengan segala aneka rupa dan warnanya yang selalu mempesona. Mereka yang datang dan bersafari di kebun-kebun bunga itu pun akan selalu dibuat betah dan terhibur. Lelah yang barangkali menggelayut di wajah-wajah dan jiwa-jiwa mereka sepanjang musim yang lalu, dipastikan akan sirna dalam sekejap. Sebab aneka bunga-bunga yang tumbuh dengan suburnya kini telah berputik dan merekah. Siap menebar aroma harum dan semerbak ke seluruh pemukiman serta penjuru-penjuru kehidupan.

Pendek kata, Pemilu mendatang ini seyogyanya disambut dengan segala suka cita, dengan hati yang bersih, penuh kegembiraan dan dengan dada yang lapang – bukan Pemilu yang diwarnai dengan segala macam ketakutan dan kekhawatiran. Untuk itu, Pemilu 2019 ini perlu dipersiapkan dengan matang dan seapik mungkin – mulai dari kesiapan para peserta Pemilu, para penyelenggaranya, maupun seluruh stake holder yang terlibat di dalamnya. Juga masyarakat pemilih (voter) sebagai elemen paling pokok dalam menentukan arah dan masa depan bangsa.

Maka tidak mustahil, Pemilu kali ini, sekurang-kurangnya akan menjadi momen penting dan sangat berharga bagi kita rakyat Indonesia. Bagi generasi milenial dalam menentukan siapa saja wakil-wakil kita yang akan duduk di lembaga-lembaga terhormat (DPR, DPD, DPRD provinsi/kabupaten/kota), serta mengantarkan sosok-sosok putra terbaik bangsa ini di pucuk pimpinan tertinggi Negara dalam melanjutkan cita-cita dan perjuangan bangsa. Demi mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran yang adil dan merata di sepanjang tempo yang telah ditentukan sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang mengaturnya.

Dalam sejarah kepemiluan tanah air, Pemilu 2019 yang akan sama-sama kita jelang pada 17 April tahun depan, adalah Pemilu yang pertama kalinya menyerentakkan proses pemilihan presiden dan wakil presiden dengan pemilihan anggota DPR, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota. Melalui model Pemilu yang begini, maka Pemilu 2019 ini dapat dikatakan sebagai Pemilu paling rumit yang pernah kita jumpai. Pemilu yang membuat seluruh energi dan perhatian kita akan terkonsentrasi penuh kepadanya.

Di era milenial sekarang ini dengan segala perkembangan yang melingkupinya, ada semacam trend yang dirasakan mulai bergeser dan berubah terkait model-model pendekatan yang dilakukan para kontestan Pemilu maupun para pendukungnya. Diantaranya dalam upaya meraih simpati publik. tak jarang pendekatan-pendekatan emosional selalu dikedepankan ketimbang memaparkan program maupun visi dan misinya dalam mencalonkan diri. Salah satu media yang paling efektif dalam melakukan pendekatan-pendekatan semacam itu adalah melalui propaganda-propaganda politik yang dilakukan dan disebarluaskan di media-media yang ada di dunia maya dan jaringan-jaringan sosial, seperti facebook, twitter, instagram dan media online lainnya.

Trend kampanye politik dengan memanfaatkan kemudahan dan kecanggihan teknologi di era milenial seperti sekarang ini, dipandang sebagai sebuah cara yang lebih simple dan mampu menekan tingginya biaya politik yang harus dikeluarkan. Namun tak jarang kita menemukan kemudahan-kemudahan tersebut terkadang selalu disalahgunakan sejumlah oknum dengan melakukan kampanye-kampanye hitam (black campign) maupun upaya-upaya yang dapat merusak karakter seseorang maupun lawan politik (carracter assosination). Apatah lagi secara tidak bertanggungjawab melakukan cara-cara yang tidak terpuji, seperti menebar fitnah, ujaran kebencian serta menjual isu-isu SARA. Sejatinya politik yang berkeadaban itu adalah politik yang santun, berkompetisi secara sehat dan mencerdaskan, bukan malah sebaliknya.

Kita cukup merasa riskan apabila Pemilu 2019 yang seharusnya kita sambut dan dijalani dengan fair dan penuh suka cita, dengan semangat persatuan dan kesatuan serta bertanggungjawab ini, harus tercederai oleh perilaku-perilaku politik yang tidak mencerminkan kedewasaan. Sikap politik yang begitu justru akan membuka jurang-jurang pertelagahan dan membuat kita saling bersinggungan. Jangan sampai disebabkan berbeda pandangan dan pilihan politik harus membuat kita saling membenci serta mengorbankan apa-apa saja yang sudah kita miliki. Padahal ada kepentingan lain yang jauh lebih besar dari sebuah proses Pemilu yang sedang kita jalani, yakni bagaimana kedepan bangsa dan Negara ini menjadi jauh lebih kokoh, mapan dan tetap bersatu dan bingkai NKRI.

Untuk itu, peran pemerintah serta seluruh elemen dan komponen bangsa yang ada di dalamnya mesti saling bahu-membahu dalam mengawal proses demokrasi. Segala macam upaya yang dapat merusak sistim dan tataran demokrasi yang berpotensi perpecahan di tengah masyarakat harus dicegah dengan pola dan format yang tepat. Termasuk kepada para penyelenggara Pemilu serta kontestan-kontestan Pemilu sebagai pihak yang terlibat aktif di dalamnya – yang sudah semestinya menjalankan serta menegakkan aturan-aturan Pemilu. Sehingga akhirnya Pemilu yang bakal kita songsong kelak betul-betul dalam genggaman dan menjadi Pemilu yang bersih, berkualitas, serta menghasilkan pilihan-pilihan kita yang bersih dan berkualitas pula.

Semoga Pemilu yang terbuka dan bebas di era milenial ini, menjadi Pemilu paling indah sepanjang sejarah kepemiluan kita. Oleh sebab itu masyarakat luas, peserta Pemilu serta semua pihak yang bersinggungan langsung dengannya hendaknya selalu mengedepankan etika-etika politik yang lebih terhormat dan beradab,  tanpa harus mengedepankan sentimen-sentimen politik yang justru mengganggu ketertiban dan kenyamanan kita dalam mengikuti pesta demokrasi yang sudah di depan mata. Wallahu a’lam.

Pekanbaru, 09/11/2018

   
 
Hari Ini Diresmikan
Hasil Uji Beban Belum Keluar, Jembatan Siak IV Layak Fungsi? Ini Penjelasan PUPR Riau
Kamis, 14 Februari 2019 - 09:11

Prabowo: Insya Allah 17 April, Kita Lihat Kebangkitan Bangsa
Kamis, 14 Februari 2019 - 09:03

Kecewa Janji Jokowi, Pemuda Tani Indonesia Dukung Prabowo
Kamis, 14 Februari 2019 - 08:50

Fitri RDJ Ajak Bertafakur Lewat Rilis Lagu Asmaul Husna
Kamis, 14 Februari 2019 - 08:28

Buron Selama Sebulan, Pelaku Pembunuhan Wanita di Peranap Ditangkap
Kamis, 14 Februari 2019 - 08:26

Dumai Bersiap-siap Sambut Cawapres Sandi Uno pada 3 Maret Nanti
Kamis, 14 Februari 2019 - 08:15

Lahan Tidur Kampung Tengah Produksi Lima Ton Padi
Kamis, 14 Februari 2019 - 08:09

253 Titik Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya Untuk Siak Diresmikan
Kamis, 14 Februari 2019 - 08:05

Dimulai Era Gubernur Rusli Zainal
Berikut Kronologi Singkat Pembangunan Jembatan Siak IV Pekanbaru
Kamis, 14 Februari 2019 - 07:53

Besok Gubri Resmikan Jembatan Siak IV, Septina Potong Pita Fly Over
Kamis, 14 Februari 2019 - 07:43

Meningkat Drastis, 56 Hotspot Membayangi
Kamis, 14 Februari 2019 - 07:38

Misteri Berdirinya Stonehenge Akhirnya Terkuak
Rabu, 13 Februari 2019 - 16:42

Komentari Guru, Mendikbud Dirundung di Media Sosial
Rabu, 13 Februari 2019 - 16:38

DPR: Tidak Ada Yang Namanya RUU LGBT
Rabu, 13 Februari 2019 - 16:23

PILPRES 2019
Pengamat: Ahok Mendekat, Jokowi Dalam Bahaya
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:52

Besok Diresmikan, Pengendara Bisa Langsung Melintasi Dua Flyover Baru
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:35

DPRD Riau Keberatan Gaji Pegawai P3K Bakal Dibiayai APBD
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:30

Dishub Pekanbaru akan Derek Mobil yang Parkir Sembarangan di Sekitaran Mal SKA
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:28

Harga TBS Kelapa Sawit Turun Lagi Rp4,46 per Kilogram
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:11

Sekdaprov Riau Perkirakan Gaji PPPK Capai Rp5 Miliar per Tahun
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:08

Embarkasi Haji Antara Riau, Meranti Minta Dispensasi Langsung ke Batam
Rabu, 13 Februari 2019 - 15:07

Skadron 12 dan 16 Lanud RsN Pekanbaru Gelar Latihan Terbang Malam
Rabu, 13 Februari 2019 - 09:39

Harga TBS Sawit Riau Turun Tipis
Rabu, 13 Februari 2019 - 09:33

Ridwan Saidi Nilai Psikologi Jokowi Layaknya Akan Kalah Pilpres
Rabu, 13 Februari 2019 - 09:29

 
 
Home

 
Sorot | Wawancara | Pokok Pikiran | Surat Anda
Klik Photo
| Iklan Baris | Index

Redaksi | Info Iklan | Disclaimer | Kotak Pos | Pedoman Media Siber

Copyright © 2011-2016 RiauTrust.com - Trusted News Portal
 
Alamat Redaksi & Pemasangan iklan :
 
Komplek Beringin Indah
Jalan Kulim No. 121, Pekanbaru, Riau  
  Telp/ Fax  : (0761) 63515
Mobile  : 0812-76-47104 ( Ali Sukri )  
Email : iklan_riautrust@yahoo.com
redaksi_riautrust@yahoo.com